
Kelompoknya sudah berkumpul di satu tempat dan hanya perlu meninggalkan shelter kapan pun mereka mau. Tapi menundanya sebentar untuk sarapan sederhana, menyantap cup mie instan yang ditemukan di jalan.
Walaupun sudah melebihi tanggal kadaluarsa, tapi karena tertimbun salju, itu masih segar dan apalagi sudah disterilkan dengan sihir.
Natan sudah menceritakan semua kejadian tadi malam pada semua orang ketika mereka tertidur. Tentu mereka tidak mengetahuinya, karena setiap ruangan terdapat sihir peredam suara untuk menahan kebisingan di luar. Pihak penginapan juga tidak menekan alarm, yang mana bisa memberi pemberitahuan pada pengunjung langsung di dalam kamar.
Berbeda dengan Natan, dia tidak bisa tidur di tempat ini karena memang merasa ada sesuatu yang salah. Bukan seperti tempat yang pernah didatanginya, di mana shelter di sana bereksperimen dengan manusia dan zombie.
Sesuatu yang salah di sini adalah tentang pandangan semua orang, ada kemungkinan bawahan dari Komandan Tertinggi di Shelter Poland memiliki keahlian untuk memperbudak. Jika menemukan Player yang berpotensi, bawahan ini akan memperbudak dan mendapatkan imbalan.
Itu hanyalah spekulasi, tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati.
Tap, tap, tap... Tap, tap, tap...
Natan menghela napas saat berdiri. "Kuro."
Kuro yang sudah selesai memakan daging mentah, berdiri dengan keempat kaki saat melepaskan bayangan hitam seperti tentakel. Bayangan itu menyelimuti semua orang kecuali Natan, dan bersembunyi di dalam bayangan Natan.
Natan melangkah ke balkon untuk melihat pemandangan bersalju. "Shelter dengan pasukan yang lemah, tidak ada kesadaran diri untuk mempertahankan tempat, semuanya egois dan mementingkan diri sendiri. Tidak peduli apakah teman terluka, yang penting dirinya selamat."
Bang!
Pintu di belakang Natan terbuka lebar-lebar sampai patah.
"Kalian datang kemari untuk menangkap rekan-rekan yang kubawa dan mengancam akan membunuhnya jika aku tidak setuju?" Natan tidak menoleh saat bertanya, dan bisa merasakan aura tidak bersahabat dari orang-orang di belakangnya tanpa harus mengamati melalui Mapping.
Bendetto yang baru masuk, tertegun dengan pertanyaan Natan. Tapi dia tidak menyangkalnya dan hanya tersenyum tipis. "Bergabunglah dengan Shelter Poland, kami bisa menjamin keamanan, tempat tinggal dan makanan. Gaji mingguan akan berjumlah seratus ribu gold."
"Seratus ribu? Bukankah itu hanya dua ratus monster level lima ratus? Aku bisa membunuhnya sehari. Keamanan? Bahkan kalian tidak mampu bergerak saat bertemu King of Wight. Tempat tinggal? Di sini sangat panas, semuanya di bawah standar. Makanan? Bahkan rumah makan terbaik di sini memiliki rasa yang buruk."
Jika kembali ke Armonia Guild, Natan bisa memakan apa pun yang diinginkannya. Dia bisa menyantap daging sapi, domba, kambing dan banteng sampai perutnya meledak.
Peternakan telah berkembang secara signifikan, secara total, sudah ada 80.000 hewan ternak yang tercatat. Belum lagi peternakan hewan yang di air, seperti ikan, kepiting dan lobster air tawar.
Produksi telur dan susu juga mencukupi kebutuhan semua penduduk. Jika kehabisan hewan ternak, tim ekspedisi bisa memasuki Dungeon untuk mengambilnya.
__ADS_1
Dungeon di Armonia Guild cukup banyak: Dungeon Material, Dungeon Hewan, Dungeon Tumbuhan. Dimensional Cave juga muncul, tapi di luar tembok dan telah dijaga oleh pasukan.
Senyum di wajah Bendetto membeku ketika mendengarnya. Dia merasa sangat terhina, dengan mengangkat tangannya, semua pasukan di belakangnya bersiap-siap untuk melepaskan tembakan.
Natan melihat semua orang di sekitar Bendetto dengan tatapan tajam dan dingin. "Turunkan senjata kalian dalam tiga detik, atau aku akan membunuh kalian semua dan meledakkan Shelter Poland."
Tangan Bendetto bergetar seperti tersengat listrik saat mendengarnya. Ada ketakutan dan keraguan.
Bendetto diam cukup lama, sebelum akhirnya menurunkan tangannya kembali seraya menghela napas. "Turunkan senjata kalian."
Semua pasukan bersenjata menurunkan senjata.
Ayumi dan Calista yang berada di dalam bayangan, telah bersiap-siap untuk melepaskan serangan. Bahkan jika Bendetto telah membatalkan perintah, mereka berdua tetap bersiaga dan bisa melepaskan sihir kapan pun mereka mau.
"Apakah kita tidak bisa bekerja sama?" Bendetto kembali bertanya dengan tatapan penuh harap.
Natan menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin. Tadi malam saat penyerangan, aku sedang mencari rekan dan mengetes apakah shelter ini bisa diajak beraliansi. Tapi ternyata, orang-orang di sini tidak berani menyerang monster yang menyerang rumah mereka sendiri. Jadi, aku tidak lagi berkeinginan untuk menjalin hubungan kerja sama."
Bendetto terdiam dan menghela napas, mengungkapkan ketidakberdayaan dan penyesalan. Tebakannya benar, kelompok Natan adalah suatu organisasi yang sangat kuat, dan mungkin Shelter Poland akan mendapatkan beberapa keuntungan jika bekerja sama, tapi semuanya telah berakhir bahkan sebelum mulai.
Bendetto tersentak dalam kejutan dan melangkah mundur tanpa sadar. Tubuhnya menegang dan gemetaran ketakutan saat melihat tatapan mata Natan. Dia tahu bahwa Natan serius dalam perkataannya, dan benar-benar akan membunuhnya.
Natan mengambil langkah mundur dan tidak peduli lagi dengan Bendetto, kemudian tubuhnya kembali berubah menjadi bayangan.
Bendetto menghela napas saat melihat Natan yang telah pergi, tapi tubuhnya masih bergetar dengan keringat dingin yang membasahi. "Kekuatannya, lebih tinggi dari Komandan ..."
Bendetto merenung, memikirkan sesuatu yang mungkin terjadi. Ketika mendapatkan jawabannya, tubuhnya kembali bergetar lebih kuat. "Jangan bilang, itu dia ... Spathi?"
Mendengar itu, belasan pasukan merasakan ketakutan yang tidak bisa dijelaskan.
***
Bawah Tanah
Kelompok Natan tiba di atas Mammoth Tank yang terus berjalan di bawah tanah. Dia melihat ke belakang, melihat bahwa semua orang sedang bersantai-santai tanpa beban, dan bahkan ada yang membangun kolam renang sederhana di atas Mammoth Tank yang membawa lantai besar di atasnya.
__ADS_1
Beberapa Mammoth Tank juga membawa pohon, itu untuk menyediakan oksigen dan sihir seperti sinar matahari juga ada untuk menyediakan cahaya yang akan bersinar delapan jam sehari.
Natan langsung duduk dan membiarkan Kuro mengeluarkan semua orang. Dia melihat Mapping. "Kita berada di bawah tanah dengan kedalaman lima ratus meter di depan gerbang timur Shelter Poland."
Natan mendongak, melihat lapisan tanah yang terus digali Skeleton Earth Mage. "Aku telah mendapatkan King of Wight, dan tingginya telah mencapai seratus meter. Kemampuan pedangnya lebih baik dari Giant Knight, dan mampu memanggil Pasukan Wight dalam jumlah tertentu."
Ketika sedang berpikir, Natan mendengar suara bahagia dari belakang. Dia menoleh, melihat wanita muda yang seusianya, atau mungkin dua tahun lebih tua.
Berambut pirang, memiliki tubuh ideal dan menggunakan pakaian renang seperti dalaman berwarna hitam. Perutnya yang halus dan rata, dadanya terlihat kokoh dan mempesona.
Addison, duduk di samping Natan. "Jangan berpikir macam-macam, dia Kakak Sepupumu!"
Natan tersadar dan kembali melihat dinding yang terus digali. "Apakah tidak masalah membiarkannya berpakaian seperti itu?"
Addison mengerutkan keningnya, kemudian tersenyum dan menjawab, "Budaya kita berbeda. Bahkan Bibimu berpakaian seperti itu saat di pantai."
Natan terdiam dan menganggukkan kepalanya. Memang, di tempatnya tinggal, sangat jarang atau bahkan tidak ada. Hanya di tempat-tempat tertentu saja yang bisa menggunakan pakaian renang seperti itu, dan apabila mengenakannya di pantai yang salah, akan menjadi pusat perhatian atau bahkan mendapat kritik dan cacian.
"Ngomong-ngomong, apakah kita benar-benar akan pergi ke Amerika?" Addison masih merasa tidak mungkin, atau paling tidak sangat sulit untuk pergi ke sana. Bagaimanapun, lautan di sana lebih dalam dan luas daripada Selat Inggris.
Natan merenung. Dia memang ingin pergi ke Amerika, tapi pergi ke sana dengan kecepatan ini terlalu lama, mungkin akan memakan setengah tahun.
Meminta skeleton untuk pergi, bukan ide yang buruk. Tapi, apakah bisa? Jarak London ke Chengdu adalah 8.279 kilometer, sedangkan Chengdu ke New York, itu sekitar 15.725 kilometer. Apakah skeleton masih terhubung dengannya?
Natan menghela napas dan berkata, "Kita akan kembali ke Chengdu. Kita akan menggunakan cara tranportasi seperti tadi, bolak balik membutuhkan dua jam, dan hanya bisa membawa dua puluh orang. Dengan jumlah orang saat ini, hampir tiga puluh jam."
Addison menganggukkan kepalanya. "Berarti kita akan berangkat satu jam lagi."
"Iya." Natan membalasnya singkat.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1