
Ayumi memutar Dragon Magic Wand dan menancapkan pada tanah, membuat tanah di bawah mereka bergetar hebat. Perlahan, terlihat retakan yang mengelilingi tempat mereka berdiri, hingga tidak lama berselang, tanah yang mereka pijak melonjak naik puluhan meter dari permukaan tanah.
Ketika tanah yang mereka pijak sudah naik puluhan meter, permukaan tanah mulai mengalami perubahan seperti warnanya menjadi merah dan ada retakan-retakan. Hingga terlihat tulang dan tangan busuk yang mencuat keluar dari dalam tanah, mengejutkan semua Player yang ada.
"Goahh!" "Kraka!" Suara menjijikan dari Zombie dan Skeleton terdengar.
Level dari dua monster itu cukup tinggi, yang terendah adalah 175. Dengan level setinggi itu, bisa dipastikan akan banyak Player yang terbunuh, mungkin setengahnya.
"Lagi-lagi monster lemah, dan hanya dengan lima ribu monster. Ini terlalu sedikit, bahkan aku bisa menyelesaikannya sendiri." Natan memilih untuk duduk di atas menara batu, kemudian membiarkan Skeleton Knight yang menyerang.
Ayumi yang berdiri di belakang Natan itu berbalik, menuju pada bagian belakang yang tidak kalah banyak monster-monster lemah. Ia mengangkat tangannya setinggi mungkin, dengan tongkat sihir yang menyala. "Meteor!"
Langit yang sebelumnya merah mulai berubah, meski hanya ada tambahan warna oranye, dengan gemuruh yang menggelegar di langit. Hingga tak lama kemudian, delapan meteor mulai terlihat dan jatuh dari ketinggian, melesat menghujani daratan.
Boom! Boom! Boom!
Meteor yang jatuh menciptakan ledakan besar seperti sebuah rudal yang jatuh, membersihkan daratan dalam radius lima puluhan meter untuk setiap meteornya. Jatuhnya meteor itu membunuh banyak sekali monster-monster di belakangnya, dan menyelesaikan misi yang diberikan di Lantai 2 ini dalam sekejap.
Skill Meteor tidak pernah dipakai oleh Ayumi, karena tidak ada tempat yang cocok untuk menggunakannya. Selama ini, ia meningkatkan levelnya hanya dengan Point Skill. Di tempat ini, Ayumi bisa mengerahkan kekuatannya dan meningkatkan level skill.
Tubuh anggota dari Guild Armonia mulai bersinar dengan warna biru muda, yang kian lama semakin terang dan kuat.
Player yang melihat itu mulai menengadahkan kepala melihat Natan.
"To- Tolong kami! Dasar sialan!"
Natan menunduk menatap datar semua orang. "Jika aku membunuh dan menghabisi seluruh monster yang ada, kalian tidak akan bisa pergi ke lantai selanjutnya, atau pergi keluar. Kalian hanya akan terkurung di sini selamanya ..."
Kelompok Natan berubah menjadi molekul cahaya yang kemudian menghilang dari tempat yang tinggi, dan pergi ke Lantai 3.
***
Lantai 3, Dungeon Vampire Castle
Natan dan yang lain tiba di tempat lembab, atau bahkan basah. Akibatnya, ia yang berpindah tempat langsung basah kuyup saat tercebur ke dalam rawa yang kebetulan merendam tubuhnya sampai batas leher.
Berbeda dengan Ayumi dan Erina, karena tubuh keduanya yang sangat pendek. Air merendam mereka sampai batas dada. Vely, Calista dan Olivia juga terendam, meski hanya sebatas pinggang.
__ADS_1
Natan berdiri dari posisi duduknya dan mengeluarkan Mammoth Tank serta Skeleton Knight, kemudian meminta mereka untuk membangun Mammoth Castle.
Geografis di sini terbilang cukup sejuk, bukan karena rawa yang dalam, tapi pepohonan penuh lumut yang tumbuh. Ada juga sulur-sulur tanaman yang berada di dahan pohon, yang memiliki bentuk seperti ular atau, itu memang ular sungguhan.
Semua orang melompat setelah Mammoth Castle selesai dibangun. Tubuh Mammoth Tank sendiri terendam air, dan itu disengaja Natan, karena pohon-pohon di sini terlalu rendah untuk Mammoth Castle dapat melewatinya.
Natan melepaskan semua perlengkapannya dari Item Drop Fire Dragon, dan menggantinya dengan yang berlevel 340, yang mana ia menghabiskan 70.000 Gold untuk membeli satu set.
"Kita tidak tahu apa yang akan muncul dan apa yang harus dilakukan. Tapi dengan adanya Mammoth Castle, setidaknya kita bisa beristirahat dengan nyaman, tidak seperti sebelumnya yang harus menahan dingin," ujar Natan berjalan dari kamarnya ke R. Keluarga.
[Lantai 3] [Bertahan Hidup 7 Hari]
[Cobalah untuk bertahan hidup dalam waktu yang telah ditentukan, selama waktu itu akan ada monster-monster yang menyerang. Walaupun misi bertahan hidup, tapi kalian juga harus membunuh semua monster]
[Monster yang harus dibunuh adalah 10.000/Player]
Natan menghentikan langkah kakinya saat melihat pemberitahuan di depannya. "Berarti, kita harus membunuh delapan puluh ribu monster. Jumlah yang cukup sedikit."
Natan mendongak menatap Ayumi yang bermain bersama Erina, Kuro dan Kori. "Ayumi, kau bisa melepaskan Fire Tornado atau Meteor saat monster-monster itu datang."
"Baik, Kak." Ayumi menjawabnya tanpa menoleh dan fokus pada Kori.
"Baiklah." Natan sudah memutusakan hal ini matang-matang. Ia mengeluarkan belasan PlayStation 6 keluaran terbaru, dengan layarnya sekali. "Kalian bisa memainkannya, itu jika kalian memiliki listrik untuk menyalakannya."
Ayumi merangkak seperti bayi dan menghampiri belasan PlayStation yang ada di lantai. Kemudian ia mengeluarkan suatu alat kotak berwarna biru yang bagian tengahnya berwarna putih dan berlubang. Pada bagian putih itu seperti tempat untuk meletakkan Inti Sihir.
Ayumi berdiri dan menempelkan kotak itu pada bagian dinding luar kamarnya. "Selesai ..." Ia mendengkus semangat seraya berkacak pinggang.
Masih berlanjut, Ayumi mengeluarkan kabel dengan stop kontak atau electric socket dari dalam Tas Ruang, lalu menghubungkannya pada kotak biru yang bernama Kotak Listrik.
Natan yang melihat itu tidak bisa menahan ekspresi wajahnya. Ia benar-benar tidak berharap jika Ayumi akan menciptakan benda yang sangat berguna. "Ini ..."
PlayStation berfungsi dengan baik tanpa adanya kendala atau hal-hal aneh seperti kelebihan tegangan.
"Berhasil!" Ayumi melompat tinggi dengan mengangkat kedua tangannya.
Seketika itu juga, semua orang mulai mengambil tempat untuk bermain game yang sama, mereka bermain game monster. Tidak ada ketakutan di wajah mereka saat memainkannya, karena monster di dunia nyata lebih mengerikan.
__ADS_1
"Hah..." Natan menghembuskan napas panjang, kemudian pergi ke ruang belakang untuk menjaga keadaan. Ia merasa sedikit menyesal karena mengeluarkan konsol game.
"Geografis di sini tidak cocok untukku bermain jarak dekat. Hanya Player yang memiliki serangan jarak jauh yang mampu bertahan."
Tentu saja sangat mustahil untuk bertarung ketika setengah tubuh harus terendam air.
Natan mengerutkan keningnya saat merasakan ada pergerakan jauh di depannya. "Ayumi, bisakah kau kemari untuk membantuku."
"Baik, Kakak!" Ayumi berlari sangat cepat dan terlihat sangat bersemangat untuk menemui Natan. "Ada apa, Kak?"
Natan tidak tahu mengapa Ayumi terlihat sangat bersemangat dan senyumnya terlihat cerah. Tapi, setidaknya itu adalah hal baik. "Bisakah Ayumi mengeluarkan serangan listrik ke dalam air? Tapi jangan sampai mengenai Mammoth Castle." Ia mengusap lembut kepala Ayumi.
"Baik!"
Ayumi berjalan keluar dari pembatas balkon luar, dan turun melalui tangga kayu yang sejajar dengan permukaan air. Ia berdiri di sana ditemani oleh Natan.
Ayumi mencelupkan bagian bawah tongkat sihirnya. "Electric Shock!"
Tongkat sihirnya mulai bersinar sesuai dengan warna Mana, kemudian ada aliran listrik seperti kilatan petir di tangan Ayumi, yang kemudian turun ke dalam air dan melesat ke segala arah dalam radius 100 meter.
Namun karena ini adalah air yang sangat luas, dan tegangan listriknya sangat kuat seperti sambaran petir, efek listriknya masih terasa meski berada dalam jarak satu kilometer dari pusat serangan.
Ketika itu juga, pemberitahuan dalam membunuh monster terus bertambah, meski secara total masih jauh dari cukup.
[Kill Monster (1000/80.000)]
Natan menoleh ke kanan dan menunduk menatap Ayumi. "Terimakasih."
Ayumi menganggukkan kepalanya dan tersenyum cerah, kemudian berbalik, melompat ke atas balkon. Lalu ia berlari sangat cepat memasuki ruangan menuju bagian depan untuk melanjutkan permainannya.
Natan tersenyum ringan saat melihat Ayumi yang sudah pergi, kemudian ia juga melompat seraya menyimpan tangga kecil. Tapi ia tidak langsung masuk ke dalam, melainkan pergi ke atap rumah untuk berjaga-jaga di sana.
"Jika meledakkan rawa, mungkin kami akan selesai dalam membunuh monster-monster yang ada. Namun, itu juga kerugian bagi kami karena tempat persembunyian seperti ini akan menghilang ..."
"Jika rawa dan pepohonan menghilang, Mammoth Castle akan diketahui keberadaannya dan sangat mudah ditargetkan."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...