Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 151 : Berkunjung ke Pangkalan


__ADS_3

Semua orang masih dibiarkan diam membeku setelah mendengar pernyataan Natan yang tidak mudah untuk diterima. Mereka bukanlah orang kuno, mereka sering mengecek pemberitahuan di dunia setiap hari untuk mencari informasi, dan terus bertanya-tanya tentang Top 10 dan Armonia Guild yang selalu bertengger di peringkat teratas. Itu tidak tergeser dari awal Kehancuran Dunia sampai saat ini.


Harus tahu, membunuh dengan mode tim sangat sulit, exp yang didapat harus dibagi seberapa banyak anggota.


Mendengar perkataan Natan barusan, harusnya ada sepuluh anggota dalam satu tim. Itu harusnya cukup sulit untuk meningkatkan level.


Natan mendongak, melihat semua orang dengan senyum tipis. Awalnya dia juga memikirkannya, tapi sangat beruntung karena memiliki Olivia, sehingga setiap anggota akan tetap mendapatkan 70%, bukan 10%.


Natan menoleh ke kanan, menatap Olivia. Jika dia tidak di depan umum, ingin sekali mencium Olivia yang membawa keberuntungan. Olivia adalah orang yang dicintainya setelah Calista, untuk Vely, dia masih sedikit canggung karena Vely adalah gurunya di masa sekolah, dia sering memanggilnya 'Kakak' ketimbang 'Sayang'.


Walaupun, Vely termasuk sering berhubungan dengannya, dan mereka berdua di atas tempat tidur sangat liar. Bibirnya sudah mencium beberapa titik di tubuh Vely, dan tangannya sudah membelai setiap inci dari kulitnya yang halus.


Tentunya, orangtuanya adalah yang pertama yang dicintainya dan tidak akan tergantikan.


Natan tersenyum dan melihat layar interface untuk berbagai pandangan dengan skeleton yang ditinggalkannya di Kota Chengdu, yang dari waktu ke waktu akan ditarik untuk membantu pertempuran di sini, dan kemudian di kembalikan ke sana.


Sangat mudah untuk mengirimkannya, asalkan di sana masih ada skeleton yang tinggal. Dia bisa mengawasi perkembangan di sana. Kebetulan, Kota Chengdu masih diguyur hujan salju, dan pembangunan terhenti, tapi dia meminta Departemen Penambang untuk menggali tanah dengan kedalaman 300 meter untuk membangun kota bawah tanah.


Kota bawah tanah itu memiliki jarak 100 meter dengan langit-langit gua, dan bagian dindingnya akan dilapisi dengan plat baja tebal yang terbuat dari Adamantine.


Jika pertambangan kehabisan mineral, dia bisa menggelontorkan puluhan miliar Gold dari penyimpanan Guild untuk membelinya.


"Jika kalian tetap diam, kami akan menghabiskan semuanya."


Pada saat itu, semua orang kembali ke akal sehat mereka dan kembali menyantap hidangan di atas mereka.


...


Beberapa saat kemudian, Natan membuat pengaturan formasi mereka saat ini. Tidak lagi berbentuk panjang seperti kereta, dia membuatnya melingkar dengan bagian kosong di tengahnya.


Diameter dengan ukuran 100 meter, di setiap tempat Mammoth Tank akan ada skeleton yang berjaga-jaga. Alasan mengapa membuatnya seperti ini, itu agar tidak terjebak dalam pengepungan monster.


Kelompok Natan membawa yang terbesar, Rengga yang dibawa oleh 4 Mammoth Tank. Luasnya lebih besar dari yang lain.


Dia duduk di tepi dengan kaki menggantung, memandangi wilayah yang dipenuhi oleh salju.

__ADS_1


"Sepuluh kilometer dari sini, tidak ada manusia, bahkan meski ada, mereka terbunuh karena monster atau mati kelaparan." Natan menggelengkan kepalanya seraya berdecak.


"Selama ini aku selalu menghindari manusia. Aku terlalu malas melihat orang-orang yang memelas saat mereka lemah dan minta diselamatkan. Akan baik-baik saja tidak menyusahkan setelah ditolong, tapi ada beberapa yang mengutuk setelah diberi."


Dalam perjalanannya seorang diri, beberapa kali bertemu dengan manusia. Dia telah memberi orang lain ribuan Gold serta daging segar. Bukannya berterima kasih, tapi malah mengutuk karena terlalu sedikit dan tidak ingin menolongnya sampai akhir.


Pada akhirnya, pihak lawan menyerang, dan dia membunuhnya.


Dia sudah tahu hal ini, tapi karena dia membutuhkan banyak rekan yang bukan dari Dunia Putih, dia mencoba membuat aliansi lebih banyak lagi.


...***...


Selasa, 25 November 2025


Sinar matahari sedikit terlihat di balik awan tebal, ini menandakan bahwa musim dingin akan segera berakhir. Tapi, di Kota Chengdu, di sana masih gelap dengan suhu yang terus turun.


Rombongan mereka terus bertemu dengan monster, terutama saat malam hari. Itu sangat mengganggu untuk tidur, apalagi mereka tidak lagi menggunakan Giant Castle karena terlalu mencolok.


Giant Castle akan dikeluarkan saat menyeberang dari Rusia ke Amerika. Untuk di darat, itu tergantung situasi.


Entah karena perbedaan negara atau apa, tepat di depan mereka adalah hamparan tanah tanpa salju. Itu terlihat berbeda dari barat ke timur, seolah-olah dua dunia berbeda berada di tempat yang bersebelahan. Bahkan salju yang mencair, tidak membasahi tanah di sebelahnya dan memilih untuk menggenang.


Natan mencoba melangkah lebih dulu, suhu yang dirasakannya langsung naik. Awalnya adalah -12°C, sekarang menjadi 42°C. Itu sangat panas.


"Meski sudah melihatnya beberapa kali, ini tetap mengejutkan." Calista melompat turun dari Mammoth Tank, dia mendarat di tempat yang suhunya cukup panas seperti di gurun.


Vely tetap berada di atas, dia menggunakan kemampuannya untuk melihat target dari jarak jauh, dan ditambah dengan teropong, itu meningkatkan jarak pandangnya.


"Itu ..." Vely tertegun saat menurunkan teropongnya. Kemudian menunduk melihat Natan yang sedang menyentuh tanah panas dan berkata, "Sayang, tiga kilometer dari sini, ada shelter. Apakah kita harus pergi ke sana atau menghindarinya?"


Natan berdiri dan mendongak menatap Vely. "Haruskah?" Dia masih tidak bisa bertemu dengan pihak lain setelah beberapa hal yang terjadi. Salah satunya adalah Ayumi yang dianiaya di Pangkalan Militer, dan tidak mendapatkan pembelaan hanya karena pihak lain memiliki hubungan dengan atasan.


Kemudian, Vely yang hampir gila karena melihat daging manusia yang digunakan untuk bahan makanan, lalu saat tiba di Kota Chengdu, Armonia Guild ditargetkan oleh beberapa Guild.


Vely tidak menjawab, hanya mengangkat bahunya. Dia tahu apa yang dipikirkan Natan, dan dia pun tidak ingin lagi masuk ke tempat yang bernama shelter atau apa pun yang sama seperti itu.

__ADS_1


Huanran, yang sepertinya pemegang kekuasaan tertinggi di Keluarga Alexander. Bahkan Abraham Alexander sendiri tidak bisa membantahnya, ini seolah-olah Huanran adalah pemiliknya. Dia melompat turun membawa tongkat kayu yang digunakan untuk membantunya berdiri, meski tubuhnya terlihat sangat sehat dan berdiri tegak.


"Sepertinya kalian mengalami hal buruk, tapi tidak ada salahnya datang ke sana. Setidaknya, kita bisa mencari informasi. Dengan keadaan seperti ini, yang terpenting adalah kekuatan, uang dan informasi." Huanran menepuk pundak Natan. Mencoba meyakinkan untuk memikirkan sarannya.


Natan tidak menjawabnya langsung dan memilih untuk diam sementara. Informasi, dia bisa mendapatkannya dengan mudah dari Ainsley dengan bayaran sederhana. Dia hanya perlu memeluk hangat Ainsley, maka informasi berharga akan datang. Tapi, tidak mungkin dia melakukannya.


Setelah merenung beberapa waktu, akhirnya Natan menganggukkan kepala dan menjawab, "Baiklah. Ayo kita datang ke sana, tapi, kita akan membuat perkemahan satu kilometer jauhnya. Kita akan masuk ke shelter dengan jumlah yang sedikit ..."


"Jika membawa semuanya, akan sangat sulit melarikan diri jika ada sesuatu yang berbahaya di sana."


Alasan mengapa Natan menerimanya, itu karena dia teringat akan Player yang pernah mengutarakan informasi secara acak tentang Kehancuran Dunia, dan ternyata tebakan Player benar setelah dikonfirmasi oleh Ainsley beberapa bulan setelahnya.


Jika ada informasi yang berhubungan dengan Kehancuran Dunia, itu akan sangat membantunya. Walaupun Ainsley baik, tapi pastinya ada rahasia yang tidak bisa diungkapkan.


Akan sangat baik untuknya pergi menemui kelompok lain yang telah membangun benteng dan bertukar informasi.


"Apakah Kakak serius?" Ayumi menarik mantel Natan.


Natan menundukkan, mengusap kepala Ayumi. "Apakah Ayumi masih trauma?"


Ayumi tidak menjawabnya, tapi dari tatapan matanya yang berair, itu menjelaskan semuanya.


Natan merasakan sakit melihat itu, tapi tidak dia tetap harus datang ke sana. Ini bisa digunakan untuk mencari rekan, dan bisa memperluas Armonia Guild, berharap bisa menguasai Provinsi Sichuan, bukan Kota Chengdu saja.


Erina menepuk-nepuk punggung Ayumi. "Aku akan melindungmu, ayo kita pergi ke sana."


Ayumi terdiam sejenak, kemudian menoleh melihat Erina. Dia mengangguk kecil dengan senyum manis, dan berkata, "Iya."


Natan mengusap kepala keduanya, kemudian kembali melompat ke atas Rengga.


Tidak perlu menyuruh Erina untuk melindungi, jika benar-benar ada bahaya di sana. Dia akan mengeluarkan Krake yang telah dibangkitkan, biarkan Giant Kraken itu mengamuk dan menghancurkan shelter!


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2