
Natan duduk bersandar di tepi kolam pemandian air panas; Vely dan Olivia duduk di sampingnya, dengan Calista berada di pangkuannya yang sedang melakukan gerakan lembut. Ia sudah tidak masalah lagi melakukan hal ini, bahkan selalu menantinya.
Mungkin, ia sudah menjadi maniak?
Tapi, itu tidak masalah karena ia tidak melakukannya secara sembarangan, ia melakukannya dengan orang yang dicintainya.
Natan memeluk pinggang Calista, kemudian ia sedikit mengubah posisinya dari duduk bersandar di tepi kolam dengan setengah tubuh terendam air, akhirnya duduk biasa. Terlalu sulit melakukannya di dalam air, karena gerakannya tertahan oleh tekanan air.
Setelah duduk, Natan terlentang dan membiarkan Calista di atasnya. Ia mulai menggerakkan pinggulnya dengan cepat, membuat Calista menggeliat hebat.
"Tu- Tunggu! Mmffhh... Aaahhh..." Calista mengerang panjang dengan menengadahkan kepalanya, dan pinggangnya benar-benar ditahan Natan sehingga semuanya masuk sangat dalam. Kemudian, ia terhuyung dan jatuh di atas pelukan Natan. "Perutku ... panas ..."
"St- Stop! Na- Natan, aku lelah ..." Calista mencoba menghindar tapi tidak bisa karena punggung dan pinggangnya di tahan.
Natan tersenyum tipis, kemudian melepaskan Calista. Tapi ia belum selesai, karena Olivia langsung duduk di atasnya.
"Bi- Biarkan aku yang bergerak." Olivia menekan dada Natan untuk memintanya berhenti, karena baru saja ia duduk, Natan sudah bergerak dan itu terlalu liar.
"Baiklah." Natan tersenyum tipis dan menyilangkan kedua tangannya di belakang kepalanya sebagai bantal. Ia melihat Olivia yang duduk di atasnya dengan dua bola yang naik turun. "Jika dilihat dengan baik, warna matamu mulai berubah."
Olivia mengabaikan ucapan Natan karena menikmati gerakannya. Ia melakukan gerakan seperti squat dengan cepat sampai menimbulkan suara tamparan; matanya terpejam dan mulutnya terbuka mengeluarkan suara-suara merdu yang menggoda.
Vely keluar dari kolam dan duduk di samping Natan, menggunakan pahanya agar Natan bisa dalam posisi nyaman. "Hisap."
Natan tertegun, tapi ia membuka mulutnya dan menghisap dada Vely. Ia berada di posisi yang sama sampai Olivia selesai, kemudian berganti ke Vely dengan posisi berdiri.
Keempat orang itu melakukannya selama empat jam di dalam pemandian air panas sampai pukul sepuluh malam. Tapi itu bukanlah akhir, karena saat mereka kembali ke kamar, mereka melakukannya lagi sampai pagi.
***
Jum'at, 07 November 2025
Natan membuka matanya perlahan dan mendapati bahwa Vely sedang tertidur pulas di atasnya. Tubuhnya sangat lengket, entah karena keringat, cairannya atau cairan ketiga wanita yang tidur bersamanya.
"Aku, terlalu bersemangat. Jika aku tidak meningkatkan VIT, mungkin aku akan mati karena terus disedot."
__ADS_1
Natan menoleh ke kiri dan kanan, melihat bahwa lengannya digunakan sebagai bantal. Ia mencoba menggerakkan kedua tangannya, kemudian meremas bokong Calista dan Olivia. Ia juga merasakan adanya cairan lengket di antaranya, dan itu adalah cairan yang ia keluarkan.
"Mereka selalu menggunakan pil, sehingga mereka tidak hamil. Seandainya semuanya sudah selesai, aku ingin mereka mengandung anakku."
Ketiga wanita yang tertidur, tersenyum lembut saat mendengar ucapan Natan.
Natan mengalihkan perhatiannya pada jam di atas meja, masih menunjukkan pukul delapan. Ini masih terlalu pagi untuk kembali ke Rusia, terlebih lagi ia sangat menyukai kondisinya saat ini yang diapit oleh tiga wanita cantik; tidak mungkin ia menolaknya hanya untuk Adrian di Rusia.
Paman, tunggu sebentar. Biarkan aku menikmatinya lebih lama lagi, batin Natan.
Natan tidur sebentar untuk memulihkan stamina yang terkuras habis, dan kebetulan pinggangnya terasa pegal-pegal karena terlalu banyak bergerak.
Ketika ia bangun, ia menyadari bahwa sinar matahari sudah turun secara vertikal, menandakan bahwa sudah memasuki pertengahan hari.
Natan beranjak turun untuk membersihkan tubuhnya yang lengket seorang diri, karena yang lain sudah bangun lebih dulu darinya. Ia tidak membutuhkan waktu lama karena hanya sendirian, kemudian pergi ke meja makan untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan.
Istana Guild memiliki ratusan kamar dan meja makan mampu menampung setengahnya. Tapi, yang makan kali ini hanyalah anggota inti dari Armonia Guild, sungguh sepi.
"Apakah Kakak akan pergi lagi?" tanya Ayumi di seberang meja makan. Mulutnya penuh dengan daging dan ada saus di pipinya, itu karena ia tidak menggunakan sapu tangan, melainkan menggunakan tangannya untuk membersihkan saus di bibirnya.
"Tapi aku pasti akan kembali tiga hari sekali untuk melihat kalian secara langsung. Itu jika keadaan memungkinkan, jika aku dalam pengepungan melawan monster, aku tidak akan kembali dan memilih menghabisi mereka semua." Tidak mungkin ia membiarkan Point Exp menghilang begitu saja, dan tentunya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Erina yang duduk di samping Ayumi, menganggukkan kepala dan bertanya, "Apakah Kakak bisa membawa Erina?"
"Tidak bisa, kemampuannya tidak memungkinkan untuk membawa orang lain. Ada kemampuan yang bisa berevolusi dengan Point Skill, ada pula yang harus digunakan berkali-kali dan meningkat dengan sendirinya." Natan berbohong. Ia bisa membawa banyak orang, asalkan mereka semua masuk ke dalam bayangan Kuro, kemudian Kuro bersembunyi di bayangannya.
Ini sama seperti saat mereka menyeberangi Selat Sunda untuk pergi ke Sumatra dari Jawa.
Erina terlihat kecewa karena tidak bisa ikut. Ia ingin membantu Natan seperti dulu, saat mereka masih berpetualang bersama.
Natan menaikkan alisnya melihat ekspresi Erina, kemudian melihat sekeliling dan mereka semua terlihat ingin pergi. Ia menghela napas, kemudian berkata dengan santainya, "Baiklah, tapi nanti saat Istana Udara sudah selesai dibangun."
Semua orang sangat bersemangat, terutama Calista ingin memberi tahu Hordon untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan.
"Ngomong-ngomong, bagaimana penelitiannya? Apakah sudah mendapatkan cara untuk membuat zappelin?" tanya Natan. Ia tahu Ayumi sedang meneliti bersama para Sage untuk menciptakan Sihir Terbang, dan membuat pesawat udara berbentuk balon.
__ADS_1
Ayumi menggelengkan kepalanya dengan menghela napas panjang, terlihat kekecewaan di matanya. "Belum, kami sudah berusaha, melalukan ratusan percobaan dengan menghabiskan material dan Inti Sihir. Tapi, mereka semua meledak."
Natan hanya diam dan menganggukk. Zappelin bukanlah idenya, melainkan ide Ayumi yang tergila-gila untuk terbang di udara, tapi bukan terbang dengan Kstaria Lebah atau Kori, tapi ingin terbang di langit yang memiliki ruang luas.
Mereka terus menyantap hidangan, dan tidak terasa sudah lebih tengah hari. Akhirnya, Natan memutuskan untuk kembali ke Mammoth Castle yang ditinggalkannya di Rusia.
...***...
Rusia
Natan datang dari bawah bayangan Magic Archer yang menjaga di rooftop. Ia langsung duduk di sofa terdekat, dan mengaktifkan Mapping. "Paman sedang bermain PlayStation? Dia mengambil kamar paling belakang, baguslah. Bagaimanapun, kamar-kamar lain sudah ditempati dan masih ada barang-barang Ayumi dan yang lain di sana."
"Sepertinya, ini sudah menempuh lima puluh kilometer dari tempat terakhir." Natan menyadari bahwa tempat sekitar sudah tidak ada lagi gunung, sekarang hanyalah hamparan salju luas sejauh mata memandang.
"Yo! Aku datang ke tempatmu berkali-kali, tapi kau masih saja melakukannya dengan semangat."
Natan tidak menoleh saat mendengar suara yang familiar di telinganya. "Necromancer. Ada berapa banyak yang memiliki kemampuan seperti ini?"
Ainsley mendengus kesal dan duduk di samping Natan. "Hanya kau saja, tapi asal kau tahu, di luar sana ada yang memiliki kemampuan serupa. Seperti Player yang mampu bertahan setelah digigit zombie, dan menjadi salah satu dari mereka."
"Ada lagi Job Terkutuk dari Monster Ancestors, ini seperti Buku Terkutuk. Salah satu kemampuannya adalah memperbudak orang lain." Ainsley terlihat kesal dan ada perasaan jijik saat mengatakannya.
Natan mengerutkan keningnya dan ada amarah yang bangkit di lubuk hatinya. Dengan hal ini, ia lebih tidak mengizinkan orang-orangnya untuk meninggalkan Armonia Guild.
Sepertinya, aku harus menemukan item untuk melipatgandakan skeleton yang bisa dibangkitkan. Jika ada seribu skeleton, aku bisa meminta mereka untuk menjaga Calista dan yang lain.
...
***
*Bersambung...
Natan Alexander, Tanaka Ayumi, Erina Adriani, Vely Anindya, Izora Calista, Olivia Edrea.
__ADS_1
Susah cari ilustrasi yang cocok, seadanya aja 🙄