Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 067 : Berlatih


__ADS_3

Karena ini adalah Hard Dungeon, Natan sangat berharap untuk mendapatkan suatu perlengkapan, atau tidak yang dapat membantunya untuk membangkitkan dan mempertahankan Skeleton Squad.


[Hadiah sudah dibagikan]


"Eh?" Natan mengerutkan keningnya ketika melihat layar interface di depan matanya. Kemudian ia membuka Inventory Guild dan di sana ada kotak hadiah dengan nama Natan Alexander.


Ada juga Tanaka Ayumi, Erina Adriani, Vely Anindya, Izora Calista dan Olivia Edrea.


"Mengapa hadiahnya hanya Gold Chest?" Ketika Natan melihat Inventory Guild yang lain, ada kotak yang sama dengan nama yang berbeda.


Tanpa menunggu lama, Natan membuka Gold Chest yang hadiahnya terbagi secara acak. Sebenarnya ia lebih mengharapkan hadiah saat melawan Fire Dragon, tapi apabila memang sistem pembagian hadiahnya seperti ini, maka ia hanya bisa menerimanya.


[Skeleton Orb] [Orb yang mampu menambah level dan jumlah Skeleton yang dibangkitkan. +20% Slot dari level Player dan +20% level dari level player]


[Attribute Card] [Menambahkan atribut pada salah satu Equipment, sesuai dengan level item itu]


[Skeleton Ring] [Mengurangi penggunaan Mana sebanyak 20% dan menambah penguasaan dalam mengendalikan Skeleton, agar tidak membebani tubuh Player]


Natan tersenyum ringan saat melihat apa yang ia dapatkan. Dengan levelnya yang 391 dan menggunakan Skeleton Orb berwarna hitam itu, ia bisa membangkitkan 208 Skeleton Squad. Kemudian dengan Mana Regeneration yang hanya 5000 Point dan ada pengurangan 20%, ia bisa mempertahankan 125 Skeleton.


Skeleton Natan sekarang berjumlah 99 Skeleton. Dimulai dari 4 Skeleton Commander Lv.351, 40 Skeleton Knight Lv.195, 10 Skeleton Spearman Lv.195, 10 Skeleton Fire Mage Lv.351, 10 Skeleton Ice Mage Lv.351, 15 Skeleton Magic Archer Lv.351, 9 Mammoth Tank Lv.351, 1 Skeleton Giant Monster Lv.351.


Natan menoleh ke kiri melihat Calista yang memang tidak berpindah. "Kau mendapatkan apa?"


"Fire and Ice Sword, lalu ada Attribute Card." Calista menjawabnya tanpa menoleh dan tetap fokus pada layar interface di depannya.


Natan menanyakan pertanyaan yang sama pada yang lain, dan apa yang didapatkan tidak jauh berbeda, tergantung Job masing-masing yang lebih dikuasai. Ia sendiri menyesuaikan dengan Job Necromencer, Ayumi Sorcerer, Erina Paladin, Vely Magic Archer.


"Kuro, Kori. Kembali." Natan memerintahkan Kuro untuk bersembunyi di bayangannya dan Kori kembali ke gelang biru di pergelangan tangan kirinya.


[Dungeon Vampire Castle akan ditutup dalam Waktu 10 Detik]


Natan mendongak dan meminta semua orang untuk mendekat. "Setelah keluar dari sini, kita akan langsung pergi ke arah utara." Ia merasa akan ada yang menyerangnya, sesaat setelah keluar dari Dungeon.

__ADS_1


Mereka menganggukkan kepala secara bersamaan, meski saat keluar dari Dungeon dan mendapatkan serangan tidak membuat mereka terluka, tapi akan lebih baik pergi lebih cepat daripada harus terlibat masalah yang tidak perlu.


Tempat sekitar mereka mulai retak yang celah di antara retakan-retakan itu berwarna jingga, dan tak lama kemudian mulai ada perubahan yang dimulai dari langit-langit ruangan berganti menjadi langit biru yang cerah. Gedung-gedung tinggi mulai terlihat, hingga tempat mereka berpijak sekarang sudah berganti.


Natan menoleh ke sekitaran, melihat Player yang muncul dari udara satu per satu. Raut wajah mereka terlihat sangat marah, sedih dan benci secara bersamaan. Dari yang sebelumnya berjumlah 10.000 Player, kini hanya tersisa 1230 Player yang masih bertahan hidup.


Kebanyakan mereka terbunuh karena gelombang monster di Lantai 1, kemudian gelombang monster yang ada di makam Lantai 2, dan keadaan geografis yang merupakan rawa penuh bahaya di Lantai 3. Jika saja mereka naik ke Lantai 4, bisa dipastikan tidak akan ada yang selamat kecuali tim Natan.


"Sekarang." Natan memberi aba-aba dan langsung pergi dari tempat mereka berdiri.


Ayumi dan yang lain juga berlari di belakang mengikuti langkah Natan yang memimpin pelarian. Mereka berlari tanpa menoleh ke belakang atau menghiraukan keadaan Player lain.


Ketika baru saja berlari, Player yang ditinggal itu mulai menyadari ada yang melarikan diri dan mulai melepaskan serangan panah maupun sihir.


Natan yang berlari di barisan depan itu berbalik dan melompat mundur dengan sniper yang sudah berada di tangan. Ia menarik pelatuknya untuk menghalau serangan dengan serangan, dan tidak lupa menembak kepala semua Player yang menyerang.


Beberapa detik kemudian, ia mendarat dengan kedua kaki menyentuh tanah, kemudian kembali berbalik dan berlari lebih jauh lagi.


Dalam waktu tiga sampai lima detik tadi, Natan berhasil menahan belasan serangan dan membunuh tujuh Player. Jika ada waktu lebih banyak, mungkin ia bisa membunuh lebih banyak, tapi ia tidak ingin berlama-lama karena hari mulai gelap. Sehingga mereka harus mencari tempat untuk istirahat.


Belasan menit kemudian, mereka sudah sampai di Distrik Chatuchak yang tidak jauh dari Dungeon Vampire Castle. Tapi setidaknya mereka tidak akan ditemukan oleh Player lain.


"Kita akan bermalam di mana?" tanya Calista.


Natan menoleh sekitar, saat ini mereka berada di jalan utama. Gedung-gedung memang cukup besar dan tinggi, tapi tidak terlalu besar seperti di pusat Bangkok. "Kita akan menghindari mall, karena itu lebih baik mencari rumah biasa."


Walaupun mengatakan ingin mencari rumah biasa, Natan berlari ke daerah yang terlihat mewah dan mahal, rata-rata rumah di sana memiliki dua lantai dan sampai empat lantai.


***


Sabtu, 19 Juli 2025


Getaran dan suara benturan keras bisa dirasakan di lantai teratas dari bangunan berlantai empat, di saat hari masih pagi sekali. Suara ini adalah suara yang ditimbulkan dari Natan dan Olivia yang berlatih seni beladiri bersama.

__ADS_1


Natan sendiri berlatih melalui internet, menguasai satu seni beladiri membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk benar-benar mahir.


Latihan mereka hari ini adalah pelatihan yang, seperti memukul karung pasir dan posisi yang baik dalam berdiri, melangkah, berlari, melompat serta bertahan.


"Wing Chun." Natan memposisikan kedua tangan di depan yang sejajar dengan wajahnya. "Dalam film, tangan berada di depan dada. Tapi ingat, kau bukan Donnie Yen, jadi lindungi bagian wajah agar tidak terkena serangan. Bagian wajah adalah bagian terpenting dalam beladiri."


"Coba pukul." Natan meminta Olivia untuk memukulnya.


Olivia tertegun, tapi tetap memukul Natan pada bagian wajah.


Natan menangkap pukulan itu, dengan tangan kanan yang menangkap pergelangan tangan dan tangan kiri menekan siku Olivia. "Kecepatan, pukulanmu kurang cepat."


Olivia mengangguk kecil dan menarik tangannya yang sedikit sakit karena benturan di sikunya.


"Langkah kakinya juga harus diperhatikan. Tapi, karena dunia sudah berubah seperti ini, kau harus bisa beradaptasi, atau gunakan langkah yang menurutmu cocok untuk dirimu."


Olivia menganggukkan kepalanya lagi. "Terimakasih."


"Kakak!" Ayumi berteriak cukup keras. "Sarapan sudah siap."


Natan berjalan menuju tangga yang menghubungkan ke lantai bawah, diikuti oleh Olivia yang berjalan di belakangnya. "Latihan hari ini cukup, sehari satu jam sudah cukup. Jangan terlalu memaksakan diri."


"Baik." Olivia menganggukkan kepalanya dan terus melangkah mengikuti Natan.


Saat Natan turun ke lantai dua, di sana sudah tersusun rapi semua makanan yang porsinya benar-benar banyak, mungkin dua kali lipat dari porsi normal. Kuro dan Kori juga sudah berubah menjadi ukuran kecil seperti anak anjing, tapi meski begitu, porsi makannya benar-benar banyak.


"Bagaimana pelatihan kalian?" tanya Calista yang menghampiri. Calista sendiri juga ingin berlatih Kendo, agar kemampuan pedangnya menjadi lebih baik lagi.


Natan ingin mengajari Calista, tapi ia merasa Kendo terlalu berbeda dengan ilmu dua pedang yang digunakan Calista. Kendo menggunakan pedang yang bisa digunakan satu atau dua tangan, pedangnya juga mudah digunakan. Berbeda dengan pedang yang digunakan Calista, yang ukurannya terlalu besar dan berat.


Tapi karena ia sudah berjanji untuk membantu latihan Calista, ia akan melatihnya meski mungkin tidak dalam waktu dekat. Bagaimanapun, ini semua agar Guild Armonia bisa menjadi lebih kuat lagi, bukan hanya dari segi level, tapi juga keterampilan dan pengalaman.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2