
Natan mendatangi anak-anak, berlutut di depan mereka dan memberi kecupan hangat. Dia memegang tangan kecil Vera yang terluka, menatapnya dengan khawatir dan rasa sakit, seolah dia yang merasakan sakitnya. "Apa Vera baik-baik saja?"
"Ayumi." Natan menoleh bahkan sebelum Vera bisa berbicara.
Ayumi mengangguk, dengan lambaian tangannya, dia menyembuhkan luka di lengan kiri Vera tanpa meninggalkan bekas sekalipun.
Natan mengusap tangan Vera dan menghela napas lega. "Untungnya tidak apa-apa."
Vera tertawa kecil dan berkata, "Ayah terlalu khawatir."
"Tentu saja!" Natan mencubit pipi Vera, dia juga mengacak-acak rambut Charles dan memberi sentilan kecil di hidung Octavia. "Apa kalian tahu? Ayah khawatir saat melihat kalian bertarung tadi."
Charles merapikan rambutnya. "Ayah, apa Ayah dan Ibu selalu melawan monster seperti kelinci-kelinci ini?'
Natan tersenyum misterius saat membantu merapikan rambut Charles. "Entahlah, Ayah lupa. Tapi, minggu depan Ayah akan masuk ke Dungeon Tower, Ayah akan membawa kalian semua."
"Dungeon Tower?!" Charles menatap ayahnya dengan mata berbinar-binar. "Tower yang tinggi itu? Charles sangat ingin masuk ke sana!"
Natan mengacak-acak rambut Charles. "Baik, baik. Tapi sebelum kita masuk, kalian harus berlatih dengan giat. Setiap hari kita akan berburu di sini, dan setelah kalian mahir dengan senjata kalian, Ayah akan memberikan senjata asli."
Ketiganya terkejut, lalu memeluk Natan. "Kami Sayang Ayah!"
Natan tersenyum hangat, dia membalas pelukan ketiganya. Dia sangat suka perasaan seperti ini, terutama saat putra dan putrinya yang manis terus memanggilnya dengan sebutan “Ayah”, itu membuat perasaannya hangat dan batinnya bahagia.
Ketiganya melepaskan pelukannya dari Natan, lalu berlari menaiki Mammoth Tank dengan bantuan masing-masing ibu.
...***...
—Istana Elf—
Rombongannya sudah sampai di Istana Elf dan disambut baik oleh penduduk sekitar bahkan Ratu Elf, Aniela.
Aniela menuruni tangga, dia berdiri di depan Natan. "Selamat datang, Ayah Elf."
Natan tersenyum masam setiap kali mendengar panggilan ini, sudah berkali-kali dia meminta agar mengganti nama panggilan, tapi tidak ada yang menggubrisnya.
"Ayah, Ayah." Octavia menarik baju Natan. "Mengapa dia memanggil Ayah dengan sebutan “Ayah Elf”?"
Olivia berlutut untuk memegang pundak Octavia dari belakang. "Itu karena Ayah menyematkan mereka dari tempat berbahaya, jadi mereka sangat berterima kasih. Awalnya Ayah akan diangkat menjadi Raja di sini, tapi Ayah menolak, jadi gelarnya berubah menjadi Ayah Elf."
Octavia menganggukkan kepala, lalu mendongak menatap ayahnya dengan kagum. "Ayah hebat!"
__ADS_1
Natan tertawa canggung saat mendengar pujian dari putri kecilnya, tapi dia harus berterima kasih atas jawaban Olivia.
Aniela juga tersenyum tipis dan tidak mengatakan apa-apa, penyelamatan dari tempat berbahaya itu adalah fakta, sehingga dia tidak memiliki komentar. Adapun hubungan antara Ainsley dan Natan, biarkan mereka yang berhubungan yang membahas, dia tidak ingin ikut campur.
Aniela menggendong Octavia. "Kau sangat cantik."
"Kakak Ratu juga sangat cantik." Octavia tersenyum bahagia dan memeluk leher Aniela.
Natan menghampiri Olivia dan berkata dengan pelan, "Terima kasih."
Olivia tersenyum misterius yang dapat dipahami oleh Calista dan Jia Meiya, dia mendekatkan bibirnya ke telinga Natan dan berbisik, "Tidak masalah, tapi malam ini."
"Tentu." Natan mengangguk dan balas berbisik, "Aku akan melakukan dengan kalian semua bersama, sekaligus."
"Eh?!" Olivia jelas terkejut dengan apa yang dikatakan Natan. Nafsu dirinya dan Calista meningkat dalam dua tahun terakhir, dan sama-sama perlu tujuh ronde setiap kali bermain, yaitu tujuh kali semburan cairan hangat di dalam.
Karena nafsu keduanya yang meningkat, Calista, Olivia dan Jia Meiya tidak pernah disatukan. Tapi sekarang, Natan ingin bermain bersama sekaligus...
Natan memberi sentilan kecil di hidung Olivia. "Aku tahu, bermain sekaligus sama saja dengan bunuh diri karena mungkin pengalaman pertama akan terulang lagi, tapi tidak mungkin itu terjadi lagi, kan?"
Olivia terdiam tanpa kata dan hanya diam di tempatnya saat melihat Natan yang menggendong Vera, lalu menaiki tangga mengikuti Aniela. Dia membuka pesan, mengirimkan pesan kepada Calista, Vely, Liu Xinmei dan Jia Meiya tentang acara malam ini.
Kelimanya mulai merencanakan sesuatu, terutama Vely dan Liu Xinmei yang ingin membalas dendam karena setiap kali bermain, mereka tidak dibiarkan beristirahat meski meminta berhenti.
"Ya." Aniela tersenyum cerah. "Kami senang tinggal di sini, apalagi banyak makanan yang enak. Sayur-sayuran yang biasanya hanya kami makan mentah, ternyata bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan, lalu daging, itu sangat enak."
Natan mengerutkan keningnya saat mendengar kata daging. "Daging? Mohon maaf, apa kalian tidak masalah makan daging?"
Aniela memiringkan kepalanya bingung, sampai dia menyadari sesuatu. "Ah... Aku tahu, mungkin kalian manusia beranggapan kami tidak memakan daging hanya karena tinggal di hutan. Tapi maaf, daging tetap kebutuhan bagi kami Elf meski tidak sesering kalian manusia."
"Adapun mengapa kami hanya menyediakan hidangan buah dan sayur saat di Dungeon Tower, kau tahu, tidak ada binatang selain River Guard di sana."
Natan menganggukkan kepalanya sebagai respon terhadap jawaban Aniela.
"Kakak Ratu! Masakan Kakak Ayumi sangat enak! Kakak Ratu harus mencobanya."
Aniela tersenyum tipis seraya mengusap kepala Octavia. "Baik, Ratu ini akan mencobanya."
Kelima istri Natan akhirnya berjalan setelah merencanakan sesuatu untuk nanti malam yang menurut mereka patut dicoba.
Natan menoleh ke belakang melihat istri-istrinya saat merasakan punggungnya yang dingin, dia merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, tapi tidak tahu apa itu.
__ADS_1
...***...
—7 Hari Kemudian—
Sudah satu minggu mereka tinggal di Wilayah Elf, setiap hari selalu memiliki jadwal yang sama, yaitu menemani anak-anak berlatih di pagi hari, siangnya beristirahat dan jalan-jalan, sorenya menemani berburu, lalu malamnya bertempur bersama kelima istrinya secara bersamaan.
Malam pertama di Istana Elf membuatnya tersiksa, itu karena kelima istrinya bekerja sama untuk menahannya sampai mengikat tangannya di belakang, dan melemparkan dirinya di atas tempat tidur.
Semalaman, dia hanya berbaring saat istrinya bergantian di atas. Daun telinganya di gigit, lehernya dikecup dan jilat, dadanya diremas maupun jilat. Yang lebih menyiksa adalah tidak mampu menggunakan tangannya saat melihat ada dada besar kesukaannya sedang naik-turun di depannya.
Tapi itu hanya satu malam saja, karena besoknya tangannya tidak lagi diikat, sehingga meski dia melakukannya bersama-sama selama satu minggu, dia tetap senang.
Pada hari ini, mereka berencana untuk masuk ke Dungeon, terlebih lagi Brianna sudah datang untuk menjaga anak-anak saat di dalam.
Liu Xinmei dan Jia Meiya tidak boleh bertarung di dalam, harus menjaga anak-anak bersama Brianna. Takutnya, anak-anak akan menangis saat melihat monster mengerikan di dalam sana.
Sebenarnya tidak pantas membawa anak-anak untuk masuk ke sana melihat monster mengerikan karena dapat berdampak pada kesehatan mental, tapi Brianna sendiri sudah memastikan bahwa itu tidak masalah, dan bisa digunakan sebagai pengajaran. Apalagi meski menang ada gangguan mental, Brianna bisa menyembuhkannya.
...
Natan berdiri di atas Mammoth Tank, dia melambaikan tangannya pada para Elf yang mengirim mereka pergi.
"Sayang, angkat tangannya." Natan menggendong Jiang Shuya, membantunya untuk melambaikan tangan.
Jiang Shuya mengangkat kedua tangannya yang mungil, dia bertepuk tangan seraya menendang-nendang kakinya dan tertawa bahagia yang menggemaskan.
Natan terdiam melihat tingkah putri kecilnya, lalu tersenyum tipis dan mengecupnya. "Putri Ayah sangat manis."
Jiang Shuya tertawa menggemaskan saat pipinya terus dikecup, dia sangat bahagia.
Brianna sendiri duduk di tengah-tengah, dia bermain kartu bersama dengan cucu-cucunya. "Siapa yang bisa mengalahkan Nenek, Nenek akan memberi hadiah."
"Janji?" Ling Wei bertanya dengan penuh harap.
"Tentu, mana mungkin Nenek bohong." Brianna mengulurkan jari kelingkingnya.
Ling Wei meraih jari kelingking Brianna dengan jari kelingkingnya. "Tidak boleh meng-inkali!"
Brianna mengangguk kecil, lalu dia mulai mengacak kartu dan membagikannya pada Xia Feiya, Charles, Vera, Octavia dan Ling Wei.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...