Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 126 : Datang ke Markas


__ADS_3

"Apakah kau mengerti cara merakit atau membuat senjata api? Dari cara kerja, bubuk mesiu dan lain sebagainya. Jika bisa, apakah kau tahu cara kerja tank?" Natan ingin menambah pertahanan di Armonia Guild—untuk menjadi yang terkuat dan mampu melawan Monster Ancestors.


Walaupun tidak bisa mengembalikan dunia seperti sedia kala, setidaknya bisa menghilangkan bahaya yang bisa menghancurkan Bumi.


Adrian menganggukkan kepalanya ketika berdiri seraya menepuk-nepuk salju yang menempel. "Kebetulan, aku memiliki posisi sebagai teknisi, dan, aku mendapatkan Job Blacksmith. Aku bisa menciptakan senjata dari awal ..."


Adrian berhenti saat melihat wajah Natan bahkan sampai ada kerutan di dahinya. "Kau terlihat tidak asing ..." Ia terus mengamati, kemudian tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha! Tidak mungkin, keponakanku sudah tidak ada kabar selama empat belas tahun! Dia berada di Indonesia, tidak mungkin di Rusia!"


Adrian berbalik membelakangi Natan. "Siapa namanya? Na, Na, Natan Alexander?"


Bagaikan petir yang menyambar, tubuh Natan gemetaran karena mendengar apa yang dikatakan Adrian. Kemudian, nama pria paruh baya di depannya adalah Adrian Alexander. Ia mengira itu hanya kebetulan, tapi setelah mendengarnya lebih rinci, ia tahu bahwa mereka berdua memiliki hubungan.


Dengan bibir gemetar, Natan berkata dengan getir, "Aku, namaku Natan Alexander. Ibuku, Brianna Alexander. Ayahku, Agam Indra Kumar."


Adrian berbalik menatap Natan dengan mata yang melebar; rahangnya bergetar seperti orang yang menangis sesenggukan; air mata di matanya mulai jatuh.


"Tunggu! Buktikan jika kau adalah Natan ..." Adrian berhenti seperti suaranya tercekat oleh kerikil yang masuk di tenggorokannya, menahan suaranya untuk keluar saat melihat Natan memperlihatkan sebuah foto.


Foto yang dibawa Natan adalah foto dari dalam kamarnya. Ia tidak ingin foto itu rusak, sehingga menyimpannya di Inventory daripada meninggalnya di Istana Guild.


"Apa yang terjadi?! Mengapa kalian tidak ada kabar?!" Adrian memegang pundak Natan dan mengguncangnya.


Natan melepaskan tangan Adrian dari pundaknya, kemudian menjelaskan semuanya. Dari awal ia kehilangan orangtuanya, harta yang ditinggalkan diperebutkan sampai harus tinggal sendirian. Kemudian alasan mengapa ia pergi dari Indonesia, dan alasan mengapa pergi ke Rusia.


Adrian tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya menatap sedih Natan yang harus melakukannya sendirian selama ini. Tidak pernah terpikirkan olehnya, anak kecil berusia empat tahun akan tumbuh sebesar ini dan sangat mahir menggunakan senjata api. Pasti, jalan yang dilalui sangat berat dan bercabang.


Bagaimanapun, untuk mempertahankan sikapnya saat kecil tanpa dukungan orang terdekat, itu sangat sulit.


"Jadi, kau ingin ke Inggris untuk mengetahui semuanya?" Adrian kembali membuka suaranya setelah tenang.


Natan tidak menjawab, tapi menganggukkan kepala dan menatap Adrian dengan tegas.

__ADS_1


Adrian terdiam sejenak, kemudian menghela napas panjang. Ia menenggak coklat panas yang diberikan oleh Natan padanya, lalu berkata dengan serius, "Iya. Kita adalah keluarga Alexander yang berkuasa di Inggris. Kata-kata dari Kakek, adalah mutlak. Dia bisa memengaruhi perekonomian dunia, tapi kita bukan keluarga seperti itu, kita menjalankan bisnis dengan adil dan tetap merendah ..."


"Keluarga kita tidak memaksa setiap orang harus menjalankan bisnis, dan karena aku menyukai militer, aku bepergian untuk mencari pengalaman, dan berakhir di sini sebagai tentara bayaran."


Adrian menoleh ke kiri menatap Natan yang sedang mengusap Sako TRG Mana. "Jika kau ingin pergi, bisakah aku ikut? Aku ingin melihat bagaimana putriku di sana, semenjak dunia seperti ini, aku belum pulang dan belum mendapatkan kabar."


Jika itu adalah orang lain, Natan akan menolaknya dan meninggalkannya. Tapi yang memintanya untuk pergi adalah Pamannya sendiri, Kakak dari Ibunya. Tentu tidak mungkin ia menolaknya, dan memang akan lebih mudah jika ada orang yang menuntun pergi ke keluarga Alexander.


"Baiklah ..." Natan menganggukkan kepalanya. Kemudian menambahkan dengan suara serius, "Tapi, aku harus memusnahkan Human Chimera. Tidak baik jika mereka berlambangkan, karena bisa merusak Bumi lebih parah lagi."


Adrian tidak menolaknya kali ini. Ia hanya menganggukkan kepalanya mengikuti keinginan Natan tanpa bertanya lebih lanjut alasan mengapa Human Chimera harus dihilangkan.


"Berapa lama?" Natan ingin bersiap-siap terlebih dahulu jika jaraknya masih jauh.


"Sepuluh mil," jawab Adrian.


Natan menganggukkan kepalanya, lalu menghentakkan kakinya di atas salju. Tiba-tiba ada getaran di bawah kakinya dan bayangannya bergerak-gerak, kemudian terlihat ada kerangka tulang yang merupakan Mammoth Tank sedang merangkak keluar.


Rengga juga sudah terpasang di punggung Mammoth Tank, bahkan dengan atap maupun gorden yang menutupi bagian sisinya.


Adrian tersentak ketika mendengar panggilan dari Natan. Ia mengatur napasnya agar tenang dari kejutan yang tiada henti-hentinya, kemudian melompat ke atas Rengga dan duduk dengan tenang di sana. Awalnya ingin tetap tenang, tapi saat baru masuk, ia sudah disambut oleh kompor, sayuran segar, daging dan lain sebagainya.


Yang dimakannya setelah Kehancuran Dunia, hanyalah roti kering dan daging kering yang disediakan dari NPC Shop. Tidak pernah terpikirkan olehnya dapat memakan daging normal. Memang di pangkalan ada daging, tapi daging itu terbuat dari monster yang dikombinasikan dengan pohon, sehingga pohon itu berbuah daging.


"Ayo Paman, kita makan hotpot. Ini lebih mudah karena bisa menentukan bumbunya sendiri dan tingkat kematangannya."


Adrian menganggukkan kepalanya saat matanya melebar, kemudian mengambil lembaran daging menggunakan sumpit, namun karena tidak mahir, akhirnya ia menggunakan garpu.


"Apa yang akan kau lakukan setelah datang ke keluarga Alexander?" tanya Adrian.


Natan berpikir sejenak saat mengunyah daging. Kemudian menjawabnya setelah menelannya, "Mungkin, aku akan kembali ke China. Di sana ada teman-teman dan orang berharga yang menunggu, mereka yang menemaniku di hari kedua saat Kehancuran Dunia sampai sekarang. Tidak mungkin aku meninggalkan mereka. Apalagi ..."

__ADS_1


Natan terdiam, memikirkan kata yang tepat. "Tiga istriku berada di sana."


"Puff!" Adrian tidak bisa menahan kejutan dari ucapan Natan. Tidak menyangka keponakannya yang baru berusia 19 tahun, sudah memiliki istri, bahkan tiga sekaligus.


Adrian menyeka kuah di bibirnya. "Luar biasa, aku salut padamu." Ia memberikan pujian dengan jempolnya. Kemudian berkata dengan suara pelan, "Kau pasti memiliki stamina yang kuat, apa rahasiamu."


Natan tidak menjawabnya, hanya senyum teka-teki di wajahnya. Tidak mungkin ia memberi tahu mengapa ia bisa memiliki stamina yang besar, tapi jika ada yang mengatakannya bahwa ia menggunakan obat, ia akan memukulnya langsung.


***


Keesokan Harinya


Natan membuka matanya dari tidurnya dengan posisi duduk memeluk senjata. Ia menyelipkan kepalanya keluar melalui gorden, melihat bahwa mereka sudah berada di tempat berbeda. Tempat di sekitar mereka dipenuhi dengan lebih banyak salju, dan tidak ada pepohonan.


Natan membiarkan Skeleton Fire Dragon untuk terbang di langit. Ia ingin mencari informasi tentang Tentara Bayaran yang tidak jauh dari mereka.


Pandangannya menangkap sebuah markas yang berada di atas gunung, dan yang lainnya berada di kaki gunung, bahkan ada juga di lereng. Sepertinya ada tiga markas dan Adrian berasal dari kaki gunung.


"Paman, apakah kau tahu jika ada markas lain?"


"Markas lain?!" Adrian sedikit berteriak saat sedang duduk di luar.


Natan menganggukkan kepalanya kemudian menjawab, "Iya, aku melihatnya di lereng dan puncak gunung. Dari kelihatannya, sepertinya itu markas yang baru dibangun. Hampir semua orang di sana adalah Human Chimera."


Adrian terlihat cemas ketika mengetahui hal ini. Ia yang hanya berada di markas bawah, merasa takut karena level mereka sangat tinggi, dan apabila markas di atasnya ikut bergabung, bukan hanya ia dan Natan tidak mampu melawan, bahkan mereka berdua mungkin saja akan menjadi bahan percobaan.


Natan yang tidak mendapat balasan, tetap meminta Mammoth Tank untuk bergerak tanpa menundanya lebih lama. Ia ingin menyelesaikan urusan dengan Human Chimera, kemudian melanjutkan perkataannya ke Inggris.


Untuk masalah Adrian, Natan masih belum terlalu percaya. Ia akan mengetahui kebenarannya setelah sampai di sana, jika ia menemukan Neneknya masih ada, setidaknya hanya fotonya, maka ia akan percaya bahwa keluarga Alexander memang Alexander nama belakangnya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2