
—Minggu, 28 Desember 2025—
Firasat buruknya terbukti dan ini termasuk bencana yang mengerikan. Hanya dalam satu malam, langit sangat gelap tanpa adanya cahaya, suhu turun tajam sampai di bawah titik beku, dan jarak pandang sangat pendek.
Armonia Guild harus menggelontorkan dana untuk membuat penerangan dan itu pun hanya sebatas Longquan Mountain. Tidak seluruhnya karena Batu Sihir sangat mahal.
Karena hal ini, rencana awal Natan yang ingin bepergian, terpaksa harus ditunda sampai waktu yang tidak diketahui. Dia hanya bisa menunggu di rumah, memeluk istri-istrinya untuk menghangatkan tubuh.
Tapi Natan tidak menganggur, dia tetap memanfaatkan Skeleton Squad untuk berpatroli dan membunuh monster-monster. Skeleton bisa menggunakan keahliannya seperti Appraisal, Distance Vision, Night Vision dan Sharp Eyes yang berguna dalam kegelapan.
Walaupun Natan hanya menggunakan Mana untuk membangkitkan skeleton, tapi dia tetap memiliki beban tersendiri. Dia harus mengamati 1.260 tab layar interface di depannya untuk mencari informasi melalui skeleton.
Pada saat ini, semua anggota Armonia Guild berkumpul di Aula Istana, bersama dengan Ketua Departemen dan Keluarga Alexander.
"Agatha."
"Di sini, Ketua." Agatha membungkuk di samping Natan dengan maksud memberi salam dan hormat.
"Bagaimana laporan keuangan dan ekonomi semenjak aku tidak ada?" Walaupun Natan bisa melihat banyak uang di penyimpanan guild, tapi masih banyak uang yang tidak disimpan di inventaris.
Agatha membuka tablet dan membacakan laporan. "Keuangan kita terus bertambah dan semua uang itu bisa memberikan makan selama sepuluh ribu tahun untuk semua orang, tapi kita tahu makanan dari Toko Pengembara tidak layak dimakan. Adapun ekonomi, meski badai salju dan badai matahari datang, ekonomi masih terus berjalan dengan baik karena peternakan, pertanian dan perkebunan yang kita kelola ..."
"Tapi karena bencana yang datang tiba-tiba ini, perputaran uang di kota terhenti. Banyak toko yang tutup. Walaupun kita bisa melakukannya di kota bawah tanah, tapi tempat itu dikhususkan untuk hiburan dewasa, jadi tidak berdampak banyak bagi kemajuan ekonomi."
"Menurut laporan dari Departemen Pertanian, Peternakan dan Perkebunan. Mereka masih bisa bekerja, dan alat sihir yang kita kembangkan bisa mempercepat proses pertumbuhan meski dalam bencana seperti ini."
Natan mengangguk kecil, kemudian dia meminta semua Departemen untuk memberikan laporan. Terutama Departemen Blacksmith, Departemen Alkimia dan Obat, Departemen Alat dan Sihir, Departemen Pertahanan, Departemen Penyerang.
Selama dia tidak ada di sini, banyak monster kuat yang menyerang membabi buta, tapi untungnya semuanya masih di bawah kendali.
Natan menghela napas dan bersandar pada sandarkan kursi. Dia menutup matanya seraya memijat tulang hidung di antara matanya.
"Natan! Lihat Tab No.873!" Adrian yang duduk di Kursi Luar, menunjuk tab layar interface.
Kursi Luar adalah tempat duduk yang mengelilingi Kursi Utama (Kursi Ketua Guild, Anggota Inti dan Ketua Departemen). Kursi Luar diisi oleh anggota Armonia Guild yang baru bergabung dan Keluarga Alexander.
__ADS_1
Pengaturan posisinya adalah meja sepanjang sepuluh meter dengan lebar tiga meter. Natan berada di tempat pusat yang menghadap ke pintu keluar, Ketua Departemen di kiri-kanan. Kursi Luar duduk di belakang Ketua Departemen dengan meja tersendiri untuk setiap orang.
Natan melambaikan tangannya, membuat Tab No.873 yang melayang di belakangnya berpindah ke tengah-tengah meja. Dia melihat bahwa salah satu skeleton sudah tiba di daratan es yang merupakan Antartika, dia mengirimkannya ke sana untuk mencari tahu apakah ada keanehan.
Memang, dia bisa melihat bahwa hanya tempat ini yang berbeda di mana tidak gelap, melainkan terang seperti di siang hari.
Whooooosh!
Kilatan cahaya merah melesat, membelah udara dan menghancurkan skeleton yang dikirim.
Tab No.873 kehilangan koneksi, hanya memperlihatkan layar hitam.
Hal ini mengejutkan semua orang yang hadir di Aula Istana. Serangan barusan terjadi secara tiba-tiba tanpa ada peringatan sama sekali, dan tahu-tahu sudah ada ledakan yang menghancurkan skeleton.
"Apa itu tadi?" Natan melihat semua orang, memastikan bukan hanya dirinya yang tidak mengetahuinya.
"Dari kehancuran yang tiba-tiba, ada kemungkinan itu adalah monster di atas Level 800." Harlod mengungkapkan pengamatannya yang hanya didasarkan pada “Kemungkinan”.
Natan menganggukkan kepalanya, walau dia tidak terlalu percaya, tapi tidak masalah untuk menampung jawaban dan memikirkannya kembali.
Natan menoleh ke kiri menatap Brianna yang duduk di sampingnya. "Ibu tahu siapa mereka?"
Brianna menggelengkan kepala sebagai respon atas pertanyaan itu.
"Ras Iblis."
Jawaban itu menarik perhatian semua orang, mereka melihat Ainsley yang muncul di belakang Natan.
"Apa maksudnya?" Natan tidak terlalu mengerti jika hanya sesederhana itu, dia ingin meminta penjelasan yang lebih lengkap.
Ainsley berjalan di depan Natan dan ingin duduk di pangkuan Natan, tapi tidak jadi sehingga berbagi tempat duduk dengan Brianna. "Beberapa hari lalu, kami kecolongan. Celah dimensi terbuka di Antartika, karena serangan monster di luar terlalu sering, kami baru bisa mengeceknya setelah bencana ini datang. Ras Iblis sudah merencanakan sesuatu di sana, mereka membunuh manusia dan monster untuk mengambil sumber daya, lalu membangun alat untuk membuka dimensi dan menghubungkan dua dunia."
"Level mereka di atas 700, aku sudah membunuh empat dari enam. Satu masih berjaga di sana, dan satu lainnya melarikan diri saat bertemu denganku di Afrika." Ainsley tersenyum tipis setelah mengatakannya, dia menepuk paha Natan.
Natan mengangkat alisnya. "Untuk apa senyum itu? Kau meminta pujian?"
__ADS_1
Ainsley mendengus dingin. "Apakah seperti bicaramu? Sebelumnya kau sangat lucu, kau bahkan meminta peluk dan gendo—"
Natan membungkam mulut Ainsley agar tidak berbicara lebih jauh tentang hal memalukan sebelumnya.
Ketua Departemen dan Keluarga Alexander saling memandang, mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi tentang pembicaraan Natan dan Ainsley selain tentang Ras Iblis.
Natan batuk beberapa kali tanpa melepaskan tangannya dari mulut Ainsley. Dia memandang semua orang yang menatapnya. "Untuk sekarang, penjagaan mundur satu tembok, biarkan bagian luar dijaga Skeleton Squad. Kemudian gunakan semua Batu Sihir untuk mempertahankan pencahayaan sampai semuanya kembali seperti semula. Mungkin ini akan menghabiskan simpanan kita, tapi lebih baik daripada tinggal di kegelapan seperti ini."
Natan melihat semuanya, dan saat memastikan tidak ada yang menyangkal keputusannya, dia mengangguk kecil. "Itu saja pertemuan kali ini. Jika ada masalah, langsung datang untuk memberi laporan."
Ketua Departemen berdiri, menghadap ke arah Natan dan membungkukkan badan dengan tangan kanan menyilang di depan dada. Kemudian mereka berbalik menuju pintu keluar setelah menyusun kursi masing-masing.
Keluarga Alexander meninggalkan Aula Istana diikuti oleh Brianna.
Natan ingin bergabung, tapi dia membatalkan niatnya karena dia tidak terlalu terhubung dengan Keluarga Alexander. Jika bukan karena ibunya, mungkin dia tidak akan mendatangi mereka di Inggris dan membiarkannya mati di sana.
Natan menoleh menatap Ainsley yang masih di sampingnya. Dia heran mengapa ibunya membiarkan Ainsley di sini, biasanya ibunya akan selalu menarik Ainsley agar tidak berdekatan dengannya.
"Apa yang harus kulakukan, haruskah aku menyerang ke Antartika?"
"Dengan kekuatanmu yang sekarang?" Ainsley mengangkat sebelah alisnya. "Kau pasti mati, dan aku tidak menginginkan hal itu."
"Bukankah kau terlalu kasar mengatakan aku pasti mati."
Ainsley mendengus dingin. "Kau sendiri menyebutku “Bibi”, bukankah itu juga kasar."
Natan terdiam sejenak seraya menggaruk kepalanya. Dia batuk beberapa kali, lalu mengalihkan pembicaraan. "Jadi, apakah aku harus berdiam diri menunggu kematian di sini tanpa berbuat apa-apa?"
"Kau bisa mengirim semua skeleton untuk berburu saat kau berada di sini. Sekarang aku harus pergi mencari iblis yang melarikan diri." Ainsley menepuk pundak Natan saat dia berdiri, lalu meninggalkan tempat tanpa menunggu Natan membalas.
Natan menggaruk pipinya saat tersenyum pahit. "Bukankah itu artinya aku tidak melakukan apa pun?"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...