Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 143 : Perubahan Pohon Monster


__ADS_3

Pohon Monster terus mendapatkan luka yang signifikan dari serangan bertubi-tubi. Tapi, karena Natan merasakan bahaya yang datang secara tiba-tiba. Ia meminta Giant Castle untuk mundur beberapa kilometer—menjaga jarak dan membuat penghalang dengan tembok setinggi beberapa puluh meter, dengan ratusan lapis di depan.


Pohon Monster bersinar dengan cahaya hijau kemerahan, membawa aura membunuh yang membuat sesak napas. Tapi untungnya, Giant Castle telah dilindungi oleh Absolute Defense, Cure Barrier. Bukan hanya mampu menahan serangan, tapi juga mampu menyembuhkan semua orang di dalamnya. Kedua kemampuan itu milik Erina dan Olivia yang telah disimpan di dalam Item Sihir di pusat Giant Castle.


Getaran hebat terjadi dengan Pohon Monster sebagai pusatnya. Itu meruntuhkan gedung-gedung dalam radius sepuluh kilometer, bahkan Giant Castle merasakan getarannya.


Tapi, Giant Knight memiliki kemampuan untuk meringankan tubuh. Mungkin ini karena mereka memiliki tuan yang sama dengan Mammoth Tank, sehingga secara kebetulan memiliki kemampuan yang sama.


Oleh karena itu, meski bergetar dan tanah runtuh, Giant Knight tidak terperosok dan tetap berdiri kokoh.


Bang!


Pohon Monster melepaskan kabut hijau saat meledak, ini menghalangi pandangan semua orang. Tapi, Natan bisa melihat monster yang muncul ratusan kali lebih banyak dari sebelumnya, dan, semuanya adalah zombie.


Untuk Natan yang pernah menonton film tentang zombie, ia merasa lebih baik melawan monster biasa ketimbang harus melawan zombie, meski monster memiliki kekuatan luar biasa dan terkadang bisa berbicara dengan bahasa manusia. Tapi, zombie lebih menakutkan!


"Cataclysm!" Erina menebas pedangnya, meski gerakan itu tidak perlu.


Angin bertiup kencang dengan dedaunan yang muncul entah dari mana. Itu bergerak seperti gelombang angin berbentuk tsunami yang bergerak dari arah barat ke timur, menyapu semua kabut hijau.


Tepat saat itu, suara-suara yang mengerikan terdengar dari bawah. Bau amis dari mayat busuk menyebar meski mereka berada ratusan meter dari permukaan tanah, dan Pohon Monster yang berada beberapa kilometer di depan mereka—telah menghilang.


Di udara, berdiri seorang pemuda yang nampak seperti manusia. Tapi rambutnya berwarna hijau seperti daun, giginya panjang seperti taring. Pada bagian bahu, lengan dan dadanya terlihat ada sisik seperti kulit pohon. Telinganya runcing.


Orang akan mengira pemuda itu adalah Peri Hutan seperti yang ada di game fantasi, tapi ada hal yang berbeda. Ada bercak hitam di kaki sampai pahanya, mengeluarkan kabut beracun.


~Informasi~


[Nama : Monsta]


[Ras : Pohon Dunia (Roh Hutan)]


[Jenis : Pencipta Monster]


[Title : Pembelot Roh Hutan]


[Level : 600]


[HP : 5.345.000/5.345.000]


[MP : 275.000/275.000]


Walaupun level dan statistik kekuatannya menurun, Natan merasa Pohon Monster akan lebih sulit untuk dihadapi. Itu karena sekarang dalam bentuk manusia, yang artinya bisa menyerang lebih leluasa daripada sebelumnya, dan tentunya bisa menghindar. Ditambah dengan zombie yang tak terhitung jumlahnya.


"Dia bisa terbang, ini sulit." Natan menghela napas mengungkapkan ketidakberdayaan akan hal ini. Ia bisa terbang dengan Ksatria Lebah, tapi masih merasa sulit untuk menghadapinya.


Pada saat ini, Ayumi menarik lengan baju Natan. "Kakak. Ayumi sudah mempersiapkannya."


Natan menunduk ke kiri melihat Ayumi yang terlihat menyerahkan gelang berwarna perak dengan Kristal Sihir berwarna ungu sebagai bahan bakar.


Karena peningkatan level monster, Kristal Sihir mengalami perubahan. Sebelumnya Rendah (1 — 100), Sedang (101 — 200), Atas (201 — 300).


Kini menjadi Putih (1 — 100), Hijau Muda (101 — 200), Hijau Tua (201 — 300), Biru Muda (301 — 400), Biru Tua (401 — 500), Ungu (501 — 600), ???, ???.


Natan mengenakan Flying Bracelet Lv.500 (Atas). Item pun sudah mendapatkan tingkatannya, tidak seperti awal-awal yang hanya dibagi menjadi harga jual dan beli. Sekarang, item terbagi menjadi: Rendah — Sedang — Atas.

__ADS_1


Stat yang dihasilkan adalah 2% untuk Item Rendah, 5% untuk Item Sedang, dan 10% untuk Item Atas. Contoh: Flying Bracelet Lv.500 (Atas), memiliki +50 INT, +50 DEX, +50 Luck.


Tapi, ada pula item yang sangat langka, yang tidak bisa dibuat ataupun dibeli. Item yang dijatuhkan oleh bos monster tertentu yang dapat berkembang sesuai dengan level Player.


Seperti Black Sword [+30 STR, +30 DEX, +30% STR]. Sekarang telah meningkat menjadi [+55 STR, +55 DEX, +55% STR]


"Fiuh..." Natan mengembuskan napas panjang. Ia mengeluarkan Black Sword, dan Sako TRG Mana yang digantung di punggungnya. Ia ingin menggunakan Katana yang entah didapat dari mana karena sudah lama tidak menggunakannya dan akhirnya lupa, tapi karena levelnya terlalu rendah, ia tidak menginginkannya.


"Aku serahkan zombie-zombie ini pada kalian." Natan melompat turun dari Giant Castle, kemudian mengalirkan Mana untuk mengaktifkan Flying Bracelet.


Ketika sudah terbang, Natan mengunakan Shadow Movement untuk melesat ke arah Roh Hutan.


Roh Hutan menyeringai dingin melihat Natan yang datang dan ia masih tidak bergerak, seolah-olah menganggap Natan tidak berada di levelnya—hanya membuang-buang waktu untuk melawannya.


"Manusia, ras rendahan ingin melawanku? Ini konyol!"


Natan sudah biasa diremehkan seperti ini oleh monster yang dilawannya, bahkan manusia pun meremehkannya meski level mereka jauh di bawahnya.


Natan tiba di samping Roh Hutan setelah mewujudkan tubuhnya yang sebelumnya telah berubah menjadi bayangan hitam. Ia datang tidak dalam posisi berdiri, ia datang seperti sedang push up di udara dengan tangan kanan membawa pedang.


Dengan tebasan, bayangan hitam di tinggalkan di belakang pedang.


Roh Hutan tetap diam tanpa bergerak selain melirik. "Serangan lemah seperti itu, apakah kau pikir bisa melukai—" Tiba-tiba ia berhenti ketika merasakan aura yang sangat kuat di atas kepalanya. Tanpa berpikir panjang, Roh Hutan mundur selangkah.


Swoosh!


Tebasan pedang Natan berhasil dihindari Roh Hutan, tapi Roh Hutan nampak berbeda dari sebelumnya, ekspresi wajahnya muram.


Tebasan Natan tadi yang terlihat sederhana, sebenarnya menimbulkan tiupan angin ke sekitar dalam jarak lima meter. Itu menjelaskan bahwa tebasan itu sangat kuat sampai mampu menghempaskan udara saat membelahnya.


Natan menyadari niat Roh Hutan, dan jika ia adalah Roh Hutan, ia akan melakukan hal yang sama. Bagaimanapun, bagi mereka yang terbiasa menggunakan pedang, pedang adalah tubuh, dan jika kehilangan pedang, maka sama saja seperti kehilangan tubuh mereka.


"Shadow Step."


Tubuh Natan kembali berubah menjadi kabut hitam. Sebenarnya tidak perlu melakukan hal ini, ia bisa dengan mudah menghindar dari serangan Roh Hutan.


Natan bergerak belasan meter dan mendarat di atas Ksatria Lebah. "Ternyata, sangat sulit terbang di langit. Lebih mudah berdiri di atas lebah."


Roh Hutan membuka matanya ketika Natan menghilang. Ia menoleh melihat sekitarnya dengan panik, dan mendapati bahwa Natan sudah berada belasan meter di belakangnya.


"Forest Storm!" Roh Hutan mengibaskan tangan kirinya saat berbalik menghadap ke arah Natan.


Tiba-tiba, Mana Roh Hutan yang berwarna hijau itu bercampur dengan udara. Angin bertiup kencang seperti badai dan ratusan daun muncul dari kekosongan udara, berputar-putar seperti tornado yang menyerang Natan di dalamnya.


Serangannya sama seperti Cataclysm milik Erina, hanya saja lebih kuat.


Natan berlutut untuk melindungi tubuhnya dari serangan. "Bangkit!"


Bayangannya bergerak membentuk dinding dalam bentuk aneh yang mengelilinginya, dan terlihat ada delapan skeleton yang mengenakan jubah hitam dengan embun es yang terpancar dari mereka.


"Bone Prison!"


Tulang yang menusuk muncul di bawah Natan, mencuat dari bayangan dan mengelilinginya membentuk penjara yang melindunginya.


Delapan Skeleton Ice Mage juga bertindak, mereka mengangkat kedua tangan yang mengarah ke depan. Tangan mereka mengeluarkan embun es yang sangat dingin, membuat badai angin itu terasa melambat dengan dedaunan yang membeku dan jatuh dari langit.

__ADS_1


Melihat itu, Roh Hutan tidak bisa berkata apa-apa. Walaupun sudah melihat semuanya saat salah bentuk Pohon Monster, ia tidak menganggapnya serius karena saat itu ia hanya diam dan menjadi target yang mudah. Tapi, bahkan serangan udaranya bisa dihentikan.


Whooooosh!


Roh Hutan tersadar ketika merasakan bahaya yang datang. Ia bisa melihat benda kecil yang melesat ke arahnya dan meninggalkan lintasan di belakangnya.


"Kerikil?" Dalam kebingungannya, Roh Hutan mengangkat tangan kirinya seperti hendak menangkap peluru yang datang ke arahnya.


Tangannya yang terlihat seperti manusia, mengalami perubahan. Dimulai menjadi kulit pohon, dan jari-jarinya terlihat menyatu, kemudian berubah bentuk menjadi perisai.


Bang!


Peluru itu menghantam perisai yang dibuat oleh Roh Hutan, dan terlihat ada retakan membentuk jaring laba-laba di tengahnya.


Tapi itu belum berakhir, ada tembakan susulan sampai perisai itu pecah seperti kaca.


Ketika perisai itu pecah, Rou Hutan membelalakkan matanya lebar dan entah dari kapan Natan sudah tiba di depannya.


Natan mengayunkan pedangnya secara vertikal menggunakan tangan kanan, dan tangan kirinya terlihat mengepal di pinggang.


Tanpa meragukan tindakan Natan, Roh Pedang mengangkat kedua tangannya untuk menahan serangan ketimbang melarikan diri.


Natan tersenyum saat terus mengayunkan pedangnya, tapi saat pedang itu hampir mengenai tangan Roh Hutan, pedang itu menghilang dan muncul di tangan kirinya. Ia menyimpan dan mengeluarkannya dari Inventory dalam sekejap mata.


Jleb!


Pedang di tangan kiri Natan menusuk dada Roh Hutan, meski hanya beberapa inci.


Kemudian, Natan menurunkan pedangnya yang membuat Roh Hutan sedikit turun. Lalu, Natan mengangkat kaki kirinya dan menendang perut Roh Hutan.


Whooooosh! Booom!


Roh Hutan melesat jatuh dari langit seperti meteor, kemudian menghantam tanah yang menimbulkan suara keras dengan retakan-retakan besar. Beberapa zombie di sekitarnya pun terkena dampaknya dan akhirnya terbunuh.


~Informasi~


[Nama : Monsta]


[Ras : Pohon Dunia (Roh Hutan)]


[Jenis : Pencipta Monster]


[Title : Pembelot Roh Hutan]


[Level : 600]


[HP : 5.195.050/5.345.000]


[MP : 272.500/275.000]


"Dia belum menggunakan kekuatan penuhnya, dan pertahanannya sangat tebal, apalagi darah yang dimilikinya cukup banyak. Ini, akan sangat merepotkan."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2