Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 077 : Tenang Sebelum Badai


__ADS_3

Hanya dengan membunuh satu monster saja, Jia Meiya dan Xia Feiya sudah mencapai level empat puluhan, meningkatkan stamina maupun kekuatan mereka, serta sedikit ketahanan terhadap lingkungan sekitar.


Natan menambahkan keduanya ke dalam Guild dan Team, tanpa menunggu mereka berdua mencapai Lv.100, karena terlalu lambat apabila harus menahan diri saat membunuh monster. Lagi pula, sebanyak apa pun anggota yang ditambahkan, setiap anggotanya akan tetap mendapatkan 70% Point Exp.


Kebetulan waktu sudah memasuki pukul 18.00 waktu setempat, dan NPC Shop datang berkunjung seperti biasa.


Ayumi membantu Jia Meiya dan Xia Feiya yang masih asing untuk membeli kebutuhan mereka, seperti pakaian dan lain sebagainya.


Natan memberikan keduanya wewenang untuk menggunakan Inventory Guild, meski hanya sebatas makanan pokok, tidak dengan makanan ringan.


Untuk makanan ataupun minuman ringan, ia sudah menyiapkannya di kulkas sepanjang lorong utama dan di ruang depan serta belakang, sehingga siapa saja bisa mengambilnya di sana. Ketika habis, barulah diisi kembali.


Tentu saja harus berhemat, seperti sehari hanya bisa mengambil tiga minuman atau sepuluh makanan ringan.


Namun seiring berjalannya waktu, mereka tidak lagi memakan makanan ringan dari toko, melainkan membuatnya sendiri.


"Malam ini kita tinggal di sini ..." Natan berjalan ke tepi balkon dan berpegangan pada pagar pembatas. "Ayumi, tolong buatkan dinding yang mengelilingi."


Ayumi menoleh ke belakang dan mendongak menatap Natan yang di lantai dua. "Baik." Ia menganggukkan kepalanya dan kemudian menancapkan tongkat sihir di tumpukan salju. "Earth Wall."


Tanah mulai bergetar dan ada dinding batu yang baik belasan meter di empat sisi, mengelilingi Mammoth Castle yang sudah berhenti.


Natan membangkitkan 8 Mammoth Tank yang tersisa untuk mengelilingi Mammoth Castle, yang kemudian ia pasang sebuah dudukan di atasnya untuk Skeleton Squad lain bisa berjaga-jaga.


Kemudian Mammoth Tank itu dihubungkan dengan jembatan gantung yang lebar, mampu dilewati oleh tiga sampai empat orang dewasa secara bersamaan.


Dengan demikian, penjagaan Mammoth Castle akan benar-benar ketat.


Gerakan mereka pastinya sangat selaras satu sama lain, sehingga tidak menabrak Mammoth Castle yang menjadi pusat untuk dilindungi. Jika Mammoth Castle bergerak dengan berlari, maka Mammoth Guard juga akan berlari.


Walaupun sudah memiliki 8 Skeleton Commander, 80 Skeleton Knight, 10 Skeleton Spearman, 68 Skeleton Magic Archer, 20 Skeleton Ice Mage, 10 Skeleton Fire Mage, 10 Skeleton Earth Mage, 17 Mammoth Tank, 1 Skeleton Giant Monster. Natan masih merasa belum cukup, ia ingin setidaknya memiliki 100 Skeleton Knight dan Magic Archer.


Calista berkeliling di atas jembatan gantung, kemudian kembali berjalan menuju balkon depan melewati jembatan. "Skeleton Knight selalu bergerak, dan Magic Archer sangat fokus berdiri di atap. Pertahanan ini sangat sulit untuk ditembus."


Natan yang berada di atap itu telungkup di ujung atap, mengulurkan tangannya ke bawah untuk membawa Calista naik. "Untuk membangun sebuah wilayah, jumlah ini masih kurang." Ia menarik tangannya, sedikit melempar naik Calista.


Setelah membawa Calista naik, Natan melompat ke tembok batu dan kembali mengarahkan snipernya pada monster-monster yang berjarak dua kilometer itu. Ia ingin mengurangi jumlah monsternya, tanpa harus membahayakan diri dengan menyerang langsung.

__ADS_1


"Ayumi, bisakah kau buatkan aku kepiting dan kerang panggang."


"Apakah kita memiliknya? Aku hanya melihat berton-ton daging dan beras, tidak ada makanan laut." Calista membuka Inventory Guild melihat apa yang ada di sana. "Aku juga sudah mulai bosan memakan daging."


Jika kelompok lain mendengar Calista berbicara demikian, pastinya kelompok itu akan sangat murka, mengingat daging yang bisa dimakan sangat terbatas, meski semua monster memberikan daging sebagai Item Drop.


Natan membuka Inventory List dan Guild secara bersamaan, kemudian memindahkan setengah persediaan makanan laut yang ia ambil dari Dungeon Tower. Ada kepiting, lobster, kerang, cumi-cumi, gurita, bulu babi dan lain sebagainya.


"Eh!?" Calista tidak bisa menahan keterkejutannya saat tiba-tiba ada makanan laut di Inventory Guild. Tapi itu belum seberapa, ketika ia mengambilnya dari Inventory Guild, ia lebih terkejut lagi.


"Capit kepiting setinggi tiga meter? Kerang berdiameter setengah meter? Lobster sepanjang satu meter." Calista mengeluarkan satu per satu dan meletakkannya di atas atap.


Masih dengan mulut terbuka lebar, Calista menoleh ke kanan melihat punggung Natan. "Pantas saja, dengan ukuran sebesar ini, pastinya sangat merepotkan untuk mengolahnya."


Ayumi tidak banyak bicara dan langsung menyiapkan pemanggang yang sangat besar serta semua bumbu dari herbal-herbal.


Walaupun level Memasak Ayumi sudah mencapai maximal, tapi itu hanya sebatas keterampilan. Tidak dengan Jia Meiya yang memiliki Job Chef, bisa meningkatkan kualitas masakan dari bahan sederhana. Namun dengan gabungan keduanya, masakan buatan mereka sangat luar biasa.


Natan kembali fokus pada kamp monster yang menyala. Untungnya Mammoth Castle dilindungi, sehingga keberadaan mereka tidak diketahui, meski menyalakan api di sini, terlebih lagi ada dinding tinggi.


Natan sendiri berdiri di atas dinding batu itu, di temani oleh Skeleton Ice Mage yang membuatkan atap untuknya, agar tidak tertimbun salju.


"Aku akan membunuh pemimpinnya, kemudian menyisakan bawahannya untuk besok."


Tanpa berlama-lama, Natan menarik pelatuk snipernya berkali-kali mengarah pada monster-monster yang berada di dalam kastil kayu berlantai tiga. Ia menembak mereka semua di tempat yang dianggap sebagai kelemahan, dan benar saja mereka semua mati dalam sekejap.


Natan menurunkan snipernya dan tersenyum tipis. "Kemampuan menembak ku sudah meningkat, semua tembakan mengenai target." Ia menyimpan snipernya kembali.


Kemudian ia berbalik dan melompat kembali ke atap rumah, berjalan menghampiri Ayumi yang mengoleskan bumbu pada kerang. "Apakah sudah matang?"


Ayumi mengambil sedikit potongan daging keras, dan berbalik seraya memberikan Natan sesuap.


Natan tertegun, tidak berharap jika Ayumi akan memberikannya suapan. Namun meski begitu, ia tetap menerimanya dengan senang hati. "Ini sangat enak."


Ayumi tersenyum cerah dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Natan sedikit membungkukkan badannya dan mengecup pelipis Ayumi, begitu pun dengan Erina yang ia berikan kecupan.

__ADS_1


"Bisa-bisanya kau mencium adikmu sendiri!" ucap Vely yang sedikit berteriak.


Natan mengerutkan keningnya. "Ini bukan hal aneh, aku merawat mereka berdua semenjak berusia dua tahun, dan sering mencium mereka di pipi, pelipis atau kepala ..."


"Aku bahkan pernah memandikan keduanya saat Bibi memasak, dan saat Erina berkunjung, dia juga ikut mandi bersama." Natan menambahkan.


"Eh!?" Ayumi dan Erina menoleh ke belakang seperti tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Aku berkata jujur," ucap Natan meyakinkan keduanya.


Keduanya tertegun dan menatap satu sama lain, kemudian berbalik menghindari tatapan mata Natan.


Natan tersenyum tipis saat melihat Ayumi dsn Erina yang malu-malu, kemudian ia berjalan menghampiri tiga wanita yang duduk di sofa seraya membawa piring penuh makanan. Ia duduk di tengah-tengah tanpa ada rasa bersalah.


"Apakah kalian bertiga mau mandi bersama?"


Vely, Calista dan Olivia tertegun saat mendapatkan tawaran dari Natan yang mengajak untuk mandi bersama.


"Bu- Bukankah kau mengatakannya seminggu sekali?" tanya Vely yang tepat di sebelah kiri Natan.


Natan bisa mengerti mengapa Vely nampak gugup, karena belum mempersiapkan diri atau takut apabila segelnya ditembus. Seraya tersenyum tipis dan tertawa, ia menjawabnya, "Tidak perlu khawatir, kita hanya mandi bersama. Tidak melakukannya ..."


Vely dan Olivia menghela napas lega saat mendengarnya, sehingga mereka masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.


"Lalu, monster di depan kita sangat banyak. Bisa saja menghindari, tapi sangat disayangkan karena itu semua adalah Point Exp dan Gold."


Ketiganya hanya bisa diam, mereka sudah menerima dan tidak bisa melawan ketertarikan Natan terhadap Gold. Tidak peduli berapa banyak monsternya, pasti akan dikejar demi Gold!


Natan menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan, melihat ketiganya yang seperti tersenyum paksa. "Hei, apakah kalian tidak ingin bersamaku?"


Calista sangat panik saat mendengarnya dsn mulai menggandeng lengan kanan Natan. "Bukan itu, hanya saja kami tidak bisa menebak mengapa Natan sangat suka dengan Gold."


Natan menghembuskan napas dan menjelaskan mengapa ia sangat membutuhkan Gold dalam jumlah besar. Ia membutuhkannya untuk membangun wilayah, dan pagar pembatas, yang pastinya tidak menggunakan tembok tanah, persenjataan Skeleton Squad dan lain sebagainya.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2