
Hexagram kompleks sudah terbentuk mengitari Dungeon Tower. Ada 1 Hexagram Utama dan 6 Hexagram Bantu: 6 Hexagram Bantu berada di titik utara, timur laut, tenggara, selatan, barat daya dan barat laut; Hexagram Utama menghubungkan keenamnya menjadi satu kesatuan dan mengintarai Dungeon Tower.
Natan tidak mengerti hexagram sihir itu, tapi sepertinya Ayumi sedikit memahaminya. "Ayumi, kau mengerti?"
Ayumi memiringkan kepalanya dengan mata tertutup dan melipat kedua tangan di depan dada, dia merenung sebelum menjawab, "Ini sama seperti membuka pembatasan. Ayu menduga, dengan hexagram sihir ini, perkembangan Departemen Alat dan Sihir akan berkembang lebih tinggi. Kita bisa membuat Gerbang Teleportasi dengan lebih aman."
Wajah Natan dipenuhi keterkejutan, tidak berharap bahwa Ayumi akan sangat cerdas. Dia sendiri tidak meragukan kecerdasan Ayumi, hanya saja ini melebihi ekspektasinya. "Bisakah Ayumi membuatnya? Cukup sulit untuk bepergian melalui darat atau udara. Darat terlalu lama, dan udara terlalu tinggi, bahkan tekanan udara membuat sedikit kesulitan untuk bernapas."
Ayumi merenung untuk beberapa waktu, lalu mengangguk, tapi kemudian menggeleng. "Ya ... tapi untuk saat ini belum bisa."
Natan mengangguk, tetapi memilih untuk tidak bertanya lagi dan diam. Dia melihat Brianna dan Ainsley yang sudah menyelesaikan persiapannya.
Brianna hanya membantu dalam hal sederhana, yaitu menstabilkan Mana yang bocor atau sesuatu yang tidak diharapkan mungkin akan terjadi.
Natan mengamati apa yang akan dilakukan Ainsley untuk meningkatkan Dungeon Tower. Apakah itu akan menggunakan segel tangan seperti serial televisi masa kecilnya, yang mana serial televisi sihir berkedok ninja.
Tapi, apa yang dilakukan Ainsley tidak sesuai dengan bayangannya...
Ainsley melepaskan Mana kuat yang menyelimutinya seperti api yang membakar. Angin bertiup kencang seperti badai yang menerbangkan apa pun, rerumputan bertiup sampai jatuh mengenai tanah, pepohonan dengan daun lebat langsung gundul dalam sekejap mata.
Brianna mengarahkan kedua tangannya ke Dungeon Tower. Dia mengendalikan Mana Ainsley agar tidak bocor dan malah menganggu sekitarnya.
Hexagram Sihir itu bersinar dengan cahaya biru, dan ada kabut yang naik perlahan. Kabut itu merayap seperti rayap, mereka naik mengelilingi Dungeon Tower.
Ayumi mengerutkan keningnya. "Kakak, ada perubahan di Dungeon Tower. Ini seperti saat Kakak menggunakan Teleport."
"Wooo..." Natan menjadi semakin penasaran dengan hasilnya.
Dungeon Tower mengalami sedikit perubahan. Yang awalnya adalah tower batu berbentuk pilar berwarna cokelat, kini terlihat sedikit berubah keperakan dan ada ukiran-ukiran unik di permukaannya.
__ADS_1
Tiba-tiba, pusaran cahaya hitam terbuka di atas Dungeon Tower. Itu menurunkan cahaya biru yang memandikan Dungeon Tower.
Perubahan lain kembali datang, Dungeon Tower tidak lagi berbentuk pilar polos, sekarang terlihat ada batang besi aneh yang menyebar seperti dahan pohon. Batang besi hitam luas itu diselimuti oleh mantra-mantra, yang sepertinya digunakan untuk memperkuat Dungeon Tower agar tidak mudah ditembus oleh monster-monster yang akan ditingkatkan di dalamnya.
Dungeon Tower bergetar dan terlihat naik dari dalam tanah. Anak tangga mencuat dan menghubungkan antara tanah dengan pintu Dungeon Tower yang sudah berada 20-an dari permukaan.
Dengan ledakan, Dungeon Tower melebar dan menghempaskan angin kencang yang membuat Natan dan yang lain mundur sangat jauh.
Natan mendongak melihat Dungeon Tower yang tingginya telah meningkat seperti Burj Khalifa dengan diameter seperti lapangan sepak bola.
Hexagram Sihir di permukaan tanah telah menghilang total dan menyatu dengan Dungeon Tower. Mana yang berkecamuk juga kembali tenang dan tidak ada lagi fenomena seperti sebelumnya.
Brianna menghela napas dan menurunkan kedua tangannya. Dia duduk di tanah, dia kelelahan karena harus mempertahankan Mana Ainsley, dan itu sangat berat untuk ditanggungnya.
Natan datang menghampiri dan menawarkan air mineral dingin. "Ibu, ini."
"Aku tidak?"
Natan menoleh melihat Ainsley yang sama-sama kelelahan. Dia merenung untuk beberapa saat, tapi pada akhirnya dia membantu Ainsley untuk duduk dan memberinya air mineral.
Ainsley tidak menerimanya, melainkan membuka mulutnya.
Natan menghela napas tak berdaya, dia membuka tutup botol air mineral, dan membantu Ainsley meminumnya.
"Ngomong-ngomong, apakah semua orang bisa memintamu untuk meningkatkan Dungeon Tower? Mungkinkah ada syarat tertentu?" Jujur, Natan sedikit serakah tentang Dungeon Tower. Jika semua Player bisa meminta bantuan dari Ainsley, maka banyak Player level tinggi yang akan menggulingkannya.
Ainsley bisa memahami mengapa Natan bertanya tentang itu. Dia tersenyum dan menjawab, "Tidak semuanya, ada banyak syarat. Pertama, harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan memastikan tidak ada yang namanya Dungeon Break. Memiliki keuangan yang stabil karena ada perawatan di waktu tertentu. Kemudian yang utama, harus ada orang dalam ..."
"Orang dalam? Ini seperti melamar kerja. Yang kompeten akan kalah dengan status pendidikan, dan yang memiliki gelar akan kalah dengan orang dalam. Bahkan orang yang tidak kompeten dan pintar, tapi apabila ada orang dalam, dia bisa memiliki jabatan terbaik. Tidak peduli apakah pekerjannya buruk, karena dibawa masuk oleh orang dalam, kesalahannya akan ditutup-tutupi."
__ADS_1
Ainsley mengangkat sebelah alisnya. "Sepertinya kau sangat kesal dengan itu. Tapi ..." Dia menunjuk Brianna dan menambahkan, "Ibumu adalah orang dalam itu, hanya mereka yang dihidupkan dan yang berhasil memenuhi syarat untuk lepas dari Penjaga, baru bisa meminta bantuan untuk meningkatkan Dungeon Tower di Wilayah Guild."
Natan terdiam sejenak dan tersenyum canggung. Dia benci orang yang mengandalkan orang dalam, dan sekarang dia dibantu oleh orang dalam. Haruskah dia membenci dirinya sendiri?
"Itu bukan orang dalam, kami bekerja sama Aku mengumpulkan uang, dan Ibu mendapatkan izin." Natan menganggukkan kepalanya berkali-kali dan meyakinkan dirinya sendiri.
Ainsley menggelengkan kepalanya saat melihat Natan yang seperti itu, tapi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Natan melihat Ainsley yang pergi dan duduk di samping Brianna. Dia masih memiliki pertanyaan dan itu tentang Exp dan Gold. "Apakah Penjaga memiliki Alat Sihir yang saat membunuh monster, Alat Sihir itu akan mengubahnya menjadi Exp dan Gold?"
Ainsley tiba-tiba terdiam saat dia mengobrol dengan Brianna. Setelah ragu-ragu, dia memilih mengabaikan Natan.
Melihat gerak-gerik Ainsley, Natan sudah sangat yakin bahwa ada Alat Sihir yang bisa mengubahnya darah monster atau apa pun itu menjadi Exp dan Gold.
Tiba-tiba, pemikiran gila kembali terbesit di benak Natan. "Apakah, kami manusia ... dijadikan budak catur? Kami manusia membunuh monster untuk mendapatkan Exp dan Gold. Tapi, mungkin Penjaga sudah mengaturnya agar Exp dan Gold yang kami dapatkan, dipotong oleh Penjaga, sehingga Penjaga tetap bisa meningkatkan kekuatan meski hanya diam dan menonton."
"Bahkan jika Penjaga hanya mendapatkan 15% dari total Exp dan Gold. Dia tetaplah yang diuntungkan karena manusia di Bumi masih sangat banyak. Bayangkan, satu monster bisa memberikan 100 Exp, dan Penjaga mendapatkan 15 Exp. Jika ada 100 ribu orang, maka dia mendapat 1,5 juta."
"Aku merasa ..."
Natan tidak melanjutkannya dan menelan kata-katanya kembali, dia teringat akan Player yang menebak untuk apa Kehancuran Dunia datang, dan tidak lama setelahnya Player itu menghilang. Dia tidak ingin menjadi yang kedua, terbunuh hanya karena menebak.
Jadi, dia memilih untuk diam dan menunggu. Untuk saat ini, dia akan terus meningkatkan kekuatan dan mencari tahunya sendiri, memastikan apakah manusia di Bumi benar-benar dijadikan sebagai bidak catur.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1