Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 247 : 5 Tahun Lagi


__ADS_3

Monster yang tidak diketahui itu bergerak, melayang beberapa meter di atas permukaan air, tapi setia kali ia bergerak, air di belakangnya akan bergolak membentuk buih dengan uap panas yang naik ke langit.


Natan menggunakan sniper, meski kemampuannya ini tidak terlalu berguna untuk monster semacam ini, tidak ada salahnya untuk mencoba.


Brianna tersenyum hangat saat melihat Natan yang berdiri di depannya untuk melindunginya. "Sayang, biarkan Ibu yang melawannya." Ia mengusap kepala Natan, lalu memeluknya hangat dari belakang.


Natan terdiam, dia tersenyum dan mengangguk. "Baik, Ibu. Tapi hati-hati, selain istri dan anak, Ibu adalah orang paling berharga bagiku."


Brianna tersenyum hangat, dia mengecup pipi Natan. "Terima kasih, tapi Ibu kuat. Sana, bermain dengan anak-anakmu."


Natan mundur selangkah, membiarkan ibunya pergi melawan monster. Saat dia ingin berbicara, tiba-tiba dia melihat ibunya terbang meninggalkan daratan. Walaupun dia bisa terbang dengan perlengkapan yang dibuat oleh Ayumi, tapi kecepatannya sangat lambat dan tidak cocok untuk bertarung di langit. Tapi...


Brianna terbang di langit, sosoknya tidak terlihat terlalu jelas, hanya bayangan kabur bahkan dengan kemampuan penglihatan Natan yang luar biasa.


Monster yang tidak diketahui namanya itu merasakan ancaman yang tidak dapat dijelaskan, ia mengedipkan mata besarnya, lalu salah satu diri yang berada di tubuhnya melesat sangat cepat sampai tidak bisa melihatnya dengan jelas.


Bang!


Tidak tahu apa yang terjadi, tapi tiba-tiba dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar; gelombang kejut menyebar ke segala arah, membuat awan menghilang dalam sekejap dan lautan di bawahnya terlihat turun seperti berlubang.


Duri yang ditembakkan juga hancur berkeping-keping dan jatuh dari langit seperti salju hitam di siang hari.


Monster itu bergetar, ia ingin menyerang lagi dengan semua duri di tubuhnya, tapi sebelum ia bisa melepaskan serangan, tiba-tiba air di lautan membeku dalam sekejap mata.


Air laut membeku, tidak ada yang tersisa sama sekali, seolah zaman es datang dan jatuh di Lantai 38.


Kemudian, jarum es mencuat dari permukaan air laut yang membeku, itu menusuk langsung ke tubuh monster.


Tidak cukup di situ, bahan tidak memberi kesempatan kepada monster untuk lepas dari serangan, tiba-tiba api muncul di langit dengan seorang wanita yang berdiri di bawah nyala api.


Wanita ini secara alami adalah Brianna, dia mengangkat satu tangan dan memegang bola api yang sangat besar, seolah ada tiruan matahari yang muncul di Lantai 38.


Bola api itu bergetar, lalu mengeluarkan ledakan api yang membentuk ular. Ular yang terbentuk dari api itu jatuh melingkar seperti tangga spiral, itu bergerak cepat menuju monster yang tidak dapat bergerak, lalu melilitnya sangat kuat sampai membuat mata monster itu hampir pecah.


Monster itu tidak bersuara, tidak merasakan sakit, hanya tekanan di tubuhnya yang tidak berdampak banyak.

__ADS_1


Brianna yang berdiri di langit seperti berdiri di lantai, menurunkan tangannya perlahan.


Udara di sekitar nyala api mulai terdistorsi karena suhunya terus meningkat, bahkan warna api mulai berubah warna.


Grroooaahh!


Monster itu meraung dengan tubuh yang bergetar saat api yang melilitnya mulai menaikkan suhu, membuatnya merasakan panas yang luar biasa, bahkan matanya berubah merah sepenuhnya dan mengeluarkan darah.


Booom!


Tanpa memberi banyak waktu, api itu sepenuhnya menelan monster dan meledakkannya di dalam sehingga efek untuk sekitarnya tidak terlalu besar.


Natan yang melihat ini, terdiam tanpa bisa berkata-kata, bahkan meski dia pernah melakukan hal yang lebih luar biasa (menurutnya), tapi membunuh monster dengan cara ini memang sangat mengagumkan. Apalagi berdiri di langit seperti Dewa Abadi yang turun dari Surga seperti yang ada di novel-novel, itu membuatnya berangan-angan.


Tapi dia tahu, dengan levelnya yang baru mencapai Level 900, sangat tidak mungkin untuk mencoba terbang. Tapi, melihat ibunya yang terbang, bukannya kesedihan dan putus asa, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kekuatan hingga mencapai ketinggian yang sama dengan ibunya.


Brianna yang berada di langit, merasakan tatapan kagum putranya. Dia tersenyum manis, lalu pergi dengan kecepatan yang tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang dan tiba di depan Natan.


"Bagaimana? Ibu hebat?" Brianna tersenyum seraya mengibaskan rambutnya dengan tangannya.


Brianna tertawa kecil seraya menutupi mulutnya dengan tangannya, lalu mencubit pipi Natan dengan lembut. "Cukup, cukup, ayo pergi bersama. Mulai besok, Ibu akan melatihmu."


Natan mengangguk, dia tidak menolak latihan yang diberikan oleh ibunya, karena dia sendiri merasa peningkatan kekuatannya lebih cepat saat berlatih bersama.


...***...


—3 Tahun Kemudian—


Bertahun-tahun berlalu dengan cepat, tidak terasa hanya tersisa tujuh tahun lagi sebelum Pertempuran Penentu akan terjadi, dan bukannya dunia membaik, tapi makin buruk karena manusia yang awalnya menahan diri, tiba-tiba lepas kendali dan berbuat kehancuran karena ingin melepaskan semua keresahan, berbuat apa pun sebelum kematian datang.


Bahkan orang-orang yang tinggal di Kerajaan Armonia tidak terkecuali, tapi mereka ditahan saat itu juga. Orang-orang ini adalah mereka yang tidak optimis, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang berasal dari Gold Star Guild, Light of Eternity Guild dan Taiyang Guild.


Pemerintah Pusat terus mengirimkan pengungsi yang selamat, tapi tidak butuh waktu lama untuk dipulangkan.


Natan sendiri tidak menolak ada yang masuk, tapi harus mengikuti semua aturan yang ada, ikuti aturan Kerajaan Armonia, bukan Pemerintah Pusat.

__ADS_1


Namun masalah ini dia meminta bawahannya yang mengurusnya, dia sendiri hanya membaca laporan dan menandatangani.


...


Dalam tiga tahun ini, banyak yang berubah, Charles, Vera, Octavia dan Ling Wei mulai ikut pergi keluar dari Kerajaan Armonia dan memburu monster kuat di luar sana.


Jiang Shuya menjadi gadis kecil yang sangat cantik dan menarik perhatian, dia sangat pintar, dan memiliki bakat dalam pedang tunggal.


Natan sangat senang, dia bahagia saat melihat Jiang Shuya yang memperlihatkan tanda-tanda itu. Akhirnya, ada anaknya yang mengikuti kemampuannya.


Tapi, dia tetap harus berhati-hati, dia akan menjaga Jiang Shuya dengan baik dan terus mengarahkannya untuk mendapat Kelas yang sesuai. Jika bisa, dia ingin putrinya yang manis mengikuti jejaknya sebagai Assassin.


...


Tiga tahun, Brianna selalu kembali setiap dua bulan sekali, tidak seperti sebelumnya yang akan bertahan bertahun-tahun dan tidak pulang-pulang.


Kekuatan Brianna terus meningkat, dan hampir mencapai Keberadaan tingkat Keempat.


Berbicara tentang Keberadaan tingkat Keempat, Ainsley berhasil mencapai tingkat itu dan setara dengan Penjaga paling lemah.


Karena telah menjadi Keberadaan tingkat Keempat, Ainsley tidak perlu lagi mendengarkan perintah dari Penjaga di Bumi, dia bisa bergerak bebas di segala tempat.


Natan mendengar itu, dia terkejut, tapi dengan cepat pulih dan memberi selamat.


Dia sangat bersyukur, dan tentunya harus bersyukur karena Armonia Guild memiliki pelindung di balik layar yang merupakan Keberadaan tingkat Keempat dan hampir mencapai tingkat Keempat.


Tapi, dia juga merasakan tekanan yang membuatnya semakin liar dalam menaiki Dungeon Tower untuk membersihkan semua monster.


Walaupun berat dan melelahkan, tapi setiap kali pulang, dia merasa semua kesulitan dapat diatasi, dan semua kelelahan menghilang begitu saja.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2