Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 240 : 10 Tahun Lagi


__ADS_3

Besok lusa adalah hari di mana dia akan membawa anak-anak untuk berburu monster lemah di dalam Dungeon, itulah rencananya. Tapi istri-istrinya masih tidak ada yang memberi izin karena terlalu berbahaya dan tidak ingin ada apa-apa pada anak-anak.


Jadi dia harus merayu, ah bukan, maksudnya membujuk istri-istrinya untuk mengizinkannya membawa anak-anak.


Sama seperti kali ini, dia datang ke dapur untuk menemui Calista.


"Sayang."


Plak! Calista menepis tangan Natan yang ingin memeluknya dari belakang. "Jangan peluk aku jika ini untuk meminta izin membawa anak-anak ke tempat berbahaya."


Natan memikirkannya sebentar untuk mendapatkan izin dari Calista, hingga saat dia mendapatkan ide yang menurutnya masuk akal, dia kembali berusaha memeluk Calista sampai berhasil. "Kita tidak masuk ke Dungeon, kita akan jalan-jalan ke Wilayah Elf. Anak-anak selalu di istana, dan pergi paling jauh hanya di daerah perkotaan sekitar, tidak pernah pergi ke kota-kota lain di Sichuan."


"Tapi ..." Calista menoleh menatap Natan yang bersandar di pundaknya. "Anak-anak sudah pernah pergi ke Taiyang Guild."


Natan mengusapkan pipinya di pipi Calista. "Ini dan itu berbeda, aku ingin membawa anak-anak naik Mammoth Tank, bukan Teleportasi."


Calista merenung sebentar, kemudian mengangguk. "Baiklah, kita pergi ke Wilayah Elf."


Natan tersenyum bahagia, dia mengecup pipi Calista berkali-kali, kemudian dia ingin pergi sebelum ditahan oleh Calista.


"Jangan pergi, peluk aku dari belakang sampai aku selesai masak."


Natan terdiam tanpa kata, dia berpikir bukankah itu merepotkan saat memasak namun dipeluk dari belakang? Tapi karena Calista menginginkannya, dia tetap menurutinya.


...***...


—2 Hari Kemudian—


Akhirnya hari ini dia bisa membawa anak-anak menaiki Mammoth Tank untuk pergi ke Wilayah Elf. Ukuran Mammoth Tank sendiri sudah sangat besar, itu setara dengan bus sekolah mengingat dia sudah Level 900.


Jadi “Rengga” yang diletakkan di atas Mammoth Tank sangat besar, dapat membawanya, Vely, Calista, Olivia, Liu Xinmei, Jia Meiya, Xia Feiya, Charles, Vera, Octavia, Ling Wei, Jiang Shuya. Ayumi dan Erina juga ikut bergabung bersama.


Keduanya masih belum mencari pasangan meski sudah berusia 21 tahun, banyak yang melamar mereka berdua, tapi semuanya ditolak.


Pada saat ini, mereka melewati jalan utama di Kota Armonia.


Kota Armonia sudah mengalami perkembangan pesat, tidak ada lagi yang menggunakan gerbong kereta yang ditarik oleh kuda. Semua alat transportasi sudah menggunakan mobil apung yang menggunakan Batu Sihir untuk beroperasi, yang di bagian tertentu diukir oleh sirkuit dan pola sihir.


"Pangeran Charles!"

__ADS_1


Charles yang duduk di tengah-tengah Rengga, tiba-tiba berdiri dan berjalan ke pinggir, dia melambaikan tangannya. "Selamat pagi!"


"Bibi!" Vera melambaikan tangannya pada wanita paruh baya yang membersihkan halaman toko.


Wanita paruh baya yang sedang mengelap kaca toko, berbalik melihat Vera. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya. "Putri Vera, datang lagi ke toko Bibi, Bibi akan memberikan roti gratis."


"Putri Xia Feiya! Menikahlah dengan putraku!"


"Putri Octavia, datang dan makan mie bersama Bibi lagi!"


Suara panggilan terus terdengar dari kiri dan kanan, bahkan Jiang Shuya yang belum genap satu tahun tetap mendapatkan perhatian dari warga kota.


Ling Wei tidak terbiasa dengan keramaian, jadi dia berdiri di belakang Xia Feiya dengan malu-malu.


Natan menggendong Jiang Shuya dan membantunya melambaikan tangan. "Sayang, lambaikan tangannya."


Jiang Shuya tertawa bahagia dengan suaranya yang lucu dan menggemaskan.


Saat Natan serang sangat bahagia seperti ini, tiba-tiba ada prompt sistem yang muncul di depan matanya.


[Top 1000 Players] [Monster Ancestors]


[Untuk 1000 Players! Pertahankan perkembangan kalian! Dalam 10 tahun, Monster Ancestors akan menyerang!]


Senyum Natan membeku ketika melihat pemberitahuan yang muncul secara tiba-tiba, tapi tidak mungkin dia memperlihatkan ekspresi marah maupun tertekan di depan umum, jadi dia kembali tersenyum dan tertawa bersama Jiang Shuya.


Ayumi, Erina, Vely, Calista, Olivia, Liu Xinmei dan Jia Meiya tertegun. Xia Feiya terdiam hendak menangis, tapi kembali tenang saat melihat pesan yang dikirim oleh ibunya.


Natan bisa mengerti mengapa Xia Feiya hampir menangis, mengingat hidup Xia Feiya yang sudah sangat bahagia saat ini, tapi tiba-tiba mendapat kabar bahwa Monster Ancestors akan benar-benar menyerang tidak lama lagi. Ingat! Ini Monster Ancestors yang bahkan Penjaga kesulitan, apalagi Player yang masih Keberadaan tingkat Kedua.


Mammoth Tank terus berjalan sampai melewati gerbang kota.


Natan duduk bersandar, menengadahkan kepalanya dan menutup mata. Dia sudah lama tidak membunuh monster secara langsung, sudah tiga tahun, atau semenjak dia sadar dari koma. Bahkan meski dia tidak meninggalkan pelatihan, tapi latihan saja tidak cukup untuk kembali pergi ke medan perang.


Ling Wei duduk di samping Natan. "Ada apa Ayah?"


Natan membuka matanya, mengusap kepala Ling Wei. "Tidak apa, Ayah beristirahat sebentar, tidak ada yang menarik di jalan. Jadi tidur saja bersama Ayah."


Ling Wei menggelengkan kepalanya. "Tidak, Ling Wei mau melihat pemandangan."

__ADS_1


Jiang Shuya turun dari pangkuan Natan, dia merangkak ke pinggir.


Octavia melihat Jiang Shuya, dia menggendongnya. "Adik manis, lihat perkebunan di sana, sangat luas. Ada apel yang matang, itu adalah pohon buah kesukaanmu." Ia menunjuk perkebunan di kiri jalan.


Jiang Shuya memiringkan kepalanya. "Peh? A ... peh..."


"Ya!" Octavia menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Apel." Ia mengeluarkan apel segar.


Jiang Shuya memegang apel kedua tangannya dan tertawa bahagia.


Saat anak-anak sedang bermain, Natan berkumpul bersama istri dan adiknya.


"Sudah tiga tahun kita hidup santai, bahkan tidak pernah masuk ke Dungeon. Peningkatan level kita selama ini karena skeleton, sekarang, sudah waktunya kembali memasuki Dungeon Lantai 35."


Calista mengangguk dan bertanya, "Bagaimana dengan anak-anak? Aku masih tidak tega meninggalkan mereka."


Jia Meiya tidak bisa tidak setuju dengan apa yang dikatakan Calista. "Ya, Shu'er juga masih sangat kecil, baru sembilan bulan, dia masih membutuhkan ASI. Tiap malam dia juga bangun dan menangis."


Natan menoleh ke belakang melihat anak-anak yang tertawa bersama. "Satu minggu ini, kita berburu binatang di wilayah kekuasaan Armonia bersama anak-anak. Kita melatih mereka, tapi hanya Charles, Vera dan Octavia. Untuk Ling Wei, masih belum karena usianya yang terlalu muda ..."


"Setelah itu, kita akan masuk Dungeon Tower. Aku akan mengirim pesan ke Ibu untuk memintanya menjaga anak-anak. Bahkan meski kita membawa anak-anak masuk, selama ada Ibu, semuanya pasti aman."


Ayumi mengangguk dan berkata, "Ya, dengan adanya Ibu, semuanya aman. Ngomong-ngomong, aku merindukan Ibu, terakhir kali dia datang ketika Jiang Shuya lahir."


Natan terdiam, dia tidak tahu di mana ibunya berada sekarang, setiap kali dia mengirim pesan, ibunya memang membekas, tapi tidak pernah menjawab di mana sekarang.


"Ibu, apa Ibu bisa kembali minggu depan?"


[Brianna] Ada apa, Sayang? Sudah merindukan Ibu? Bukankah Ibu selalu mengirim foto?


Natan tersenyum masam saat melihat balasan ini. Dia menarik napas, lalu membalas pesan itu dan menjelaskan alasan mengapa mengirimu pesan.


[Brianna] Begitu, baik, Ibu akan kembali besok lusa, Ibu juga akan melatih cucu-cucu Ibu.


Natan tersenyum tipis dan menghela napas lega. Akhirnya dia merasa aman, meski dia sendiri menyadari bahwa dia terlalu bergantung pada ibunya, tapi, memiliki ibu yang sangat kuat dan memintanya untuk menghubungi apabila ada perlu, tentu saja dia akan menghubunginya dengan senang hati.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2