Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 082 : Kita adalah Guild Armonia


__ADS_3

Minggu, 24 Agustus 2025


Tidak terasa sudah dua minggu berlalu dan pembangunan Guild Armonia berkembang pesat, wilayah Guild dibagi menjadi beberapa bagian, dibuat tembok berlapis-lapis dengan jarak tertentu.


Wilayah pada bagian jurang atau lereng sudah ditambah dengan menggunakan Sihir Tanah agar sejajar dengan pegunungan lain. Air terjun juga dibuat untuk digunakan sebagai aliran mata air, sungai-sungai mengalir dari lapisan terluar hingga dalam.


NPC yang Natan pilih kebanyakan berasal dari keluarga yang sama, agar mereka selalu bersama dan tidak terpisahkan.


Walaupun ia bisa memilih dengan bebas, tapi hatinya mengatakan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan, akan sangat buruk jika memisahkan suatu keluarga hanya karena keegoisannya sendiri.


Yang ia ambil dari NPC adalah 60 Petani (M/F), 15 Pengurus Kuda (M), 20 Blacksmith (M), 25 Craftsman (M), 75 Magic Archer (F/M), 25 Ninja (M/F), 75 Knight (M), 20 Merchant (F), 25 Maid (F), 20 Healer (F), 40 Wizard (F/M), 50 Paladin (M/F), 1 Butler (M), 9 Koki (F/M), 10 Gardener (M/F), 35 Miner (M), 15 Bredeer (M/F) dan 180 lainnya adalah istri maupun anak-anak.


Dengan 299 pria dan 306 wanita berusia 20 sampai 50 tahun. Serta 40 laki-laki dan 45 perempuan berusia 5 sampai 10 tahun.


Level Guild sendiri sudah Lv.25, dan tidak akan ada tambahan NPC, meski tidak menutup kemungkinan akan terlahir NPC baru dari hasil pernikahan. Untuk meningkatkan Guild, menghabiskan 1.267.202.000 Gold.


Natan benar-benar menghabiskan semua tabungan agar bisa mendapatkan Achievement. Tapi ini semua sepadan karena mendapatkan 700 NPC setia.


Merchant bertugas untuk membagikan gaji bulanan, menyediakan stok untuk yang membuka usaha rumah makan atau penginapan. Tapi yang terpenting, bisa bernegosiasi dengan NPC Shop untuk mendapatkan harga terendah, dan penjualan dengan harga tinggi.


Job NPC juga memberikan bonus pada Guild Armonia, seperti pendapatan Gold, Item Drop dan Item Mining.


Bukan hanya itu saja, banyak lagi fitur lainnya yang tidak mungkin untuk disebutkan satu per satu dari Achievement Guild.


Dalam waktu dua minggu terakhir juga, Natan terus berburu, membersihkan semua monster yang terus saja datang ke Longquan Mountain, dan saat ini sudah mencapai Lv.427.


Olivia mengalami perubahan pada Job Saint, yang berubah menjadi High Priest. Jika masih ada evolusi lagi setelah menjadi High Saint, bisa saja menjadi Arcbishop.


Aktivitas malam Natan terus dilakukan dengan rutin, bahkan tidak lagi seminggu sekali, melainkan lima hari sekali.


***


Ruang Pertemuan, Istana


Ruangan dengan luas dua ratusan meter, langit-langit ruangan yang cukup tinggi dari permukaan lantai, dinding-dinding berwarna abu-abu dengan bendera merah yang menggantung di dinding atupun pilar.

__ADS_1


Saat ini diadakan pertemuan dari tiap-tiap perwakilan Divisi yang datang, membahas tentang bagaimana Guild Armonia ke depannya.


Natan yang duduk di kursi merah, sandaran lebih tinggi dua kali darinya. Ia menoleh pada wanita yang duduk di barisan ke tiga dari kanan depannya. "Bagaimana dengan Guild-guild di sekitar?"


Wanita yang berpakaian serba hitam, dan menutup bagian wajahnya itu adalah Ketua dari Ninja, Alexa dengan Lv.340. "Semua Guild di sekitar tidak terlalu berkembang seperti kita, mereka mengumpulkan manusia yang selamat untuk dijadikan budak ..."


"Kemudian, sepuluh Guild mulai bekerja sama untuk menyerang Guild Armonia." Kemarahan terlihat dari matanya yang memancarkan niat membunuh.


Semua orang juga melepaskan Mana yang meluap-luap dari tubuh mereka, termasuk Head Chef Lv.250.


Natan menganggukkan kepalanya, kemudian menoleh ke kiri melihat pria paruh baya mengenakan kaus putih tanpa lengan. Kulitnya berwarna cokelat karena terbakar sinar matahari, Craftsman, Hordon Lv.275. "Bagaimana dengan pembangunan tembok?"


Hordon selaku Foreman itu menunduk melihat catatan di atas meja, kemudian menoleh ke kanan menatap Natan. "Guild Armonia memiliki luas wilayah dua puluh lima kilometer ke empat sisi. Kita masih memfokuskan pembangunan di arah selatan, dengan bantuan Skeleton Squad, mungkin akan membutuhkan satu minggu lagi."


"Begitu ..." Natan menganggukkan kepalanya berkali-kali. Satu minggu terbilang cukup cepat untuk membangun sembilan lapis tembok lagi.


"Keuangan?" Natan menatap wanita paruh baya berkacamata yang duduk di sebelah kiri Foreman.


Head Merchant bernama Agatha Lv.260 tersenyum ringan dan mulai menjawabnya seraya membaca catatan di atas meja, "Dengan adanya monster yang terus bertambah dan kerja keras pasukan, Gold yang kita dapat, sudah mengisi sepertiga dari total pengeluaran kita sebelumnya." Ia mendongak menoleh ke kanan.


Knight Commander bernama Harlod, yang duduk di barisan pertama sebelah kanan Natan. Mengenakan jirah perah, rambut berwarna pirang dengan mata yang sama.


Panggilan Natan Alexander adalah Ketua, sebelumnya para penduduk memanggilnya dengan sebutan 'Yang Mulia' dan 'Raja', tapi ia merasa itu terlalu berlebihan. Sehingga nama panggilannya diganti dengan 'Ketua'.


"Tentu!" Natan juga marah dan ingin menghabisi 10 Guild itu. "Tapi, kita harus menyelesaikan pembangunan tembok. Aku ingin penduduk kota merasa aman saat kita pergi ..."


Natan terdiam sejenak, kemudian tersenyum ringan dan melanjutkan perkataannya, "Bagaimanapun, kita adalah Guild Armonia."


Semua Ketua Divisi menganggukkan kepala secara bersamaan dan tersenyum cerah menanggapi perkataan Natan. Mereka merasa bahagia karena memiliki Natan sebagai Ketua mereka, yang bersikap adil pada semua warga dan selalu bertarung di garis depan.


Pembahasan kembali berlanjut, dari Petani, Miner, Blacksmith, Breeder yang mengurus peternakan dan seterusnya. Hingga hampir satu jam, akhirnya pertemuan mereka yang berlangsung seminggu sekali itu diakhiri.


"Hah..." Natan menghela napas panjang seraya menyandarkan badannya pada sandaran kursi. "Apakah itu Guild yang pernah Bibi Mei sebutkan?"


"Perang." Natan berdiri seraya menekan kedua tangannya di atas meja, lalu ia berjalan menuju pintu kembar yang tingginya mencapai delapan meter. "Sepertinya sudah tidak bisa dihindarkan, tapi Guild Armonia pasti menang!"

__ADS_1


Natan membuka pintu secara perlahan, kemudian menutupnya kembali. Lalu ia naik ke puncak Istana, memandangi semua wilayah kekuasaan Guild Armonia. Tembok batu sudah dibangun dalam radius 25 km, meski bagian barat, timur dan utara hanya tiga lapis saja. Berbeda dengan selatan yang dibangun mencapai 15 lapis.


Natan membuka layar interface, memeriksa level dan statistiknya. "Monster yang dibunuh oleh NPC bisa meningkatkan levelku, namun tidak sebaliknya."


"Tapi, aku tidak bisa bersantai saja saat banyak monster yang menyerang tembok terluar." Natan menoleh ke kiri atau selatan, kemudian ia melesat dengan kecepatan penuhnya untuk sampai ke tembok terluar.


"Ayu juga!" Ayumi berteriak lantang yang sedang duduk di punggung Kori.


Natan menengadahkan kepalanya melihat anggota inti Guild Armonia yang menaiki Kori, ada kesedihan di matanya karena ia yang merupakan Guild Master ditinggalkan seorang diri. Tapi, ini adalah konsekuensi dari Guild Master yang harus mengikuti pertemuan.


Warga yang melihat Kori terbang di langit itu berteriak, bukan teriak takut, melainkan teriak takjub dan semangat. Terutama melihat Natan yang menggantung dengan seutas tali yang mengikat kaki Kori.


Ketika sudah mencapai tembok terluar, Natan melepaskan ingatan tali di kaki Kori dan langsung melompat turun, mendarat di atas tembok.


Natan mendarat dengan posisi setengah berlutut, kemudian berdiri perlahan sembari berucap, "Bagaimana keadaannya?"


"Ke- Ke- Ketua?!"


Knight dan Magic Archer terkejut dengan kedatangan Natan yang sudah selama tujuh hari ini tidak datang, kalaupun datang itu hanya mengirimkan Skeleton Commander sebagai perwakilannya.


Natan tersenyum ringan seraya mengangkat tangan kanannya sebagai salam untuk semua orang. Lalu ia kembali fokus pada monster-monster yang terus berdatangan, tidak peduli apakah siang atau malam. Namun untungnya hanya bagian selatannya saja, untuk tiga arah lain adalah jurang 90° setinggi 900 meter, sehingga tidak mungkin akan ada monster yang menyerang.


Bahkan kalaupun ada monster yang menyerang dari tiga arah yang berbeda itu, Skeleton Knight hanya perlu menjatuhkan bahan peledak ke dalam jurang.


"Cukup banyak, ini adalah hal yang wajar karena tempat kita memiliki sumber daya yang berlimpah." Natan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Ia menoleh ke sekitar, mengamati wajah semua orang. "Sudah memasuki waktu makan siang, kalian bisa beristirahat."


"Tapi, Ketua—"


Natan menghentikan salah seorang yang datang menghampiri. "Tidak apa-apa, Skeleton Magic Archer akan mengambil alih. Kalian bisa beristirahat sebentar."


Pemuda berambut cokelat pendek itu mengangguk kepalanya, lalu berjalan menuruni tangga batu menuju ruang makan yang luas.


Natan mengeluarkan Sako TRG Mana, lalu berlutut seraya mengarahkan senjatanya di sela-sela tembok. "Saatnya berburu."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2