Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 225 : Hutan di Reruntuhan Kota


__ADS_3

—Athena, Yunani—


Natan muncul di bawah pohon dengan dedaunan yang tipis, dia bersandar sebentar sebelum mengeluarkan semua orang dari dalam bayangannya.


Kemudian dia mengeluarkan 9 Mammoth Tank dan meminta Skeleton Knight untuk mengangkat Mammoth Castle yang sudah lama tidak digunakan.


Natan mengecup kening Vely, Calista, Olivia dan Xinmei, lalu meminta mereka untuk naik dengan hati-hati.


Olivia yang sudah naik dan berdiri di balkon, menyentuh dinding kayu, merasakan sentuhan kasar. "Sudah lama, awal kita berpetualang, kita menggunakan ini, butuh berbulan-bulan untuk pergi dari kampung halaman ke tempat ini."


Calista duduk di kursi goyang, bersandar dan menghela napas. "Kursi kesukaan Natan, ini sangat nyaman."


Liu Xinmei bingung saat baru pertama kali melihatnya, memang saat menyerang Earth of Eternity, dia pernah melihat ini, tapi belum pernah masuk.


Natan naik ke lantai dua, dia mendongak melihat lantai tiga yang digunakan untuk bersantai. "Sepertinya kita harus memperluas Mammoth Castle, lantai atas bisa diubah menjadi kamar tinggal untuk kita tidur. Kamar biasa di sini tidak mampu menampung kita berlima."


Kamar-kamar di sini berukuran 3 × 2,5 meter, tentunya tidak bisa menampung mereka berlima, bahkan kasur yang biasanya mereka gunakan berukuran 4 × 2 meter.


Vely tidak bisa tidak setuju, rumah ini memang harus direnovasi untuk hidup lebih nyaman. Adapun Giant Castle, tidak perlu menggunakan itu hanya untuk mereka berpetualang, bagaimanapun ukurannya terlalu besar dan menarik banyak perhatian.


Calista menyentuh dinding kayu dan menghela napas dengan emosi. "Sayang, rumah ini adalah buatan kita bersama, aku ingin menyimpannya apa adanya. Aku mohon, biarkan seperti ini."


Natan tersenyum hangat, dia berlutut di depan Calista. "Baik, apa pun yang Calista inginkan." Ia mengusap dan mencium perut Calista.


Calista mengusap kepala Natan, tapi matanya menangkap Jia Meiya yang memandang Natan untuk waktu yang lama. "Ada apa? Apa karena Liu Xinmei menikah dengan Natan, Kakak Xia juga ingin menikah dengan Natan?"


Jia Meiya melihat anak-anak bermain di bawah, kemudian menghela napas. "Jangan berbicara asal, aku sudah bahagia hidup sendiri."


Natan menghela napas, tapi dia tetap diam, tidak ikut campur dalam pembicaraan ini. Dia sendiri sudah tidak terkejut dengan ini, karena saat dia berkunjung ke guild-guild lain yang satu aliansi dengannya, ada pria yang menikahi sepuluh wanita secara langsung.


Jika sebelum Kehancuran Dunia, mungkin akan dikutuk, tapi sekarang biasa-biasa saja seolah itu normal. Bahkan ibunya mendukungnya untuk menikahi Liu Xinmei, meski tidak mendengarnya langsung, tapi dia melihat rekaman video saat ibunya bersama dengan Calista.


Adapun apakah dia akan menambah lagi, dia tidak tahu, bahkan jika iya, mungkin Ainsley. Bagaimanapun, Ainsley sudah pernah menyentuhnya dan menciumnya. Dia bahkan secara sadar memeluk Ainsley saat di Kota Surga sampai membenamkan wajahnya di dada Ainsley.

__ADS_1


"Natan, apakah staminamu meningkat?"


Mendapati pertanyaan dari Olivia, Natan sedikit kesal karena pertanyaan itu memiliki nada meremehkan. Dia menoleh menatap Olivia dan berkata, "Bahkan jika ada sepuluh sepertimu, aku bisa bertahan semalaman sampai pagi."


Olivia tersenyum misterius. "Berarti Natan ingin menikahi enam wanita lagi untuk membuktikannya?"


Natan tertegun tanpa bisa berkata-kata dan dia memilih menutup matanya, berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Olivia dan memilih membelai perut Calista.


"Lihat." Olivia menunjuk celana Natan dan berkata, "Dia membayangkannya, makanya itu berdiri."


Natan batuk seraya berdiri menghadap Calista dan membenarkan posisi senjatanya.


Calista menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. Dia sendiri tidak mempermasalahkan jika Natan sampai bernafsu, bagaimanapun, dia turut andil dalam membuat Natan seperti ini. Jika dulu malam pertamanya dengan Natan tidak membawa Vely dan Olivia, mungkin Natan tidak memiliki keanehan semacam ini di mana melakukannya dengan banyak wanita.


Tapi Calista tidak menyesalinya, karena Natan memperhatikan mereka dengan baik tanpa pilih kasih, semuanya setara.


Jia Meiya yang mendengar ini, hanya diam dengan kepala tertunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Natan melihat Ayumi, Erina dan Xia Feiya yang bermain pasir di bawah. "Kalian, cepat naik, kita akan berangkat."


Natan duduk di atas kepala Mammoth Tank, dia dalam keadaan siaga meski sudah ada Skeleton Archer dan Mage yang menjaga lantai dua dan atap.


Dia sedang mengendalikan skeleton yang berada di tempat sepi yang jauh, meminta mereka untuk membangun rumah baru. Bagaimanapun, rumah ini sangat kecil, tidak bisa menampung lima orang di kamar yang sama.


Dia berdiri lagi dan kembali ke balkon, dia melihat Jia Meiya masih di sana, tapi dia tidak terlalu peduli dan meminta Liu Xinmei untuk bangkit dari kursi.


Liu Xinmei tidak terlalu mengerti, tapi menurutinya. Kemudian, saat dia baru berdiri, dia ditarik Natan untuk duduk di pangkuan, dan dia merasakan pelukan hangat di perutnya. Dia terkejut, tapi kemudian bersandar di tubuh Natan dengan nyaman.


"Ngomong-ngomong, kita pergi ke pusat Kota Athena. Aku sudah mengirim Ksatria Lebah, di sana ada hutan aneh dengan pepohonan tinggi dan sinar matahari tidak bisa menembus kerapatan daunnya ..."


"Monster di sana sepertinya sangat kuat, kita akan pergi ke sana, tapi kita tidak langsung masuk, aku akan membiarkan skeleton untuk memeriksa bagaimana keadaan di sana."


Natan menutup matanya, melihat keadaan hutan melalui prespektif Ksatria Lebah. "Jika semuanya baik-baik saja, kita akan pergi ke sana, kita akan masuk dan memeriksanya langsung."

__ADS_1


"Apakah Natan mendapatkan sesuatu setelah mengawasinya?" Vely sangat penasaran, meski dia tidak dalam keadaan yang sekarang, dia masih bisa membantu dengan memberikan buff dan serangan jarak jauh, terutama serangan Arrow Rain.


Natan menggelengkan kepalanya. "Masih belum, saat ini masih mengawasi dari langit, aku belum mengirim skeleton darat untuk menjelajah."


Natan melambaikan tangannya, dia membagi pemandangan yang diambil oleh Ksatria Lebah dari langit.


Melalui hologram yang melayang di udara, mereka melihat hutan lebat dengan dedaunan yang rapat. Hutan ini terlihat normal, tapi entah mengapa setelah melihatnya untuk waktu lama, samar-samar mereka merasakan sesuatu yang tidak nyaman, mereka pernah merasakan perasaan ini, itu saat menghadapi Pohon Monster saat menjemput Keluarga Alexander di Inggris.


"Mana di sana sangat padat." Tiba-tiba Ayumi muncul di tengah-tengah pintu.


Natan menoleh menatap Ayumi. "Lebih padat dari Pohon Monster dan Wilayah Ras Elf?"


"Seperti Wilayah Ras Elf, tapi Mana di sana seperti racun untuk manusia. Ayu menyarankan, Kakak jangan menyerangnya langsung, lebih baik gunakan Skeleton Knight, skeleton paling rendah yang Kakak punya."


Mendengar peringatan Ayumi, Natan mengangguk kecil, dia segera memutar Mammoth Castle dan pergi ke arah lain. Sekarang, tujuan mereka berubah ke sebuah kota yang berada di bawah tanah, tapi penjelajahan di hutan itu tidak dibatalkan.


Melalui Ksatria Lebah, Natan mengeluarkan ratusan Skeleton Knight. Skeleton itu meluncur dari langit, memasuki hutan lebat dan menghilang.


Pandangan berubah, sekarang dilihat melalui prespektif Skeleton Knight yang sudah masuk ke hutan.


"Sangat gelap," ucap Erina yang berdiri di samping Ayumi.


Natan mengaktifkan Night Vision di Skeleton Knight. Setelah berlatih terus-menerus, akhirnya dia bisa mengaplikasikan skillnya pada skeleton yang dipanggil—ini sangat memudahkannya!


Layar hitam di udara berangsur-angsur berubah dan keadaan di sana bisa dilihat lebih jelas. Tapi pemandangan yang berubah tiba-tiba ini mengejutkan mereka, karena di depan mereka ada mayat yang tergantung dengan tubuh terbalik.


Kemudian saat skeleton mundur lebih jauh, pandangannya diperjelas. Mayat-mayat ini adalah Player dengan perlengkapan yang baik, tubuh mereka dililit oleh sulur pohon dan sepertinya mereka mati karena vitalitasnya diserap habis untuk nutrisi.


"Ini ..." Liu Xinmei menutupi mulutnya yang terbuka dengan kedua tangan.


"Hutan ini adalah monster itu sendiri ..." Natan menghela napas.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2