
Natan duduk bersandar di tempat tidur dengan Calista dan Olivia bersandar di lengannya, tangannya bermain-main mengukur gunung. "Kalian, ini bertambah besar? Sepertinya E."
Olivia yang bersandar, bermain-main dengan ular Natan menggunakan tangan kirinya. "Iya, tapi meski bertambah besar, ini tetap kencang."
Natan tersenyum, dia mengecup kening Olivia. "Ya, aku bisa merasakannya, ini kencang, padat, dan indah. Aku bisa memegangnya selamanya."
Calista mengusap perut Natan dengan delapan otot perut yang keras. "Sayang, kau melakukannya dengan kami setiap hari selama enam tahun ini. Sebelum kau mengalami musibah itu, biasanya hanya dua hari sekali, bahkan kalaupun tiap hari, pasti ada libur, tapi ini tidak, apa tidak masalah dengan kesehatanmu?"
Natan mengecup kening Calista seraya memetik ceri merah yang lembut. "Tidak masalah, aku baik-baik saja. Kalian menerima suntikan dariku setiap hari, dan semuanya dalam jumlah besar, tidak ada pengurangan sedikit pun, harusnya kau tahu kalau aku sehat hanya dari merasakannya."
Calista memerah, dia mencubit dada Natan. "Cabul."
Olivia mendongak menatap Natan. "Sayang, ayo buat anak lagi, aku ingin mengandung, Via sudah sembilan tahun, aku ingin merasakan mengandung anak lagi."
Natan merenungkannya, dia melihat langit-langit ruangan, lalu mengangguk. "Baiklah, hari kita buat sebanyak-banyaknya."
"Apa yang banyak?" Vely keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melilit tubuhnya.
Vely melangkah menaiki tempat tidur saat melihat gerakan tangan Natan, dan tanpa banyak tanya, dia melepaskan handuknya, lalu duduk di atas tubuh Natan. "Jadi, apa yang banyak?"
Natan tersenyum hangat saat melihat Vely yang duduk di atas perutnya. "Aku tahu kita sudah melakukannya cukup lama hari ini, tapi, ayo lakukan lagi, kali ini untuk membuat kalian hamil."
Vely tertegun, kemudian air mata mengalir di sudut matanya. Dia mengangguk, menjatuhkan tubuhnya dan memeluk Natan. "Ya! Aku sudah menunggu ini sejak empat tahun lalu!"
Natan menepuk-nepuk punggung Vely, lalu mengangkat pantatnya yang lembut dan memasukkannya perlahan-lahan hingga menyentuh bagian terdalam.
Calista dan Olivia lebih mendekat dan membuka kedua kaki mereka.
Natan mengulurkan tangannya, dia memasukkan jarinya ke dalam gua madu Calista dan Olivia, seraya dia menggoyangkan pinggulnya.
Ketiganya mengeluarkan suara yang merdu, menggemaskan dan menggairahkan, membuat Natan semakin bersemangat, apalagi napas napas Calista dan Olivia di telinga Natan.
"Sayang, jatuhkan tubuhmu, aku ingin mencium aroma tubuhmu."
Vely menjatuhkan tubuhnya lagi dengan pinggulnya yang masih naik turun, dan dia membiarkan Natan menjilati lehernya.
Natan menghirup aroma di leher Vely, meski sudah tercampur oleh aroma sabun, tapi samar-samar dia masih bisa merasakannya. "Sayang, nanti saat mandi, jangan mandi lebih dulu, kita bisa mandi bersama-sama."
"Baik ..."
Natan memeluk erat tubuh Vely, lalu membalikkan tubuhnya sehingga dia berada di atas. Dengan ini, dia lebih leluasa menusuk Vely, dan tangannya bisa bermain dengan gua madu Calista dan Olivia.
"Efek ramuan sudah habis, kan?"
Vely membuka matanya, tangannya mencengkeram sprei di atasnya, dia mendesah tanpa henti, menatap Natan dan mengangguk.
Natan menoleh menatap Calista dan Olivia.
Keduanya menganggukkan kepala dan membalas, "Kami sepuluh menit ... lagi ... mphh..."
__ADS_1
"Cairanku masih di dalam kalian, biarkan saja, kalian akan hamil." Natan tersenyum menggoda.
Olivia mendengus dingin, dia menatap Natan. "Tidak, aku ingin itu lagi."
Natan tertawa, dia menarik Olivia untuk berdiri dan memeluk pinggangnya. "Tentu, kita akan bermain sampai besok." Ia mencium bibir Olivia dengan penuh gairah.
Dia juga menarik Calista, memeluk pinggang keduanya di saat dia terus menusuk Vely dengan irama yang tetap.
...
Waktu terus bergulir, mereka berempat tidak turun dari tempat tidur dan tidak pernah berhenti. Kalaupun berhenti, itu hanya saat makan dan minum, tapi mereka tetap di dalam kamar tanpa keluar sama sekali.
Natan tidak membiarkan istri-istrinya beristirahat, bahkan meski mereka bermain bergantian, tapi tangannya tidak berhenti menjelajah.
Sampai Calista dan Vely kelelahan, Natan masih bermain bersama Olivia.
Olivia duduk di pangkuan Natan, saling berhadapan, dia memegang wajah Natan dengan penuh kasih sayang saat merasakan semburan hangat di dalam tubuhnya. Dia tidak tahu sudah berapa banyak dia menerimanya, bahkan sampai lumer membasahi pahanya.
Natan memeluk erat pinggang Olivia dan menekannya agar semua cairannya masuk ke bagian terdalam. Dia menatap mata Olivia dengan tatapan berapi-api, napas mereka berat dan terengah-engah, tubuh mereka lengket dan menempel karena keringat.
Olivia membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya.
Natan menangkap lidah Olivia, lidah mereka bertemu dan saling menggoda.
Olivia menarik bibirnya saat napasnya terengah-engah, dia menatap Natan. "Sayang, apa kau masih mampu?"
Natan mengangguk dan berkata, "Ya, meski sudah 33 jam, aku masih mampu. Ada apa? Mau lagi?"
Olivia berdiri perlahan, lalu menunduk melihat milik Natan yang masih berdiri tegak dengan cairan putih yang menempel. "Aku akan membersihkannya."
"Tidak perlu." Natan menahan dagu Olivia, lalu mengecup bibirnya sangat dalam.
Kemudian dia turun dari tempat tidur, pergi ke kamar mandi.
Setelah itu, dia meninggalkan kamar setelah menyelimuti ketiga istrinya yang tertidur dan mengecup kening mereka.
Natan pergi ke kamar Liu Xinmei dan bermain di sana semalaman, bersama dengan Jia Meiya yang bergabung sehingga dia tidak tidur untuk memuaskan mereka. Usia mereka terus bertambah, terutama Jia Meiya yang berusia 37 tahun, tapi bukannya menurun, nafsunya semakin kuat.
Tapi dia tidak mengeluh, dengan Level 989, staminanya sangat luar biasa, dia bahkan senang bisa terus menusuk istri-istrinya tanpa henti dan saling memberi kepuasan.
...***...
—10 Hari Kemudian—
Natan, Calista, Vely, Olivia, Liu Xinmei, Jia Meiya, Ayumi, Erina, Xia Feiya, Charles, Vera, Octavia, Ling Wei, dan Jiang Shuya makan bersama.
Jia Meiya membantu Jiang Shuya untuk makan karena masih berusia lebih dari 3½ tahun, memberinya makan dengan penuh kasih sayang.
Xia Feiya sudah berusia 15 tahun, Charles, Vera dan Octavia berusia 9 tahun, dan Ling Wei sudah berusia 7½ tahun.
__ADS_1
"Kakak, ke mana kita pergi hari ini?" tanya Ling Wei menatap Octavia.
Octavia menoleh dengan mulut penuh, dia mengunyahnya sampai lembut bahkan berhitung dalam hati, lalu menelannya dan berkata, "Kakak Charles akan membawa kita ke Wilayah Elf untuk belajar meracik Potion."
Ayumi mendongak menatap Octavia di seberang meja. "Meracik Potion? Mengapa tidak belajar dengan Bibi?"
Charles menatap Ayumi dan berkata, "Bibi Ayumi adalah Alkemis terbaik di Kerajaan Armonia, tapi Bibi memiliki kekurangan, tidak pandai saat mengajar."
Ayumi tersenyum bahagia, tapi setelah mendengar kalimat lanjutannya, dia terdiam tanpa bisa berkata-kata.
Erina tertawa terbahak-bahak sambil menyenggol lengan Ayumi.
Charles tahu dia mengatakan sesuatu yang salah, jadi dia menunduk dan meminta maaf. Meski pengajaran Ayumi sulit dipahami, dia senang memiliki bibi yang perhatian padanya.
Ayumi tersenyum, mengangguk dan berkata, "Tapi, temani Bibi memancing di danau, untuk pergi ke Wilayah Elf, kalian bisa melakukannya besok."
Charles mengangguk tanpa perlawanan, dia sendiri gemar memancing dengan bibinya.
...
Semuanya makan tanpa terburu-buru, dan setelah selesai, anak-anak langsung melompat turun dari kursi dan berlari kecuali Jiang Shuya yang tertidur diperlukan Jia Meiya.
Natan dan para istri tidak langsung bangkit, mereka bersantai sebentar.
"Hoek!" Calista merasa mual.
"Kenapa? Hoek!" Vely yang berdiri ingin menepuk punggung Calista, tiba-tiba merasakan mual yang sama.
Liu Xinmei merasa ada yang salah, dia bahkan melihat Olivia yang juga mulai mual. Tiba-tiba, dia mengerti dan menatap Natan, dia berdiri dan menghampiri Natan. "Sayang, tidak adil, aku juga ingin mengandung anakmu lagi." Ia langsung duduk di pangkuan Natan.
Natan mengusap kepala Liu Xinmei. "Tunggu sebentar, oke? Jika kalian semua mengandung, bagaimana denganku? Apa aku harus menggunakan tangan lagi?" Ia mengulurkan tangannya, mengukur gunung Liu Xinmei. "Ini semakin besar, aku menyukainya."
Liu Xinmei memukul tangan Natan. "Ada Shu'er di sini, bahkan meski dia tidur, tidak boleh melakukan ini." Ia menarik telinga Natan dengan lembut, lalu bersandar di dadanya. "Janji, setelah mereka bertiga melahirkan, kau harus membuatku hamil."
"Tentu ..." Natan mengangguk dan berkata, "Setelah kau mengandung dan melahirkan, kalian berdua yang akan hamil lebih dulu, barulah mereka bertiga agar bergantian."
Calista, Vely dan Olivia tidak memiliki masalah akan hal itu, bahkan mereka merasa tidak nyaman karena hanya anak mereka yang lahir lebih dulu daripada anak Liu Xinmei dan Jia Meiya.
Natan menepuk-nepuk kepala Liu Xinmei. "Ayo, anak-anak sudah berangkat bersama Ayumi dan Erina, kita juga harus pergi ke sana."
Liu Xinmei turun dari pangkuan Natan...
Natan berdiri menghampiri Jia Meiya, mengecup keningnya dengan lembut, lalu mengambil Jiang Shuya dan menggendongnya.
Kemudian, dia memimpin para istri untuk pergi ke danau di area tenggara di mana danau berada.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...