
Kericuhan mulai terjadi ketika api yang membakar semakin meluas dan asapnya juga terus membesar hingga bisa dilihat dari jarak ratusan meter. Tanah yang berada di atas ruang bawah tanah juga semakin panas dengan retakan-retakan yang meluas, bahkan tanah yang panas itu bisa digunakan untuk memasak.
Walaupun hanya sebagian tentara saja yang bermasalah dengannya, tapi karena mereka semua sudah bukan lagi manusia, maka ia tidak melihat mereka sebagai ras yang sama.
Natan masih berada di bawah tumpukan batu tanpa ada yang menyadari keberadaannya karena Stealth yang sudah mencapai level maksimal.
"Datanglah lebih banyak lagi, karena kalian adalah tambang Point Exp."
Natan menyadari membunuh Player lebih mendapatkan banyak Point Exp ketika monster, karena itulah banyak sekali yang memburu Player lain untuk menjadi lebih kuat lagi, termasuk dirinya yang sekarang, apalagi yang diburunya adalah Player yang sudah menjadi monster.
Klik!
Ia menarik pelatuknya lagi mengarahkannya pada gedung tinggi, tidak bermaksud membunuh Human Chimera yang berada di sana, melainkan untuk meruntuhkan gedung tinggi.
Whooooosh!
Peluru Mana melesat sangat cepat seperti cahaya yang terbang, mengarah pada bagian bawah gedung.
Ketika peluru hampir mengenai gedung, peluru itu mulai bersinar dan muncul peluru lain di sekitarnya, yang menambah daya serangnya.
"Bullet Explosion."
Booom! Booom! Booom!
Ledakan beruntun terjadi di bawah gedung dengan api yang menyala cukup besar, ledakannya juga keras dan bisa di dengar ratusan meter dari pusat ledakan. Terlihat gedung itu mulai terbakar dan bergoyang karena sudah tidak mampu menahan beban dari gedung yang berat.
Hingga tak lama, akhirnya gedung dengan 45 lantai itu mulai miring dan jatuh, menciptakan suara keras yang sama seperti ledakan, dengan asap hitam yang mengepul menghalangi pandangan Natan.
Walaupun pandangannya terhalangi, Natan masih bisa melihat Human Chimera yang berada di sana melalui Appraisal.
"Sekarang terlihat jelas, ada tiga belas dari mereka, dan hanya satu yang sudah melewati level tiga ratus. Dengan level serendah itu, bagaimana mereka bisa mendominasi Kota Chongqing?"
Natan menggeleng pelan, enggan memikirkan hal itu lebih dalam lagi. Untuk sekarang ia ingin membunuh sebagian besar manusia di sini, kemudian pergi ke Kota Beijing untuk melanjutkan perjalanannya.
Natan menghirup napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Setelah sudah siap, ia kembali menarik pelatuknya setelah mengaktifkan Sharp Eyes untuk menemukan kelemahan Human Chimera.
Ada yang kelemahannya berada di bagian leher, dan ketika mengenai titik lemahnya, Human Chimera itu terus membengkak dengan tubuh yang memancarkan sinar merah di dalamnya, yang kemudian meledak.
Tidak hanya membunuh Human Chimera yang merupakan petinggi dari Shelter Chongqing, tapi ia juga membunuh tentara yang mulai bergerak mendatangi dua tempat kejadian. Ia tidak meninggalkan seorang pun, karena memang mereka semua tidak pantas untuk hidup.
Cukup lama Natan bersembunyi di bawah reruntuhan, dan napasnya mulai berat karena banyak asap yang bertiup ke arahnya. Jika dihitung, ia sudah satu jam berada di bawah reruntuhan, membunuh ratusan tentara yang merupakan Human Chimera.
Ia bisa yakin jika semua pengurus di Shelter Chongqing adalah Human Chimera.
"Hah, hah, hah."
__ADS_1
Booom!
Natan memanggil Mammoth Tank yang meledakkan reruntuhan batu di atasnya, yang suaranya menarik perhatian Human Chimera di sekitar. Ia juga merasakan jika manusia biasa di dalam Shelter Chongqing mulai terbunuh satu per satu, entah karena ledakan atau karena dibunuh.
Memanggil Mammoth Tank hanya untuk menghancurkan reruntuhan di atasnya dan menarik perhatian, kemudian ia menghilangkan Mammoth Tank lagi dan berlari di dalam kobaran api.
Ia juga mengambil granat api dengan jumlah yang cukup besar, lalu melemparkannya terus-menerus tanpa henti setelah menyalakannya. Ia ingin menciptakan kekacauan di sini, dan menghilangkan Shelter Chongqing.
Bukan hanya granat yang menghasilkan api saja, Natan juga melemparkan granat tangan dengan ledakan yang mampu meluluh lantakkan bangunan dengan puluhan lantai.
Booom! Booom! Booom!
Satu per satu bangunan tinggi mulai berjatuhan dan menimbulkan suara benturan yang cukup keras, daratan juga bergetar hampir setara seperti gempa bumi.
Natan menghilangkan Stealth yang melindunginya selama ini, yang membuat keberadaannya langsung diketahui oleh tentara yang berjaga di atas tembok.
Bang! Bang! Bang!
Suara tembakan bisa terdengar dari berbagai arah yang mengarah pada Natan di pusat Shelter Chongqing.
Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!
Natan menghindari semua peluru yang hanya berjarak beberapa centimeter saja darinya. Ia tidak menyangka hanya dengan melepaskan Stealth, akan banyak serangan yang pergi ke arahnya.
"Bone Wall. Bone Prison."
Tanah di bawah kakinya mulai bergetar, dan terlihat ada tanah yang mencuat keluar dari sana, membentuk semua dinding di depannya maupun sangkar yang mengelilinginya.
Natan berlutut seraya mengarahkan Sako TRG Mana ke tembok di arah barat, lalu menarik pelatuknya sebanyak tiga kali untuk setiap Human Chimera.
Puluhan menit kemudian, Natan sudah membunuh semua Human Chimera yang berjaga-jaga di atas tembok tanpa meninggalkan seorang pun. Sekarang ia hanya perlu pergi mencari Fang Zhong yang merupakan pemimpin dari Shelter Chongqing.
Natan berlari ke arah gedung tertinggi yang sudah runtuh karena terkena Bullet Explosion. Ia masih melihat Fang Zhong yang berada di sana, terkubur reruntuhan dengan darah yang terus berkurang. Tapi anehnya, pengurangan darah Fang Zhong terbilang sangat lambat, berbeda dari yang lain yang mana sudah mati.
Booom!
Ledakan keras berasal dari reruntuhan gedung tertinggi, membuat bebatuan itu melesat naik belasan meter ke segala arah dengan kecepatan tinggi.
Asap hitam menyebar saat ledakan terjadi, terlihat pria paruh baya yang atasannya terbakar. Rambut pendek berwarna hitam acak-acakan, mata merah dengan janggut terpotong rapi.
Fang Zhong tidak seperti manusia biasa, telinganya runcing seperti Vampire. Tangannya berbentuk cakar seperti serigala, dan ada tentakel gurita di punggungnya.
Natan bergidik saat melihat penampilan Fang Zhong, bukan karena takut atau apa, tapi karena merasa sangat menjijikkan. Ia ingin sekali membunuhnya saat ini juga agar semuanya berakhir, dan kemudian pergi.
Klik!
__ADS_1
Natan menarik pelatuk Sako TRG Mana dari kejauhan.
Fang Zhong mendongak ketika mendengar suara yang sangat kecil, kemudian ia langsung membungkuk menghindari peluru yang mengarah padanya.
"Siapa!?" Fang Zhong kembali berdiri seraya mengulurkan tangan kanannya ke depan.
Tentakel yang ada di punggung Fang Zhong mulai bergerak-gerak, kemudian melesat tajam mengarah pada Natan.
Natan meletakkan Sako TRG Mana di punggung, mengganti senjatanya dengan Black Dragon Sword dan Lightning Spear. Ia menekan kakinya di tanah sebagai pijakan, kemudian melesat sangat cepat mengarah pada Fang Zhong.
Booom!
Tanah yang dipijak Natan berlubang dengan retakan-retakan luas membentuk jaring laba-laba.
Natan berlari dengan posisi sedikit condong ke depan, ia juga melompat ke sana-kemari untuk menghindari serangan delapan tentakel yang berlendir dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Buk!
Ia berhenti dengan menghentakkan kaki kirinya di tanah, kemudian berputar ke belakang seraya mengayunkan pedangnya mengarah pada tentakel yang ada di atasnya.
Slash! Slash!
Tentakel-tentakel mulai terpotong rapi dan jatuh di tanah, membuat tanah itu mulai meleleh seperti mentega. Tanah itu juga berubah seperti air yang bergolak, dan mengeluarkan aroma yang lebih busuk lagi.
Natan melompat mundur belasan meter ke belakang, menjauh dari Fang Zhong yang sangat busuk. Ia merasa jika terlalu lama berdekatan dengan Fang Zhong, ia akan keracunan dan mati konyol.
Fang Zhong menyeringai lebar dengan tatapan mata yang terlihat menjijikkan. Ia menatap Natan yang mencoba kabur darinya. "Manusia memang lemah— Keugh!"
Boom!
Fang Zhong merasakan sakit di dadanya dan ia terhempas seperti batu pipih yang dilemparkan ke permukaan air. Ia tidak tahu apa yang terjadi sampai membuatnya seperti ini, tulang rusuknya banyak yang patah, dengan paru-paru yang mulai bocor karena tertusuk tulangnya sendiri.
Fang Zhong yang sudah berhenti terhempas dan bersandar di reruntuhan batu, bisa melihat Natan yang berdiri di tempatnya tadi, tidak membawa pedang dan tombak, tapi menggunakan knuckle.
"Ba- Bagaimana ... bisa?"
Natan tidak menjawabnya saat mendengar pertanyaan Fang Zhong. Alasan mengapa racun Fang Zhong tidak berpengaruh padanya, itu karena ia sudah menelan pil buatan Erina yang menangkal racun selama sepuluh menit.
Sepuluh menit, ini sudah lebih dari cukup.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1