
Tidak ada perubahan emosi ketika melihat Athena yang sudah tenggelam sekitar lutut Giant Knight, atau dengan ketinggian mencapai 34 — 40 meter. Tidak tahu berapa banyak kehidupan yang mati di bawah sana, dia sudah mengembangkan ketahanan terhadap rasa kasihan.
Mungkin...
Tapi berbeda dengan Calista, meski sudah membunuh banyak manusia, namun melihat bencana seperti ini yang menghancurkan manusia tak bersalah, dia sedikit tertekan.
Natan mengusap bahu Calista, mengecup kening dan membelai rambutnya. "Jangan merasa bersalah, tidak ada yang tahu ini akan terjadi. Tapi daripada itu, coba lihat Forum, apakah jumlah manusia berkurang atau tetap, meskipun ini tidak bisa menjadi patokan karena ada ribuan yang terbunuh setiap hari, tapi setidaknya kau bisa mengetahui apakah di Athena ada manusia atau tidak."
Calista memeriksa, dan saat tahu penurunan manusia yang biasa, tidak ada pertambahan kecepatan turun, dia sedikit menghela napas. Tapi kemudian, dia tertawa getir karena merasa bersyukur manusia yang mati tidak terlalu banyak.
"Jangan pikirkan tentang itu, jangan terlalu stress, tidak baik bagi kesehatan, dan ini bisa mempengaruhi kesehatan anak kita." Natan mengusap perut Calista dengan lembut.
Calista mengangguk, dia tersenyum dan menyentuh tangan Natan yang mengusap perutnya. "Iya, aku tahu itu."
Calista menyandarkan kepalanya di bahu Natan. "Setelah anak ini lahir, aku ingin mengandung lagi."
"Eh?!" Natan menoleh, menatap Calista tak percaya. "Lima tahun setelah ini lahir, baru membuatnya lagi."
Calista terkekeh, dia tahu arti ucapan Natan, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.
Natan berlutut di depan Calista, mendekatkan telinganya di perut Calista. "Sayang, Ayah menunggu di sini." Ia mengecupnya hangat, lalu menyentuhkan dahinya di perut Calista.
Calista tersenyum, dia mengusap kepala Natan dengan lembut.
Natan tetap di posisi, sampai dia menoleh ke arah tangga saat mendengar suara, dia melihat semua orang, lalu tiba-tiba dia mengangkat tangannya lagi dan mengusap perut Calista.
"Ayu tadi sedang makan, lalu ada guncangan. Apa yang terjadi?"
Natan melihat Ayumi yang sudah berganti pakaian; berdiri dengan tangan di pinggang dan terlihat kesal.
"Terbang dan lihatlah sendiri."
Ayumi mengangguk, lalu dia melayang perlahan, kemudian melesat sangat cepat sampai ketinggian 100 meter dari Giant Castle. Ketika dia melihat air yang menyembur dari bawah tanah dan air yang menyebar seperti lautan, dia terkejut dan berteriak, "Apa ini?!"
Ayumi terbang turun, mendarat di depan Natan. "Apa yang terjadi, Kakak?"
Natan menceritakan asal mula mengapa Athena bisa terendam air seperti ini, di mana saat dia menemukan danau luas yang mengering dan ada puing-puing peninggalan kuno yang tidak jelas asalnya.
Ayumi mengangguk, dia melihat aliran air yang deras. "Apa Kakak akan masuk ke sana?"
Natan menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Aku tidak ingin mempertaruhkan nyawa seperti sebelumnya, aku memiliki banyak skeleton, aku bisa menyerahkannya pada mereka."
"Jadi, kita pergi?" Erina memiringkan kepalanya.
"Kita pergi dari sini." Natan mengulurkan tangannya, memanggil Skeleton (Assassin) yang memiliki Skill Teleport.
__ADS_1
Skeleton menerima perintah, menyimpan semua orang ke dalam bayangan.
Natan menyimpan Mammoth Castle dan Giant Castle, membuat Skeleton (Assassin) jatuh dari ketinggian langit.
Skeleton (Assassin) mengaktifkan kemampuannya, membuatnya menghilang di udara tanpa meninggalkan jejak sekalipun.
...***...
—Trikala, Yunani—
Trikala, salah satu kota kecil di Yunani dengan luas 608,5 kilometer persegi dan memiliki ketinggian 115 dari permukaan laut. Kota ini sangat kecil, bahkan Wilayah Armonia memiliki luas 2.500 kilometer persegi, meskipun Kota Armonia hanya 36 kilometer persegi, tapi dari segi total wilayah yang dikuasainya, itu seperti kota menengah.
Kota ini awalnya cukup indah, tapi setelah Kehancuran Dunia, ya ... bisa ditebak, rata dengan tanah, dan hampir semua kota di seluruh dunia sama seperti ini.
Tempat ini sangat tandus, banyak batu-batu berbagai ukuran yang tersebar di mana-mana.
Tapi di antara tempat tandus yang dipenuhi debu dan batu, berdiri sosok hitam yang bagian dalam tubuhnya menyimpan api biru.
Bayangan sosok itu bergerak, kemudian muncul sosok yang sama dari bayangannya.
Sosok yang baru muncul itu berubah menjadi bayangan yang tertiup angin, bergerak seolah-olah api lilin.
Ketika bayangan itu pecah, terlihat ada sembilan orang, salah satunya pria yang tidak lain ialah Natan.
"Ahh ..." Vely yang baru mendarat, kehilangan keseimbangan.
Vely mengangguk kecil, tersenyum hangat dan mengecup pipi Natan. "Terima kasih."
"Kakak, apa di sini aman? Sepertinya tidak lama lagi air laut juga naik ke sini," ucap Ayumi.
Erina mengangguk dan menambahkan, "Iya, tapi ini aneh, kalau ini air laut, bukankah harusnya sudah tenggelam sejak lama? Mengapa saat digali, baru keluar?"
Ayumi mengangkat bahu dan berkata, "Mungkin air laut ini tidak terhubung dengan air laut di luar, tapi di dimensi lain, seperti Dungeon tersembunyi di sana."
Xia Feiya mengangguk-anggukkan kepala. "Ya, ya, ya! Itu benar!"
"Apa yang benar?" Ayumi menoleh.
"Kakak Ayumi," jawab Xia Feiya.
Natan merenung, dia sedang melihat melalui prespektif Giant Knight yang terus turun ke dalam lubang. Kegelapan tak berujung memenuhi, dan tekanan air yang kuat membuat Giant Knight kesulitan untuk bergerak.
"Yang dikatakan Ayumi setengah benar dan tidak, Dungeon tapi bukan Dungeon, ini seperti Dimensional Cave yang pernah kita masuki, tapi anehnya di bawah tanah ini ada aliran air yang sangat luas. Singkatnya, mungkin ini aneh, tapi bisa kita ibaratkan kalau Yunani ini mengapung di permukaan air."
"Apa itu mungkin?" Jia Meiya membuka matanya lebar, ekspresinya penuh kejutan.
__ADS_1
Natan mengangkat bahu. "Ya, itu yang ada. Giant Knight bergerak ke segala arah, tapi tidak menemukan dinding yang menghalangi, hanya air penuh tekanan dengan kegelapan total."
Jia Meiya terdiam sejenak, kemudian berkata, "Mungkin bukan mengapung, tapi memang ada Dimensional Cave di sana, tapi portal ini tidak berwarna, dan benda di sana bisa langsung keluar bebas tanpa adanya penundaan atau transfer ke tempat lain."
"Ya ..." Natan menganggukkan kepala. "Mungkin, tapi meski memang Dimensional Cave, aku tidak berniat turun ke sana."
"Meski ada barang berharga?" Liu Xinmei bertanya dengan rasa ingin tahu, dia mendengar kalau Natan sangat menyukai barang berharga.
Natan terdiam untuk beberapa saat sebelum menjawab, "Aku bisa memerintahkan skeleton untuk turun ke sana."
"Sekarang, mari kita pergi ke tempat lain, di mana ada kota bawah tanah." Natan mengeluarkan Mammoth Castle.
Calista melihat Mammoth Castle yang muncul, dan dia tidak bisa tidak bertanya, "Tidak berteleportasi?"
Natan menggelengkan kepalanya. "Tidak, kemampuan ini untuk berjaga-jaga apabila ada bahaya."
Calista mengangguk, tapi tidak mengatakan apa-apa lagi.
...***...
—Athena, Yunani—
Athena sudah benar-benar terendam air dengan ketinggian 70 meter dari permukaan tanah, tapi untungnya tidak ada lagi semburan air yang keluar dari lubang yang digali.
Booom!
Tiba-tiba ada ledakan yang datang dari Pelabuhan Port of Piraeus, terlihat ada ekor paus yang sangat besar, bahkan Giant Knight yang terkenal ekornya bisa terpental karena saking besarnya.
Ekor itu berayun, menghantam air laut yang menimbulkan ledakan lain dengan gelombang kejut yang menciptakan tsunami.
Kemudian terlihat ada air yang menyembur, tapi tidak lama kemudian air laut terlihat surut.
Bang!
Dentuman keras terdengar bersamaan dengan tembakan air yang melesat ke arah Athena, itu menciptakan sebuah ngarai luas yang dalam, dan air yang menenggelamkan Athena terlihat terbelah sampai memperlihatkan tanah yang kering.
Terlihat paus besar dengan panjang dua kilometer, ada tanduk tajam di dahinya, giginya bertarung dan ada empat mata di masing-masing sisi.
Paus itu mengeluarkan suara ultrasonik, membuat air bergetar. Setelah itu, paus itu berbalik sambil mengayunkan kakinya, menghancurkan tanah serta menghempaskan air.
Paus ini sendiri Level 950, dan apabila bisa naik ke darat, untuk level Player yang sekarang, tidak mungkin bisa menghadapinya.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...