Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 091 : Pergi ke Xanshai Guild


__ADS_3

Natan duduk di hamparan rumput yang ada di perbukitan, dengan Calista yang bersandar di dadanya. Calista melakukan hal ini agar Liu Xinmei berhenti menatap Natan dengan tatapan tajam, seperti saat ia mengambil hal berharga Natan di saat malam hari.


Mereka semua melihat kehancuran Eternity Guild yang tidak terlalu jauh dari mereka, gedung-gedung mulai runtuh dalam sekejap dengan asap putih bercampur debu.


Api yang menyala juga terlihat di mana-mana mengelilingi wilayah Eternity Guild.


Natan sendiri tidak tahu mengapa wilayah Guild-guild lain sangat kecil, hanya 2,5 km². Itu adalah luas yang sangat kecil, berbeda dengan Armonia Guild dengan luas wilayah 2.500 km².


"Apakah mereka tidak mencari tempat yang lebih luas, atau karena di sini banyak gedung, sehingga mereka merasa aman dan tidak perlu lagi membuat pembangunan?"


"Kakak, makan siang sudah siap." Ayumi sedikit berteriak, memanggil Natan yang memandangi pertempuran.


Natan berbalik, lalu pergi bersama dengan Calista ke tempat makan.


Kelompok yang dibawa Yan Jing hanya diam di tempat, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Sumber makanan yang sangat berlimpah dan mewah, bukan roti keras dan dendeng kering.


Yan Jing menduga untuk sekali makan saja, mungkin menghabiskan 500.000 Gold, itu adalah jumlah yang sangat banyak jika dibandingkan dengan kelompoknya, yang hanya menghabiskan 900 Gold.


Calista yang berdiri di sebelah Natan itu menoleh ke belakang, melihat Yan Jing dan yang lain masih mematung di tempat, menatap makanan dengan air liur yang menetes. "Kalian bisa bergabung dengan kami."


Yan Jing terkejut dan mengusap bibirnya dengan lengannya. "Bo- Bolehkah?" Ia mencoba memastikannya.


"Tentu." Calista menjawabnya santai tanpa ragu dan kembali berlari mengejar Natan.


Kelompok Yan Jing tersenyum bahagia, lalu menghampiri ratusan meja yang tersusun rapi di sana.


"Sashimi? Sushi?!" Yan Jing tidak bisa menahan keterkejutannya ketika melihat makanan di atas meja.


Hampir semua hidangan berkualitas, yang terlihat sangat mahal ada di atas meja, serta yang sangat sulit untuk ditemukan saat dunia masih normal juga ada di meja.


Yan Jing, Liu Xinmei dan Ye Xiao Yi duduk di meja yang sama dengan kelompok Natan.


"Apakah Armonia Guild tidak takut kehabisan uang? Memang benar sangat mudah untuk mencarinya, tapi aku merasa hidangan kalian untuk sekali makan saja, sepertinya hampir menghabiskan satu juta Gold."


Natan memiringkan kepalanya menatap heran Yan Jing, lalu melihat hidangan lain di ratusan meja berbeda. "Oh... Kami hanya perlu membunuh lebih banyak monster, tidak ada yang aneh."


Pengeluaran Guild Armonia sendiri mencapai 15.000.000 Gold/day, tapi pemasukannya untuk satu harinya bisa belasan kali jumlah pengeluaran. Semuanya bisa terjadi karena Tambang, Dungeon Material, Item Drop, Blacksmith.


Yan Jing terdiam tak percaya, tapi memang benar bisa mendapatkan uang dengan membunuh monster. Namun itu dulu, monster-monster sekarang cukup sulit untuk dikalahkan, karena level terendahnya saja Lv.300.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, mengapa kalian menghancurkan Eternity Guild?" Yan Jing sudah sangat penasaran, terlebih membawa jumlah pasukan yang sangat besar.


"Mereka menyerang Guild Armonia. Dari sepuluh Guild, tersisa dua lagi yang belum kami hancurkan. Mereka menyerang kami karena ingin mengambil sumber daya, dan mendapatkan tenaga untuk dijadikan budak."


Jawaban Natan ini sangat mengejutkan, bukan dari alasan mengapa menyerang Guild Armonia, tapi jumlah Guild yang sudah diratakan cukup banyak.


"Sepertinya kalian sedang berpesta. Oh? Ada orang baru."


Natan menoleh ke kanan melihat pusaran cahaya biru, yang di sana keluar Ainsley yang mengenakan jubah penutup kepala. "Apakah kau ingin bergabung?" Ia meletakkan kursi di sebelah kanan.


"Tentu." Ainsley menyingkapkan jubah yang menutupi kepalanya, memperlihatkan rambut kuning cerah, telinga runcing dengan mata biru langit.


Kelompok Yan Jing terdiam dengan mata terbelalak dan mulut sedikit terbuka, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ainsley, NPC yang terkenal sangat dingin, jarang sekali berbicara, kini duduk dan makan bersama.


Mereka terus makan bersama hingga memakan waktu lima jam, meski Ainsley meninggalkan tempat karena sudah 30 menit berlalu.


Ketika hari mulai petang, pasukan yang dipimpin oleh Harlod akhirnya kembali datang, dengan darah yang menyelimuti pakaian mereka.


Natan mengecek apakah ada yang tertinggal, dan saat melihatnya melalui Mapping, tidak ada satu pun pasukan yang terbunuh. Ternyata, membawa 25 Healer dan 25 White Mage adalah keputusan yang tepat. Kemudian, ada tambahan sekitar 58 orang yang dibawa, sepertinya mereka adalah budak.


Harlod turun dari kuda, berjalan menghampiri Natan dan berlutut dengan menyilangkan lengan kanannya di depan dada. "Ketua, Hamba sudah datang. Hamba sudah menghancurkan Eternity dan Yongzhe Guild."


Harlod tersenyum ringan dan menganggukkan kepalanya, lalu berdiri.


"Kakak!" Dari dalam barisan terdengar suara teriakan.


Natan mengalihkan perhatiannya pada sumber teriakan, terlihat ada wanita yang usianya dua tahun lebih tua dari Ayumi dan Erina. Rambutnya berwarna cokelat, mengenakan pakaian hijau seperti pemburu dan ada busur panah kayu di punggungnya.


Jiang Xuyan, Archer Lv.200.


Natan melihatnya sekilas, lalu mengabaikan pertemuan mereka. Ia kembali fokus pada tawanan atau budak di depannya, dan mengatakan hal yang sama seperti yang pernah ia katakan. Ia tidak ingin membawa orang yang tidak berkemampuan atau tidak ingin bekerja, karena hanya akan menambahkan beban.


Semua orang saling memandang satu sama lain, kemudian mereka mulai berbalik meninggalkan perbukitan. Mereka tidak berniat untuk bergabung, dan memilih untuk menjalani hidup masing-masing.


Natan sendiri tidak memasalahkan hal itu, karena ia tidak perlu menyediakan tempat tinggal dan mengurangi beban.


***


Keesokan Harinya

__ADS_1


Hanya tersisa Xanshai Guild yang belum dihancurkan, salah satu Guild terkuat yang ada di Kota Chengdu, dan menurut laporan dari Alexa, Guildmaster dari Xanshai Guild memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Natan.


Natan yang menerima laporan itu hanya menganggukkan kepala, dan tidak mempercayai hal itu, karena menurut Top 10 Player sudah diambil oleh Armonia Guild. Sehingga ia menduga Guildmaster Xanshai Guild setidaknya berlevel 410.


Berserker Lv.410, menggunakan pedang besar yang tingginya sejajar dengan tinggi Player.


Natan tersenyum tipis membayangkan pertarungan yang akan terjadi, karena selama ini ia sudah sangat bosan tentang level monster yang masih berada dibawah Lv.400. Tapi menurut ucapan Ainsley saat makan bersama, tidak lama lagi akan ada monster dengan level tinggi.


Entah monster macam apa yang akan muncul, setelah sekian lama tidak ada pemberitahuan untuk dunia.


Kelompok mereka sendiri sudah pergi sejak Matahari terbit, mereka ingin menghancurkan Xanshai Guild, baru kembali.


"Mengapa kau membiarkan mereka pergi?" tanya Yan Jing yang menghampiri Natan.


"Mereka?" Natan yang duduk di kepala Mammoth Tank itu mengerutkan keningnya. "Oh! Orang-orang yang sudah diselamatkan? Mereka hanya ingin bersantai, tidak ingin bekerja dan meminta perlindungan. Ini adalah dunia yang hancur, harus ada memberi dan meminta."


"Mereka meminta perlindungan, apakah salah aku meminta mereka bekerja di pertanian dan perkebunan? Mereka juga sudah aku beri pilihan, dan mereka memilih pergi."


"Eh!?" Yan Jing terkejut ketika mendengarnya, tidak menduga jika Armonia Guild akan memiliki pertanian dan perkebunan.


Natan mengabaikan keterkejutan Yan Jing, lalu berdiri dan melompat ke belakang. Ia melepaskan pakaian atasnya, berlatih di Rengga dengan ukuran 25 × 17 meter yang sengaja dibangun di atas 9 Mammoth Tank untuk membawa lebih banyak orang atau digunakan sebagai tempat berlatih.


Skeleton yang bisa dibangkitkan Natan sudah bertambah, kini bisa membangkitkan 299 Skeleton. Hal ini karena ada peningkatan setelah keluar dari Dungeon Vampire Castle. Sebelumnya bisa membangkitkan ⅓ + 20% dari level, kini ½ + 20% level.


"Tubuhnya sangat indah, aku ingin menyentuh perutnya." Liu Xinmei yang duduk di tepi Rengga tidak bisa menahan dirinya, ia mulai melangkah ke tengah-tengah menghampiri Natan.


"Stop!" Calista menghalangi Liu Xinmei seraya merentangkan kedua tangannya. "Natan milikku! Hanya aku yang boleh menyentuhnya!"


Natan menoleh melihat Liu Xinmei, lalu memalingkan wajahnya lagi. Liu Xinmei memang cantik untuk orang seusianya, tapi sepertinya memiliki kelainan.


Akhirnya, Natan memilih mengabaikannya dan kembali berlatih pedang ataupun pelatihan fisik lainnya.


"Lawan kali ini bukan sembarangan, aku tidak bisa menggunakan tangan kosong untuk melawannya. Apalagi dia adalah Berserker."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2