
Natan mendarat dengan posisi berlutut seraya membawa Assault Rifle yang diarahkan pada monster-monster di depannya. Ia sudah menggunakan peredam suara agar tidak terlalu bising yang mampu menarik perhatian monster lain.
Hanya dengan satu tembakan peluru, Natan berhasil membunuh monster-monster yang ada.
Natan berdiri setelah berhasil mendarat dengan baik dan membunuh monster. Kemudian ia terus berjalan seraya membuka jalan dengan tenang, ia tidak panik sama sekali dan tidak berlari dalam situasi seperti ini. Bahkan jika ia kesulitan dan tidak sempat mengganti magazen, ia hanya perlu berubah menjadi bayangan.
Kiri dan kanannya banyak monster yang terus mendekati, mencoba meraih pakaiannya dan bahkan menggigitnya dari belakang.
"Terlalu lama." Natan mengeluarkan Lightning Spear dari Inventory List. Equipment Lv.80, tapi memiliki daya tahan yang tinggi setelah ditempa ulang.
Natan menancapkan Lightning Spear di tanah seraya terus menembak secara memutar untuk membuka ruang di mana ia berada di tengah-tengah Gelombang Zombie.
Ketika sudah menembakkan beberapa puluh peluru dan hanya tersisa satu peluru, Natan menembakkannya ke langit. Kemudian ia mengaktifkan kemampuannya, Bullet Rain.
Peluru mulai jatuh bagaikan hujan, meski tidak terlalu padat dan banyak.
Natan mengambil Lightning Spear yang menancap di tanah seraya mengalirkan Mana di dalamnya, terlihat ada petir yang mulai muncul di tombak itu.
Ia mengayunkan tombaknya dengan cara memutar tubuhnya. "Curved Shot!"
Boom! Boom! Boom!
Petir menyambar saat ia mengayunkan tombak dan peluru yang jatuh mulai berpencar ke segala arah yang cukup jauh dari Natan, yang tidak lama setelah jatuh mengenai daratan, peluru itu memancarkan cahaya merah.
Cahaya merah itu terus membesar dan ada sinar seperti laser berwarna oranye dari dalam peluru, kemudian meledak sangat keras dengan api yang membakar.
Api menyala semakin besar dengan asap hitam yang membumbung, serta ada aroma busuk yang sangat menyengat meski ia sudah mengenakan masker wajah.
Natan berbalik mengarah ke timur, ia memanfaatkan keadaan yang kacau ini untuk melarikan diri dari Gelombang Zombie seraya terus melihat Mapping untuk mengeceknya.
"Ganti magazen."
Natan mengganti mengisi amunisinya yang sudah habis, lalu ia terus menembakkan peluru ke depan. Tidak sembarang menembak, ia menembak tepat di kepala monster sehingga bisa terbunuh dalam sekali serang, sangat mudah untuk mengetahui keberadaan monster di dalam asap tebal.
Appraisal.
Gelombang Zombie di depannya terus berkurang, tapi tidak di bagian belakangnya yang memiliki level lebih tinggi.
Natan mengeluarkan granat api yang terbuat dari minyak bumi yang dimasukkan ke dalam botol dan ada sumbu yang keluar. Ia menyalakan api pada sumbunya, lalu melemparkannya ke belakang.
Boom!
Granat api pecah, mengakibatkan meluasnya kobaran api yang membakar monster-monster, mengurangi darah dan membunuhnya.
__ADS_1
"Shadow Movement."
Pergerakan Natan meningkat pesat bagaikan bayangan hitam yang berlari dari dalam kobaran api yang sangat panas. Ia terus berlari dengan kecepatan penuhnya seraya terus melemparkan granat api ke belakang, membunuh Gelombang Zombie.
Hingga beberapa menit berlalu, ia berhasil membunuh semua monster dan meninggalkan tempat kejadian dengan selamat.
Saat ini Natan sedang duduk di tepi danau di taman kota untuk mendinginkan tubuhnya yang terasa sangat panas setelah tinggal cukup lama di dalam kobaran api, meski ia tidak mengalami luka bakar pada kulitnya.
Tubuhnya sudah basah bermandikan keringat serta ada aroma asap yang menyengat di sekujur tubuhnya, tapi yang dikalahkan oleh aroma amis dan busuk.
Akhirnya Natan memutuskan untuk masuk ke dalam danau.
"Tadi itu terlalu berisiko," ucap Natan yang berendam di pinggiran danau.
Belasan menit kemudian setelah memasuki danau, akhirnya ia keluar dari dalam air danau untuk berjemur di bawah terik matahari agar tubuhnya mengering. Ia hanya mengenakan celana pendek di atas lutut tanpa mengenakan perlengkapan lain.
Natan merentangkan kedua tangannya dan menengadahkan kepalanya saat kedua matanya tertutup. "Sangat nyaman. Bau menyengat juga sudah hilang, aku tidak boleh membiaskan diri dengan aroma busuk itu ..."
Natan terdiam sejenak dengan mata yang terbuka, lalu tersenyum ringan dan kembali berucap, "Bagaimanapun, Calista sangat menyukai aroma tubuhku, jadi aku tidak boleh membiarkan tubuhku kotor atau terluka."
[Calista] [Natan! Jangan mengabaikan ku!]
Layar interface muncul di depan matanya, ada pesan dari Calista yang sangat marah padanya. Ia menekan tombol panggilan telepon di 'Message'.
"Akhirnya kau meneleponku!"
Natan tertawa kecil ketika mendengar suara Calista yang marah, namun terdengar sangat indah di telinganya. "Apakah kau merindukanku? Aku baru meninggalkan kalian selama delapan jam."
Tidak ada balasan dari sana untuk beberapa saat, hanya ada suara gerutu yang terdengar kesal. Hingga akhirnya Calista kembali berbicara, tapi tidak dengan suara keras dan marah, melainkan lembut.
"Di sini membosankan, aku ingin bertemu denganmu secepatnya."
"Bukankah di sana ada monster yang menyerang? Kau bisa berburu monster untuk meningkatkan level dan pengalaman."
Natan berbagi penglihatan dengan Kuro dan Kori yang sengaja ia tinggalkan di Armonia Guild, dan ia melihat banyak monster yang menyerang. Tapi, Calista tidak pergi, dari pagi sampai sekarang hanya berdiam di dalam kamar.
"Monster di sini tidak terlalu kuat ..." keluh Calista.
Natan tersenyum tipis. Ia mengubah sistem panggilan menjadi video call, yang mana sistem panggilan ini hanya bisa berfungsi jika pihak lain menyetujuinya.
Tidak membutuhkan waktu lama, baru ia mengganti sistem panggilan, Calista langsung menyetujuinya.
Natan bisa melihat Calista yang tengah duduk di tepi tempat tidur, kepalanya tertunduk ke sisi lain dan matanya menjelaskan rasa kesepian. "Bukankah kau sudah mengizinkannya?"
__ADS_1
"Tapi ..."
"Aku akan menuruti semua keinginanmu saat aku kembali."
Calista mendongak menatap Natan melalui panggilan video, wajahnya tidak lagi muram dan terlihat sangat bahagia, atau lebih tepatnya seperti sudah merencanakan ini. "Janji!"
Natan terdiam tidak bisa berkata-kata, merasa tertipu dengan ekspresi yang ditampilan Calista. Ingin sekali ia datang kembali dan memberinya pukulan kecil di dahinya. "Baiklah, aku janji, tapi jika itu masih dalam jangkauan ku. Aku tidak bisa melakukan hal yang berbahaya."
Calista tersenyum cerah menanggapi penjelasan Natan. "Tidak masalah!"
Natan tersenyum hangat melihat Calista yang sangat cantik, lalu menutup panggilan setelah cukup berbicara.
"Aku juga harus bersiap-siap dan kembali bergerak, aku harus mencari tempat yang aman sebelum malam," ucap Natan yang mulai mengenakan pakaian beserta perlengkapan berburunya.
***
Rabu, 17 September 2025
Sudah dua hari semenjak Natan meninggalkan Longquan Mountain, hanya tinggal beberapa kilometer lagi untuk sampai di pusat Kota Chongqing. Ini lebih cepat dari waktu yang ia targetkan, karena ia tidak ingin menghabiskan waktu terlalu laman di jalanan.
Natan selalu memberikan kabar pada orang-orang di Armonia Guild yang menantinya pulang.
Setelah selesai melakukan panggilan dengan Calista saat hari pertama, mereka mulai kembali berburu untuk meningkatkan level. Entah berburu monster yang naik ke gunung atau di Dungeon.
Kali ini ia sudah berada di salah satu gedung yang masih berdiri kokoh, meski banyak kaca-kaca yang sudah pecah ataupun berlubang. Ia berdiri di atap gedungnya, memandangi ke arah timur menggunakan teropong jarak jauh.
"Apakah itu?" Natan melihat sebuah tembok yang setidaknya setinggi tiga puluhan meter, terbuat dari Sihir Tanah.
Tapi yang menjadi perhatiannya, bukan bagaimana shelter itu dibangun atau berapa banyak jumlah pengungsi di sana. Ia sangat tertarik dengan monster-monster yang mengelilingi tembok, saling menindih untuk mencoba naik ke atas tembok.
"Cukup jauh." Natan menurunkan kedua tangannya.
"Mungkin tiga kilometer dari tempatku berada. Sako TRG Mana bisa menjangkau monster dalam jarak itu, tapi tidak dengan senjata yang aku gunakan ini." Natan melihat Assault Rifle AR-15 yang menggantung di lehernya.
Natan melangkah mundur meninggalkan tepi gedung, ia merasa belum waktunya untuk menyerang monster ataupun mendatangi shelter. Ia akan menyerang monster dari kejauhan saat malam hari, dan akan pergi ke shelter pada pagi hari.
Untuk sekarang, ia ingin beristirahat setelah berlari cukup lama dan melompat ke atas gedung.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1