
Natan menunggu sampai Electric Shock menghilang sepenuhnya, tapi ketika King Hob-Goblin tidak dapat lagi bergerak, dia meminta Ayumi untuk berhenti.
Kilatan petir menghilang, asap tebal bergerak mengikuti arah angin, memperlihatkan bagian tengah tebing melingkar yang rusak parah. King Hob-Goblin di tengah-tengah puing-puing, tidak bergerak, tubuhnya berwarna hitam dengan bau gosong dan ada asap hitam yang keluar dari tubuhnya yang terpanggang.
Natan berpindah tempat di atas King Hob-Goblin, dan tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia menebas lehernya hingga terputus.
Seketika itu, layar interface muncul di depannya, memperlihatkan kontribusi terhadap pembunuhan King Hob-Goblin. Kontribusi ini hanya muncul setiap kali membunuh monster “Boss”. Jika hanya monster biasa, tidak ada kontribusi, semua exp yang didapat akan dibagi rata.
Barang-barang berjatuhan dengan total puluhan, tapi Natan tidak memperhatikan mereka dan langsung menyimpan mereka semua.
Natan mendongak, melihat langit biru yang sejuk. "Sudah berakhir, akhirnya aku bisa keluar. Bahkan jika aku suka berpetualang dan bertarung, lama-lama aku akan gila jika musuh yang dihadapi selalu berlevel tinggi."
Natan kembali berpindah tempat ke samping Ayumi dan Erina, kemudian mengusap lembut kepala keduanya. "Terima kasih, kalian sangat membantu."
Ayumi dan Erina tertawa kecil dan menganggukkan kepala.
Annaya bergabung bersama dan berkata, "Ayah, terima kasih karena telah membantu kami menghilangkan Hob-Goblin."
Natan melambaikan tangannya. "Sama-sama, sekarang mari kembali dulu. Besok aku akan membawa kalian semua keluar dari sini."
Annaya tersenyum manis saat menganggukkan kepalanya, kemudian dia bergegas kembali ke suaminya dan membawa sebagian pasukan. Dia ingin kembali terlebih dahulu untuk menyiapkan semua kebutuhan Natan, bahkan meski hanya satu hari, dia tetap ingin membuat Natan nyaman.
Natan tahu betul apa yang dipikirkan Annaya dari bagaimana antusiasnya mereka. "Tidak perlu." Ia melambaikan tangannya dan berkata, "Cukup makan-makan biasa dan beristirahat, tidak perlu membuat perayaan yang membuang-buang waktu."
Natan melambaikan tangannya lagi, mengeluarkan Ksatria Lebah dengan jumlah yang cukup. "Semuanya naik, kita bisa kembali lebih cepat."
Ayumi dan Erina melompat terlebih dahulu, kemudian Natan.
Annaya, Aniela dan yang lain, tercengang ketika melihat Ksatria Lebah. Ada sedikit ketakutan yang tidak bisa dijelaskan, mereka takut Ksatria Lebah akan menjadi liar dan menyerang mereka.
Melihat Elf yang tetap diam, Natan menghela napas dan berkata, "Tidak ada bahaya, ini semua berada di bawah kendali ku. Jika kalian tidak ingin naik sekarang, aku akan meninggalkan kalian di sini selamanya dan tidak akan mempertemukan kalian dengan Ainsley."
Di bawah ancaman dan keinginan untuk bertemu dengan Ainsley, mereka semua bergegas naik ke atas Ksatria Lebah.
__ADS_1
Segera, setelah semua Elf menaiki Ksatria Lebah, Natan memerintahkan Ksatria Lebah untuk bergerak menuju Wilayah Ras Elf.
Sesampainya di Istana Elf, Natan disuguhkan dengan hidangan yang terbuat dari nabati. Tidak ada daging sedikit pun, dia bertanya pada Annaya, ternyata bukannya Elf vegetarian, Elf tetap suka makan daging, tapi sayangnya tidak ada hewan di tempat ini yang bisa memenuhi kebutuhan.
Karena memiliki terlalu banyak daging tak terpakai, Natan hampir memberikan semuanya. Daging-daging ini berasal dari monster yang dibunuh saat menaiki tower, dan dia bisa terus mendapatkannya setelah monster di refresh.
Tapi, hanya monster di Lantai 01 — 25, di lantai seterusnya tidak ada fitur semacam itu, jika monster di sana mati, maka benar-benar mati tanpa bisa hidup kembali. Dari sini, Natan mengetahui bahwa Lantai 26 — 50 terhubung dengan dunia yang berbeda.
...***...
—Keesokan Harinya—
Natan berdiri di balkon yang sangat tinggi, melihat pemandangan yang indah dari atas sini. Dia yakin, jika tempat ini bisa dibawa ke luar, maka akan menjadi tempat yang sangat ingin dikunjungi oleh semua orang di dunia.
Natan menghela napas, lalu duduk di kursi sambil menyesap teh hangat yang terbuat dari Daun Pohon Elf.
"Aahh..." Natan mengerang. Rasa dari teh ini sangat enak, mungkin teh terenak yang pernah dicicipinya, tapi bukan hanya itu saja, teh ini memiliki khasiat untuk mengembalikan Mana yang hilang dengan cepat.
Natan menghela napas panjang dan menunduk lesu, tiba-tiba dia teringat akan kecelakaan mobil yang merenggut nyawa ayahnya. Saat itu, mereka berencana untuk piknik bersama, tapi takdir berkata lain.
Mengingat tentang ayahnya, Natan sedikit terguncang karena ayahnya telah menjadi zombie, dan harus dibunuh dengan tangan ibunya sendiri.
"Ibu, pasti berat baginya."
Natan menghela napas, mendongak melihat langit biru yang tertutupi oleh daun lebat. "Jika Monster Ancestors berhasil dibunuh, apakah kamu manusia Bumi akan mendapatkan hadiah? Apakah kami bisa memutar waktu?"
...
Siang hari, semua Elf sudah berkumpul di depan istana. Mereka semua sudah tahu tentang Dungeon Tower dan mereka berada di dalamnya, mereka tidak bisa keluar kecuali bantuan dari orang luar atau membobol. Tapi Dungeon Tower Lantai 28 termasuk ke dalam bagian Dungeon Tower Versi 2.0, yang bisa dianggap sebagai dunia tersendiri, jadi sulit untuk membobolnya.
Annaya memberikan pidato di hadapan rakyatnya, dan itu menarik semua kekaguman orang-orang di sini.
Natan sendiri tidak muncul, dia hanya berdiri puluhan meter di belakang Annaya yang sedang berpidato.
__ADS_1
"...Semua orang di sini harus tahu, kita semua bisa keluar dari Dungeon Tower ini. Orang yang membawa kita semua keluar dari sini adalah ..." Annaya terdiam sejenak dengan senyum indah menghiasi wajah cantiknya.
Natan mengerutkan keningnya, merasakan ada yang salah dengan senyum Annaya. Bahkan meski dia berada di belakang tidak melihat wajahnya langsung, tapi di udara ada layar air yang memproyeksikan gambar Annaya. "Tunggu ..."
Annaya mendengar suara Natan, tapi mengabaikannya dan langsung berkata, "Yang menyelamatkan kita dari Dungeon Tower adalah Natan Alexander, suami dari Yang Mulia Ratu Ainsley Camelia!"
Ada keheningan singkat sebelum ada sorakan, banyak yang berbicara dengan orang di sebelahnya dan penasaran dengan sosok suami Ainsley. Sampai akhirnya layar air di langit memproyeksikan gambar Natan yang bersandar di dinding pohon.
Natan menurunkan kedua tangannya dari depa dada, berjalan menghampiri Annaya. "Annaya, kita kehabisan waktu, aku akan mulai sekarang."
Gambar Natan diproyeksikan, termasuk suaranya yang menggema, dan ketika para Elf mendengarnya memanggil Ratu Kedua dengan nama langsung, terjadi kegempaan. Ini juga membuat mereka yakin bahwa Natan adalah suami dari Ainsley Camelia.
Dia mengeluarkan Elf's Pendant dan tanda lain yang serupa. Mengalirkan Mana ke dalamnya, tiba-tiba cahaya hijau-emas yang menyilaukan menyebar menutupi seluruh Wilayah Ras Elf.
Natan menutup matanya karena cahaya yang menyilaukan. Dia tidak bisa melihat apa pun, tapi merasakan angin bertiup dengan getaran seperti gempa.
Ketika cahaya menghilang, dia mengedipkan matanya berkali-kali sampai penglihatannya kembali normal. Alangkah terkejutnya dia saat melihat apa yang ada di sekitarnya, tidak ada apa pun selain hamparan rumput, semua pohon-pohon besar dan rumah menghilang.
Natan melihat ke belakang, menemukan Ayumi dan Erina masih berada di belakang.
Dia melihat tanda di tangannya, memperlihatkan bahwa semua Elf sudah disimpan, dan waktu di sana berhenti. Melihat ini, dia merasakan tekanan hebat dan sedikit merinding.
Jika dia sendiri dikurung di dalam tanpa mengetahui waktu, dia akan benar-benar gila. Ketika dia keluar dari tempat ini dan mengetahui semuanya telah berubah, mungkin dia akan mengambil langkah berani—bunuh diri!
Natan menghela napas. Dia menggelengkan kepalanya sambil berbalik, memeluk adik-adiknya dan membuka layar interface, kemudian memilih opsi untuk keluar dari Dungeon Tower.
Tubuh mereka diselimuti oleh cahaya biru, kemudian pecah menjadi serpihan cahaya yang menghilang di udara.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1