
Natan membawa kelompoknya untuk pergi meninggalkan tempat yang sangat sempit ini, sangat menyulitkan untuk melawan Wyvren dan Dragon di gang kecil. Tapi sebelum melawan atau membunuh monster, ia berharap dapat menjinakkan Dragon untuk menjadi hewan tunggangan.
Tapi mengingat level monsternya, sepertinya tidak mungkin jika tidak merawatnya dari awal atau mendapatkan Job Tamer.
Natan hanya bisa berharap jika Calista atau Olivia mendapatkan Job Tamer, agar Dragon bisa menjadi salah satu penjaga Guild Armonia.
Ketika mereka sudah berada di taman kota yang cukup luas, Ayumi, Erina dan Olivia menciptakan pelindung masing-masing.
"Magic Barrier!"
"Absolute Defense!"
"Cure Barrier!"
Cure Barrier adalah kemampuan milik Job Saint, yang menciptakan pelindung dan meregenerasi Health satu team yang berada di dalamnya, serta mengurangi darah musuh dengan jumlah 100 Point setiap detiknya.
Olivia menggenggam kedua tangannya seperti berdoa. "Hammer of Blessing! Light of the Battlefield!"
Tangan Olivia memancarkan cahaya kuning keemasan, yang kemudian menyebar menyelimuti rekan satu tim. Kemampuan ini memungkinkan untuk meningkatkan damage serangan sebanyak 120% dari STR, dan setiap serangan akan menimbulkan efek martil.
Dengan adanya dua kemampuan Olivia dan tambahan Title Dragon Slayer, serangan Natan bertambah menjadi 265% dari STR. Serangan Natan menggunakan Sako TRG Mana yang terbuat dari salah satu organ Fire Dragon, mampu menyebabkan damage sebanyak 1.407.440 Point. Jika mempertimbangkan pertahanannya, setidaknya ia masih mampu membunuh Dragon Lv.300 dengan sekali serang.
Ayumi mengangkat Dragon Magic Wand. "Thunder—"
"Tunggu!" Natan menggenggam pergelangan tangan Ayumi dan menghentikannya dari persiapan untuk melakukan serangan. "Aku ingin mencoba menjadikan mereka peliharaan."
Ayumi menganggukkan kepala dan menurunkan kedua tangan.
Natan melangkah keluar dari pelindung tiga lapis dan berdiri di tengah taman yang lapang tanpa adanya pohon. Ia menengadahkan kepalanya melihat Wyvren dan Dragon, kemudian mengeluarkan 100 kilogram Daging Banteng Bertanduk Pedang. "Aku tahu kalian mengerti apa yang aku ucapkan. Aku akan memberikan kalian makanan, menyiapkan tempat tinggal, tapi sebagai balasan, aku ingin kalian bekerja sama dengan—"
Wush! Wush! Wush!
Semua Wyvren dan Dragon menyemburkan api panas yang sangat deras.
Natan bergabung dengan bayangan dan berpindah terus-menerus menghindari setiap serangan yang ada. "Hei, aku ingin berteman dengan kalian—"
"Kau memiliki Title Dragon Slayer, sudah sepantasnya monster yang serupa dengan naga akan menjadi musuh alami dan membunuhmu."
Natan menolehkan kepalanya ke sumber suara, dan terlihat seorang wanita yang mengenakan jubah hitam, dengan tas selempang mencetak belahan dada di bajunya. Pada bagian atasnya ada kursor hijau dengan nama Ainsley, yang merupakan NPC Shop.
"Karena kau memiliki wewenang untuk mendapatkan informasi, maka aku akan memberitahukannya. Tidak mungkin untuk menjinakkan Dragon, kecuali memiliki seratus level diatasnya, semua kemampuan Tamer harus mencapai level maximal. Tapi ada cara lain, menetaskannya sendiri ..."
"Sama seperti Kuro, kau merawatnya dari kecil hingga sebesar ini." Ainsley duduk di kursi taman yang berada di tepi jalan, menikmati pemandangan di mana Natan diserang.
__ADS_1
Natan yang mendengar itu sudah tidak memiliki ketertarikan lagi pada monster yang di langit, dan memilih untuk membunuh mereka semua. Kemudian, ia berharap bisa menemukan telur naga di salah satu tempat di muka bumi.
"Serang!" Natan memerintahkan semua rekannya untuk menyerang.
Karena teriakan Natan ini pula monster-monster di langit mulai mengamuk lebih parah lagi, mereka mendarat, menciptakan benturan keras dan membuka mulutnya lebar-lebar.
"Fire Chain!"
Api yang membakar taman itu bergerak-gerak seperti tertiup angin, meski tidak ada angin sama sekali. Api itu berubah menjadi rantai tebal yang melonjak naik ratusan meter ke langit, kemudian melingkar di atas tubuh monster dan menarik rantai itu ke tanah, mengencangkan ikatan rantai.
Bang!
Dentuman keras tiba-tiba terdengar dan menghantamkan naga itu ke tanah, membuat api yang membakar tanah menyebar membentuk cincin api dan menghantam gedung-gedung sekitar. Martil kuning keemasan berbentuk seperti 'Salib' juga jatuh dari langit, menambah damage yang ditimbulkan.
Serangan ini adalah serangan Olivia yang berpindah ke atas tubuh naga dan memukulkan tinjunya.
Natan menyentuh Sako TRG Mana, dan saat itu juga kemampuan Lock Target miliknya aktif secara otomatis tanpa menggunakan Mana. Ia melihat satu per satu monster yang ada di langit atau sudah mendarat. "Increase Shot!" Ia menarik pelatuknya.
Sebelas tembakan Peluru Mana itu melesat mengarah pada kepala monster-monster di langit dan darat. Monster itu bergerak menjauh saat ada Peluru Mana yang terlihat sangat berbahaya.
Natan tersenyum tipis. "Curved Shot!"
Semua Peluru Mana itu bergerak mengikuti monster yang terbang dengan kecepatan tinggi, meski lebih cepat Peluru Mana yang melesat seperti kilatan cahaya.
Duarr! Duarr! Duarr!
Vely menarik busur panah dan menembakkan serangan terus-menerus tanpa henti, karena tidak perlu mengambil anak panah. Asalkan ada Mana, ia bisa menyerangnya dengan bebas.
Calista sedikit melompat, kemudian dibantu oleh Erina yang mendorong kedua kaki Calista menggunakan perisai di tangan kiri, membuatnya melesat tinggi ke langit dengan pedang di kedua tangan.
Walaupun api membakar naga, Calista tidak takut dengan panasnya api dan mengayunkan kedua pedangnya secara membabi buta, seperti orang yang tidak bisa menggunakan pedang. Namun setiap serangannya, menimbulkan damage yang luas biasa.
Mengapa kemampuan mereka bisa meningkat tajam, itu karena Olivia yang akan mengaktifkan skill secara berkala, setiap cooldown habis, ia akan mengaktifkannya.
Begitu pun dengan Erina dan Vely, keduanya memiliki kemampuan yang membuat cooldown bisa lebih cepat. Erina 50%, dengan Vely 20% ditambah memiliki efek penyembuhan.
Calista yang sudah membunuh satu naga itu menginjak potongan naga dan melompat turun mengejar naga lain yang jatuh.
Ayumi dan Erina tidak keluar dari pelindung, karena mereka berdua mempertahankan zona aman untuk mereka yang kembali masuk untuk memulihkan darah.
Natan bergerak ke sana-kemari, menembakkan Peluru Mana pada monster-monster yang berjatuhan dari langit. Jika saja saat memasuki Dungeon Tower sudah bertemu Olivia, mungkin akan lebih mudah dan ia tidak perlu merasakan rasanya tangan dimakan oleh naga.
Saat ini Ayumi bertindak sebagai support, yang membantu setiap barisan depan, entah Olivia yang bertarung dengan naga di darat, atau Calista di langit.
__ADS_1
Natan yang terus menembak itu akhirnya berhenti saat semua monster di langit sudah terjatuh, yang kemudian sebagiannya lagi diselesaikan oleh Calista yang mulai terjatuh dan belum menyentuh tanah dengan berpijak pada dinding pelindung Ayumi. Dan Olivia menyelesaikan membunuh monster yang tidak sempat diselesaikan Calista.
"Ini semua hanya naga muda, tidak ada naga dewasa dan Dragon King. Aku tidak tahu seberapa tinggi level mereka dan butuh pengorbanan apa untuk membunuhnya." Natan berdiri dari posisi berlutut dan meledakkan sniper di punggung.
"Water Ball!" Ayumi menciptakan bola air di langit, yang kemudian jatuh dari langit, membasahi daratan dan memadamkan api.
Natan menengadahkan kepalanya, menerima ledakan air yang turun seperti hujan deras. Bau terbakar, asap dan amis mulai menghilang dari pakaiannya saat terkena air dalam jumlah besar.
Asap yang menghalangi pusat taman kota juga menghilang, dan alangkah terkejutnya Natan saat melihat apa yang berada di sana. Ia melihat ada mayat naga yang tergeletak, dengan Olivia berada di atasnya.
Mayat naga itu tidak menghilang seperti yang lain, dan tetap ada di sana.
Natan berjalan menghampiri dengan penuh tanda tanya.
Ainsley yang dari tadi hanya duduk diam, memandangi pertarungan itu mulai bangkit dari tempat duduknya, berjalan menghampiri Natan. Ia berhenti setelah berdiri bersebelahan. "Selamat. Aku tidak menyangka kau akan sangat beruntung ..."
"Mungkin ini karena di tim kalian ada pemilik Luck tertinggi. Player Olivia Edrea memiliki seratus Point Luck awal, dan Player Natan Alexander memiliki sembilan puluh Point stat Luck."
Natan mengangguk kecil meski tidak tahu untuk apa ucapan selamat itu. Ia tahu perbedaan stat Luck awal dari bawaan dan ditingkatkan. Biasanya, pemilik stat Luck awal akan menemui keberuntungan yang tinggi, entah menemukan hal-hal berharga secara kebetulan. Untuk stat Luck dari peningkatan Point Status, biasanya digunakan bagi mereka yang memiliki Job produksi.
"Aku akan membantumu." Ainsley mengarahkan telapak tangannya pada mayat naga.
Mayat naga itu mulai terpecah seperti kaca, yang kemudian menjadi molekul berwarna merah. Di tengah-tengah mayat naga itu terlihat ada sebuah telur setinggi setengah meter, berwarna putih dengan pola-pola retak berwarna biru menyala, dengan embun es yang menyebar.
[Mendapatkan Ice Dragon Egg]
[Syarat Menetaskan : Berikan Mana Point sebagai makanan untuk menetaskan telur naga. Akan mengenali pemasok Mana sebagai induknya]
[Mana : 0/1.000.000 Point]
Natan masih terperangah tak percaya melihat telur yang perlahan datang menghampirinya. Datangnya telur ini bukan karena kehendaknya atau telur itu sendiri, melainkan bantuan Ainsley.
Tanpa berlama-lama lagi, Natan menyimpan telur naga itu ke dalam Inventory List.
Item Drop dari membunuh semua monster juga tidak ada, karena ia sengaja mengaktifkan auto simpanan dari Inventory List.
"Tunggu!" Natan menyadari sesuatu. "Kami melawan Fire Dragon, tapi mengapa telurnya Ice Dragon?"
Ainsley mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, mungkin naga muda itu memakan telur Ice Dragon."
Natan menundukkan kepalanya dan mengusap dagunya. Apa yang dikatakan Ainsley ada benarnya, monster-monster di dunia ini bermacam-macam, jika ada api, tentunya ada es, air, bahkan petir.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...