Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 090 : Kelompok Lain


__ADS_3

Karena dengan bantuan Skeleton Fire Dragon, pemusnahan terhadap Guild yang berada di luar Kota Chengdu bisa selesai dengan cepat. Jika yang dikirim adalah makhluk hidup, pastinya akan kalah, tapi ini adalah tulang tanpa rasa takut dan tidak bisa merasakan sakit.


Apalagi, Skeleton Fire Dragon bisa beregenerasi kembali, kecuali dihancurkan langsung dalam sekali serang.


Karena ingin cepat-cepat kembali ke Guild Armonia, mereka bergerak cepat tanpa menginap meski malam hari. Mereka lebih memilih tidur di kereta secara bergantian, agar kecepatan mereka tidak melambat.


Natan sendiri memilih untuk tetap terjaga saat menaiki Rengga yang ada di atas Mammoth Tank, dan ada Calista yang tidur di sebelahnya, dengan kepala yang berada di pahanya.


Wujianian dari Kota Chengdu sendiri hanya menghabiskan waktu satu jam, itu apabila dunia masih normal dan menggunakan mobil dengan kecepatan stabil. Tapi tidak dengan yang sekarang, yang bisa memakan sepuluh kali lipatnya, terlebih lagi membawa 1.853 NPC.


Olivia sendiri bersandar di sebelah kirinya, seraya menggandeng lengan kirinya. Ayumi dan Erina juga berada di dekatnya, mereka berdua tidur di kakinya yang ditindih oleh bantal empuk.


Jia Meiya dan Xia Meiya sendiri duduk bersandar tiga meter di belakangnya, bersandar pada dinding Rengga yang tidak terlalu tinggi.


Natan melihat waktu di jam tangan kanannya, terlihat sudah pukul 10.48 malam. "Sepertinya tidak baik terus bergerak." Ia mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, lalu melepaskan suar biru untuk berhenti dan istirahat.


Putih, aman. Merah, bahaya. Hijau, bersiap-siap. Biru, menyerang. Oranye atau Hitam, darurat. Kuning, serangan. Untuk Oranye dan Hitam memiliki arti yang sama, hanya saja digunakan pada waktu yang berbeda.


Suar yang dilepaskan Natan sendiri berwarna merah muda, memang warnanya sedikit aneh untuk tanda dalam peperangan, tapi ini adalah permintaan Ayumi yang dengan asal memasukkan warna ke dalam suar.


Semuanya mulai berhenti bergerak, lalu mengikat kuda dan beristirahat seadanya tanpa menyalakan api, karena sudah ada penerangan dari Divisi Teknologi.


"Tidurlah."


Olivia membuka matanya perlahan, dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku ingin menemanimu."


Natan menghela napas panjang, lalu mengecup kening Olivia dan memintanya untuk tidur. Ia sendiri tidak mungkin bisa tidur, mengingat bagaimana tubuhnya digunakan sebagai tempat sandaran.


***


Minggu, 07 September 2025


Sudah lima bulan atau 164 hari semenjak dunia berubah seperti ini, sudah tidak terlalu banyak lagi manusia yang terbunuh setiap harinya, meski tidak ada kelahiran baru. Kemudian untuk jumlah monster, mencapai 1000 kali dari total manusia yang ada.


"Atatata..." Natan menepuk-nepuk pundak dan punggungnya yang terasa pegal, terutama untuk pahanya karena digunakan sebagai bantal semalaman.


"Kakak seperti orang tua."


Natan menoleh ke belakang melihat Ayumi, lalu berlutut agar tingginya sejajar. "Coba Ayumi ulangi." Ia mencubit kedua pipi Ayumi.


Ayumi tertawa kecil, lalu mengulurkan kedua tangannya dan membantu Natan untuk mengurangi rasa lelah karena tidak tidur semalaman.


Natan merasakan semua kelelahannya mulai menghilang dan ada rasa nyaman yang menyelimuti. "Terimakasih." Ia mengusap kepala Ayumi.


Natan meminta semuanya untuk bersiap-siap, tapi sebelum itu harus sarapan pagi terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga setelah berjalan cukup lama. Terutama untuknya yang tidak tidur. Tapi, tidak menutup kemungkinan ia akan beristirahat saat yang lain sedang menyelesaikan Guild yang tersisa, tergantung seberapa kuat lawan yang akan dihadapi.

__ADS_1


Ketika semuanya sudah selesai beristirahat, perjalanan kembali dilanjutkan.


Kuda Perang berlari di samping Mammoth Tank di mana Natan duduk, dan di atas punggung kuda terdapat Agatha yang duduk menyamping. "Ketua, untuk Guild berikutnya, biarkan kami yang bertindak."


"Benar." Harlod yang berada di sisi lain dari Mammoth Tank menyetujuinya.


Natan tidak tahu seberapa besar kekuatan tertinggi dari pihak lawan, tapi mengingat bagaimana pertumbuhan Harlod yang sudah mencapai Lv.360, sepertinya tidak ada salahnya.


"Baiklah, kalian bisa mengambil alih."


Harlod dan Agatha menyilangkan tangan kanan di depan dada, seraya membungkuk ke arah Natan. "Terimakasih, Ketua."


Natan menganggukkan kepalanya, lalu ia berbagi pandangan dengan Skeleton Fire Dragon yang ia kirim terlebih dahulu ke Wujianian. Kerutan di dahinya terlihat saat melihat ada sekelompok wanita yang mengamati Eternity Guild.


Sekiranya ada 30 Player wanita yang berusia antara 18 sampai 28 tahun, dengan level yang tidak terlalu tinggi, dari 250 sampai 300.


"Siapa mereka? Apakah ada keperluan dengan Eternity Guild?"


"Ketua?" Agatha menoleh ke kiri, mendongak melihat Natan.


Natan menoleh ke kanan membalas tatapan mata dari Agatha. "Kita akan sedikit memutar, aku ingin pergi ke suatu tempat. Di sana ada kelompok lain yang mengamati Eternity Guild."


Pergerakan mereka sedikit keluar jalur ke kiri, yang mana sebelumnya bergerak antara barat laut dan utara, kini bergerak ke antara barat dan barat laut. Menghindari Eternity Guild dan Yongzhe Guild.


Erina yang duduk bersandar di depan Natan itu mendongak. "Siapa mereka?"


"Apakah kita harus bertemu mereka?" Erina khawatir apabila dianggap musuh dan diserang oleh kelompok yang dimaksud Natan.


"Musuh dari musuh, adalah teman."


Mendengar itu, Erina hanya diam dan menganggukkan kepalanya, meski masih ada kekhawatiran yang terlihat jelas di wajahnya.


Natan mengerti kekhawatiran Erina, tapi ini perlu ia ketahui apakah kelompok yang mengamati Eternity Guild adalah kawan atau lawan. Ia tidak ingin ada yang mengganggu Armonia Guild, tapi juga tidak ingin asal membunuh, karena ingin meningkatkan kekuatan manusia, sesuai dengan saran dari Ainsley.


Membutuhkan setidaknya tiga jam untuk sampai, dan saat tiba di sana, tidak ada siapa pun yang bersembunyi di balik pohon seperti sebelumnya. Namun, Natan masih menyadari bahwa mereka ada di sana.


Natan menoleh ke kiri, melihat perbatasan antara hutan dan hamparan rumput. "Keluarlah, aku tahu kalian masuk ke dalam hutan karena kedatangan kami."


Seketika itu juga orang-orang mulai keluar dari persembunyiannya, yang bersembunyi di dahan pohon ataupun semak-semak yang cukup rimbun. Pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian Player, tapi terlihat hampir rusak dan tidak layak pakai.


Ada tiga wanita yang memimpin, yang terdepan memakai pakaian tradisional dengan katana di pinggangnya. Atasan putih, bawahan hitam, rambut hitam panjang diikat, wajah halus bagaikan sutra.


Yan Jing, Samurai Lv.300.


Yang berdiri di kanan belakangnya terlihat seorang wanita yang cukup dewasa, rambutnya pirang bergelombang, mengenakan jirah yang benar-benar tidak bisa dikatakan sebagai Jirah, karena pakaiannya sangat terbuka. Liu Xinmei, Spearman Lv.280.

__ADS_1


Berdiri di kiri belakang, rambut hitam sepundak, mata cokelat. Mengenakan pakaian seperti High Priest. Ye Xiao Yi, Priest, Lv.265.


"Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian memiliki keperluan dengan Eternity Guild?" Natan melompat dari atas Mammoth Tank, berjalan menghampiri Yan Jing.


Yan Jing mengerutkan keningnya, lalu tangannya memegang pedang karena ingin menariknya. "Apakah kau—" Ia menggelengkan kepalanya. "Kami ingin menghilangkan Eternity Guild, mereka menangkap salah satu dari kami!"


"Apakah kau tahu kekuatan mereka? Anggota Eternity Guild cukup banyak," ucap Natan yang memilih duduk di dinding pelindung buatan Ayumi.


Yan Jing menggertakkan giginya dan mencengkeram erat pedangnya, terlihat kemarahan yang sangat jelas di matanya. "Aku tidak peduli, kami ingin menjemputnya!"


Natan terdiam sejenak, mengamati keadaan sekitarnya yang tidak ada monster. Ia juga menoleh menatap Ayumi maupun Erina, lalu perhatiannya tertuju pada Liu Xinmei, yang napasnya terlihat terengah-engah meski tidak melakukan apa-apa, serta wajahnya yang memerah.


"Kenapa dia?" Natan bertanya pada Yan Jing seraya menunjuk ke arah Liu Xinmei.


Yan Jing menoleh ke kanan belakang, menatap Liu Xinmei. Alangkah terkejutnya dan malu saat ia melihat sahabatnya yang seperti itu. "Sadarlah!" Ia mencubit pinggang Liu Xinmei.


"Kau bisa abaikan dia, dia selalu mengangumi pria muda yang tampan. Meski, dia tidak pernah menjalin hubungan sama sekali."


Natan hanya diam dan menganggukkan kepalanya. Ia memalingkan wajahnya perlahan dari tatapan Liu Xinmei, ia merasa tidak nyaman dan entah mengapa seperti tidak asing dengan hal ini. Hingga tak lama, tubuhnya bergidik ketika mengingat Vely, Calista dan Olivia yang menghancurkannya.


"Apakah kau memiliki foto teman kalian yang terculik?"


Yan Jing merogoh Tas Ruang dan mengeluarkan selembar kertas dari dalamnya, terdapat gambar yang memperlihatkan wanita muda yang sekiranya berusia 16 tahun. Rambutnya berwarna biru langit, matanya berwarna merah dan hijau.


Natan melihatnya sekilas, lalu memanggil salah satu Ketua Divisi yang ia bawa saat ini. "Harlod. Hancurkan Eternity Guild dan selamatkan orang yang ada di gambar." Ia menyerahkannya pada Harlod yang berada di kanan belakangnya.


Harlod mengambil foto itu, lalu mengganggu klan kepalanya. "Baik, Ketua." Ia berbalik, membawa setengah pasukan untuk menyerang.


Yan Jing terdiam dengan mulut sedikit terbuka, tidak mengerti mengapa Natan melakukan hal ini. "Kenapa kau membantu kami? Kau bukan berasal dari Eternity Guild?"


Natan menggelengkan kepalanya, kemudian menjawab, "Aku mendapatkan saran dari Ainsley untuk meningkatkan kekuatan, dan cari rekan tepercaya sebanyak mungkin. Aku? Bukan, aku Guildmaster dari Armonia Guild."


Seketika itu juga, semua wanita yang berada di depannya tertegun tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Guild Armonia? Itu adalah Guild Top 1 di Guild List, yang selalu bertengger di Rank 01 tanpa pernah turun sama sekali semenjak di-updatenya System Player.


Natan melihat Liu Xinmei untuk sekali lagi, lalu memalingkan wajahnya. "Bi- Bisakah kau minta temanmu untuk tidak melihatku seperti itu? Aku sedikit trauma dengan tatapan seperti itu, itu mengingatkanku pada hal memalukan yang menghancurkan harga diriku."


Yan Jing terdiam dengan memiringkan kepalanya, tidak mengerti apa yang dimaksud Natan. Namun, saat melihat ekspresi Calista dan Olivia, ia tertawa kecil. "Aku paham, sebagai seorang pria, tentunya harga dirimu hancur ..."


"Bahkan jika kau kuat, tidak mungkin mampu mengalahkan dua orang."


Natan hanya diam tanpa membalas ucapan Yan Jing, dan memilih untuk melihat pertempuran yang sudah mulai berjalan di wilayah Eternity Guild.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2