Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 239 : 3 Tahun Lain telah Berlalu


__ADS_3

Natan berkeliling bersama anak-anak, dia ingin mencoba mengingat kembali ingatannya yang hilang. Dia juga mengerahkan semua skeleton untuk membersihkan monster-monster di daerah sekitar, dia tidak ragu menjadikan mereka sebagai bom untuk mempercepat pengembalian ingatannya.


Ini semua dilakukan demi bisa berbicara dengan baik saat bersama anak-anaknya, terkadang, saat anak-anaknya berbicara, dia hanya tersenyum atau balik bertanya karena dia tidak memiliki ingatan tentang itu.


Dia merasakan sakit yang tidak bisa dijelaskan saat melihat anak-anaknya yang tertunduk lesu.


"Sayang." Natan mengangkat Vera dan Octavia, membawanya di kedua tangannya.


Charles sendiri duduk di antara pundak Natan seraya memegangi kepala ayahnya. "Ini tin-gi!"


"Charles, hati-hati." Calista yang berdiri di belakang Natan, mengangkat tangannya untuk jaga-jaga apabila putranya jatuh.


Charles tertawa terbahak-bahak dengan suara yang lucu, dia memeluk kepala ayahnya. "Ayah! Lali! Ayo lali kencang-kencang!"


"Baiklah, pegang erat-erat." Natan mulai berlari meninggalkan istri-istrinya di belakang.


"Ah! Sayang!" Calista terkejut, lalu mengejar Natan yang berlari. Sampai dia berhasil menyusul, dia menarik telinga Natan. "Sayang, itu berbahaya!"


"Ibu Lista, itu bisa menyakiti Ayah." Vera mengusap pipi Natan.


Octavia menganggukkan kepalanya berkali-kali.


Tapi yang tidak diharapkan oleh keduanya, Vely dan Olivia juga menarik telinga dan mencubit pipi Natan.


""Eh! Ibu?!""


Natan tertawa kecil seraya berjongkok untuk menurunkan anak-anaknya, lalu dia mengambil Ling Wei dari Liu Xinmei dan menggendongnya. "Anak Ayah semakin besar."


Ling Wei bertepuk tangan dan tertawa bahagia. "Papa! Papa!"


Natan meneteskan air mata saat melihat tawa bayi kecilnya, saat kecil dulu, dia tidak pernah mengerti mengapa ibunya bisa menangis sambil tertawa, tapi setelah dia memiliki seorang anak, akhirnya dia mengerti. Saat bayi kecil memanggilmu dengan sebutan “Ayah/Papa”, itu membuat perasaan hangat dan bahagia.


...***...


—3 Tahun Kemudian—

__ADS_1


Natan Alexander sudah berusia 25 tahun, anak-anaknya sudah besar, tapi mereka masih manja. Ingatannya sudah pulih sepenuhnya, dan setelah dia pulih ke level sebelum dia sakit, dia menangis di hadapan istri maupun anak-anaknya, dan memeluk mereka semua.


Sungguh, kehilangan ingatan merupakan siksaan paling sakit dan berat yang dialaminya, bahkan kehilangan tangan maupun kaki saat menghadapi monster tidaklah seberapa.


Kemudian, anak-anaknya sudah tahu tentang kondisi dunia luar, itu saat tidak sengaja ada monster yang terbang di atas kota dan ditembak jatuh. Pada saat itu, Charles, Vera dan Octavia masih berusia 6 tahun, Ling Wei hampir genap 4 tahun dan Xia Feiya sudah berusia 12 tahun.


Ketika mengetahui tentang monster berbahaya di dunia luar, anak-anak bukannya takut, mereka malah meminta untuk berlatih bersama para ksatria.


Natan awalnya menolak, tapi anak-anak terus memaksa untuk bergabung bersama pasukan. Akhirnya, dia menyerah dan melatih mereka semua secara pribadi, tidak mungkin dia akan membiarkan putra-putrinya yang manis dan lucu bergabung bersama para ksatria dalam latihan.


Dia tidak membenci mereka, dia bahkan makan bersama dengan mereka dan berbicara bersama, tapi karena itulah, dia bertekad untuk tidak membiarkan anak-anaknya pergi ke sana di mana berbagai macam bau keringat menyebar di udara.


Jadi karena alasan itu, dia secara pribadi melatih mereka.


Jia Meiya, sudah melahirkan anak perempuan yang sangat cantik seperti Jia Meiya, dan saat ini sudah berusia satu tahun bernama Jiang Shuya Alexander.


Mungkin ada yang bertanya mengapa tidak menggunakan nama “Jia” di depannya daripada “Jiang” agar menyesuaikan nama keluarga Jia Meiya. Tapi, bukankah itu aneh memiliki dua nama keluarga? Di depan dan di belakang, itu kenapa putra Liu Xinmei diberi nama Ling Wei daripada Liu Wei.


Xia Feiya sangat senang ketika memiliki adik, dia tidak iri, dia sangat bahagia dan mencintainya karena dia juga mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ayahnya.


Anak-anak berlatih berbagai bidang, dari pedang, tombak, busur panah, sihir serangan, sihir penyembuh, dan lain sebagainya. Bahkan Brianna sesekali datang untuk membantu mereka mengontrak binatang panggilan untuk melawan monster bersama.


Dia sendiri tidak ingin anak-anaknya mengikuti jejaknya, dia tidak ingin mereka membunuh, sehingga mereka hanya berlatih di halaman belakang.


Bahkan meski sudah banyak anak di luar sana yang dilatih untuk memasuki ketentaraan dan memasuki Dungeon, dia tetap tidak ingin anak-anaknya membunuh monster, bahkan meski itu goblin paling lemah sekalipun.


Tapi, dia tahu ini tidak bertahan lama, karena dia tahu dari ibunya kalau memiliki level tinggi dan Mana besar dapat meningkatkan masa hidup manusia.


Jadi, mungkin setelah anak-anaknya berusia 10 atau 15 tahun, dia akan membawa mereka untuk berburu.


***


Natan mengamati Charles, Vera dan Octavia yang sedang berlatih mengayunkan pedang kayu di bawah teriknya sinar matahari.


Keringat bercucuran saat berlatih di bawah teriknya sinar matahari, tapi tidak ada yang mengeluh, mereka menggertakkan gigi. Mereka ingin menjadi kuat untuk bisa melawan monster yang berbahaya, dan membantu ayah mereka.

__ADS_1


Natan sendiri duduk di bawah pohon yang rindang, dia mengusap punggung Jiang Shuya yang tertidur di lengan kirinya.


"Anak-anak, waktunya makan siang."


Charles, Vera dan Octavia meletakkan pedang kayu mereka di rak, lalu berlari ke pohon rindang untuk beristirahat.


Ling Wei yang duduk di samping Natan, melompat turun dari kursi dan membawa handuk dingin. "Kakak."


Charles, Vera dan Octavia menerima handuk itu.


Charles mengusap kepala Ling Wei dan berkata, "Cepat besar supaya kita berlatih bersama."


Vera mengangguk kecil dan menambahkan, "Ya, kakakmu yang cantik ini akan melatihmu." Ia mencubit pipi Ling Wei.


Octavia tertawa kecil, dia berlutut agar tingginya sejajar dengan Ling Wei, lalu mencubit kedua pipinya dengan lembut. "Mengapa kau begitu manis? Kakak ingin memelukmu setiap saat."


Natan tersenyum tipis ketika melihat kedekatan anak-anaknya, dia sudah mengajarkan mereka tentang wilayah, dan takut apabila mereka bertengkar untuk memperebutkan kekuasaan seperti yang diketahuinya. Tapi, mereka semua bilang itu terlalu dini untuk dibahas, bahkan saling menunjuk satu sama lain untuk mewarisi posisinya.


Bagaimanapun, mereka semua sudah pernah melihatnya yang bekerja di balik meja dan melihat tumpukan kertas di atas meja. Saat itu juga, masing-masing dari mereka memiliki tekad untuk tidak pernah mengurus wilayah. Bahkan meski mereka genius, mereka lebih suka bermain di halaman daripada duduk di ruangan.


Vera berdiri di depan Natan, dia mengusap Jiang Shuya dengan lembut. "Adik kita dari Ibu Meiya senang sekali tidur."


Natan tertawa kecil, dia mengusap kepala Vera. "Kalian semua sama, saat kalian seusianya, kalian bertiga tidur bersama-sama di pelukan Ayah."


"Benarkah?" Vera memiringkan kepalanya, dia membuka Inventory Guild dan mengeluarkan album foto khusus miliknya. Saat dia melihat foto-fotonya yang tertidur sambil ngiler, tiba-tiba wajahnya memerah.


Natan tertawa kecil. Dia mendongak, memandang langit biru yang cerah, dia mulai memikirkan apakah Monster Ancestors sudah mati, mengingat tidak ada kabar, tapi melihat monster yang masih berkeliaran, itu tidak mungkin. Dia sendiri selama tiga tahun ini tetap di rumah, tidak pergi ke luar, hanya membiarkan skeleton yang mengurus pembersihan monster.


Dia bisa membantu anak-anak naik level hanya dengan skeleton, tapi dia tidak ingin anak-anaknya memiliki kekuatan besar tanpa latihan dan tidak bisa mengontrol kekuatan yang didapat secara cuma-cuma.


Dia memandangi anak-anaknya yang duduk di seberangnya, dia telah memutuskan untuk membawa mereka masuk ke Dungeon. Meski awalnya tidak ingin, tapi karena sudah sampai di sini, maka teruskan saja.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2