
Ketika Natan melambaikan tangannya, anak panah yang tak terhitung jumlahnya turun dari langit seperti hujan cahaya biru.
Tikus-tikus di bawahnya tidak bisa berbuat banyak, tubuh mereka tertembus anak panah sebelum berubah menjadi serpihan cahaya.
Anggota dari Taiyang Guild kebanyakan wanita, tidak seperti Light of Eternity yang hampir semuanya adalah pria.
Anggota Taiyang Guild memandang kagum dengan mata berbinar saat meluas bagaimana pasukan Natan yang menyerang.
"Aku sungguh penasaran penampilannya, hanya Ketua Guild yang pernah melihatnya. Sekarang, aku merasa dia sangat tampan, apakah dia mau menerimaku? Aku ingin melahirkan anaknya."
"Jangan bicara omong kosong! Banyak yang mengantre ingin menjadi pasangannya! Tapi lihat, tidak ada tambahan. Bahkan Liu Xinmei tinggal di Istana Armonia, sering mengintip Ketua Aliansi mandi, tapi tidak masuk dalam daftar!"
"Betul! Lihat dirimu, kau cantik dan menggemaskan, tapi kau sangat rata!"
Seorang wanita yang berusia belum genap 20 tahun, tertegun dengan mulut terbuka dan air mata terlihat memenuhi kelopak matanya. Dia memandang tak percaya pada rekan-rekannya, dan menundukkan kepalanya melihat dadanya yang rata seperti papan cucian.
"Kalian jahat! Aku pasti akan menumbuhkannya!"
Natan mendengarnya dengan jelas di atas Ksatria Lebah, dan tidak mengharapkan bahwa Liu Xinmei akan mengintipnya. Perlu diketahui, dia sangat jarak menggunakan Mapping atau kemampuan lain di Istana Armonia, karena memang pengamanan di sana sangat ketat.
"Haruskah aku memindahkan mereka ke tengah-tengah Kota Chengdu?" Natan memijat keningnya.
Secara alami, Vely, Calista dan Olivia mendengarnya juga. Ada keterkejutan di wajah mereka, kemudian mereka saling memandang seperti sedang memikirkan sesuatu.
Natan tidak menyadari bahwa ketiga wanita di belakangnya sedang merencanakan sesuatu. Dia hanya memijat keningnya dan merasakan sakit kepala.
...
Setelah penyerangan tanpa henti dari Magic Archer, Dimensional Cave yang meledak dan mengeluarkan semua monster tambahan sudah benar-benar dibunuh sampai musnah tak bersisa.
Natan mengendalikan Ksatria Lebah dan mendarat di tembok. Dia melihat salah satu wanita, itu adalah Ketua Guild dari Taiyang Guild, Xiang Yin An. "Apa yang kalian lakukan di sini?"
Hanya Natan saja yang turun, yang lain masih di atas Ksatria Lebah.
Xiang Yin An terdiam untuk beberapa waktu saat menatap Natan dengan tatapan kosong. Kemudian tersentak, menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Ini adalah Dimensional Cave tingkat A. Banyak yang khawatir dengan keadaan kalian, jadi kami menunggu di sini."
Mendengar itu, Natan menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia berbalik menaiki Ksatria Lebah, berniat untuk kembali ke Istana Armonia, namun segera dihentikan oleh Xiang Yin An.
"Ada apa?"
__ADS_1
Xiang Yin An membuka tablet yang dibelinya dari Armonia Shop. "Menurut laporan pengintai yang kami kirim, ada gelombang zombie besar yang datang dari timur. Jumlah ini jutaan, dan bukan hanya zombie berjalan ..."
"Ada yang berlari, Lickers, Tyrant, Nemesis, Axemen, Big Eye's, Zombie Dog, Bloodshot." Xiang Yin An mendongak untuk menatap Natan kembali.
Natan terdiam dengan ekspresi datar, meski di dalamnya sangat terkejut saat mendengarnya. Zombie-zombie itu adalah zombie yang ada di dalam suatu permainan, dan sekarang benar-benar datang ke dunia nyata.
"Kapan gelombang ini akan datang?" Natan ingin beristirahat sebentar setelah tidak tidur seharian.
"Dengan kecepatan mereka, dua besok malam. Saat itu, kekuatan zombie akan meningkatkan dua kali lipat."
Ketika mendengar itu, Natan menghela napas lega.
Xiang Yin An dan anggota Taiyang Guild lainnya terdiam dengan pandangan bingung saat melihat Natan. Zombie hampir sampai, bukannya panik, tapi Natan terlihat lega.
Natan menyadari tatapan anggota Taiyang, dia melihat semua orang yang sedang memandangnya aneh. "Ada apa? Aku lelah setelah memasuki Dimensional Cave. Aku hanya ingin beristirahat, apa salahnya?"
"Baiklah. Aku tidak peduli." Xiang Yin An melambaikan tangannya. "Tidak perlu berasalan, aku sudah tahu. Jika aku pria yang memiliki tiga wanita cantik, aku pasti akan lebih suka tinggal di kamar."
Natan tertegun, tidak lagi memperlihatkan wajahnya yang tenang dan dingin. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia berbalik dan melompat ke atas Ksatria Lebah.
Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara dari salah seorang anggota Taiyang Guild.
Natan yang baru naik, tersandung kakinya sendiri dan hampir jatuh. Dia menghela napas, melihat ke bawah, melihat wanita muda yang menggemaskan dan memiliki dada rata. Ia hanya tersenyum tipis, lalu meminta Ksatria Lebah untuk bergegas.
...***...
Keesokan Paginya
"Hari yang indah." Natan menghirup udara segar di pagi hari saat membuka jendela.
Dia tidur nyenyak dan hidupnya terasa sangat bahagia, hubungan mereka kembali seperti dulu yang tidak hanya berhubungan di kamar. Tadi malam, dia meminta untuk mengurangi hal semacam itu karena bisa memengaruhi kesehatan dan tidak terlalu baik sering melakukannya saat monster terus menyerang.
Vely, Calista dan Olivia senang-senang saja. Jika itu dulu, mereka akan sedikit kesal, tapi sekarang senang karena bisa melakukan banyak hal dan tubuh mereka tidak akan kelelahan.
"Pagi, Natan." Calista menghampiri Natan.
Natan menoleh ke belakang melihat Calista. "Pagi."
Calista mendekatkan tubuhnya sampai masuk ke dalam pelukan Natan dan berjinjit, lalu mencium bibirnya sebelum tersenyum.
__ADS_1
Keduanya keluar dari jendela besar yang berbentuk pintu kembar, duduk di sofa di balkon memandang embun pagi yang jatuh di dedaunan pohon.
Calista menyandarkan kepalanya di bahu Natan dan menutup matanya perlahan. "Jika tidak ada kiamat monster, apakah kita akan bertemu?"
Natan tertegun sejenak, kemudian bertanya, "Mengapa tiba-tiba?"
Calista menggelengkan kepalanya. "Aku senang bisa bertemu denganmu. Dan, apakah aku jahat jika aku bersyukur dunia menjadi seperti ini?"
Natan terdiam dengan ekspresi rumit. Dia adalah orang yang mementingkan diri sendiri dan orang terdekat, selama orang-orang yang dikenalnya baik-baik saja, maka dia tidak peduli dengan yang lain. Tapi, dunia hancur juga merupakan pukulan berat baginya.
Seperti Paman dan Bibi, atau orangtua Erina yang terbunuh karena dimakan monster.
Natan mengusap bahu Calista dan mengecup kepalanya. "Entahlah, tidak ada baik dan jahat di keadaan seperti ini. Di mata kalian, aku baik, tapi di mata orang lain, aku adalah pembunuh kejam. Semua guild di Kota Chengdu sudah dibasmi, ribuan dari mereka telah dibunuh olehku ..."
"Aku pernah datang ke shelter, aku membunuh semua pengungsi di sana. Aku pernah memasuki Dungeon, semua orang yang masih selamat, aku sudah membunuhnya."
Calista terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya. Dia sudah tahu tentang Natan yang membunuh banyak manusia di luar sana.
Calista mendongak menatap Natan, mata mereka bertemu beberapa detik dan keduanya hanya diam tanpa kata.
Kemudian, Calista menghela napas dan menundukkan kepalanya lagi. "Kemarin, kami sempat memikirkan ide konyol. Kami ingin memerasmu sampai kering, kemudian ide konyol lainnya datang, itu tentang apakah Natan ingin menambah kekasih." Ia sedikit tertawa saat mengatakannya.
Natan terdiam dengan keterkejutan di wajahnya, tidak mengharapkan mereka akan merencanakan hal semacam itu. Levelnya sekarang tinggi, dia penuh stamina, tidak perlu lagi meminum ramuan untuk bisa bertahan seperti dulu.
Natan menyisir rambut Calista dengan tangannya. "Kalian bisa mencobanya untuk mengeringkannya. Kemudian, tentang tambahan, aku tidak bisa mengatur waktu, kau sendiri tahu, dulu aku hanya mencintaimu, tapi aku melakukannya dengan kalian bertiga, itu membuatku merasa tidak nyaman. Meski sekarang, aku sudah memperlakukan kalian sama."
"Tapi sekali lagi, untuk menambah kekasih, itu tidak mungkin." Sebagai seorang pria, itu adalah impian, tapi dia tahu kapasitasnya sendiri. Dan, jika dia menambahkannya, itu hanya memperjelas tentang dirinya yang hanya suka bersenang-senang dengan wanita.
Calista mengerti, dia tahu hal itu. Itu juga dirasakannya saat malam pertama, di mana dia membawa Vely dan Olivia bersama.
Calista membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu, tapi menutupnya kembali. Dia merasa akan ada pertengkaran di antara mereka jika dia memaksanya.
Secara alami setelah tinggal cukup lama dengan Calista, Natan tahu isi pikiran Calista. Tapi dia hanya diam tanpa kata saat mengusap kepalanya dan memandang sinar matahari di pagi hari.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1