
Natan dengan Adrian tidak lagi memilih untuk menyerang secara berkeliling, mereka lebih memilih untuk mendaki tebing untuk berangkat ke pusat wilayah agar semuanya selesai lebih cepat. Bagaimanapun, terlalu lama di sini tidak menyenangkan, apalagi Natan harus kembali untuk mengambil istana yang akan diberi nama Giant Castle.
Ia mendapat laporan dari Calista bahwa semuanya sudah berhasil diselesaikan, dan ia belum kembali selama lima hari, meski ia sudah berjanji akan kembali tiga hari sekali.
"Mengapa kita tidak terbang saja? Bukankah memanjat seperti ini sangat berbahaya dan lama?"
Adrian yang berada di atas saat memanjat tebing, terus naik tanpa menunduk dan berkata, "Terlalu berisik, mungkin saja kita akan diketahui. Kecuali jika memang sudah ditemukan, kita akan terbang, karena itulah kau harus bersiap-siap."
Natan menganggukkan kepalanya, tetapi tetap diam tanpa kata. Jika ingin berangkat secara diam-diam, ia memiliki caranya sendiri untuk bisa sampai ke puncak dalam sekejap, lagi pula hanya beberapa ratus meter dan itu tidak terlalu lama baginya untuk naik. Tapi, ia tidak berbicara dan memilih mengikuti jalur yang diambil Adrian.
Sampai, menghabiskan setengah jam bagi mereka berdua untuk sampai ke puncak tebing seperti dinding dengan tebal tiga puluhan meter. Jika mereka menggali di bawah, mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu.
Keduanya berjalan ke sisi lain dari tebing untuk melihat apa yang berada di dalamnya. Saat hampir mencapai tepinya, Natan menangkap kepala Adrian dari belakang dan menjatuhkannya ke tanah dengan dirinya sendiri.
"Paman ..." Natan berkata dengan pelan saat tiarap, dan merayap lebih ke tepi. Matanya membulat sempurna melihat apa yang sebenarnya. "Ini ..." Ia terdiam saat menahan bibirnya membentuk sebuah garis tipis. Ia kehabisan kata-kata melihat lautan zombie yang tiada habisnya.
Adrian merasakan sakit di hidungnya karena menghantam tanah, kemudian merayap untuk melihat apa yang dilihat Natan. Ia juga mengeluarkan suara dengan ekspresi yang sama, tapi suaranya tidak berhasil keluar karena ditahan Natan.
Apa yang mereka lihat ada tanah lapang membentuk lingkaran dengan diameter satu kilometer dan pada bagian tengahnya terdapat istana beberapa lantai, tapi bukan itu yang membuat Natan terkejut, melainkan zombie yang berbaris di tanah saling berhimpitan tanpa celah.
Dengan melihatnya saja, mungkin lebih dari 500.000 zombie di sana. Natan tidak berpikiran jika Player Zombie mampu mengendalikan mereka semua, tapi Zombie King dan Giant Zombie yang mengendalikan, kemudian Player Zombie mengendalikan pemimpinnya.
Adrian membuka mulutnya setelah tangan Natan tidak lagi menutupnya. Ia menoleh saat berkata dengan pelan, "Bagaimana? Jumlah mereka terlalu banyak, ini seperti di film-film, bahkan film mungkin lebih sedikit. Jika kita menyerangnya secara langsung, kita akan dikejar dan itu memberikan perasaan tidak nyaman ..."
Adrian tiarap seraya memegang kepalanya, tubuhnya bergetar dengan perasan takut yang bangkit.
Berbeda dengan Natan, tidak melihat mereka semua sebagai ancaman, meski tidak tahu apakah bisa membunuh mereka semua. Kalaupun ada cara untuk membunuh mereka, itu akan menghabiskan banyak sumber daya dan yang terpenting, ia tidak bisa membunuh secara langsung Player Zombie meski sudah menunggu untuk satu lawan satu.
Natan mengeluarkan Bomb Mana sebesar barel minyak. Bom ini sudah dikembangkan dengan baik dan bisa meledak lebih mudah tanpa harus memberikan tembakan untuk menciptakan percikan api.
Skeleton Fire Dragon bangkit dari bayangannya dan berdiri di sampingnya.
"Bawa ini di kakimu." Natan meminta Skeleton Fire Dragon untuk membawanya di kaki, kemudian ia menunjuk ke arah istana hitam legam dan menambahkan, "Terbang ke sana dan jatuhkan benda yang kau bawa."
Skeleton Fire Mage langsung terbang tanpa membuang waktu, bersamaan dengan Natan yang menggenggam kerah baju Adrian pada bagian belakangnya, membuat Adrian terkejut dalam sentakan.
"Apa? Apa? Ada apa?" Adrian tersadar dari ketakutannya setelah dipaksa berdiri oleh Natan dan mereka sudah terbang dengan Kstaria Lebah; menjauh dari tebing berbentuk potongan batang pohon.
Pandangannya tertuju pada Skeleton Fire Dragon yang terbang; terdiam sejenak sebelum berkata, "Na- Natan, apakah itu Little Boy?"
Little Boy adalah sebuah kode nama yang diberikan kepada senjata nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada hari Senin, 6 Agustus 1945. Bahkan, saat itu meledaknya di ketinggian 550 meter dari permukaan, tapi tetap menyapu daratan hampir selusin kilometer, dengan radiasi yang lebih luas.
Natan menggelengkan kepalanya. "Bukan, harusnya tentara bayaran Paman tahu senjata semacam itu sudah tidak berfungsi lagi untuk menghadapi monster. Jika tidak, tidak akan ada kejadian seperti ini, banyak negara yang melemparkan nuklir ..."
"Tapi, bom yang kami ciptakan berbeda, karena itu mengandung kekuatan dari monster itu sendiri."
Sebenarnya, Natan tidak terlalu mengerti dengan pengaturan dunia sekarang. Terkadang, ada monster yang akan langsung terbunuh dengan senjata api, ada pula monster yang kebal, bahkan peluru yang ditembakkan akan pipih dan sampai meleleh seperti mentega.
Adrian merenung memikirkan tentang perkataan Natan dan mengingat kembali kesulitan yang dialami tentara bayaran, hingga akhirnya tersadar dan berseru, "Tunggu! Bagaimana manusia di sana?!"
__ADS_1
"Manusia di sana sudah habis, hanya Player yang membantu menangkap manusia lemah untuk dijadikan budak. Adapun manusia yang ditangkap, mereka sudah dijadikan sebagai nutrisi untuk zombie-zombie." Natan bahkan tidak perlu repot-repot melihat ke belakang saat menjawabnya.
Saat itu, terdengar suara benda jatuh yang bergesekan dengan udara sekitar dan suaranya seperti siulan panjang.
Natan meminta Ksatria Lebah untuk terbang lebih cepat lagi dan Fire Mage menghilang, kembali ke dalam bayangannya dalam sekejap mata.
Adrian dibiarkan terdiam dengan rahang jatuh. Ada perasaan takut saat melihat Bomb Mana yang jatuh, takut apabila terkena dampaknya.
Booom!
Bomb Mana jatuh dengan suara keras dan saat itu juga meledak beserta getaran kuat yang ditambah api menyala membentuk jamur raksasa. Suhu panas langsung bisa dirasakan menyebar ke segala arah, awan berlapis-lapis terbelah membentuk cincin besar yang menyebar.
Duarr!
Tebing berbentuk potongan batang pohon itu meledak dan mengubahnya menjadi kerikil-kerikil kecil saat terbang ke segala arah. Asap tebal di bawahnya dengan tekanan udara kuat menyebar, menghempaskan daratan menjadi kawah luas dengan tanah yang terbakar bahkan meleleh.
Api yang menyala itu sangat terang sampai mengubah langit mendung menjadi seperti siang hari, bahkan terasa di situlah pusat dari sinar matahari.
"Ack!" Adrian berteriak saat merasakan suhu panas yang membakar, meski berada tiga kilometer dari pusat ledakan.
Natan memanggil Ice Mage dan memintanya untuk menciptakan dinding es yang menutupi mereka. Pada saat itu, tubuh mereka mengeluarkan uap seperti api unggun yang disiram air.
"Paman." Natan memberikan salep dan pil untuk Adrian.
Adrian membuka bajunya setelah menerima dua barang itu, kemudian mengoleskan salep pada luka bakar yang diterimanya.
Natan ingin kembali ke Armonia Guild untuk mengambil Giant Castle, tapi menundanya untuk sementara waktu karena ingin mencari tempat yang lebih baik dan membiarkan Adrian beristirahat di sana saat ia kembali.
"Status."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Nama : Natan Alexander]
[Ras : Manusia]
[Usia : 19 Tahun]
[Level : 570 (68.000.300/1,8 Miliar)]
[Job : Assassin/Necromancer/Marksman]
____________________________________________
[HP : [405.600/405.600] [42.508/m]
[MP : [153.250/153.250] [12.464/m]
____________________________________________
__ADS_1
[STR : 3000 (+575+200+5550)]
[VIT : 700 (+545+200+700)]
[AGI : 600 (+558+50+300]
[INT : 800 (+550+300+840)]
[DEX : 400 (+575+250+200)]
[LUCK : 150 (+531+50+75)]
____________________________________________
[Point Status : 275]
[Point Skill : 378]
[Money : 20.239.992.367 Gold]
[Friend : 29]
[Team : 9]
[Guild : 9]
[Forum : 99+]
____________________________________________
[Pasive Skill : ]
[Mapping Lv.Max] — [Inventory List Lv.Max (128/200 Slot)] — [Appraisal Lv.Max] — [Melempar Pisau Lv.03 (5/15)] — [Mana Control Lv.Max] — [Melompat Lv.Max] — [Tusukan Lv.Max] — [Tebasan Lv.Max] — [Shooting Range Lv.Max] — [Lock Target Lv.Max] — [Chain Reaction Lv.Max]
____________________________________________
[Active Skill : ]
[Stealth Lv.Max 35MP] — [Shadow Step Lv.Max 140MP] — [Increase Shot Lv.Max 70MP] — [Distance Vision Lv.Max 35MP] — [Night Vision Lv.Max 35MP] — [Back Stab Lv.Max 70MP] — [Trap Detection Lv.Max 35MP] — [Bullet Rain Lv.Max 105MP] — [Curved Shot Lv.Max 70MP] — [Bullet Explosion Lv.Max 175MP] — [Shadow Movement Lv.Max 75MP] — [Skeleton Master] — [Bone Wall Lv.Max 70MP] — [Bone Prison Lv.Max 105MP] — [Bone Arrow Lv.Max 75MP] — [Intimidasi Lv.Max] — [Sharp Eyes Lv.Max 70MP] — [Blind Lv.Max 70MP] — [Shadow Sword Lv.Max 70MP] — [Corpses Explosion Lv.Max 140MP] — [Teleport Lv.Max 200MP]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Aku masih lemah." Natan menghela napas kecewa saat melihat statistik kekuatannya.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1