
"Natan?!" Ada suara berat yang sepertinya terkejut. Kemudian diikuti dengan langkah kaki yang mendekat seraya berkata, "Kapan kau datang? Mengapa Paman tidak tahu?"
Natan menoleh ke belakang melihat Adrian yang mendatanginya dan duduk di sampingnya. "Setengah jam yang lalu, aku melihat Paman sedang bermain PlayStation. Jadi aku tidak ingin menganggu ..."
"Bagaimana tidur di sini?" Natan menambahkan saat membalik daging di depannya.
Adrian mengambil tomat panggang di ayat meja dan memakannya, kemudian menjawab setelah menelan, "Sangat nyaman. Paman kira tidak ada apa-apa di sini, tapi siapa yang mengira ada pemandian air panas, kebun, dapur, toilet, kamar, bahan makanan, bahkan sampai video game."
Natan mengeluarkan kotak bekal dari penyimpanannya dan memberikannya pada Adrian. "Tolong terima, adik-adikku membuatkan makanan untuk Paman."
Adrian mengangkat sebelah alisnya saat menerima tumpukan kotak bekal. Ia membukanya dan melihat banyak sekali makanan di sana: nasi, ayam goreng, tumis daging dan sayur, telur rebus, sosis, ikan bakar, kentang kukus, sandwich. Bahkan ada steak daging dan asparagus dengan mash potato.
"Kami biasanya makan roti dan spaghetti. Tapi saat bersamamu, Paman sudah mulai makan nasi dan ternyata enak. Rasanya ringan dan mudah dikunyah, tidak seperti roti yang terasa berat dan terkadang menempel di gigi maupun langit-langit."
Adrian mengambil sendok dan mulai menyantap hidangan.
Natan hanya diam dengan anggukan kepala. Awalnya ia juga merasa bahwa Adrian tidak cocok dengan makanan Asia, tapi ternyata bisa-bisa saja makan, mungkin antara rasanya cocok atau karena lapar. Tapi, ia merasa karena lapar dan tidak pernah memakan makanan yang cocok untuk manusia lagi setelah Kehancuran Dunia.
"Paman, setelah tiba di sana, apakah Paman ingin ikut bersama ke China?"
Adrian tertegun mendengar pertanyaan itu. Ia berpikir sejenak dan mengunyah makanan di dalam mulutnya, barulah menjawab setelah menelannya, "Kita lihat nanti. Paman harus melihat bagaimana keadaan di sana, apakah semuanya baik-baik saja atau tidak. Jika tidak memungkinkan untuk tinggal dan ternyata keluarga Alexander tidak bisa bertahan, Paman akan ikut bersama ..."
Adrian menoleh ke kiri menatap Natan. "Tapi, sepertinya Paman harus menyusahkan Natan nantinya."
Natan menganggukkan kepala. Mungkin akan menambahkan beban di pundaknya dan karena keluarga Alexander sangat kaya, mungkin akan sulit untuk membuat mereka bekerja. Tapi, bagaimanapun ia masih tergabung dalam keluarga Alexander dan ia harus bersama mereka agar tidak terputus dengan ibunya yang telah tiada.
Hal itulah yang membuatnya mengambil lebih banyak Giant Knight dan membangun sebuah Istana Udara.
Adrian menyipitkan matanya melihat punggung Natan yang terlihat sedikit bungkuk dan menggunakan bantal untuk menahan pinggangnya. "Kau, berapa lama kau bermain sampai pinggangmu seperti itu?"
__ADS_1
"Pfft! Uhuk!" Natan tersedak dan memukul-mukul dadanya, lalu membuka air mineral kemasan, kemudian menelannya. "Bermain apa? Apakah ada permainan yang membuat pinggang terluka? Aku menghadapi monster kuat, serangan mereka cukup ganas. Untungnya, aku memiliki anggota dengan kemampuan penyembuhan yang luar biasa."
Terkadang, Natan memang menganggap mereka sebagai monster karena teringat saat malam pertama, yang membuatnya benar-benar tersiksa sampai meragukan dirinya sendiri. Apakah ia adalah pria atau bukan.
Adrian tidak lagi bertanya, tapi tetap melihat Natan dengan tatapan penuh makna. Ia tidak menyangka keponakannya akan sangat liar, melakukannya langsung bersama tiga wanita sampai menyakiti pinggangnya sendiri.
Natan menghela napas panjang mengungkapkan kekecewaan. Walaupun regenerasi Health Point cukup cepat, tapi tidak mampu menyembuhkan penyakit dalam seperti sakit tulang. Jika saja memiliki Regeneration seperti Erina, yang mana bisa menumbuhkan tangan yang terpotong dengan sendirinya, mungkin ia tidak akan merasakan sakit pinggang meski melakukannya berjam-jam.
Natan dan Adrian bersantai di rooftop saat semua pasukan sedang bekerja untuk membunuh monster-monster yang mengepung Mammoth Castle. Natan tidak turun langsung karena mereka hanyalah monster rendahan dengan level 350 — 425.
Natan ingin bertemu dengan Player Zombie dan Player Budak. Ia ingin membunuh mereka berdua agar tidak mengacau ketenangannya. Ia tidak peduli jika mereka melakukan pada yang lain, tapi lubuk hatinya merasa khawatir jika itu terjadi pada orang-orang yang dikenalnya di Armonia Guild.
"Apakah Paman bertemu dengan manusia saat aku tidak ada?"
Natan tidak tahu apakah ada manusia di sekitar saat ia kembali, karena meski ia memiliki Magic Archer yang bisa berbagi pandangan, ia tidak menggunakannya. Ia di rumah hanya fokus pada Calista, Vely dan Olivia, tidak dengan yang lain.
Adrian menoleh, kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak ada, tidak ada manusia. Bahkan, tadi malam badai deras dan banyak monster-monster yang berdatangan. Itu adalah neraka, level mereka sangat tinggi, Paman hanya bisa bersembunyi di dalam dan terkadang melihatnya melalui jendela."
"Bagaimana Paman bisa tahu jika level mereka tinggi?"
Adrian menepuk dadanya dengan kekuatan yang cukup keras. "Insting! Sebelum Kehancuran Dunia, Paman bisa merasakan hal-hal yang tidak biasa. Karena itulah Paman sering berada di baris depan selain menjadi mekanik. Jika ada yang tidak beres, Paman akan meminta semua orang untuk mundur ..."
"Mungkin suatu penghinaan bagi tentara bayaran untuk mundur. Tapi, Paman tidak bekerja hanya untuk uang, kami tidak kekurangan uang. Daripada nyawa dijadikan taruhan hanya untuk sedikit uang, lebih baik menyelamatkan diri."
Natan menganggukkan kepalanya. Memang tentara bayaran harus maju tanpa tahu mundur, meski harus mengorbankan nyawa, tapi itulah tugas tentara bayaran, bahkan mereka dijadikan sebagai tameng hidup bagi tentara resmi dari suatu negara. Tapi, ia setuju dengan Adrian. Lebih baik mundur selangkah, untuk maju dua langkah.
***
Selasa, 11 November 2025
__ADS_1
Tidak terasa sudah empat hari berlalu sejak kembalinya Natan ke Mammoth Castle di Rusia, dan sudah menempuh perjalanan sejauh 2.880 kilometer. Tapi masih butuh waktu setidaknya hampir dua bulan untuk sampai ke Inggris.
Kemudian saat kembali dari Inggris ke China, ia bisa kembali dalam sekejap. Tapi tidak jika membawa satu keluarga Alexander, mungkin akan memakan waktu lebih lama daripada saat berangkat.
Jika menggunakan zappelin yang ditenagai Ksatria Lebah, mungkin akan lebih cepat, tapi Natan merasa sangat berbahaya apabila ada salah satu tali yang putus, dan membuat zappelin jatuh. Bukankah konyol jika mengulangi kejadian tentang zappelin yang jatuh pada tahun 1937.
Natan sedang berada di rooftop dengan Sako TRG Mana yang dibawanya. Ia ingin mengamati apakah ada monster dalam radius beberapa kilometer darinya. Ia bergerak berputar: barat laut, utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat dan kembali ke barat laut.
Adrian tidak berdiam diri dan meminta perlindungan Natan. Ia juga melakukan pekerjaannya seperti menggambar cetak biru untuk senjata api yang ditenagai dengan Inti Sihir.
Adrian menggaruk-garuk kepala seraya tersenyum canggung. "Sial! Aku harus kembali dan meminta Kakak untuk menggambar cetak biru pesawat tempur. Bagaimanapun, dia Komandan. Dia memiliki bawahan yang terbiasa dengan pesawat."
"Ngomong-ngomong, apakah Kakek masih sehat?"
Natan mengerutkan keningnya saat mendengar gumaman Adrian. Jika Kakek Adrian masih hidup, bukankah artinya usianya setidaknya hampir 100 tahun, atau bahkan lebih?
Tapi, Natan tidak terlalu terkejut dengan hal itu. Bahkan, mungkin saja kakek buyutnya kembali muda. Ia tahu dari Ainsley, Mana bisa membuat manusia nampak lebih muda dan bahkan berumur panjang.
Ketika sedang berpikir, tiba-tiba scope menangkap pergerakan dalam jarak dua kilometer darinya.
"Zombie?" Natan mengerutkan keningnya melihat zombie yang nampak aneh, mereka menoleh ke sekitar, kemudian berlari ke arah utara.
Pada saat itu, Natan teringat akan perkataan Ainsley yang mengatakan bahwa ada Player Zombie dengan kemampuan seperti Zombie King atau Giant Zombie.
Matanya memancarkan niat membunuh, dan saat itu juga memerintahkan Mammoth Tank untuk mengubah haluan. Ia ingin melihat siapa yang mampu mengendalikan zombie, dan membunuhnya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...