Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 125 : Buku Terkutuk


__ADS_3

Rabu, 05 November 2025


Natan sudah berada di Hulunbuir yang berdekatan dengan salah satu kota di Rusia. Ia bersembunyi di hutan setelah melalui pertempuran yang panjang, mendapatkan luka yang tidak bisa dibayangkan. Bahkan, salah satu tangan melepuh sampai memperlihatkan tulangnya.


Natan melihat tangan kanannya yang terluka. "Sialan! Ini karena aku menyingsing lengan baju saat mencuci tangan, akibatnya, tidak ada perlindungan. Tapi, siapa yang menduga di sana ada monster yang mampu menghindari radar Mapping." Ia merintih saat melihat danau merah karena darah.


Saat ingin membersihkan tubuhnya di danau, ia menyingsing lengan bajunya untuk mengecek suhu air di sana, tapi siapa kira tiba-tiba ada monster yang naik dan menyerang. Monster yang menyerangnya adalah jenis siput dengan tubuh berwarna ungu, dan menyemburkan ludah korosif.


Natan menggambil ranting pohon yang dirasa bersih dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ia mengatupkan rahangnya saat mengigit ranting.


Tangan kirinya memegang pisau yang sudah dibakar maupun disiram alkohol untuk mensterilkan pisaunya.


"Fiuh..." Natan mengembuskan napas panjang, kemudian menyayat tangan kanannya yang terluka, membuang kulit maupun daging mati. "Ack! Mmff!"


Daging yang sudah dipisahkan, jatuh di tanah dan membuat tanah itu meleleh seperti mentega.


"Sepertinya, daripada mandi di danau, lebih baik membangun pemandian sendiri." Natan bersandar di batang pohon dengan napas terengah-engah. Tapi belum waktunya untuk beristirahat, ia menyiram tangannya yang terluka dengan Health Potion, kemudian menutup lukanya dengan perban.


"Potion ini buatan Erina, harusnya bisa meregenerasi kulit daging yang hilang."


Natan menutup matanya saat mengeluarkan pasukan yang menjaga sekitar, entah mengapa di dahan pohon, daratan bahkan di dalam danau yang sudah dibersihkan. Ia ingin beristirahat sebentar karena belum tidur selama tiga hari tiga malam; siapa yang menduga perjalanan dari Kota Beijing ke Hulunbuir sangat berat.


Provinsi Heilongjiang, sebelumnya di sana sangat gelap dan badai salju di saat yang lain sedang panas-panasnya, tapi di saat yang lain sedang turun salju, di sana malah musim panas dengan suhu yang mengerikan. Bahkan, darah dalam tubuh bisa mendidih sampai memasak daging.


Awalnya Natan pergi ke sana untuk mengecek apa yang terjadi, tapi hanya berjarak 100 kilometer dari Provinsi Heilongjiang, ia bisa merasakan panasnya. Sekitar Heilongjiang sudah menjadi tanah tandus, dan, Heilongjiang itu sendiri sudah menjadi Neraka Dunia.


Tap, tap, tap... Tap, tap, tap...


Natan yang baru saja beristirahat, membuka mata saat mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru. Ia menghilangkan semua pasukannya di dalam bayangan dan melompat ke atas dahan pohon dengan daun lebat, serta salju yang menutupi.


Ia melihat sumber suara; ada pria paruh baya berambut pirang dengan janggut lebat; mengenakan celana loreng dan kaus hijau daun.


Pria paruh baya itu memegang lengan kanannya yang berlubang dan mengeluarkan darah, menciptakan jejak di salju putih. Ia terlihat pucat, bahkan napasnya tersengal-sengal seperti hampir mati.


Natan melihat ke arah belakang pria paruh baya, di sana adalah Negara Rusia yang ingin ia datangi. "Pasukan? Human Chimera, lagi!?"


Tidak peduli di mana, pasti akan ada orang-orang yang sangat senang sekali mempermainkan hidup manusia seperti sampah tak berharga.

__ADS_1


"Stealth." Natan berlutut di atas dahan dan mengeluarkan moncong sniper di antara dedaunan lebat yang tertutup salju. Ia bahkan menggunakan peredam yang biasanya sangat jarang ia gunakan.


Walaupun ia tidak ingin ikut campur pada awalnya, tapi karena mereka adalah Human Chimera, ia tidak ragu-ragu untuk membunuh mereka tanpa ampun.


Ada 13 tentara yang mengejar dan mereka memiliki level 350 sampai 405, lalu pria paruh baya yang dikejar memiliki level 250. Sepertinya, pria paruh baya itu melarikan diri karena tidak ingin menjadi Human Chimera.


"не беги (jangan lari) ..."


"Adrian! Kembali dan terimalah serum peningkatan! Kau akan menjadi manusia baru yang sangat kuat! Jika kau tidak menyerah dan kembali, kami akan terus mengejarmu meski sampai ke ujung dunia!"


Tiba-tiba Natan sudah memahami bahasa Rusia yang pelafalannya sangat sulit seperti bahasa China, meski lebih sulit bahasa China karena memiliki 80.000 sampai 90.000, dan setiap hurufnya memiliki beberapa cara pelafalan yang berbeda.


"Tidak mungkin! Kalian bukan manusia! Kalian monster!" Adrian berlari sekuat tenaga, kemudian tersandung karena tebalnya salju.


"Hahahaha! Adrian, kembalilah!"


Satu per satu tentara berdatangan di belakang Adrian. Tubuh utama mereka adalah manusia, tapi ada yang memiliki kaki laba-laba di punggung, telinga kelinci, bahkan mata mantis.


Bug...


Salah seorang dari mereka terjatuh di salju dengan kepala yang berlubang dan mengeluarkan darah segar berwarna merah gelap.


Bug...


Sekali lagi ada yang terjatuh di tumpukan salju dengan kepala yang meledak, bahkan lehernya tidak lagi terlihat dan darah yang dikeluarkan lebih deras seperti aliran air di kran air.


Sebelas pria paruh baya yang tersisa nampak waspada dengan keringat dingin mengalir di pipi mereka. Jika ada yang melihat mereka saat ini, mereka akan dianggap sakit karena berkeringat di suhu yang dingin seperti ini.


"Siapa kau!? Keluar—" Bahkan belum sempat menyelesaikan ucapannya, pria paruh baya yang memiliki kaki laba-laba itu terbunuh.


Natan melompat turun dari dahan pohon dan berjalan di atas salju; kedua kakinya tidak tenggelam, karena samar-samar di bawah kakinya ada es yang muncul di setiap kali ia ingin melangkah. Es di bawah kakinya adalah kemampuan dari Skeleton Ice Mage yang bersembunyi di dalam kegelapan.


"Siapa kau!? Apa kau tidak tahu? Kami adalah Tentara Bayaran terhebat!—" Pria paruh baya dengan telinga kelinci, mengenakan pakaian yang sama seperti Adrian, mengarahkan Assault Rifle ke arah Natan.


Bang!


Natan melepaskan tembakan pistol yang langsung menembus kepalanya dan terbunuh. "Aku tidak peduli siapa kau, aku paling benci melihat Human Chimera. Mereka tidak pantas hidup karena mereka adalah monster."

__ADS_1


Manusia yang memilih untuk menjadi monster, akan memberikan kekuatan pada Monster Ancestors dan membuatnya lebih cepat keluar dari segel yang menahannya.


"Tembak!"


Sepuluh orang yang tersisa melepaskan tembakan beruntun; Adrian yang melihatnya tidak biasa melakukan apa pun selain berteriak, "Pergi!"


Natan bisa melihat dengan jelas puluhan peluru yang melesat ke arahnya, tapi ia tetap tenang seperti mengatakan bahwa peluru itu tidak akan mampu membahayakannya.


Ketika 10 Human Chimera terlihat tenang dan mengeluarkan ekspresi kemenangan, tiba-tiba senyum mereka membeku dengan mata terbuka lebar.


Klang! Klang! Klang!


Peluru yang ditembakkan berhasil ditahan oleh tulang yang tiba-tiba mengelilingi Natan membentuk sebuah dinding. Tulang itu tetap bertahan, bahkan goresan kecil pun tidak ada di sana.


Natan mengangkat tangan kanannya mengarah pada 10 Human Chimera, kemudian mengepalkannya. Tiba-tiba ada tulang berbentuk jarum yang mencuat dari dalam salju, menusuk 10 Human Chimera hingga terbunuh tanpa perlawanan.


Natan menghampiri Adrian yang terdiam membeku dalam kejutan. "Di mana markas mereka?" tanyanya datar.


Adrian tersentak ketika mendengarnya, kemudian berdiri seraya berkata dengan getir "Ja- Ja- Jangan datang ke sana, di sana sangat berbahaya ..." Ia memeluk tubuhnya sendiri dan matanya bergetar seperti trauma. "Ba- Banyak manusia buatan, ba- bahkan ada yang memiliki enam tangan."


Natan mengerutkan keningnya, tidak menduga jika akan sampai tahap itu. "Bagaimana mereka bisa menciptakan Human Chimera?"


Adrian menggelengkan kepalanya. "Ti- Tidak tahu, ta- tapi, ada salah satu dari kami yang menemukan buku ... di reruntuhan, buku itu tidak bisa diidentifikasi, bahkan NPC Shop terlihat shock dan menjauh dari buku itu ..."


"Me- Mereka bilang, buku itu terkutuk dan harus dibakar. Tapi, pemimpin kami memilih untuk menyimpannya."


Kerutan di dahi Natan bertambah dalam ketika mendengarnya. "Buku untuk menciptakan Human Chimera? NPC Shop mengatakannya terkutuk dan tidak ingin membelinya? Apakah ..." Entah mengapa ada pikiran liar yang terbesit di kepalanya.


Natan memikirkan bahwa Monster Ancestors telah mengirimkan item terkutuk di Bumi melalui monster-monster. Jika item drop dari monster adalah item dari Penjaga yang disisipkan di dalam monster secara paksa, dan melalui pengorbanan, maka item dari Monster Ancestors sangat berbeda.


Mungkin, monster membawanya dengan menyimpannya di dalam perut, atau menggunakan metode lain.


Sepertinya, hari-hari bosan dan tenang, akan berakhir sebentar lagi.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2