
Natan dibawa ke restoran sederhana, tapi terlihat banyak orang yang berpakaian rapi sedang berbaris dengan pemeriksaan yang ketat. Pemeriksaan ini tidak seperti identitas atau apa, hanya undangan dan barang-barang yang dibawa.
Karena Natan lebih menyimpan barang-barang di dalam Inventory, dia menyerahkan Tas Ruang begitu saja seperti barang habis pakai yang tidak berguna.
"Pengamanan di sini sangat longgar. Bagaimana jika ada Player kuat yang mengacau di sini?"
Sosok besar di sampingnya, “Blackcurrant”, tertegun dengan ekspresi aneh saat menatap Natan. "Tidak ada orang gila yang berani melakukan itu. Kekuatan di sini tidak bisa dibayangkan, bukankah sudah kuberi tahu kalau Penguasa di sini Level 650!"
"Bagaimana kalau Armonia Guild menyerang?"
Kali ini bukan Blackcurrant yang menjawab, tapi orang yang berdiri di samping kiri Natan. "Omong kosong apa yang kau katakan? Untuk apa Armonia Guild datang ke tempat semacam ini? Ngomong-ngomong soal Armonia Guild, Forum masih membicarakan mereka ..."
"Rumor mengatakan kalau semua anggotanya adalah wanita, lalu beraliansi dengan Taiyang Guild yang anggotanya kebanyakan wanita."
"Bukan hanya itu ..." Tiba-tiba ada suara lain yang datang dari belakang Natan. "Guild mereka bekerja sama dengan pemerintah setempat, dan dikatakan orang-orang yang mengungsi di sana tinggal di tempat yang baik, lalu di sana ada wilayah khusus Elf! Bayangkan! Elf!"
Natan mengerutkan keningnya. "Bagaimana kalian bisa mengetahui informasi ini?"
"Ck, ck, ck! Kau ketinggalan berita, apakah kau tidak pernah membuka Forum? Berita ini diberi tahu langsung oleh pengungsi yang tinggal di sana."
Mendengar ini, ekspresi Natan menjadi dingin dengan keinginan membunuh yang kuat. Dia sudah memberi tahu semua aliansi untuk tidak menyebarkan informasi apa pun tentang kota yang dibangun, dan Gold Star, Light of Eternity, dan Taiyang Guild mematuhi peraturan itu. Tapi dia tidak berharap, pengungsi yang tidak banyak memberi kontribusi ternyata menyebarkan informasi.
Bahkan jika informasi ini bukanlah informasi tentang Kota Armonia atau informasi inti lainnya, tapi mereka tetap melanggar aturan, melanggar perjanjian yang sudah ditetapkan diawal.
Natan menarik napas dalam-dalam, kemudian membuka layar interface dan menghubungi Calista. Dia mengoperasikan layar di depannya dengan gerakan mata sehingga tidak menarik perhatian, dan dia memberi tahu Calista untuk mengusir orang-orang yang membeberkan informasi tentang kota yang dibangunnya.
Calista bertindak dengan cepat dan membalas pesan: “Aku sudah mengirim pasukan dan memberitahukannya ke Pusat Pemerintah Beijing. Mereka hanya memiliki dua pilihan: mengambil pengungsi, atau dilemparkan ke luar untuk memberi makan monster.”
Blackcurrant menepuk pundak Natan. "Apakah ada sesuatu?"
Natan menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, aku hanya melihat Forum, dan memang benar kalau tempat itu indah. Tapi, sepertinya banyak aturannya, bukankah Kota Surga lebih baik karena uang bisa membeli apa pun di sini?"
Blackcurrant terdiam untuk beberapa saat, kemudian tertawa terbahak-bahak. Dia menepuk-nepuk punggung Natan dan berkata, "Aku suka itu!"
Natan mengangguk kecil, kemudian dia berjalan setelah antrian di depan mulai menipis.
Mereka dibawa ke ruang bawah tanah setelah melewati lorong panjang nan gelap, menuruni tangga batu yang dingin dengan penerangan minim seperti obor yang menggantung di dinding.
Ketika sudah sampai di dasar, harus melewati pintu besar dan kembali melewati beberapa pemeriksaan yang rumit, sampai akhirnya tiba di sebuah ruangan luas dengan ukuran setengah lapangan sepak bola. Ruangan ini sangat mewah, dengan pilar-pilar tinggi yang menopang langit-langit ruangan, dan lantainya dilapisi dengan karpet merah.
Ada meja bundar dengan beberapa kursi yang mengelilingi, di atas meja terdapat papan hitam dengan nomor yang tertulis di sana berwarna emas. Kemudian di salah satu sisi ruangan, terdapat panggung setinggi satu meter.
Natan duduk di meja mengikuti arahan pelayan yang memakai topeng pesta. Dia melihat nomor di papan sambil mengerutkan keningnya. "Apakah ini lelang?"
Blackcurrant menganggukkan kepalanya. "Iya, uang yang kau bayarkan hanya untuk undangan. Jika kau ingin memakan hati manusia, kau harus memenangkan lelang. Kau juga bisa membawa manusia yang dilelang dan membunuhnya dengan caramu sendiri."
Kerutan di dahi Natan semakin dalam ketika mendengar ini. "Bagaimana dengan tubuh mereka?"
"Oya, oya ..." Blackcurrant tertarik ketika mendengar pertanyaan dari Natan. "Apakah kau ingin menawar wanita dan membawanya ke kamar? Itu tidak masalah. Wanita-wanita yang ditangkap di sini diperlakukan dengan baik, Player pria tidak bisa menyentuhnya, karena pengurus di sini adalah wanita dengan level tinggi. Ditambah, dengan menjaga kualitasnya, maka rasa hatinya akan lebih baik."
Natan kembali mengangguk dan tidak lagi bertanya, melainkan menunggu dimulainya acara. Dia bersandar di kursi dengan menutup mata, mengatur napas dan berhati-hati agar identitasnya tidak ditemukan. Bahkan meski levelnya sudah 710, tetap merepotkan jika harus bertarung di bawah tanah.
__ADS_1
Tepat saat dia baru menutup mata, tiba-tiba terdengar suara keras yang menggema di seluruh ruangan.
"Selamat malam! Aku tidak menyangka akan banyak yang hadir malam hari ini! Tanpa berlama-lama, langsung kita bawa orang-orang yang akan dilelang malam ini! Kita juga akan memberikan pertunjukan singkat, yaitu membunuh salah seorang dari mereka di tempat!"
Tirai merah di belakang panggung terbuka, kemudian terlihat ada belasan orang berbaris, orang-orang ini terikat di bagian tangan dan kaki, sehingga kesulitan dalam berjalan. Mulut mereka diikat agar tidak bisa berteriak, tapi mata mereka dibiarkan saja agar bisa melihat pemandangan saat salah satu dari mereka dibunuh dan memberikan ketakutan tersendiri yang menjadi pertunjukan menarik.
Di samping orang yang berbaris, terlihat orang besar lainnya yang tubuhnya terlihat sama seperti Blackcurrant, membawa kapak besar seperti senjata yang dipakai Jia Meiya.
"Bunuh!"
"Bunuh!"
"Bunuh!"
Semua pengunjung berteriak sambil mengangkat tangan.
Natan terdiam tanpa bisa berkata-kata, tapi dia tidak berniat untuk menghentikannya.
Sosok besar itu berdiri di barisan depan, matanya bertemu dengan orang terdepan yang ketakutan.
Orang di barisan depan gemetar, dia bergegas ingin melarikan diri, tapi terlambat, kapak besar sudah diayunkan dan saat dia baru berbalik, kepalanya sudah terbang dengan darah memercik ke segala arah.
Sorak-sorai terdengar meriah saat algojo sukses membunuh, dan ini membuat orang-orang yang ditangkap gemetar ketakutan. Tapi mereka tidak dibunuh, melainkan dibiarkan, dipaksa untuk berbaris menghadap ke pelanggan.
"Bagaimana?"
Natan menoleh menatap Blackcurrant. "Ini menarik, tapi orang itu tidak berpengalaman dalam menebas. Tebasannya tidak rapi, darah yang keluar menyebar terlalu banyak, bahkan dia terkena semburan darah."
Walaupun ada banyak perubahan, tapi dia mengenali orang itu. Kemudian melihat ke sebelahnya, ada wanita yang usianya sedikit lebih muda, tubuhnya masih terawat, mungkin ini untuk mempertahankan kualitasnya itu.
Di sampingnya, ada pria muda dengan usia yang sepantaran dengan Natan, lalu ada wanita yang usianya sepantaran dengan Ayumi dan Erina.
"Bagaimana ... dia ada di sini?"
"Ada apa?" Blackcurrant bertanya.
"Tidak ada." Natan menggelengkan kepalanya.
Empat orang di atas adalah kenalannya. Walaupun di sekolah dulu dia jarang bergaul, bukan berarti dia tidak memiliki teman, dia kenal dengan siswa generasi ketiga dari keluarga kaya. Orang ini tidak membedakan antara kaya dan miskin, suka bergaul dengan semua orang, dan Natan pernah pergi ke rumahnya karena saat itu kekurangan uang, dan ditawarkan untuk memakai komputernya untuk mengerjakan tugas.
Keluarga ini sangat baik, tapi saat naik ke sekolah menengah atas, dia menerima kabar kalau satu keluarga harus pindah untuk mengurus perusahaan di Afrika.
Natan menundukkan kepalanya dan menyembunyikan tangannya yang terkepal. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan.
"Ada apa?" Blackcurrant kembali bertanya dan merasa ada sesuatu yang salah.
Natan mendongak, matanya dingin memperlihatkan niat membunuh yang kuat. Dia berdiri sambil meraih orang di samping kirinya, membenturkannya ke meja dengan keras.
Natan mengangkat tangannya, tiba-tiba pedang muncul dan langsung diayunkan tepat ke batang leher.
Slash!
__ADS_1
Kepala itu terbang bersama dengan meja yang terpotong dengan rapi, bahkan lantai di bawahnya tidak luput dari tebasan.
Blackcurrant berdiri dengan ekspresi terkejut dan tak percaya. "Apa ini?—"
Natan menoleh dan tiba-tiba wajahnya sudah sangat dekat dengan Blackcurrant. Dia mengayunkan pedangnya, menusuk paha Blackcurrant sampai menembus sepenuhnya. Kemudian dia mendorongnya ke bawah, menebasnya sekuat tenaga secara menyilang.
Blackcurrant tidak tahu apa yang terjadi, tapi tiba-tiba dia merasakan sakit di pahanya dan pandangannya rendah, itu karena kedua pahanya telah terpotong rapi tanpa disadarinya, membuatnya pendek.
Natan mengangkat kakinya, menendang wajah Blackcurrant sambil menahan belakang kepalanya.
Swoosh!
Tiba-tiba ada tebasan pedang yang mengincar kepala Natan dari belakang.
Natan membungkuk, menarik kaki kanannya ke belakang sambil menebaskan pedangnya secara vertikal ke atas dengan mata pedasnya mengarah ke atas.
Tebasan pedang ini membelah dua orang yang menyerangnya dengan potongan rapi.
Tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya, Natan berlari sekuat tenaga ke atas panggung. Dia membunuh pembawa acara dan algojo dalam hitungan detik. Kemudian memotong tali yang mengikat keempat orang.
Ketika Natan berbalik melihat ke bawah, semua orang bersiap-siap untuk melarikan diri ataupun membalas serangan.
Natan tahu bahwa tindakannya kali ini terlalu impulsif dan terburu-buru. Harusnya dia bisa menawar dengan harga tinggi untuk membawa keempat orang ini tanpa membuat kekacauan seperti ini, tapi entah mengapa, ketika melihat keluarga yang pernah baik padanya, dia tidak tahan.
Natan melepaskan penutup wajahnya, memperlihatkan wajahnya di depan umum.
"Na- Natan?"
"Ka- Kak Natan?"
""Nak Natan?""
Natan melihat empat orang di sampingnya. "Ya, Paman, Bibi, kalian terlihat sangat lelah. Saat Bumi berubah seperti ini, aku mencari-cari kalian, tapi aku ingat kalau kalian sudah tidak di Indonesia lagi, dan akhirnya aku menyerah. Tapi—"
Whooooosh!
Natan mengayunkan pedangnya secara vertikal ke bawah saat melihat anak panah yang melesat ke arah.
Booom!
Anak panah itu meledak dengan kuat, tapi tidak ada nyala api seperti yang diharapkan. Hanya ada gelombang suara yang membuat telinga terasa sakit. Tapi untuk Natan, ini tidak ada apa-apanya.
Blackcurrant yang mencoba berdiri dengan bertumpu di kursi, menatap Natan dengan ngeri. "Si- Siapa kau?"
Natan menghela napas dan menjawab, "Karena sudah seperti ini, maka sudah tidak ada artinya menyembunyikan identitas. Aku, Spathi, Ketua Armonia Guild."
Ketika suara itu jatuh, tiba-tiba ada keheningan yang tak menyenangkan. Spathi? Ketua Armonia Guild? Player Level 710!
...
***
__ADS_1
*Bersambung...