
Natan melemparkan Hijau sejauh mungkin, dan kemudian membersihkan kedua tangannya yang kotor akan darah amis yang sangat menyengat dengan bantuan sihir air Ayumi.
Natan berdiri di barisan depan dan menyimpan semua senjatanya, ia ingin menggunakan tangan kosong untuk melawan Zombie Mutan Lv.200. Ia menunjuk pada lima Zombie Mutan yang tersisa. "Blue, Orange, Red, White, Black. Power Zombie!"
Ayumi menaikkan sebelah alisnya keheranan dengan nama yang diberikan oleh Natan pada Zombie Mutan. "Biasanya Kakak akan memberi nama dengan bahasa Yunani, mengapa sekarang asal-asalan?"
"Karena ..." Natan melesat dengan kecepatan tiada tara, dan sudah berada di Zombie Mutan yang memiliki kaki laba-laba di punggung, pemuda berambut Biru dengan pakaian hitam.
Natan mengulurkan kedua tangannya ke belakang tengkuk Biru, kemudian menendang wajahnya menggunakan lutut kanannya. "Aku tidak terpikirkan nama yang lebih baik dari ini ..."
Biru tersentak dan terlihat darah hitam yang menyembur dari wajahnya yang setengah hancur karena serangan Natan. Namun ia bisa berdiri dengan baik dan tidak terjatuh ke belakang, ia melepaskan pukulan dari tangan kanan dan serangan kaki laba-laba di belakang punggungnya.
"Fire Chain." Ayumi mengikat kaki Natan dan membawanya turun untuk menghindari serangan. Daripada menahan gerakan Zombie Mutan, ia lebih memilih membantu Natan, karena ia tahu Kakaknya itu tidak ingin lawannya diambil.
Natan yang sudah turun itu langsung menunduk mengindari delapan kaki laba-laba yang terlihat cukup keras, kemudian ia mengalirkan Mana pada telapak tangannya. Sebagai mantan Mage dan memiliki Mana Control, ia bisa mengendalikannya sesuka hati.
Natan menganggap Mana sebagai energi yang serupa dengan Tai Chi, akan bergerak sesuai pernapasan penggunanya.
Setelah Mana berkumpul dan menguatkan telapak tangannya, ia berdiri seraya memukul delapan kaki laba-laba menggunakan bantalan tangan.
Krak! Zrash!
Terdengar suara retakan kasar saat telapak tangannya mengenai salah satu kaki laba-laba, yang kemudian membuatnya hancur. Dari pukulannya juga menimbulkan tekanan pada udara di atas, dan membuat ketujuh kaki laba-laba lain ikut terputus.
Natan menarik kaki kanannya yang berada di depan itu ke belakang, memutar tubuhnya ke kanan dan meletakkan kaki kanannya kembali ke depan. Dalam perputaran tubuh ini, ia sudah bersiap-siap dengan tinju kiri di bagian pinggang untuk mengambil ancang-ancang.
Bam!
Natan melepaskan pukulan dari tangan kirinya dada Biru, membuat biru memuntahkan seteguk darah hitam dengan cacing yang menggeliat.
"Die!" Orange dan White yang merupakan pria juga menyerang secara bersamaan dengan tinju mengarah pada wajah Natan.
Natan menyilangkan lengannya dan menangkap pukulan dari dua arah yang berlawanan.
"Dam*!" Blue yang nama aslinya Xander Alron juga sangat kesal dan menendang pinggang kiri Natan.
Natan mengangkat kaki kirinya, menahan tendangan itu menggunakan betisnya. Kemudian melebarkan kaki kirinya, membuat Blue sedikit kehilangan keseimbangan. Tanpa berlama-lama lagi, Natan menginjak lutut lawannya hingga patah.
Untuk dua Zombie yang menyerangnya dari kiri dan kanan, ia menarik kedua tangannya ke arah yang berlawanan, membuat Orange dan White tertarik, yang kemudian wajah keduanya saling berbenturan.
Natan mengabaikan Zombie Mutan wanita dan kembali melepaskan 300 pukulan dalam satu menit pada Blue yang tergeletak di tanah.
Olivia yang sedang bertarung melawan Red tidak bisa fokus dan melihat gerakan yang sangat cepat dari Natan. Ia yang memiliki Job Monk saja tidak bisa melepaskan serangan beladiri yang kuat, dan saat ia melihat Natan, ia seperti melihat Grandmaster dari Wing Chun.
Natan mengangkat tangan kanannya ke belakang punggung. "Pukulan terakhir." Ia mengayunkan tangannya pada dada Blue.
Boom!
Pukulan Natan mengakibatkan debu bertebaran dan menutupi pandangan dua Zombie Mutan yang ia beri nama Orange dan White.
Natan mengeluarkan tongkat rotan dari Inventory List, dan menusuk semua persendian dua Zombie Mutan dengan kecepatan mengerikan. Jika ini Zombie biasa, tentunya semua serangannya tidak terlalu berarti karena sudah kehilangan kesadaran dan tidak bisa merasakan rasa sakit, namun berbeda dengan Zombie Mutan.
Natan memutar tongkat rotan di atas kepalanya menggunakan kedua tangan, kemudian mengayunkannya secara horizontal dan menghancurkan kepala dua Zombie Mutan bersamaan dengan menghilangnya asap yang menghalangi.
__ADS_1
Natan menoleh ke kiri belakang, melihat Red dan Black yang juga telah terbunuh dengan kondisi yang sama-sama mengenaskan.
Olivia berlari menghampiri Natan. "Bisakah kamu melatihku? Meski aku memiliki Job Monk, ilmu beladiri yang ku kuasai hanya dari skill, bukan pengalaman."
Natan terdiam sejenak, memikirkan apakah harus melatih Olivia. Kalaupun ia melatih, ia tidak tahu harus melatih apa. Wing Chun? Tai Chi? Muay Thai? Taekwondo? Pencak Silat?
"Baiklah, tapi setelah kita berada di tempat yang luas tanpa adanya tanda-tanda kehidupan, atau saat markas Guild sudah dibangun."
Olivia tersenyum cerah, kemudian membungkukkan badannya. "Terimakasih!"
Natan menganggukkan kepalanya dan melihat pendapatan Point Exp dari membunuh Zombie Mutan. Jika dihitung dengan baik, untuk tiap levelnya dihargai dengan 500 Point Exp. Tapi jika bisa memilih, ia lebih baik membunuh Gelombang Zombie yang memberikan Point Exp rendah, namun jumlahnya banyak.
Natan mengeluarkan Skeleton Commander dan Knight, memerintahkan mereka untuk mengambil Equipment yang terjatuh.
Ayumi dan Natan berlari-lari kecil menghampiri Natan.
Natan tersenyum hangat dan mengusap kepala keduanya seraya mengecek statistik Erina.
____________________________________________
[Nama : Erina Adriani]
[Ras : Manusia]
[Usia : 14 Tahun]
[Level : 297 (10.624.100/11.000.000)]
[Job : Paladin/Alchemist/Druid]
[MP : [45.500/46.825] [1838/m]
[STR : 1580 (+115+90+1264)]
[VIT : 500 (+110+150+450)]
[AGI : 250 (+110+30+75)]
[INT : 255 (+95+210+229)]
[DEX : 240 (+135+150+72)]
[LUCK : 200 (+100+30+60)]
[Point Status : 70]
[Point Skill : 152]
[Money : 1.264.379 Gold]
[Friend : 6]
[Team : 6]
__ADS_1
[Guild : 6]
[Player List : Rank 4]
[Guild List : Rank 1]
[Forum : 99+]
[Skill Pasif : ]
[Memotong Lv.Max] — [Menjahit Lv.05 (0/25)] — [Regeneration Lv.Max] — [Medical Knowledge Lv.Max] — [Menangkis Lv.Max] — [Menusuk Lv.09 (3/45)] — [Geography Knowledge Lv.05 (2/25)]
[Skill Aktif : ]
[Light Shield Lv.Max 35MP] — [Alchemy Lv.Max 70MP] — [Light Stab Lv.Max 70MP] — [Sword of Thorns Lv.Max 140MP] — [Absolute Defense Lv.Max 175MP] — [Sword of Judgment Lv.Max 175MP] — [Cataclysm Lv.Max 175MP] — [Caster Enhanchment Lv.Max 140MP] — [Alchemy Extract Lv.Max 70MP] — [Killer Root Lv.Max 105MP]
____________________________________________
Natan mengerutkan keningnya saat melihat tidak ada skill baru, meski semua Skill Aktif sudah mencapai level maximal. Ia menunduk menatap Erina yang tersenyum cerah. "Apakah Erina tidak membeli skill baru?"
Erina menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk, kemudian menggeleng pelan. "Belum, Erina masih ingin fokus meningkatkan semua levelnya, setelah itu barulah membeli yang baru."
Natan menganggukkan kepalanya, kemudian menggendong kedua di kedua lengan. Sudah sangat lama semenjak terakhir kali ia membawa Ayumi dan Erina seperti ini.
Ayumi dan Erina juga menikmatinya dan tertawa bahagia.
Natan menoleh pada yang lain. "Ayo kita pergi, target kita akan sampai di Kuala Lumpur dalam waktu dua hari. Jika kita terus berlari tanpa henti, mungkin tujuh menit akan sampai. Tapi karena monster sudah bertambah kuat, perjalanan kita akan sedikit terganggu."
Semua orang menganggukkan kepala, sudah bersiap-siap dan mengerti mengenai risiko yang akan diterima jika meninggalkan Indonesia, yaitu monster-monster kuat dan orang asing yang mungkin memiliki niat buruk.
***
Bai Meigui Guild, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok
Banyak gedung-gedung tinggi dan megah, jalanan lebar dengan pemandangan malam yang indah, namun itu semua bisa dilihat saat dunia belum berubah.
Pada salah satu gedung tertinggi di sana dan di bagian lantai teratas, terdapat puluhan orang yang berkumpul pada satu ruangan. Sekitar 11 pria, dan 39 wanita yang ditangkap untuk dijadikan budak.
Salah seorang pemuda berambut hitam dengan potongan rapi, mata dengan tatapan menjijikkan dan ada sebuah tindik pada telinga kirinya. Ia duduk di tempat tidur yang bersembunyi di kegelapan karena tidak terkena cahaya.
"Armonia Guild? Wǒ huì sōu biàn nǐmen, shāle nǐmen, rúguǒ nǐmen yǒu nǚ tuányuán, wǒ jiù dài tāmen qù xiǎngshòu! (Aku akan mencari kalian semua dan membunuh kalian, jika kalian memiliki anggota wanita, maka akan aku ambil dan nikmati!)"
"Aku sangat setuju dengan perkataan Tuan Muda. Keluarga Fang harus berada di atas dan memerintah seluruh dunia!"
"Kita harus menguasai seluruh China, Rusia! Memberantas semua Guild!" Pemuda itu kembali berucap.
Sepuluh pria lainnya menganggukkan kepalanya dan terlihat seringai menjijikan di wajah mereka. Sedangkan untuk para wanita, mereka seperti cangkang kosong yang kehilangan jiwa.
Mata mereka suram, air mengalir dari mata, hidung, dan mulut. Luka-luka lebam juga terlihat di sekujur tubuh yang kurus.
Entah perlakuan apa yang didapat, tapi pastinya mereka tidak ingin hidup lebih lama lagi dan sangat menginginkan kematian.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...