Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 114 : Giant Zombie


__ADS_3

"Kakak~"


Natan menoleh ke belakang; melihat Ayumi yang baru datang seraya mengusap mata; terlihat masih mengantuk karena lelahnya terus-menerus menggunakan Earth Wall.


Natan menghampiri Ayumi, membantunya membersihkan wajahnya yang sedikit kotor karena remahan keripik. "Apakah Ayu makan lagi sebelum tidur? Dan, tidak mencuci wajahmu lagi?"


Ayumi tertawa kecil seraya menggaruk pipinya dan matanya masih terpejam karena mengantuk.


"Ayu bisa tidur, kau sangat bekerja keras membangun tembok—" Natan berhenti berucap dikarenakan Ayumi yang kembali tidur dan bersandar di dadanya. Ia menyentuh dahi Ayumi, tidak ada rasa panas atau keringat dingin, yang artinya Ayumi tidak sakit; hanya kelelahan biasa.


Natan membeber tikar dan selimut di atas tembok; bantal juga ia letakkan di sana untuk Ayumi tidur. Ia tidak bisa membawa Ayumi turun, karena terlalu memakan waktu dan merasa lebih mudah menjaga Ayumi jika dekat dengannya.


"Melihat ukuran monster, tembok yang kami bangun terlalu pendek."


Tembok yang dibangun setinggi 50m, dan itu masih terlalu rendah untuk benar-benar mampu menghalau monster. Akhirnya, Natan kembali memerintahkan Skeleton Earth Mage dan Fire Dragon untuk memulainya lagi dari awal; karena mereka merupakan kerangka, pekerjaan bisa selesai lebih cepat karena tidak butuh istirahat.


"Bangkit."


Getaran mulai terjadi di tanah, tapi tidak terlalu kuat sampai disebut gempa bumi; getaran itu berasal dari Giant Crocodile yang berada di dalam bayangan Ayumi namun sudah berpindah ke bayangan tembok.


"Aku tidak tahu ada berapa banyak zombie yang menyerang, tapi harusnya Giant Crocodile cukup." Natan mengayunkan tangannya ke depan; memerintahkan Giant Crocodile untuk bergerak menginjak Gelombang Zombie.


Natan mengambil posisi telungkup seraya mengeluarkan senjata jarak jauh untuk membunuh Giant Zombie. "Jarak tiga mil, kecepatan lima belas meter per detik. Waktu, lebih dari lima menit untuk sampai di sini ..."


"Waktu yang sangat singkat. Dinding sihir memang bisa menahannya, tapi jika terlalu banyak Giant Zombie, ini bisa merepotkan."


Natan membuka Guild Chat untuk melihat informasi dari anggota yang tinggal di Armonia Guild, di Longquan Mountain juga mendapatkan serangan, tapi bisa dikalahkan dengan mudah karena banyak senjata besar dan senjata sihir yang kekuatannya seperti rudal.


"Banyak juga di sini, sepertinya kita hanya bisa kembali melewati tembok," ucap Calista duduk di samping Natan.


Natan menoleh ke kanan; melihat Calista yang duduk bersila dan ada belasan pedang yang melayang di atasnya, pedang itu terbuat dari Mana yang berasal dari Job Soulknife.


"Kau sudah sampai di sana? Bukankah hanya bisa menciptakan dua pedang?" Natan cukup heran dengan peningkatan Calista yang cukup cepat.


"Tentu saja, aku juga harus berlatih untuk menjadi lebih kuat dan bisa bertarung lagi bersama Natan." Calista tersenyum ringan seraya mengayunkan tangannya; melemparkan belasan pedang sihir yang melintas bagaikan cahaya.


Satu per satu pasukan mulai naik ke atas tembok, mereka yang baik adalah mereka yang mampu menyerang dari jarak jauh dan serangannya tidak menimbulkan suara yang terlalu keras—agar tidak menarik perhatian monster lain dan membuat mereka tidak beristirahat.


Skeleton Commander dan Knight melompat turun untuk menghabisi Gelombang Zombie yang menyerang.

__ADS_1


"Aku berniat untuk tidak menimbulkan suara, tapi sepertinya tidak bisa." Natan mengarahkan senjatanya ke langit, lalu melepaskan tembakan.


Peluru Mana yang jatuh, meledak setelah keahlian Bullet Explosion diaktifkan, menarik perhatian Gelombang Zombie yang jauh dari mereka agar berkumpul di satu tempat agar mudah dalam membunuhnya.


Natan tidak bisa menggunakan bom molotov karena bisa membakar habis hutan, yang mana akan menghilangkan udara segar dan membuat manusia kesulitan bernapas, bahkan mati karena polusi yang buruk.


"Kalian bantu serangan, dan mereka yang bisa menyerang lebih dari satu kilometer, fokuskan serangan pada Giant Zombie. Ada beberapa hal yang harus aku lakukan," ucap Natan berbalik meninggalkan pasukan. Ia duduk di tepi tembok yang mengarah ke dalam, melihat Fitur Forum untuk mencari tahu tentang dunia.


[Alexa][U.K] : Does anyone know where the Armonia Guild is?


[SwordHandsome][Aus] : Who know.


[FunnyCat][U.S] : I don't know, why are you asking?


[Alexa][U.K] : Awakening Guild wants to establish an alliance with the Armonia Guild.


Pesan terus bergulir saat mengetahui Guild No.10 ingin mengajak beraliansi dengan Armonia Guild, tapi tidak ada yang tahu di mana Armonia Guild berada. Kebanyakan dari mereka juga tahu alasan Awakening Guild ingin bergabung; perlindungan dan sumber daya.


[Yingjun][Asia] : I might know, they are in Chengdu City, China. A few days ago there was a nuclear-like explosion there, it must have come from the Armonia Guild. Moreover, the Top 10 comes from there.


Pesan berhenti bergulir setelah pesan dari Yinhjun muncul, tapi tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali bergulir. Rata-rata dari mereka berkeinginan untuk datang dan melihatnya sendiri, tapi sangat disayangkan terpisah oleh lautan luas.


Jika dilihat melalui map pada handphone, memang terlihat jauh karena melalui Samudra Atlantik Utara dari Amerika ke China. Tapi, jika melalui Samudra Pasifik Utara, mereka bisa pergi ke pulau kecil di Rusia, Diomede.


Natan menghilangkan layar interface di depannya dan kembali ke arah Calista. "Tidak lama lagi akan ada yang berkunjung ke Armonia Guild, aku harap kalian meningkatkan level." Ia juga menulis pesan di Guild Chat.


Natan memberi tahu tentang kedatangan berbagai Guild dari negara-negara berbeda, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi perang yang lebih mematikan dari sebelumnya saat merayakan 10 Guild Utama Sichuan.


~Informasi~


[Nama : Zola]


[Ras : Monster/Zombie]


[Jenis : Giant Zombie]


[Level : 475]


[HP : 13.677.000/17.570.775]

__ADS_1


[MP : 860.302]


[Poison Breath Lv.09] — [Meat Explosion Lv.07] — [Clone Lv.03]


Natan mengerutkan keningnya ketika melihat keahlian Giant Zombie. "Ledakan Daging? Kloning?"


Kloning, Natan bisa memahami keahlian itu, tapi tidak dengan Meat Explosion yang cukup aneh untuk didengar.


"Gruoahhhh!" Giant Zombie meraung keras memberi semangat pada Gelombang Zombie lain. Giant Zombie mencengkeram bahunya sendiri sampai terkoyak.


Natan mengerutkan keningnya, kemudian tersentak saat menyadari maksud dari Meat Explosion. "Paladin, buat pelindung!" Ia masih harus membutuhkan pelindung buatan meski sudah ada Guild Protector.


"Absolute Defense!" Ratusan Paladin mengaktifkan keahlian mereka, menciptakan ratusan lapis pelindung.


Giant Zombie mengambil ancang-ancang, lalu melemparkan bongkahan daging busuk.


Lemparan Giant Zombie sangatlah kuat sampai menimbulkan gelombang udara yang cukup kencang, bahkan saat menghantam pelindung, ada suara seperti ledakan kecil dan ada retakan di permukaan pelindung.


Daging mulai bercahaya dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat, kemudian meledak seperti belasan granat tangan yang disatukan.


Asap hitam tebal menghalangi pandangan, dan pada saat itu Giant Zombie mengambil kesempatan untuk berlari mendekati pembatas.


Hanya Natan saja yang mampu melihat Giant Zombie di kegelapan malam yang penuh asap. Natan terlihat biasa-biasa, tidak ada rasa takut ataupun khawatir. "Bangkit."


Giant Knight muncul di depan tembok dan langsung berlari ke arah Giant Zombie; getaran hebat bisa dirasakan dan ini hampir seperti gempa bumi.


Giant Knight berlari seraya menarik pedangnya yang menggesek tanah, menciptakan sebuah parit yang cukup dalam. Ketika hampir sampai, Giant Knight mengayunkan pedangnya ke atas untuk menyerang Giant Zombie.


Giant Zombie kembali meraung cukup keras dan itu mengubah penampilan fisik pada kedua tangannya seperti tumbuh sisik. Tanpa berlama-lama, Giant Zombie mengayunkan kedua tangannya menahan pedang Giant Knight, dan menggunakan dua tangan lainnya untuk menyerang.


Namun, saat Giant Zombie hampir mengenai kepala Zombie Knight, datang lagi Giant Knight dari sisi lain yang menyerang dengan cara melemparkan tubuh; menghempaskan Giant Zombie untuk menjauh dan menggesek tanah.


Natan mengangkat tangan untuk memberi aba-aba. "Jangan berhenti, terus serang, bahkan jika harus menimbulkan suara."


Semuanya kembali menyerang, termasuk penyihir yang bisa mengeluarkan jarak jauh, tapi tidak dengan Fire Mage karena terlalu berisiko untuk keadaan sekitar.


Natan melangkah mundur untuk kembali mengecek Forum yang masih saja terus berbunyi karena pesan bergulir. Perang, semoga saja tidak ada lagi perang antar manusia. Populasi kami sangat berkurang, tidak baik bagi kami.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2