Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 257 : Pertempuran Terakhir (1)


__ADS_3

Dalam ruangan putih bersih tanpa debu dan tidak tahu di mana ujungnya, tapi tidak butuh waktu lama untuk cahaya yang membentuk portal muncul.


Satu portal muncul, portal lainnya muncul dan terlihat dari dalam portal sosok manusia berbeda penampilan berjalan keluar.


Kemunculan portal ini acak, tidak mengikuti daftar, tapi manusia yang masuk dari area yang sama akan muncul di tempat yang berdekatan. Karena itu, masing-masing manusia yang keluar dari portal yang berdekatan akan berbicara satu sama lain dan tampak akrab tanpa ada sedikit pun rasa canggung.


Natan muncul di salah satu portal yang cukup mencolok, yang mana berada di tengah-tengah dari area yang terbilang luas dan memiliki jarak dari kelompok lain.


Kemunculannya sedikit menarik perhatian karena berada di area yang mencolok dari semua orang yang ada, apalagi semua perlengkapannya berlevel tinggi yang tidak dimiliki oleh orang lain.


Perlengkapan yang dikenakan Natan sendiri masih sama seperti dulu, dan saat itu masih Level 300, tapi sekarang sudah berubah menjadi Level 1.250 yang menyesuaikan levelnya sekarang.


Walaupun tidak ada yang memiliki kemampuan Appraisal seperti Natan yang mampu melihat semua informasi, tapi tetap ada item yang dapat melihat level perlengkapan meski secara sederhana. Dari level perlengkapan, ini saja sudah memperjelas identitasnya sebagai “Spathi” yang merupakan level teratas.


Natan tidak terlalu peduli dengan pandangan semua orang, dia menoleh ke kanan menatap Xia Feiya, lalu memeluknya erat. "Setidaknya salah satu putriku ikut bersama menemani, tapi ini malah membuatku semakin sakit karena takut kau terluka."


"Ayah."


Player lain yang mendengar ini, tidak merasa aneh sama sekali, ada banyak dari mereka yang sudah menikah, bahkan sudah memiliki cucu ketika datang ke sini. Apalagi Huanran saat ini, bahkan cucunya sudah memiliki cucu.


"Kita bertemu lagi."


Natan mendongak, dia melihat seorang pria paruh baya yang mendekatinya, dia mengenal orang di depannya, itu adalah Bendetto yang berasal dari Shelter Poland. "Kau masih hidup, aku kira kau sudah mati."


Bendetto tidak marah dengan balasan Natan, bahkan dia tersenyum. "Aku senang Player Spathi mengingatku." Ia mengalihkan pandangannya melihat Xia Feiya yang dipeluk oleh Natan. "Aku ingat dulu dia memanggilmu dengan sebutan “Kakak”, tapi sekarang berubah menjadi “Ayah”."


Natan mengusap kepala Xia Feiya dengan lembut dan menjawab, "Ya, aku menikahi ibunya, dan aku menyayanginya seperti putri kandungku sendiri."

__ADS_1


Bendetto menganggukkan kepala, kemudian dia melihat yang lainnya dan melihat Liu Xinmei yang tidak pernah dia lihat saat itu. Tapi dia bisa menebaknya, karena semua wanita yang berdiri bersama Natan kecuali Xia Feiya memakai cincin yang sama di hari manis.


"Lihat ini, putra Ibu masih terlihat seperti anak kecil meski sudah berusia 36 tahun." Tiba-tiba, ada suara wanita yang datang dari samping Natan.


Bendetto menoleh, dan sedikit terkejut karena tiba-tiba ada dua orang lain yang berdiri di sana tanpa disadarinya. Bahkan yang lain, yang berada dekat maupun jauh tidak sadar, padahal di sana tidak ada tempat persembunyian, di sana benar-benar putih kosong.


Xia Feiya melepaskan diri dari pelukan Natan, lalu dia memeluk erat wanita yang baru saja berbicara. "Nenek!"


Ya! Wanita yang baru datang adalah Brianna, dan saat ini tidak memakai jubah hitam yang biasanya dia pakai. Jika memakai jubah yang biasa, identitasnya sebagai NPC Shop yang berkeliaran akan diketahui.


Ainsley yang berdiri di samping Brianna, mendatangi Natan. "Lihat ini, terakhir kali kita bertemu 17 tahun lalu. Harusnya aku yang menjadi istri keempatmu, tapi lihat sekarang, kau sudah memiliki tujuh istri. Setelah pertempuran ini, kau harus menikahiku dan aku ingin mengandung anakmu."


Ayumi dan Erina mendorong Ainsley, memisahkannya dari Natan.


"Tidak bisa! Setelah ini, Ayu yang harus mengandung anaknya!"


Natan tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tersenyum tipis. Dia tidak peduli dengan pembicaraan yang keras, karena ibunya sudah membuat penghalang, dan mereka yang di luar tidak dapat mendengarnya; mereka hanya bisa melihat gerakan bibir.


Brianna melambaikan tangannya meminta Natan induk mendekat, dan setelah Natan mendekat, dia mengusap kepala putranya itu dengan lembut. "Kau memberi Ibu banyak cucu, kau berniat memberikan berapa banyak lagi?"


Natan merenung, lalu menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, tapi jika istri-istriku memintanya, aku akan menurutinya."


Setelah menjawab, Natan melihat ibunya yang membuka mulut hendak berbicara, tapi dia berbicara lebih dulu, "Ibu, sampai kapan kita ada di sini? Bukankah harusnya kita melawan Monster Ancestors? Apa yang sebenarnya terjadi, dan tempat apa ini?"


Brianna menundukkan kepala, dia melihat Xia Feiya dan mencubit pipinya dengan lembut, kemudian kembali menatap Natan. "Ini adalah ruang persinggahan, Penjaga akan mengumpulkan 10.000 Players, menunggu mereka semua untuk datang, termasuk orang-orang seperti Ibu yang masih hidup dari semua ras berbeda ..."


"Penjaga Bumi dan dunia lain saat ini sedang menahan Monster Ancestors. Lalu, perlu diingat, Player tidak hanya di Bumi, tapi ada di dunia lain, jadi setelah kita meninggalkan ruangan ini, kita akan langsung berpindah ke medan perang. Ada banyak ras, tapi akan ada kursor berwarna hijau di atas kepala kita yang menandakan berasal dari kubu yang sama."

__ADS_1


Natan mengangguk, lalu mengangkat sebelah alisnya saat menyadari sesuatu. "Ibu sudah menjadi Keberadaan tingkat Keempat, sama seperti Penjaga. Ainsley juga sama, bukankah harusnya kalian bergabung bersama Penjaga Bumi menahan Monster Ancestors?"


"Walaupun kekuatan kami berdua sudah mencapai tingkat itu, tapi kami berbeda, kami awalnya hanya Elf dan Manusia biasa. Jadi tidak bisa langsung pergi ke sana, kami harus menunggu di sini." Ainsley menjawabnya menggantikan Brianna.


"Penjaga, dia bukan makhluk hidup, melainkan energi dari suatu dunia yang terus memadat dan membentuk kesadaran. Tugas mereka adalah melindungi dunia dari mana mereka terlahir," ucap Brianna menambahkan.


Natan mengangguk mengerti, tapi masih tidak menyangka ada keberadaan yang terlahir langsung dari dunia. Tapi, sepertinya itu bisa dianggap normal setelah dia hidup belasan tahun setelah Kehancuran Dunia, dia bahkan melihat secara langsung ada individu yang menggunakan metode dari Monster Ancestors untuk menjadi apa yang dikatakan sebagai “Dewa”, yaitu dengan membuat orang-orang di bawahnya memujanya dan memberi pengorbanan darah setiap hari.


Calista menatap Ainsley dengan ekspresi datar, dia tidak lagi memiliki ekspresi dingin, kesal dan marah seperti dulu setiap kali melihat Ainsley. Bahkan meski Natan memiliki banyak istri, dia adalah istri yang mendapat perhatian lebih banyak dari yang lain, meski di permukaan terlihat biasa-biasa saja.


Natan melirik ke arah Calista, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Jika dia mengatakan sesuatu, mungkin setelah pertempuran ini berakhir, Calista akan menggunakan segala cara untuk menguras dirinya sampai kering.


Crack!


Tiba-tiba, terdengar suara retakan yang keras dan semua orang dapat mendengarnya, membuat kebisingan menjadi hening dalam sekejap.


Natan melihat sekeliling, dia menemukan lebih banyak Player dan apa itu yang disebut “NPC Shop” juga sudah datang tanpa ada penambahan lain. Kemudian, dia menengadahkan kepalanya, melihat langit putih bersih yang mulai retak.


Retakan itu meluas, mengungkapkan warna merah darah dan perasaan yang mencekam disertai dengan aura pembunuhan di mana-mana.


Melihat ini, dia tahu bahwa pertempuran terakhir akan dimulai.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2