
"Rise!" Natan membangkitkan Donfang Xanzhi sebagai Skeleton Commander.
Walaupun sebelumnya adalah Player, tapi ketika sudah mati, kesadarannya akan menghilang meski sudah dibangkitkan dengan Skeleton Master. Berbeda halnya jika dibangkitkan dengan Raise dari White Mage.
Natan melihat semua orang yang mengambil barang-barang, lalu ia kembali melompat ke atas Rengga. "Semuanya sudah selesai, kita kembali."'
Waktu yang dibutuhkan untuk kembali, tentunya akan memakan lebih lama, karena mereka menggunakan Rengga yang memakan banyak jalan, sedangkan jalanan di sini sangat sulit dilalui dan terbilang sempit.
Natan bersandar di pembatas yang sudah disisipkan bantal, dan kiri-kanannya ada Calista maupun Olivia yang sangat lengket dengannya. "Apakah kalian ingin bergabung dengan Armonia Guild?" Ia melihat Yan Jing yang duduk beberapa meter di depannya.
"Ap- Apakah boleh?" Yan Jing sangat terkejut, dan tentunya ingin bergabung.
Natan menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab, "Tentu, tapi pendapatan Gold kalian akan terpotong tiga per empat bagian untuk Guild."
Yan Jing terdiam sejenak, memikirkannya seraya berdiskusi dengan anggota yang lain.
"Setuju!" Liu Xinmei langsung menyetujuinya tanpa berpikir panjang. "Bahkan jika semuanya untuk Guild, aku tidak masalah. Asalkan ..." Ia menatap mata Natan sangat dalam.
Natan sedikit bergidik ketika melihat tatapan mata Liu Xinmei, tatapan mata yang siap memakan mangsanya.
Yan Jing membungkam mulut Liu Xinmei agar tidak terlalu banyak bicara lagi, karena setiap kali berbicara, yang keluar hanyalah keinginan untuk bersama Natan. Sebelumnya memang pernah kejadian seperti ini, hanya saja tidak semengerikan sekarang, ini seperti mengatakan jika Natan adalah pria idaman Liu Xinmei.
Natan tersenyum canggung seraya membuka layar interface, dan mulai mengundang kelompok Yan Jing.
Seketika itu juga, banyak pemberitahuan yang masuk di System Player Yan Jing, yang mana mendapatkan bonus statistik karena bergabung dengan Armonia Guild. Tapi tambahan statistik itu tidak terlalu banyak ketimbang Natan dan yang bergabung di awal.
"Eh!?" Yan Jing terkejut dengan Inventory Guild, meski ada beberapa item dengan simbol '?' tanda tanya. Tapi ini lebih baik daripada Tas Ruang.
"Gold simpanan ku berkurang. Apakah ini yang dimaksud ucapanmu tadi?" tanya Yan Jing mendongak menatap Natan.
Natan sedikit menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, Gold itu akan digunakan untuk meningkatkan level Guild, Barrier, dan lain sebagainya. Yang jumlahnya tidak sedikit, ratusan juta bahkan miliaran Gold."
***
Jum'at, 12 September 2025
Setelah empat hari perjalanan yang cukup merepotkan, akhirnya mereka sudah kembali ke wilayah Armonia Guild, dan membutuhkan waktu sepuluh hari untuk pergi dan pulang, beserta membunuh monster ataupun menghancurkan Guild.
Natan yang berdiri di kepala Mammoth Tank, merentangkan kedua tangannya. "Aku kembali, akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak, berendam di air panas dan memancing lagi."
__ADS_1
Ayumi yang berada di belakang Natan terlihat tidak senang, karena mulai besok ia harus berolahraga untuk mengembalikan tubuhnya seperti sedia kala.
"Buka gerbang!" Harlod berteriak lantang, memberi perintah pada Knight yang berjaga untuk membuka gerbang.
Rengga yang sebelumnya terpasang di atas Mammoth Tank, kini sudah dilepas ketika masih di peejalanan, sehingga saat melewati gerbang, mereka bisa langsung masuk tanpa harus berhenti terlebih dahulu.
"Ketua/Ketua."
Banyak yang memberi salam pada Natan yang sudah melewati gerbang, kemudian ada juga Pengurus Kuda yang mulai membawa Kuda Tempur untuk dimasukkan ke dalam kandang.
Natan yang baru datang, hanya tinggal sebentar saja untuk membalas salam semua orang. Kemudian ia menaiki Kereta Sihir yang sudah dikembangkan, tidak ada getaran lagi saat menaikinya dan tidak ada bunyi pada bagian roda saat bergerak di jalurnya.
Agatha duduk di tempat kemudi untuk mengendalikan Kereta Sihir, lebih tepatnya mengendalikan jalurnya. "Ketua, apakah Anda ingin kembali lebih cepat, atau ..."
"Stabil, setidaknya satu jam," ucap Natan yang langsung menjawab, sebelum Agatha menyelesaikan pertanyaannya.
Agatha yang menoleh ke arah Natan yang berada di belakang kirinya itu mengangguk kecil, lalu mulai menjalankan Kereta Sihir.
Kereta Sihir mulai berjalan secara perlahan, yang kemudian kecepatannya terus bertambah hingga stabil 25km/h.
Yan Jing, Liu Xinmei, Ye Xiao Yi dan yang lain hanya diam kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan perasaan takjub yang mereka rasakan saat ini. Guild dengan wilayah yang sangat luas, ada Permanent Dungeon, penjagaan yang ketat dan lain sebagainya.
Yan Jing mengalihkan perhatiannya, dari melihat hamparan rumput ke arah Lin Chen yang duduk di depannya yang membelakanginya. "Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk membangun semua ini?"
Natan bisa dengan mudah mengizinkan Yan Jing untuk pergi ke Dungeon Material, karena Point Exp yang mereka dapat, juga akan ia dapat. Ini adalah fitur Guild yang seharusnya tidak mungkin atau bahkan tidak seharusnya ada.
Anggota Guild yang membunuh monster, akan memberikan Point Exp dari pendapatan membunuh untuk Guildmaster, meski hanya setengahnya saja, dan tidak mengurangi Point Exp yang didapat oleh anggota.
Dengan adanya fitur ini, ia bisa lebih banyak berlatih dan bertambah kuat dengan cepat. Tapi, Natan malah tidak terlalu senang, karena bisa membuatnya bergantung dan malas.
"Kereta ini jadi lebih halus, tempat duduknya empuk dan dimensinya jadi luas." Ayumi terlihat sangat senang, duduk di barisan paling belakang.
Dimensi Kereta Sihir, sebelumnya hanya 8 × 2,5 × 3 meter. Sekarang tiap gerbong Kereta Sihir berdimensi 10 × 4 × 4, dindingnya juga terbuat dari kaca yang bisa dibuka, kerangka utamanya terbuat dari campuran besi terbaik dan mythril.
Yan Jing tidak bisa berkata-kata lagi, banyak sekali kejutan yang diterima saat memasuki Armonia Guild. Hingga saat ia melihat belasan tembok besar, ia memijat kepalanya merasa sedikit pusing karena terlalu banyak terkejut. Tapi ini bukanlah akhir.
"Waahh! Banyak domba!"
Yan Jing kembali mendongak ketika mendengar teriakan Jiang Xuyan, ia bisa melihat hamparan luas lainnya setelah melewati tembok yang entah sudah berapa belas kalinya. Ia bisa melihat adanya domba, sapi, kuda, ayam dan hewan ternak lainnya. Kemudian, di sisi lain, ada perkebunan dengan mudah lebat.
__ADS_1
"Kota!?" Yan Jing kembali terkejut setelah melewati tembok lain dan melihat sebuah kota yang cukup padat. Lalu ia mengalihkan perhatiannya pada Natan. "Benar kau hanya tiga minggu menyelesaikan ini semua? Peternakan, perkebunan, kota? Apakah ada yang lain lagi?"
Natan tidak menjawabnya sama sekali, dan hanya memberikan selembar kertas yang merupakan denah Armonia Guild, yang semua orang sudah mendapatkannya agar lebih mudah dalam pengelolaan dan penjagaan.
"Ini ..." Yan Jing bersandar di sandaran kursi empuk, lalu melipat-lipat kertas yang ia bawa.
Tidak lama kemudian, Kereta Sihir berhenti di perbatasan datatan rendah dan perbukitan, yang mana di atas bukit buatan itu terdapat Istana.
Natan yang baru turun dari Kereta Sihir, langsung mendapatkan pelukan dari Vely yang sudah menunggu di sana.
"Aku merindukanmu."
Natan terdiam sejenak, kemudian membalasnya, "Aku juga, sudah sepuluh hari sejak keberangkatan kami." Ia mengusap tengkuk dan punggung Vely.
"Aku, ingin menghabiskan malam ini bersama Natan."
Natan terdiam dengan senyum canggung, tidak berharap jika Vely akan mengatakan itu di depan umum saat banyak orang di sekitar. Tapi, ia juga sangat menginginkannya, karena sudah sepuluh hari tidak melakukannya.
"Ketua, saya pergi dulu." Agatha sedikit membungkuk dengan menyilangkan lengan kanannya di depan dada.
Masih memeluk Vely, Natan menoleh ke kanan menatap Agatha. "Terimakasih, kau bisa istirahat dan berkumpul dengan keluargamu."
Agatha yang sebelumnya menampilkan ekspresi datar, sekarang berubah cerah. "Terimakasih." Ia kembali membungkukkan dan berbalik pergi.
Natan melepaskan pelukannya, kemudian melihat waktu di jam tangan yang masih menunjukkan pukul 08.49 waktu setempat. "Masih pagi, terlalu awal untuk mandi dan beristirahat ..."
"Bagaimana jika kita pergi ke Dungeon Material?"
"Ayumi/Erina ikut!" Keduanya berteriak secara bersamaan, saat masih berada di dalam Kereta Sihir.
"Baik, tapi kita tidak menaiki Kereta Sihir, kita akan berjalan kaki." Natan menghampiri Ayumi dan Erina.
"Eehh!"
"Jangan mengeluh." Natan memberikan sentilan pada dahi keduanya.
Kelompok Yan Jing yang baru bergabung, juga mengikuti ke mana perginya Natan.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...