
Walaupun Giant Knight sudah dilumpuhkan dan terlihat tidak mampu untuk berdiri lagi, tapi rantai yang melilit bukannya dikurangi atau dilonggarkan, melainkan ditambah lebih banyak lagi. Bahkan Skeleton Knight mulai membawa rantai baru yang sangat panjang, berdiri di kedua sisi Giant Knight.
Swung! Swung! Swung!
Skeleton Knight dengan jumlah 100 Skeleton itu melemparkan rantai besi ke sisi lain, yang kemudian di satu sisinya akan menariknya hingga benar-benar kencang dan menahan gerakan Giant Knight.
Skeleton Spearman juga melakukan hal yang sama, menahan gerakan lutut Giant Knight.
Swung!
Rantai lain kembali dilempar ke arah leher Giant Knight. Ujung rantai ini diikat ke tubuh Mammoth Tank yang berada di selatan, lalu Mammoth Tank berjalan secara paksa dan mengencangkan leher Giant Knight.
Giant Knight membuka mulutnya secara paksa, membuat Mammoth Tank sedikit mundur karena tarikan rantainya.
Ayumi mengangkat tongkat sihirnya setinggi mungkin, membuat daratan sedikit bergetar dan ada retakan-retakan yang muncul di permukaannya. "Earth Ball!"
Tanah berbentuk bola dengan diameter tiga meter mulai terangkat dari dalam tanah, melayang di udara melebihi kepada Giant Knight. Kemudian Ayumi mengayunkan tongkat sihir yang mengakibatkan bola tanah itu melesat jatuh ke dalam mulut Giant Knight yang hendak berteriak.
Tanpa aba-aba, setiap divisi pasukan mulai menyerang secara bersamaan di tempat yang berbeda.
Natan melompat sangat tinggi hingga mencapai delapan puluhan meter dari permukaan tanah, yang kemudian Olivia menggunakan Body Relocation untuk menyusulnya yang sudah melompat terlebih dahulu.
"Bersiap-siap." Natan meraih pergelangan tangan Olivia.
Natan berputar di udara dengan bantuan dinding pelindung buatan Ayumi sebagai pijakan, lalu ia mengayunkan tangan kanannya melemparkan Olivia dengan sangat kencang.
Olivia melesat jatuh mengarah pada dada Giant Knight. "Light of Battlefield. Hammer of Blessing!"
Boom!
Olivia jatuh dengan kedua kaki yang menghantam dada Giant Knight, yang mengalirkan suara cukup keras. Ia yang sudah mendarat, langsung melompat belasan meter ke belakang.
Molekul cahaya mulai berkumpul di tempat di mana Olivia berada tadi, membentuk sebuah martil kuning keemasan dengan bentuk 'Salib' yang jatuh menghantam dada Giant Knight.
Giant Knight tidak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah menerima serangan bertubi-tubi yang sangat kuat, yang mana setiap serangan, akan menimbulkan efek martil yang jatuh.
Natan yang berada di udara, melompat turun dari dinding pelindung yang ia gunakan sebagai pijakan. Ia tidak seperti Olivia yang akan menerjang jatuh, karena ia tidak memiliki Iron Hand ataupun Steel Body seperti kemampuan Olivia.
"Shadow Step." Natan mengubah tubuhnya menjadi bayangan hitam, yang muncul tepat di atas wajah Giant Knight.
Natan mengambil botol kimia dengan cairan berwarna oranye di dalamnya. Ia membuka tutupnya dan membasuh Dragon Sword menggunakan Fire Poison. Ini adalah racun yang diciptakan Erina, yang memiliki efek terbakar sampai batas tertentu apabila terkena kulit, tapi beda halnya jika terkena luka yang terbuka.
__ADS_1
Natan melirik ke bawah menatap tajam mata kanan Giant Knight yang masih utuh. "Terimakasih, aku bisa mengumpulkan Point Exp." Ia menancapkan pedangnya pada mata kanan Giant Knight.
Tubuh Giant Knight sedikit bergerak seperti ikan yang keluar dari air, dan suaranya yang tertahan menjelaskan rasa sakit yang diterima.
Natan mengeluarkan pedang lain yang ia dapatkan dari membunuh Dongfang Xanzhi. Ia meminta 2 Skeleton Commander untuk memegang Long Sword di atas dada Giant Knight.
Kemudian ada Skeleton Commander lain yang membawa hammer besar seberat 250 kilogram. Skeleton Commander mengangkat hammer setinggi mungkin, lalu mengayunkannya memukul gagang Long Sword.
Long Sword berwarna merah itu menancap di dada Giant Sword.
"Chain!" Red Mage melepaskan rantai yang sangat panjang dan kuat, melilitkannya di pangkal Long Sword yang menancap.
Tiga Mammoth Tank yang berada di atas Giant Knight, mulai berjalan menarik rantai yang mengikat Long Sword, membuat luka yang dalam itu bertambah lebar.
Darah segar menyembur keluar seperti aliran sungai deras, mengalir membasahi tubuh Giant Knight. Serta darah yang berkurang secara signifikan dan hampir setengahnya menghilang hanya karena Long Sword yang ditarik, ditambah dengan adanya Fire Poison dan Corrosive Liquid.
Kelompok Yan Jing masih kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa, karena yang lain bisa memahami pikiran satu sama lain, sedangkan ia tidak bisa membaca apa yang akan dilakukan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyerang kaki.
Natan yang melihat kekompakan dan damage yang dihasilkan, bukannya senang, ia malah merasa sedikit was-was dan berharap jika Giant Knight memiliki kemampuan regenerasi.
Setelah pulang, mereka bertiga meminta mandi bersama, kemudian melakukannya sampai pagi. Yang artinya, aku akan melakukannya hampir setengah hari, apakah aku mampu?
Natan kembali melompat tinggi sampai mampu melihat tubuh Giant Knight dalam satu pandangan. Lalu ia mengayunkan pedangnya seperti melepaskan serangan cambuk. Ketika ia melompat, Ayumi langsung menciptakan dinding di bawah kakinya
Slash!
Pedangnya menyayat tubuh Giant Knight dari atas sampai bawah sedalam tiga inchi. Darah lain kembali mengalir deras mengikuti luka yang Natan berikan.
Ketika tidak ada lagi yang berada di atas Giant Knight, 650 Magic Archer mengangkat busur yang sudah ditarik sekuat tenaga, kemudian melepaskannya. "Increase Shot! Arrow Rain!"
Panah yang sudah melesat naik ke langit, mulai bercahaya di sekitarnya dan memunculkan anak panah lain dengan jumlah 6500 anak panah, yang jatuh bagaikan hujan mengarah pada Giant Knight, membuat luka-luka yang bertambah banyak.
Natan mengamati penurunan darah Giant Knight yang hanya tersisa 3.262.750 Point. Ia mengeluarkan Sako TRG Mana, bersiap-siap untuk mengambil Last Hit agar bisa mendapatkan hadiah yang ia rasa sangat berharga.
3.000.000 ... 2.885.550 ... 2.304.000 ... 1.850.740 ... 1.273.390 ... 650.738 ...
"Sekarang!" Natan menarik pelatuk Sniper Rifle saat sudah mencapai 340.775 Health Point. "Increase Shot!"
Peluru Mana melesat memasuki luka dalam di dada Giant Knight, yang kemudian meledak secara beruntun setelah mengaktifkan Bullet Explosion. Darah menyembur ke segala arah karena ledakannya, dengan asap hitam tebal dan aroma daging bakar yang menyengat.
[Last Hit] [Point Exp +50% Card (7 Days), Permanent Mana Card, 250 Juta Gold, Statistik Card +25 (Select)]
__ADS_1
[Statistict Card +25 (Select)] [Menambahkan +25 Stat]
[Damage Dealer Rank 01 (10.726.008 Damage)] [Black Katana, +55 STR, 300 Juta Gold]
Bukan hal aneh Natan bisa mendapatkan Damage Dealer, mengingat ia yang mendapatkan bantuan dari 287 Skeleton.
[...] [...] [...]
Masih banyak lagi hadiah yang didapatnya, dari Team Damage Dealer, Guild Damage Dealer, First Guild Kill World Boss Lv.550. Tapi ia langsung membuang pemberitahuan yang memenuhi pandangannya.
Natan turun perlahan di tempat Giant Knight yang terbunuh dan digantikan oleh tumpukan Gold, Inti Sihir Lv.550, Eye's Giant, Giant Bone, dan lain sebagainya. Ia menghirup napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan seraya mengangkat tangan kanannya. "Kita menang!"
Wooo!
Semua orang berteriak lantang seraya mengangkat senjata masing-masing. Tapi tidak berlangsung lama, karena mereka harus kembali ke tempat berjaga.
"Besok malam, ayo adakan pesta."
Harlod yang menunggang kuda di samping Natan, menoleh dan mengerutkan keningnya. "Maaf, Ketua. Mengapa tidak malam ini?"
Natan tersenyum canggung, tidak mungkin ia mengatakan bahwa malam ini ia akan dihabisi oleh Vely, Calista dan Olivia. "Banyak yang kelelahan, alangkah lebih baik jika malam ini beristirahat, dan kita akan mengadakan pesta esok harinya."
"Begitu ..." Harlod menganggukkan kepalanya dan tidak ada rasa curiga.
Ketika sudah memasuki tembok pembatas, Natan langsung berpamitan pada semua orang dan terbang menggunakan Ice Dragon, dengan yang lain menggunakan Skeleton Fire Dragon.
Natan tersenyum canggung dengan keringat dingin yang mengalir membasahi pipinya. "Ap- Apakah harus malam ini?"
"Iya!" Vely menganggukkan kepalanya.
Natan hanya bisa diam dan tidak bertanya lagi, karena percuma saja ia bertanya ataupun meyakinkan mereka untuk melakukannya besok atau lusa.
Entah apakah aku bisa berdiri pagi nanti atau tidak, dan aku juga harus bersiap-siap apabila mereka menggunakan Light of Battlefield. Jika demikian, sudah dipastikan aku tidak akan bisa bergerak sama sekali, sama seperti pertama kalinya.
Semoga saja, aku mampu bertahan.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1