
Natan sudah sampai di tebing tinggi, memandang ngarai di bawahnya. Dia masih mengendong adik-adiknya dan tidak berani menurunkan mereka. "Dia sangat cepat ..."
Ada tekanan yang dirasakannya dan itu terlihat jelas di wajahnya. Dia bisa melihat King of High Orc sedang berlari jauh di depannya ke arahnya, asap dan debu naik, menciptakan fenomena seperti badai pasir.
"Kakak ..." Erina mencengkeram tangan kanannya di mantel Natan dengan gemetar. Jelas, dia sedikit takut saat melihat King of High Orc yang bergegas.
Natan menggosokkan pipinya di kepala Erina dan memberinya kecupan hangat, kemudian menghiburnya, "Jangan takut. Kakak di sini tidak akan membiarkan kalian terluka."
Secara alami, dia tahu sifat adik-adiknya. Akibatnya, dia mengecup kepala Ayumi agar tidak iri dengan Erina dan malah membuat keduanya bertengkar.
"Sebelumnya kita bisa masuk, tapi kali ini berbeda. Kalian bisa melihatnya sendiri, meski dia masih jauh di sana, tapi suhu sudah mulai naik. Mungkin saat kita mendekat, suhu itu tidak berbeda dengan kawah gunung berapi."
Ayumi dan Erina menganggukkan kepala. Keduanya tahu musuh ini lebih buruk, bahkan Fire Dragon tidak ada apa-apanya di hadapan High Orc ini. Jika keduanya masuk ke dalam jangkauan, bahkan meski tidak terbunuh, tapi kerusakan yang diterima tidak kecil.
Natan mengeluarkan satu skeleton, kemudian mengirimkannya untuk mengecek bagaimana keamanannya. Meski dia sudah tahu, tapi dia tetap ingin memastikannya lagi.
Skeleton bergegas melompat, berlari menuju High Orc yang mengeluarkan uap panas dari tubuhnya.
Seratus meter setelah melangkah, tidak ada yang aneh dengan skeleton. Tapi setelah mendekat sedikit demi sedikit, mulai ada perbedaan yang signifikan: langkah kaki mulai berat, retakan-retakan kecil mulai bermunculan di permukaan tulang, bahkan salah satu sudut sudah terbakar.
Tanpa sadar, Natan mengambil langkah mundur.
Ayumi dan Erina yang duduk di lengan Natan, menyadari ini dan mencengkeram lebih erat.
"Jika tidak menggunakan skeleton, kita tidak akan bisa menyelesaikan misi ini. Bahkan meski bisa naik ke lantai atas, masih sangat berbahaya meninggalkan monster ini di sini dalam kondisi mengamuk."
Natan menghela napas. Dia hanya bisa menyerah untuk bertarung jarak dekat, dan memilih menggunakan cara lama yang tidak mengesankan.
Dengan benturan keras dan tanah bergetar, semua skeleton dengan ukuran raksasa dikerahkan. Mereka bergegas menuju King of High Orc, dan terlihat pertahanan mereka lebih tebal dari skeleton kecil yang lain. Tapi, tetap tidak bisa berlama-lama, karena mungkin bisa berdampak buruk, seperti meledak.
Salah satu Giant Knight bergegas, mengakibatkan getaran kuat dan bebatuan di dinding tebing mulai berjatuhan.
High Orc meraung saat melihat Giant Knight, dan aura merah di sekelilingnya semakin pekat. Itu membuat skeleton yang dikirim pertama mendapatkan kerusakan yang parah, Health Point yang dimiliki terus berkurang dengan kecepatan luar biasa.
Giant Knight mengangkat salah satu kakinya, kemudian mengayunkannya menendang King of High Orc.
Seharusnya King of High Orc itu terhempas karena tendangan Giant Knight. Tapi yang diharapkan tidak terjadi, High Orc yang ukurannya hanya sepersepuluh dari Giant Knight, menyilangkan gada di depannya untuk menahan tendangan.
Tendangan Giant Knight tertahan, tapi High Orc juga mengalami sedikit kerugian. Gada yang dibawanya retak, tangannya mati rasa dan sedikit mundur, tapi itu tetap mengejutkan karena tidak terlempar.
__ADS_1
Natan yang melihat ini, sedikit terkejut karena King of High Orc sangat kuat daripada Pohon Monster di luar. Bahkan meski Pohon Monster lebih rendah dari segi level, tapi ingat, itu adalah pohon yang mampu melahirkan monster baru.
Tapi, dia tahu apa yang terjadi setelah sering berbicara dengan Ainsley. Bahkan meski tidak diberi tahu langsung, dia bisa menebaknya. Dungeon bisa dikatakan sebagai tempat untuk menahan monster kuat sampai batas tertentu, dan karena ini digunakan untuk menahan monster kuat, tentu monster-monster di sini memiliki tingkatan yang berbeda dengan monster di luar sana, meski dalam hal level sama.
Hal yang tak terduga kembali terjadi, High Orc mengangkat salah satu kakinya dan mengambil langkah besar. "Groahhh!" Ia berteriak, mendorong kaki Giant Knight dengan raungan dan gada.
Bang!
Dengan dentuman keras yang membosankan, kaki Giant Knight itu mundur dan kehilangan keseimbangan. Giant Knight menggunakan salah satu tangannya untuk berpegangan pada dinding tebing agar tidak terjatuh.
King of High Orc meraung kembali, lalu ia memukul kaki Giant Knight dengan kekuatan penuh. Itu menimbulkan suara keras, dan ada retakan yang signifikan di tulang besar itu.
Natan menyipitkan matanya saat melihat King of High Orc dengan emosi yang tidak bisa dijelaskan. "Jika ini tidak bisa diselesaikan, maka aku hanya bisa mengorbankan beberapa."
Jelas ada ketidakberdayaan di wajahnya. Dia harus mengakui, monster di sini sangat kuat, dan ini baru Lantai 26 yang mana baru ditambahkan, dia tidak tahu apa yang ada di lantai selanjutnya.
Natan mengeluarkan Ksatria Lebah dengan tergesa-gesa, kemudian melompat dengan membawa adik-adiknya ke atas dan meninggalkan ngarai. Dia tidak ingin berlama-lama di tempat ini.
Dia mengeluarkan Groot yang terbuat dari tumpukan tulang.
Groot meraung seraya melepaskan serangan berbentuk akar yang terbuat dari tulang. Akar itu melompat keluar-masuk di tanah seolah-olah lumba-lumba di lautan, itu menerjang King High Orc dengan ganasnya.
King High Orc terlambat bereaksi karena terlalu fokus pada Giant Knight, sehingga membuatnya terlempar beberapa puluh meter. Tapi itu bukanlah akhir, Kraken yang terbentuk dari tulang, menyerang dari arah lain.
Belum berakhir, skeleton kecil yang tak berarti, bergegas menuju King High Orc yang tertimbun reruntuhan batu.
Natan menghela napas. Dia memandang tumpukan batu dengan ekspresi rumit. "Corpses Explosion."
Booom!
Api memercik menyelimuti tumpukan batu, kemudian meledak dengan nyala api yang membentuk jamur raksasa. Tebing di kiri-kanan dihancurkan dengan ganasnya, ngarai yang awalnya cukup indah, langsung porak-poranda tidak terbentuk.
Asap hitam membumbung ke langit, mengubah langit biru menjadi hitam karena asap tebalnya.
Darah King High Orc turun dengan cepat, sampai pada akhirnya benar-benar terbunuh.
Promt muncul di depan mata Natan, tapi dia tidak bahagia saat melihat itu. Dia merasa sakit saat melihat skeleton yang dibesarkannya mati di sini, tapi ... tetap ada sedikit keuntungan, dia bisa menggunakan mayat King High Orc untuk membentuk Skeleton Commander.
...***...
__ADS_1
—Lantai 28—
Sudah seminggu dia berada di Dungeon Tower, dan mendapatkan peningkatan yang memuaskan. Tapi meski demikian, dia tidak berniat tinggal terlalu lama di sini, mungkin setelah sampai di Lantai 30, dia akan keluar sebentar untuk menemui istri-istrinya.
Ketiganya sedang mengandung, tidak mungkin dia meninggalkan mereka terlalu lama di sana, dan dia harus mengadakan upacara pernikahan. Bahkan meski tidak mewah, setidaknya harus.
...
Kali ini, Natan berada di hamparan rumput di tepi sungai dangkal dengan aliran air yang tenang. Di seberang sungai, ada hutan lebat dengan ukuran pohon dua kali dari pohon biasa.
"Mana di sana sangat padat, dan cocok untuk Erina tinggal." Erina memandang ke arah hutan di seberang.
Natan sedikit bingung, kemudian mengingat Job Druid yang dimiliki Erina, akhirnya dia paham.
Natan mengusap kepala Erina dengan lembut.
Tepat saat dia ingin berbicara, tiba-tiba layar interface muncul dari sudut pandangnya dan memberikan misi baru.
[Dungeon Tower 2.0 Lantai 28]
[Bunuh Hob-Goblin (0/750)]
[Reward : 20.000.000 Point Exp tambahan, mengecualikan Point Exp yang didapat dari membunuh monster]
[Hancurkan Camp Hob-Goblin Race]
[Reward: 100.000.000 Point Exp, Gulungan Skil]
[Bantu Elf Race menahan serangan Camp Hob-Goblin Race]
[Reward: 200.000.000 Point Exp, 3 Gulungan Skil]
Natan tercengang dengan mata terbuka lebar ketika melihat misi yang ada. Sebelumnya, hanya ada dua misi, dan sekarang ada tiga, bahkan ada ras yang berbeda di satu lantai.
Dia merasakan beban di pundaknya saat melihat misi ini, dan kembali teringat akan kata-kata Ainsley yang mengatakan bahwa Elf sedikit membenci manusia.
"Misi ini, sangat sulit."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...