Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 266 : Pertempuran Terakhir (10)


__ADS_3

Monster Ancestors memandang 4 Penjaga di langit. "Makhluk hidup di bawah kita, tidak perlu memikirkannya. Kita menciptakan mereka, dan kita juga bebas mencabutnya."


Penjaga tidak mengatakan apa-apa, hanya memandang Monster Ancestors.


Natan mencengkeram erat pedang, dia dipenuhi oleh emosi. Jika semua menjadi seperti ini karena permainan antara Penjaga dan Monster Ancestors, dia benar-benar tidak terima, dia sangat marah, dia bahkan tidak segan-segan melawan mereka semua, meski hasilnya kosong.


Dia melihat sekitar, melihat banyak mayat yang tergeletak dan ada banyak orang yang duduk lemas dengan mata kosong, seolah jiwa mereka telah mati.


Ada istri yang menangisi mayat suaminya, dan ada suaminya yang memeluk istrinya yang sekarat saat mengatakan pesan-pesan terakhir.


Meski dia tidak mendengar apa yang dikatakan, dia bisa menebaknya, dan untuk dirinya yang sudah menikah dengan banyak anak, dia tahu betapa sakitnya mengatakan pesan itu. Bagaimanapun, saat dia sekarat dulu, dia pernah mengatakan pesan semacam itu.


Dengan terbunuhnya Player di sini akan ada banyak perubahan. Player di sini menjaga keadaan tetap aman di masing-masing wilayah yang mereka kuasai, dan apabila diketahui bahwa pemimpin ini terbunuh, maka kekacauan adalah jawaban terakhir.


Terbunuh... Ada suami yang kehilangan istri, ada istri yang kehilangan suami, ada anak yang kehilangan ayah ataupun ibu, dan ada orangtua yang kehilangan anak mereka.


Ada rakyat yang kehilangan pemimpin, ada rakyat yang kehilangan sosok pahlawan, dan lain sebagainya.


Natan menghela napas, dia mendongak mengamati 4 Penjaga.


Penjaga dengan cahaya biru sedikit kehijauan, memperlihatkan penampilan aslinya. Rambutnya biru seperti lautan, bergoyang seolah tertiup angin pagi. Mata hijaunya menatap Monster Ancestors.


"Bukan kita yang menciptakan mereka. Kita yang diciptakan mereka. Kita ada karena kepercayaan mereka, bukan karena kita mereka ada."


Natan yang bersembunyi di balik bayangan, akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Dia mencabut sehelai rambut, melemparkannya ke udara.


Rambut itu berubah menjadi tubuhnya dan melesat jauh ke arah lain. Kemampuan ini didapatnya saat dia mencoba membangkitkan skeleton dan menambahkan darah serta daging dirinya sendiri ke skeleton. Dia melakukan penelitian untuk memperkuat skeleton, tapi siapa yang mengira dia malah mendapat kemampuan ini.


Kemampuan ini bisa digunakan sebagai penyelamat, dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh klon, maupun menonaktifkan apa yang dirasakan oleh klon. Klon tidak memiliki pemikiran sendiri, semua gerakan dan lain sebagainya di bawah pantauannya.


Pemakaian klon adalah Mana, sebanyak 1.000Mp/m.


Tapi dia tidak tahu, tindakannya yang barusan malah menggali musibah dan kesenangan secara bersamaan untuknya.


Jauh di tempatnya, Ainsley yang sudah selesai membunuh iblis, terus memantau Natan.


Ketika Ainsley melihat bahwa Natan bisa membelah diri, pemikirannya tidak ke arah pertempuran, melainkan ke arah lain di mana hubungan suami-istri. Dia berpikir, jika tidak bisa mendapatkan Natan, maka klon Natan tidak masalah.


Natan merasakan dingin di tubuhnya, dia menoleh ke arah tertentu, memandang Ainsley di kejauhan yang tersenyum. "... Klon? Sial! Jika dia bilang ke istriku, bukankah aku akan habis?"


Tiba-tiba, ada banyak pesan yang muncul...

__ADS_1


Natan membuka pesan itu dengan tangan gemetar, kemudian menghela napas tak berdaya saat mengetahui bahwa itu semua adalah pesan dari istrinya yang menanyakan apakah dia bisa membelah diri atau tidak.


"Iya ..." Natan membalas pesan. "Tapi ada efek samping, mungkin ini tidak sesuai dengan apa yang kalian pikirkan."


Dia bisa menebak apa yang diinginkan oleh istrinya, mengingat nafsu mereka yang besar.


"Aku akan memberitahukannya nanti, saat ini kalian semua selamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan. Jangan ke garis depan, cukup di belakang membantu pasukan medis."


Tanpa menunggu balasan, dia keluar dari fitur pesan dan kembali mengamati percakapan antara Penjaga dan Monster Ancestors.


Ainsley datang ke sisi Natan, menatapnya dari samping dengan senyum misterius.


Monster Ancestors tidak langsung menjawabnya, dia diam seolah sedang berpikir terlebih dahulu. "Tidak mungkin! Jika aku yang diciptakan, mengapa aku yang terkuat? Bahkan kalian tidak bisa mengalahkan ku!"


Penjaga Bumi menghela napas. "Bukannya kami tidak bisa mengalahkanmu. Tidak, bahkan aku sendiri bisa membunuhmu. Tapi, kami sengaja menyegel, agar kau bisa memikirkan apa kesalahan yang kau perbuat selama ini."


"Hahaha! Omong koso—"


Penjaga Bumi tiba-tiba muncul di depan Monster Ancestors. Tangan kanannya terangkat, menepuk pundak Monster Ancestors.


Monster Ancestors merasakan tekanan berat di tubuhnya, kemudian tanah di bawahnya retak diikuti oleh ledakan keras yang menghancurkan tanah di bawahnya dengan lubang besar.


Gelombang kejut mengangkat tanah sekitar dengan ketinggian ribuan meter. Tanah yang terangkat membawa material yang ada di kedalaman tanah, bahkan ada lahar panas yang ikut terangkat.


Natan menancapkan pedang di tanah dan menggenggamnya erat agar tidak terlempar. Dia juga mengendalikan skeleton untuk melindunginya, tapi meski begitu, dia tetap mendapatkan luka.


"Lepas!" Natan memutuskan hubungannya dengan klon yang dikirim pergi tadi.


Ainsley melihat ini, dia juga melihat klon yang tiba-tiba berhenti dan tatapan mata klon menghilang, seolah seperti boneka mati. Namun setelah hubungan antara klon dan Natan terputus, Natan tidak lagi menerima luka.


"Klon harus dikendalikan sendiri, tidak memiliki pemikiran individu. Jika tidak dikendalikan, klon seperti boneka kosong, apa yang dirasakan klon bisa dirasakan tubuh utama." Ainsley menganggukkan kepalanya berkali-kali dan mengirim pesan ke Calista dan yang lainnya.


Ainsley menoleh, melihat Natan yang terengah-engah setelah berhasil bertahan dari gelombang kejut.


Natan terengah-engah, dia menoleh menatap Ainsley. "Apa kau dengar apa yang dikatakannya tadi? Ini semua masalah antara Penjaga dan Monster Ancestors! Ini semua tidak ada hubungannya dengan kami manusia! Jika dia bisa membunuhnya, mengapa dia tidak melakukannya?! Untuk apa bermain-main dengan nyawa kami?!"


Jelas, dia sangat marah saat mengetahui fakta ini. Penjaga bisa membunuh Monster Ancestors, lalu mengapa mengandalkan manusia di Bumi untuk membantu? Lihat! Banyak manusia yang tewas dalam pertempuran ini, entah berapa banyak keluarga yang awalnya bahagia tiba-tiba hancur!


Bahkan meski dia sudah mencoba untuk tidak kekanak-kanakan, tapi siapa yang bisa menahan emosi semacam ini? Dia bisa hidup damai dengan anak-anaknya tanpa harus pergi ke tempat aneh ini, namun dia dan Players lain dipaksa!


Ainsley tidak bisa mengatakan apa-apa, dia sendiri terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Penjaga.

__ADS_1


Natan menjatuhkan pedangnya di tanah, duduk tak bertenaga dengan tangan bersandar di lutut. Kepalanya tertunduk, tidak ada semangat dalam bertarung.


Natan memejamkan mata, dia merasa sangat lelah dengan ini semua.


“Ayah...”


“Ayah... Charles mau jadi prajurit hebat!”


“Vera...”


“Octa...”


“Wei'er...”


“Shu'er...”


“Celine...”


“Verdi...”


“Orla...”


“Hannah...”


“Xiaoai... Mau bersama Ayah selamanya!”


Natan yang sudah menyerah untuk bertarung, tiba-tiba dalam kepalanya terdengar suara anak-anaknya, anak-anaknya yang lucu dan mengatakan keinginan mereka saat masih kecil.


Dia membuka matanya, matanya yang lelah mendapatkan tekadnya lagi. Dia mengambil pedang yang tergeletak di tanah, menggenggamnya erat-erat.


Dia menekan kakinya di tanah, kemudian melesat melebihi kecepatan suara.


Booom!


Tanah yang dipijaknya hancur, meledak dengan kekuatan luar biasa. Dia pergi ke tempat di mana Monster Ancestors tertanam di tanah akibat sentuhan lembut dari Penjaga Bumi.


Namun melalui pemantauan dari langit, Penjaga Bumi tidak lagi bergerak, dan ini membuatnya sangat kesal. Dia ingin membunuh Monster Ancestors dengan tangannya sendiri, dan ingin sekali menampar kepala Penjaga setidaknya sekali untuk melepaskan rasa marah dan kesalnya.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2