
Griffin yang berada di langit mengejar Natan yang pergi terlebih dahulu, karena ialah yang menarik agro monster yang terbang di atas pepohonan rimbun.
Ketika sudah sampai di kawasan tanah lapang dengan tumbuhan yang jarang. Natan berbalik melihat Griffin yang terbang dalam jarak pandang 45° darinya. Ia mengangkat Sako TRG dan menembaknya tepat di bagian kepala.
Griffin itu sendiri sudah terluka, dan sangat mudah untuk membunuhnya dengan sekali tembak.
Kuro yang membawa dua orang di atasnya itu berhenti setelah tiba di belakang Natan, dan dua orang di atasnya melompat, melepaskan skill masing-masing yang menciptakan pelindung besar nan kuat.
Natan yang telah membunuh Griffin tidak langsung mengambil Item Drop dan memilih untuk masuk ke dalam pelindung. Ia juga tidak sempat untuk mengambil Item Drop di dalam hutan tadi, tapi ia akan tetap mengambilnya nanti setelah berhasil mengalahkan Dragon.
"Semuanya bersiap! Kita tidak tahu sebesar apa Wyvren yang akan menyerang!"
Ayumi dan Erina mengangguk tegas, memperlihatkan raut wajah yang serius dan sudah bersiap-siap untuk menghadapi Wyvren. Bahkan sudah membeli perlengkapan baru dengan level 240.
Jeritan-jeritan keras mulai terdengar di langit, dan entah dari mana sudah mulai bermunculan Wyvren dengan ukuran seperti truk pasir yang tidak terlalu besar, namun memiliki gigi yang terlihat sangat tajam seperti pisau.
Untung saja jumlahnya tidak terlalu banyak, dan hanya memiliki darah sebanyak 327.600.
Tiga Wyvren terbang rendah dan jatuh di depan Natan, membuka mulutnya lebar-lebar kemudian mengeluarkan jeritan yang mengerikan.
Ayumi yang melihat itu tidak membuang peluang. Ia mengarahkan tongkat sihirnya. "Fire Chain!"
Belasan rantai api muncul dari bawah kaki Wyvren dan mulai melilit dua kaki maupun sayap untuk tidak bisa meninggalkan daratan. Bukan hanya itu saja, rantainya juga mencegah para Wyvren untuk menutup mulutnya kembali.
Wyvren berwarna merah itu memang memiliki sisik yang nampak sangat keras, namun tetap saja memiliki kelemahan yang tidak lain bagian bawah leher dan bagian dalam tubuhnya.
"Fire Ball!" Ayumi menembakkan tiga bola api mengarah pada mulut Wyvren, kemudian mengencangkan rantai, menutup mulut Wyvren.
Duarr! Duarr! Duarr!
Tiga ledakan yang teredam terdengar dari dalam perut tiga Wyvren, dan terlihat satu per satu sisik yang melekat mulai jatuh serta darah yang merembes keluar.
Natan menekan kakinya kanannya di tanah sebagai pijakan, kemudian melesat sangat cepat dengan kecepatan suara dan sudah berada di bawah tiga Wyvren yang mencoba untuk tetap menjaga posisi.
Natan menusuk leher Wyvren, kemudian berbalik seraya menarik pedang yang telah menancap sekuat-kuatnya, hingga membelah dua kepala monster.
Bang!
Dentuman keras terdengar saat Natan sedang melawan Wyvren lain yang terluka, dan terlihat dua Wyvren yang masih sehat sedang menyerangnya, namun terhalang oleh Magic Barrier berwarna biru milik Ayumi.
Ayumi melemparkan bola api lain menyerang monster yang mengarahkan serangannya pada Natan.
Wyvren yang sebelumnya hendak menyerang Natan itu berbalik dan mengepakkan sayapnya, membuat bola api berbelok ke arah lain menghantam tanah.
Wyvren yang lain mulai melayang dan hendak pergi menyerang Ayumi. Namun dengan cepat Natan menangkap pergelangan kaki monster itu, dan membantingnya ke tanah.
__ADS_1
Tidak cukup disitu saja, Natan memutar tubuhnya dan melemparkan Wyvren jauh-jauh ke langit. Ia mengganti senjatanya dan melepaskan tembakan pada kedua sayap monster itu agar tidak bisa menjaga keseimbangan di udara.
"Ayumi!"
Ayumi mengangguk kecil sebagai tanda mengerti. Ia mengangkat tangan kirinya perlahan seperti ada beban berat. "Earth Wall!"
Daratan di bawah kaki Natan mulai bergetar seperti gempa bumi, kemudian terlihat sebuah pilar batu yang melonjak naik sangat cepat dan membawa Natan pergi lebih tinggi dari Wyvren yang sebelumnya telah dilempar.
Natan melompat dari ketinggian pilar batu mengarah pada Wyvren yang mencoba untuk terus terbang meski tidak mungkin. Ia mendarat di atas punggung Wyvren, dan menusuk pedangnya sekuat mungkin hingga menembus kepalanya.
Dengan ini, sudah lima Wyvren yang terbunuh. Ia berhasil membunuh dua, dan sisanya adalah Ayumi maupun Erina yang bekerjasama.
Natan jatuh dari ketinggian langit dengan bebasnya tanpa ada rasa takut sama sekali, dan kemudian ia mendarat di pelindung yang dibuat oleh Ayumi. Lalu ia berlari di udara dengan pelindung Ayumi sebagai pijakan. Ia menggunakan keunggulan ini untuk menyerang Wyvren yang mencoba untuk melarikan diri.
Ia melompat sangat tinggi, menangkap pergelangan kaki Wyvren lain yang tidak jauh darinya, kemudian mengayunkannya untuk jatuh.
Di permukaan tanah sudah terlihat puluhan pedang tajam yang mencuat ke atas dengan jumlah besar, dan ketika Wyvren terjatuh pada puluhan pedang tajam, pedang lain yang berasal dari langit mulai jatuh melesat menembus tubuh monster.
"Kiyaakk!" Wyvren itu menjerit kesakitan dan kemudian kehilangan kesadaran karena darahnya habis.
Natan jatuh bebas dan menggunakan Shadow Step untuk berpindah ke bayangan Wyvren lain yang berada di darat karena kedua sayapnya terkena luka bakar. Kemudian ia mengayunkan pedangnya secara menyilang, membentuk luka dalam pada bagian dada dan menembakkan Peluru Mana pada bagian pertemuan luka.
Zrash!
Dada monster itu berlubang saat terkena tembakan Peluru Mana yang sangat kuat pada bagian luka pedang, membuatnya mati dalam sekejap karena terkena pada bagian vitalnya.
Saat hanya tersisa satu monster lagi, Natan kembali masuk ke dalam pelindung dan mempersiapkan segala hal sebelum lawan berubah menjadi naga yang tidak tahu seberapa besar.
Wyvren yang tersisa itu membuka mulutnya lebar-lebar dan menjerit, kemudian melepaskan napas api yang tidak terlalu besar, hanya setengah ukuran tubuhnya.
Bang!
Dentuman lain kembali terdengar saat napas api menghantam Absolute Defense, menciptakan getaran pada tanah dan bahkan rerumputan yang tubuh jarang mulai mengering meski berada di jarang yang jauh dari semburan.
"Ayumi, Erina. Persiapkan diri kalian, setelah kita membunuh Wyvren ini, musuh yang akan kita hadapi akan lebih kuat lagi, dan kemungkinan nyawa kita menjadi taruhannya." Keringat dingin terlihat mengalir di dahi Natan. Ini adalah kali pertamanya gugup semenjak memasuki Dungeon Tower.
Dungeon Boss yang dihadapinya selama ini masih sangat mudah untuk dikalahkan, karena itulah ia tidak terlalu gugup atau khawatir. Namun tidak dengan monster setelah ini yang akan muncul, itu adalah monster yang dikatakan memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar, mungkin setara dengan nuklir.
Ayumi menganggukkan kepalanya, dan menancapkan White Magic Wand pada permukaan tanah, seraya membuka Wizard Book's. "Magic Barrier! Aktif!" Ia merentangkan kedua tangannya, dengan Wizard Book's yang melayang di depannya.
Angin mulai bertiup kencang seperti pedang tajam yang menebas apa pun di sekitar, membelah tanah dan melukai Wyvren. Perlahan, molekul cahaya biru mulai terlihat mengelilingi Absolute Defense, dan membentuk belasan pelindung yang sangat kuat seraya mendorong Wyvren untuk pergi menjauh.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Natan tanpa menoleh dan memfokuskan perhatiannya pada Wyvren yang terluka.
"Sudah!" Keduanya menjawab secara bersamaan dan dengan suara lantang.
__ADS_1
Natan mengangguk kecil, kemudian menarik pelatuknya, melepaskan Peluru Mana dari Sako TRG.
Peluru Mana itu melesat seperti cahaya, bergerak cepat mengarah pada luka pada bagian mulutnya yang tidak bisa ditutup.
"Bullet Explosion!"
Duarr!
Kepala Wyvren meledak menjadi bubur daging dengan api yang membumbung tinggi membakar bagian atas monster.
[Membunuh Wyvren (10/10) Clear]
[Menunggu Flame Dragon Respawn]
[10 ... 9 ... 8 ... 7 ... 6 ... 5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1]
"Groahhh!"
Terdengar suara monster yang sangat keras, membuat daratan mulai bergetar meski tidak terlalu kuat. Kemudian terlihat sebuah bayangan yang sangat besar dan luas di permukaan tanah.
Natan, Ayumi dan Erina menengadahkan kepala melihat ke langit, terlihat sebuah naga besar berwarna hitam dengan mata merah menyala bagaikan bola lampu. Memiliki sisik lebar dan tebal, terlihat sangat kokoh dan sulit untuk ditembus.
~Informasi~
[Nama : ???]
[Ras : Monster - Dragon - Flame Dragon]
[Jenis : Young Dragon/Dungeon Boss Lt.55]
[Level : 300]
[HP : 1.267.278]
[MP : 125.000]
[???]
Natan membelalakkan matanya saat melihat informasi yang dilihatnya. Naga yang dihadapinya kali ini bukanlah naga dewasa, melainkan naga muda. Terlintas ia terpikirkan apakah akan ada naga lain di luar sana, yang lebih kuat dan mungkin saja akan muncul Dragon King.
"Apakah kau serius?"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...