Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 243 : Lantai 38


__ADS_3

Natan berdiri di depan Dungeon Tower dengan semua anak-anak berdiri di sampingnya, dia sudah memasukkan Charles, Vera dan Octavia ke dalam tim.


"Level Ayah sangat tinggi!" Charles memegang layar interface di depannya dengan kedua tangan seolah memegang koran.


"Iya!" Vera menganggukkan kepalanya, tapi tiba-tiba ekspresinya bermasalah. "Jika level Ayah setinggi ini tapi Ayah hampir mati tiga tahun lalu, maka musuhnya pasti sangat kuat."


Natan tertawa canggung saat mendengar putrinya mengatakan bahwa dia hampir mati.


Ling Wei terdiam sejenak, lalu bertanya, "Tiga tahun lalu Ayah hampil mati? Ling Wei tidak tahu itu." Ia terisak, sedih dan air mata mulai terbendung hampir pecah.


Charles mengusap kepala Ling Wei. "Itu karena saat itu Wei Kecil masih bayi, tidak tahu apa-apa. Untungnya ada Nenek Ainsley yang menyelamatkan Ayah."


Ling Wei mengusap matanya. "Monstel, musuh, Ayah hampil mati." Ia mengepalkan tangannya, dia mendongak menarik ujung pakaian Natan. "Ayah, Ling Wei juga ingin bel-latih bersama Kakak!"


Natan berjongkok di depan Ling Wei, dia merapikan rambut putranya yang menghalangi alis dan hampir mengenai mata. "Tentu, tapi setelah Wei Kecil berusia empat tahun, hanya latihan fisik, belum boleh memegang pedang atau berburu."


"Baik, Ayah." Ling Wei tersenyum bahagia, dia hanya perlu menunggu tiga bulan lagi, itu tidak terlalu lama.


"Bagus untukmu." Charles mengusap kepala Ling Wei seraya memberi acungan jempol.


Ling Wei tersenyum bahagia. "Terima kasih, Kakak."


Natan menggendong Ling Wei, lalu dia menatap ibunya. "Ibu, mohon bantuanmu, aku tidak ingin Wei Kecil dan Shu'er terpisah saat masuk ke dalam, apalagi mereka belum memiliki Sistem Player karena belum membunuh monster."


Brianna tersenyum tipis, dia menganggukkan kepala saat menggendong Jiang Shuya. "Tentu, ini permintaan putra Ibu, pastinya akan Ibu turuti. Apalagi cucu-cucu Ibu yang manis, Ibu tidak ingin mereka kenapa-napa."


"Ayah, hangat." Ling Wei melihat sekitar tubuhnya yang bercahaya, dia juga melihat Jiang Shuya yang memancarkan cahaya yang sama.


"Ayo pergi." Brianna melangkah memasuki Dungeon Tower.


Tubuh semua orang bersinar dengan cahaya berwarna biru, kemudian cahaya itu meredup dan menghilang, bersamaan dengan semua orang yang diselimuti oleh cahaya sebelumnya.


...***...


—Dungeon Tower, Lantai 38—


Hamparan pasir berwarna putih kekuningan sangat indah saat dibasuh oleh sinar matahari di siang hari; suara deburan ombak terdengar saat air laut yang tinggi membasahi pasir panas di cuaca yang cerah.

__ADS_1


Tiba-tiba, angin berderu di suatu tempat bersamaan dengan cahaya biru yang membentuk siluet manusia.


Ketika cahaya ini meredup, sosok di dalam cahaya mulai terlihat. Sosok-sosok ini adalah Natan bersama dengan keluarganya yang datang.


Natan membuka matanya, dia masih menggendong Ling Wei. Dia menghela napas, lalu memeriksa semua orang yang tidak terpisah darinya.


Octavia melihat sekeliling dengan mata berbinar, terutama saat melihat lautan yang luas. "Ayah, Ayah! Apa ini pasir pantai, dan itu lautan seperti yang ada di buku gambar?!"


Natan menurunkan Ling Wei dan berjongkok di depan Octavia. "Iya, Sayang. Tapi tempat ini sangat berbahaya, bukan tempat di mana kita bisa bermain-main."


"Mengapa?" Octavia memiringkan kepalanya. "Di buku gambar tempat ini tidak berbahaya sama sekali."


Natan mengusap kepala Octavia, mencubit pipinya yang bulat dengan lembut dan memberikan sentuhan kecil di hidungnya. "Karena, monster..."


"Monster?" Vera memiringkan kepala, lalu dia melihat sekeliling termasuk langit dan pasir di bawahnya. "Vera tidak melihatnya."


Natan tersenyum saat dia berdiri dan mendengar deru ombak yang berbeda dari sebelumnya. Dia berbalik memandangi lautan yang luas, melihat ombak yang terbelah, dan ada titik hijau dan merah di ombak yang menggulung.


Natan menghela napas, dia menengadahkan kepalanya melihat langit biru seraya melangkah dan melepas salah satu kancing kemejanya. "Kalian selalu penasaran bagaimana kemampuan Ayah, hari ini, Ayah akan memperlihatkannya."


Calista tertawa kecil melihat Natan yang seperti ini, yang ingin tampil baik dan membuat anak-anak kagum.


"Ayah, apa monster ada di lautan, dan mereka akan datang sebentar lagi?" tanya Charles.


"Iya ..." Natan menganggukkan kepala, dia melambaikan tangannya ke belakang. "Kuro, Kori, jaga anak-anak."


Swooshh...


Angin bertiup kencang menerbangkan pasir ke segala arah, sinar matahari yang panas dan menyilaukan tiba-tiba redup, tapi bukan karena mendung atau apa, melainkan ada dua makhluk yang sangat besar menghalangi sinar matahari yang jatuh ke permukaan pasir.


Kuro memiliki tinggi 25 meter dan panjang tubuhnya adalah 32 meter, memiliki Level 895. Kori memiliki ukuran yang lebih besar, itu memiliki tinggi 45 meter dan bentang sayapnya yang hampir mencapai 100 meter.


Charles berbalik, dia tidak bisa melihatnya dengan jelas karena tubuh yang terlalu besar.


"Ayah sangat keren!" Vera berteriak; matanya berbinar saat melihat ayahnya dengan penuh semangat.


Charles berbalik lagi, dia melihat ayahnya telah memakai mantel jubah berwarna hitam pekat. Ada pedang yang terpasang di belakang pinggang, lalu ada tombak dan sniper yang menyilang membentuk tanda “X” di punggung.

__ADS_1


Ibunya juga sudah berganti pakaian berwarna merah gelap seperti darah, membawa pedang di kedua tangan yang memancarkan aura kabut mengerikan.


Vely memakai pakaian biru langit, bagian roknya hanya sampai di atas lutut, tapi ada mantel panjang yang menutupi bagian belakang sampai bawah lutut. Dia membawa busur panah tanpa anak panah, udara terlihat terdistorsi, berkumpul dengan dia sebagai pusatnya.


Olivia mengenakan seragam seperti Gereja Fantasi yang berwarna putih dan garis-garis emas, lalu ada lingkaran “Halo” di atas kepalanya.


"Ibu sangat keren! Pedangnya mengeluarkan kabut darah!"


"Busur Ibu tidak ada anak panahnya?"


"Ibu sangat luar biasa! Cahaya emasnya sangat indah!"


Ling Wei menarik rok Liu Xinmei. "Ibu, Ibu, Ling Wei ingin melihat Ibu berubah."


Liu Xinmei ingin menolaknya, tapi saat melihat tatapan putranya yang penuh harap sampai berbinar, membuatnya menyerah. "Baik, Ibu akan berubah dan bertarung bersama-sama."


Levelnya sendiri yang paling rendah di sini, tapi untuk memuaskan rasa penasaran putranya, dia menurutinya.


Level Natan Alexander Level 900; Tanaka Ayumi dan Erina Adriani Level 896; Vely Anindya, Izora Calista, Olivia Edrea Level 887; Jia Meiya dan Xia Feiya Level 880; Liu Xinmei Level 871.


Liu Xinmei mengambil langkah dan berdiri di samping kiri Natan yang sedang menunggu datangnya monster. Saat dia melangkah, pakaiannya mengalami perubahan, dia mengenakan celana kulit yang dengan lubang di bagian lutut. Dia memakai zirah yang terbuat dari kulit, memperlihatkan pinggang dan perutnya yang ramping, dan membawa tombak merah yang memancarkan sinar merah dengan suhu yang tinggi.


Walaupun semuanya terbuat dari kulit, tapi bukan sembarang kulit, itu menggunakan kulit binatang laut dalam saat dia hamil dan meminta Natan mencarikan bahan terbaik untuk perlengkapannya.


"Woaah! Tombak! Apa Ling Wei akan seperti Ibu?" Ling Wei memandangi ibunya yang gagah berani.


Natan tertunduk lesu, bahkan sampai berlutut dengan tangan menyentuh tanah. "Apa tidak ada yang ingin seperti Ayah?"


Keempat istri tertawa kecil melihat Natan yang seperti ini, dan mereka merasa lucu, karena anak-anak sangat dekat dengan Natan, tapi tidak ada yang ingin seperti Natan dalam kemampuan.


Booom!


Tiba-tiba ada ledakan keras yang datang dari lautan, ombak yang sebelumnya memang sudah tinggi, tapi sekarang memiliki ketinggian yang sama seperti Kori.


Natan menghela napas, dia berdiri dan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Dia ingin membuat anak-anaknya kagum sehingga ada yang ingin berlatih bersamanya, paling tidak ada yang ingin menggunakan senjata api sepertinya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2