Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 245 : Monster yang Tidak Sesuai?


__ADS_3

Calista, Vely, Olivia dan Liu Xinmei menoleh dan tersenyum manis, tapi Natan yang melihatnya seperti senyum penghinaan.


Natan bisa mengerti, ini semua adalah pembalasan beberapa tahun lalu, di mana saat anak-anak baru pertama kali berbicara, anak-anak terus-menerus memanggilnya “Papa”, tapi tidak dengan istri-istrinya yang tidak pernah dipanggil dengan kata “Mama”.


Dia menghela napas saat duduk di atas pasir, lalu menarik Vera dan Octavia untuk duduk di pangkuannya.


"Apa Vera dan Via mencintai Ayah?"


Vera dan Octavia menoleh menatap Natan. ""Tentu! Kami mencintai Ayah!""


Natan tersenyum bahagia, dia memeluk keduanya dengan penuh kasih sayang. Meski keduanya tidak ingin berlatih perang seperti dirinya, tapi tidak masalah asalkan mereka tetap mencintainya.


"Ayah tidak membantu Ibu?" Octavia menatap ayahnya seraya menunjuk ke arah Olivia.


Natan mengusap lembut kepala Octavia. "Ibu kalian sangat kuat, mereka luar biasa. Tapi tenang, Ayah sudah memasang perlindungan pada mereka, termasuk kalian semua anak-anak Ayah."


"Benarkah?" Octavia memiringkan kepalanya.


"Iya ..." Natan menganggukkan kepalanya, lalu dia menunjuk pipinya sendiri. "Ayah akan memberi tahu kalau Via mencium pipi Ayah."


Octavia tidak banyak berpikir, dia memegang wajah Natan, lalu mencium pipinya.


Natan tersenyum bahagia, ini adalah kebahagiaan lain yang berbeda saat istri-istrinya memberi kecupan. Dari sini dia juga tahu bahwa ini adalah kebahagiaan menjadi seorang orangtua, sama seperti ibunya yang selalu ingin memeluknya.


Vera juga mengecup pipi Natan.


Charles melihat ini, dia bergabung dan mengecup dahi ayahnya. Begitu juga dengan Xia Feiya dan Ling Wei. Bahkan Jiang Shuya yang masih bayi, tertawa kecil seperti ingin mencium, tapi karena kulitnya masih sangat sensitif, itu tidak diperbolehkan.


"Ayah! Via ingin melihat perlindungan yang Ayah maksud!"


Natan mengusap kepala Octavia dengan tangan kanan, dan tangan kirinya mengarah ke depan di mana istri-istrinya masih melawan monster.


Booom!


Tiba-tiba pasir meledak dan terangkat dalam jumlah besar, sehingga menghalangi sinar matahari. Tapi saat pasir kembali jatuh, bayangan gelap masih menyelimuti dan menghalangi sinar matahari yang jatuh ke arah Natan.


Charles, Vera, Octavia dan Ling Wei menengadah melihat bagian paling atas dengan mata terbelalak. Keempatnya terdiam tanpa bisa berkata-kata, perlindungan yang digunakan ayah mereka terlalu luas biasa.

__ADS_1


Giant Knight sudah mengalami peningkatan tinggi hingga 200 meter. Ia menarik pedang besar di belakang punggung, mengangkat dengan kedua tangan.


Liu Xinmei pergi menjauh saat melihat ini, dia tahu sudah cukup bermain dengan cumi-cumi di tengah lautan.


Bukan hanya Liu Xinmei, Calista, Vely dan Olivia juga berlari sangat cepat sampai berdiri di samping Natan.


Pedang besar itu menebas, dan dorongan yang kuat itu membelah udara, menimbulkan badai angin yang bergerak ke dua arah yang berlawanan.


Cumi-cumi yang sudah terluka akibat serangan tombak Liu Xinmei terus-menerus, merasakan bahaya yang mengancam nyawa.


Bahkan meski Giant Knight hanya Level 810, 60 level lebih rendah dari Liu Xinmei, tapi dari segi serangan lebih kuat karena mengambil 90% stat Natan.


Pedang yang jatuh menghantam cumi-cumi dan air laut terbelah serta mengangkatnya hingga ketinggian yang lebih tinggi dari Giant Knight.


Ketika air itu kembali turun dan jatuh di lautan, air dalam volume besar membentuk gelombang yang sangat tinggi seperti tsunami yang bergerak ke dua arah; lautan jauh dan daratan berpasir.


Kori membuka mulutnya, menarik udara dalam jumlah besar, kemudian mengembuskannya, mengeluarkan napas dingin yang langsung membekukan ombak sekejap mata.


Melihat pemandangan ini, anak-anak membuka mata dengan takjub, tapi itu belum selesai.


Tiga bayangan hitam berbentuk bulan sabit melesat sangat cepat dan membentur ombak yang membeku, kemudian menghancurkannya menjadi kepingan es yang jatuh dari langit.


Natan berdiri seraya menurunkan anak-anaknya dari pangkuannya. Dia mengangkat tangannya perlahan. "Bangkit."


Tiba-tiba angin bertiup, pasir bergetar sedikit, kerangka-kerangka tulang mulai bangkit membawa persenjataan yang berbeda. Tubuh mereka semuanya dibalut oleh zirah berwarna hitam dengan api biru yang menyala.


Natan mengeluarkan setidaknya 850 Skeleton Squad dengan level terendah adalah 630 dan yang tertinggi adalah 810.


Skeleton Squad mengambil langkah yang sama, itu membuat pemandangan yang luar biasa dan tanah mulai bergetar.


Perang antara dua kelompok kembali pecah, benturan logam terus terdengar dari waktu ke waktu, dan monster maupun skeleton terus berjatuhan. Tapi pasukan Natan tanpa batas, setiap kali ada yang jatuh, itu akan meledak dan akan membangkitkan yang baru dari mayat monster.


Giant Knight memiliki bala bantuan, Skeleton Fire Dragon dan Ksatria Lebah serta Kraken bergerak memasuki lautan dalam.


Charles mendongak menatap ayahnya. "Ayah, ada yang Charles tidak mengerti."


Natan menunduk, lalu dia berjongkok. "Apa itu?"

__ADS_1


Charles menunjuk ke medan perang. "Charles mengadakan Ayah dan Ibu bisa menyerang dari jarak jauh, apalagi Ayah. Tapi, mengapa Ayah tetap pergi ke sana sendiri?"


Natan tersenyum, dia mengusap kepala Charles. "Mungkin, di masa depan nanti kemampuan Ayah tidak berguna, dan hanya serangan jarak dekat yang memiliki efek. Jadi, Ayah tetap melatih semua kemampuan Ayah, begitu pula ibu kalian, meski masing-masing memiliki serangan jarak jauh, tapi mereka tetap melatih kemampuan serangan jarak dekat lainnya."


Dia sendiri tidak tahu sepuluh tahun kemudian, di mana perang antara Penjaga dan Monster Ancestors pecah, lalu Players dibawa bersama, apakah kemampuan dari Necromancer terutama Skeleton Squad bisa digunakan atau tidak. Jika tidak bisa digunakan dan dia selalu bergantung padanya, maka kekuatannya hanya sebatas level yang tinggi tanpa kemampuan yang nyata. Jadi, dia selalu berlatih, meski diam-diam tanpa sepengetahuan anak-anak. Terutama saat ibunya datang, dia selalu meminta latihan karena pengalaman ibunya di garis depan sudah banyak.


Charles menganggukkan kepala, setelah dia membunuh Kelinci Bertanduk, dia naik level dan tahu tentang Level, Health dan Mana. Kemampuan yang dimaksudkan tentunya harus menggunakan Mana, jika terus menyerang menggunakan Mana dan tiba-tiba habis tanpa memiliki keahlian dalam serangan jarak dekat atau keahlian lain yang tidak memakai Mana, maka situasinya akan sangat berbahaya.


"Jadi, lebih baik melatih semua bela diri? Termasuk senjata berbentuk pipa yang menembakku sinar biru seperti milik Ayah?"


Natan tersenyum dan mengangguk, dia senang saat tahu bahwa Charles memiliki ketertarikan pada Sako TRG Mana. "Tentu, setelah selesai di sini, Ayah akan melatihmu. Tapi kita gunakan senjata yang lebih aman, senjata ini masih terlalu berat untukmu."


Charles tidak terlalu mengerti, tapi dia hanya diam dan menganggukkan kepala.


Vera melihat kedua tangannya, dia mulai memikirkannya. Apakah harus melatih yang lain selain panah, dia bingung. "Nenek ..." Ia mendongak menatap Brianna. "Apa memiliki banyak keahlian menggunakan semua senjata penting?"


Brianna mengangguk dan berkata, "Iya, Vera sekarang menggunakan panah. Archer adalah Kelas yang aman karena bisa menyerang dari jarak jauh, tapi coba bayangkan, apa yang terjadi kalau anak panahnya habis?"


"Tidak bisa menyerang." Vera memiringkan kepalanya.


"Ya, Ibumu adalah Magic Archer, meski tidak perlu menggunakan anak panah, tapi tetap harus bisa menggunakan senjata lain, setidaknya belati untuk jaga-jaga apabila ada serangan tiba-tiba dari belakang."


Vera merenung, lalu mengangguk berkali-kali, "Begitu, Vera mengerti."


Calista, Vely, Olivia, Liu Xinmei saling memandang dengan heran. Kedatangan mereka ke Lantai 38 adalah melawan monster yang berbahaya, tapi lihat sekarang, sepertinya menjadi piknik keluarga.


Brianna mengajarkan pada cucu-cucunya tentang Kelas dan Skill dengan senang hati, sampai tiba-tiba dia mendongak memandangi lautan yang sangat jauh di depan, di mana tidak ada yang menyadarinya selain dirinya.


"Level 975, ini melebihi aturan di Lantai 38." Brianna bergumam.


Natan bisa mendengar gumaman ibunya. Dia menyipitkan mata memandangi lautan, tapi tidak merasakan adanya perbedaan selain satu demi satu monster level rendah yang terus datang.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2