Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 210 : Kepergian Brianna Alexander


__ADS_3

"Tunggu!" Brianna merasa ada yang salah. "Bahkan jika Penjaga terluka, masih sangat sulit bagi Raja Iblis untuk membunuhnya. Bagaimanapun, Penjaga adalah Tingkat Keempat, dan Tingkat Keempat hanya bisa dibunuh oleh Tingkat Keempat."


Ainsley mengerti keraguan Brianna, tapi dia bisa menjawabnya dengan mudah: "Ya, tapi menurut pengamatan. Raja Iblis tidak sendirian, meski Tingkat Keempat hanya bisa dibunuh oleh Tingkat Keempat, tapi bagaimana jika ada belasan Tingkat Tiga yang menggabungkan kekuatan sampai melebihi Penjaga ini?"


Brianna tertegun, dan tertunduk.


Ainsley menoleh ke belakang melihat Natan yang masih tertidur pulas, dia tersenyum hangat penuh kasih sayang. "Jika Natan bisa menjadi eksistensi Tingkat Ketiga, semua panggilannya akan memiliki kekuatan yang sama. Tidak sulit untuk membunuh Tingkat Keempat, tapi untuk melawan Penjaga Bumi, itu tidak mungkin kecuali menjadi Tingkat Keempat."


Brianna menghela napas, lalu mendongak dan berkata, "Di tempat kalian tidak ada yang namanya level, semuanya bisa dilakukan dengan berlatih. Untuk pengelompokan kekuatan, mereka menggunakan huruf dan angka, tapi semua itu untuk memberikan detail dari Tingkat Pertama dan Kedua. Di Bumi berbeda, tidak ada yang namanya sihir, manusia harus membunuh untuk mendapatkan kekuatan ..."


"Kelihatannya mudah, tapi karena ini juga banyak perang antar sesama. Peningkatan kekuatan yang tiba-tiba, mendapatkan Point Status, semua itu terlihat baik, tapi saat salah meningkatkan kekuatan yang sesuai, akan ada penolakan. Saat ini tidak terlihat, tapi tidak tahu nanti, saat manusia di Bumi sudah menjadi Tingkat Kedua dan ingin naik ke Tingkat Ketiga. Dengan fondasi yang rapuh, tidak memiliki banyak pengalaman, maka hanya kematian yang didapat."


"Semua Mana yang terkumpul di hati mereka, akan meledak!"


Ainsley memandang lurus ke depan dan berkata tanpa mengubah ekspresi: "Belum ada satu tahun semenjak Kehancuran Dunia, tapi kau sudah memahami ini semua. Dengan pemahaman ini dan kekuatan yang kau miliki, tidak sulit untuk melewati Tingkat Ketiga ..."


Ainsley menatap Brianna dan bertanya, "Sampai kapan kau menyembunyikan kekuatanmu, dan sampai kapan kau memperlihatkan informasi palsu? Apakah kau tidak ingin membiarkan Natan mengintipnya sedikit?"


Brianna terdiam sejenak sembari melihat antarmuka pengguna yang muncul di depan matanya. Semua NPC Shop memiliki ini, dan meski dia adalah manusia Bumi, dia tetap dianggap milik Penjaga karena bekerja di bawah Penjaga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Nama : Brianna Alexander]


[Ras : Manusia]


[Usia : 44 Tahun]


[Level : 1.494]


[Job : ???/???/???]


____________________________________________


[HP : [79.184.600/79.184.600] [925.578/m]


[MP : [29.057.225/29.057.225] [442.614/m]

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Haruskah aku bertarung lagi di garis depan untuk menembus Tingkat Ketiga? Tapi, aku tidak tega meninggalkan Natan di sini."


Ainsley berdiri dan berjalan ke tepi. Angin halus mengenai tubuhnya yang mulus, rambutnya yang kuning cerah berkibar tertiup angin. "Apakah kau masih ragu-ragu? Sebentar lagi kau bisa memasuki eksistensi Tingkat Ketiga."


Brianna menghela napas, dia berdiri dan berhenti di samping Ainsley. "Mungkin kelihatanya hanya butuh enam level untuk memasuki Tingkat Ketiga, tapi kau yang mengatakannya sendiri, manusia di Bumi sangat sulit untuk naik ke Tingkat Ketiga, apalagi Tingkat Keempat. Aku saja tidak percaya diri, jadi aku tidak bisa menyalahkan putraku yang kadang-kadang tertekan dan menyalahkan dirinya sendiri."


"Jangan seperti itu." Ainsley menggelengkan kepalanya dan berkata, "Jika kau tidak yakin, bagaimana kau akan naik? Aku akan memberimu waktu satu minggu untuk bersama dengannya, setelah itu kau ikut denganku ke garis depan. Jika kau dalam bahaya, aku akan langsung mengirimmu kembali ke sini."


Brianna terdiam sejenak, kemudian dia mengangguk dan berkata, "Ya, meski berat, aku harus naik secepatnya. Ini juga untuk membantu Natan."


Ainsley tersenyum tipis, tapi tidak mengatakan apa-apa.


...***...


—Tujuh Hari Kemudian—


Natan menahan rasa sedihnya saat melihat ibunya yang mengenakan jubah hitam seperti NPC Shop pada umumnya. Dia tahu ibunya akan pergi ke garis depan dan dia tidak bisa menghentikannya, dia ingin ikut, tapi dia tahu bahwa hanya akan menjadi beban.


Natan tahu kalau ibunya akan pergi tiga hari lalu, itu sangat mengejutkannya, dan dia menolak, tidak membiarkan ibunya pergi. Tapi setelah memahami situasinya, dia hanya menahan diri, dan akhirnya melepas ibunya.


Natan melangkah dan memeluk Brianna dengan erat.


Brianna tertegun, lalu dia tersenyum sambil mengusap kepala Natan dan menepuk-nepuk punggungnya. "Bayi kecil Ibu sudah besar, jangan selalu seperti ini. Apakah kau tidak malu dilihat yang lain?"


Natan tidak mengatakan apa-apa, hanya memeluk Brianna semakin erat dari sebelumnya.


Ainsley berdiri di belakang kiri Brianna, menunggu keduanya selesai. Tapi saat melihat mereka berdua yang berpelukan untuk waktu yang sangat lama, dia menghela napas, menghampiri Natan dan memberikan kecupan hangat di keningnya. "Aku sudah memberimu perlindungan."


Natan tertegun, dan tiba-tiba dia merasakan hangat di sekujur tubuhnya, hangat ini semacam energi yang lebih tinggi dari Mana.


[Mendapatkan BUFF dari Ainsley Camelia. +50% Exp, +50% VIT, 50% STR dan Mampu Bertahan dari Sihir Pengendalian Pikiran]


"Eh?!" Natan tercengang ketika melihat pemberitahuan yang muncul di depan matanya. Dia melihat Ainsley dengan ekspresi keterkejutan yang tidak bisa disembunyikan.


Ainsley tersenyum, lalu dia berbalik dan saat itu juga pusaran cahaya biru terbentuk. Dia melangkah masuk, kemudian menghilang.

__ADS_1


Brianna berbisik di telinga Natan. "Natan harus terus membunuh monster, dan coba menyelamatkan manusia sebanyak mungkin. Kemudian, pertahankan Player Rank tetap di nomor satu. Akan hadiah yang luar biasa, bukan lagi Gold, Exp dan sumber daya."


Natan kembali terdiam, dan tiba-tiba tangannya bergerak sendiri melepaskan pelukannya.


Brianna tersenyum, dia berbalik melihat semua orang yang ada, termasuk Keluarga Alexander. "Aku pergi dulu, aku minta pada kalian semua untuk menjaga Natan."


Tanpa menunggu yang lain berbicara, Brianna langsung membuka pusaran cahaya dan masuk menyusul Ainsley.


Natan diam terpaku di tempat. Menurutnya ini terlalu cepat, belum ada dua bulan bertemu, dan sekarang harus ditinggal lagi. Dia tidak tahu harus menunggu berapa lama lagi.


Jika saja Brianna tidak pernah muncul di depannya dan tetap berpura-pura mati selama ini, mungkin Natan tidak terlalu sedih, karena dia sudah menerimanya. Tapi sekarang berbeda, dia sudah menemukan ibunya, menemukan orang yang bisa dia ajak cerita dan mengeluarkan semua masalahnya. Sekarang, dengan kepergian Brianna ke garis depan, pastinya akan terasa lain.


...***...


—Ruang Bawah Tanah, Beijing—


Ruang bawah tanah yang sangat tersembunyi, bukan dibangun dalam satuan atau puluhan meter di bawah permukaan tanah, tapi ratusan meter di bawah tanah.


Ruang bawah tanah ini tidak kecil, ukurannya benar-benar besar dan tidak terbayangkan. Luas ruang bawah tanah ini sedikit lebih besar dari wilayah terdalam dan terpenting dari Wilayah Armonia (Istana Kota), setidaknya 30 kilometer persegi.


Ruang bawah tanah ini berhasil diciptakan setelah tiga bulan Kehancuran Dunia.


Bagian tengah dari ruang bawah tanah dan terpenting, adalah wilayah militer. Di sini, banyak teknologi maju yang harusnya tidak muncul di abad ini.


Ada bangunan yang melayang di udara, itu seperti pulau apung. Di bagian dalamnya, terdapat belasan orang penting yang duduk di meja bundar dengan melingkar.


Mereka adalah Jenderal dari satuan yang berbeda, dan ada Akademisi penting, termasuk Presiden.


Salah seorang pria tua yang mengenakan pakaian militer hijau, di pakaiannya banyak pernak-pernik militer yang menjelaskan semua pencapaiannya.


Pria tua itu melihat sekeliling dan berkata, "Harusnya kalian semua tahu, Kota Chengdu memiliki wilayah yang luas, dan sekarang dikuasai oleh Armonia Guild. Kita sudah pernah melihat betapa kuatnya mereka, dan mereka memiliki pasukan yang tak kenal lelah dan takut."


"Kita sudah sering membahas ini, dan sekarang kita akan mengirim perwakilan untuk beraliansi dengan Armonia Guild. Apakah kalian setuju?"


Semua orang di sini tahu tentang Armonia Guild yang mampu membersihkan Kota Chengdu, dan dari awal mereka ingin mengajukan aliansi, tapi sampai saat ini masih mengamati karena ingin memastikan apakah kelompok ini berbahaya atau tidak.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2