Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 150 : Pergi ke Amerika?


__ADS_3

Natan duduk di tepi tempat tidur, dan menoleh ke belakang melihat Olivia yang tergeletak tanpa sehelai benang pun yang menutupi. "Dia adalah yang terakhir berhubungan denganku, dan dia sangat malu-malu saat pertama kali melakukannya bahkan tidak ingin melihat wajahku. Sekarang, dia yang paling bersemangat, dia ingin mencoba segala macam gaya, dan dia yang memiliki gairah terbesar ..."


Natan kembali merebahkan diri di atas tempat tidur di samping Olivia. "Kemarilah."


Olivia membuka matanya, kemudian mendekat ke arah Natan. Dia tidur di atas lengan atas Natan dan meletakkan tangan kirinya di atas dada Natan.


Natan meraih kaki panjang Olivia dan meletakkannya di atas tubuhnya. "Apakah kau sudah puas? Kita sudah melakukannya selama lima jam."


Olivia menutup matanya dan mengangguk. "Sudah, ternyata melakukannya sendirian sangat lelah. Biasanya kami akan berganti setiap setengah atau satu jam, jadi memiliki waktu untuk beristirahat ..."


"Tapi, melakukannya sendirian bersama Natan, itu membuatku bahagia." Olivia membuka matanya lagi, kemudian mendekatkan wajahnya dan mengecup pipi Natan.


Natan tersenyum, tetapi tidak mengatakan apa-apa dan memilih untuk memeluk Olivia yang berkeringat. Tidak ada keinginan untuk membersihkan tubuhnya, karena pastinya Calista akan meminta mandi bersama, jadi lebih baik melakukannya nanti.


...***...


Minggu, 23 November 2025


Natan bangun dari tidurnya saat sinar matahari belum naik dan hari masih gelap. Dari kemarin hingga hari ini, dia tidak keluar dari kamarnya, bahkan turun dari tempat tidur hanya untuk minum dan ke kamar kecil untuk membuang air. Selebihnya, dia melakukannya terus-menerus.


Natan pergi ke balkon setelah mengenakan mantel tidur. Duduk di kursi goyang memandangi daratan yang hanya tersisa beberapa puluh meter. "Ayah, Ibu ..." Ia melihat langit malam.


"Apakah kau merindukan mereka?"


Natan tersentak dari tempat duduknya ketika mendengar suara di samping telinganya. Dia menoleh dan melihat Ainsley yang sudah berada di sampingnya.


Dia mengatur napasnya, kemudian bertanya, "Dari kapan kau di sana? Bisakah kau tidak muncul tiba-tiba seperti itu?"


Ainsley duduk di pagar balkon, dengan posisi menghadap Natan. Kaki kanannya menyilang di atas kaki kirinya, memperlihatkan kaki putihnya yang mulus dan panjang. "Aku sudah datang dari kemarin pagi saat kau bermain dengan Olivia. Setiap dua jam sekali, aku datang, dan kau terus bermain-main sampai sekarang ..."


"Dari tujuh ratus juta orang di Bumi yang masih hidup, aku sudah melihat banyak yang berhubungan. Mereka benar-benar maniak, mungkin karena stamina mereka bertambah setelah naik level, jadi mereka melakukannya terus-menerus. Tapi, kau adalah orang yang paling aneh, melakukannya setiap hari, dan tiap harinya melakukannya lebih dari sepuluh jam."


Natan terdiam dengan kepala tertunduk, menyembunyikan wajahnya yang merah.


Ainsley tersenyum, kemudian ekspresinya berubah menjadi serius. "Penjaga terus melemah, setelah Dungeon bermunculan untuk merusak. Penjaga berusaha keras untuk membuat Menara Pelatihan bagi Players. Tapi, kekuatannya terus melemah dan Monster Ancestors kembali mengirimkan monster dalam jumlah besar."


[Global]

__ADS_1


[Information] [Segel yang mengurung Monster Ancestors terus melemah, dan Monster Ancestors berhasil mengirimkan lebih banyak monster melalui cara yang sama seperti menciptakan Dungeon]


[Dimensional Cave] [Gua dalam bentuk portal dimensi akan muncul di berbagai tempat di Bumi. Dimensional Cave tidak akan menghilang sebelum Boss dibunuh atau ditutup paksa dari dalam, atau menghancurkannya dengan kekuatan penuh untuk menghilangkannya]


Natan membacanya dengan saksama, kemudian mengerutkan keningnya saat membaca informasi yang tertera. "Menutupnya dari dalam? Bukankah itu bunuh diri?"


[Information] [Players bisa membeli bom waktu yang telah ditambahkan di dalam daftar toko]


Natan terdiam ketika informasi tambah telah datang. Bisa-bisanya dia bertindak memalukan seperti itu, tidak seperti dirinya yang biasanya, yang akan selalu berpikir tenang.


Dia mendongak menatap Ainsley, kemudian menu toko terbuka. Ada barang baru dengan simbul 'New' di atasnya yang berwarna merah. Itu adalah Lightning Mana Bomb. Itu hampir seperti Mana Bomb buatan Ayumi, tapi teknologi yang digunakan lebih maju.


Lightning Mana Bomb akan meledak setelah mengatur waktu, dan hanya akan aktif di dalam Dimensional Cave. Itu tidak akan aktif di tempat lain, bahkan di Dungeon, terutama di tempat luar.


Tanpa berpikir panjang, Natan membelinya sebanyak 100 unit.


[Berhasil membeli 100 Lightning Mana Bomb. Menghabiskan 10.000.000.000 Gold]


"Ngomong-ngomong, bukankah seratus juta itu terlalu mahal? Apakah ada yang membelinya selain kami?" tanya Natan, melihat Ainsley untuk menunggu jawaban.


Natan terdiam, menggaruk belakang kepalanya dengan bingung. Dia sedikit bingung dengan pikiran Penjaga, meminta untuk memusnahkan Dimensional Cave, tapi malah mempersulit Players untuk mendapatkan Lightning Mana Bomb.


Ainsley tahu isi pikiran Natan, tapi tidak mengatakan apa-apa. Dia berdiri di atas pagar, kemudian melompat turun seraya berkata, "Jika kau bisa mencapai level sembilan ratus, aku akan memberikan semua yang kumiliki untukmu. Aku tidak keberatan menjadi istri keempat."


Natan terkejut, tapi tidak terlalu menanggapinya. Istri keempat? Memiliki tiga saja sudah sangat melelahkan untuk membagi waktu, dan bahkan harus meminum ramuan stamina. Jika memiliki empat, mungkin dia tidak akan bisa keluar dari kamarnya.


Lagu pula, Ainsley terlalu tua, itu berusia dua kali dari Nenek Buyutnya, Huanran.


...***...


Senin, 24 November 2025


Berbeda dengan sebelumnya yang terbang ratusan meter di udara ataupun berdiri di Giant Castle. Sekarang, Natan dan ratusan orang lainnya berjalan melalui jalur darat.


Natan membuat kereta yang ditarik oleh Mammoth Tank. Ada juga lantai dengan ukuran 12 × 12 meter yang dikelilingi oleh pagar dan dibawa oleh 4 Mammoth Tank di atasnya. Dengan total 40 Mammoth Tank, dia berhasil membuatnya cukup banyak, dan cukup untuk mengangkat semua orang di atasnya, belum lagi kereta dengan ukuran 12 × 24 meter yang ditarik di belakangnya.


Alasan mengapa Natan mengambil jalan darat yang berdekatan dengan tanah, itu karena ia ingin membunuh monster lebih banyak lagi, dan meningkatkan level semua orang agar tidak menjadi beban yang harus dilindungi.

__ADS_1


Alasan kedua, mencari rekan yang bisa diajak kerja sama. Berharap, menemukan rekan pria agar tidak dipandang aneh oleh orang-orang yang bekerja untuk Keluarga Alexander.


Pada saat ini, Natan duduk di Rengga besar yang diangkat oleh Mammoth Tank dari empat sudut. Di bagian terdepan, terdapat Natan, Ayumi, Erina, Vely, Calista, Olivia dan keluarga inti dari Keluarga Alexander.


Mereka semua makan bersama dengan duduk bersila di lantai yang telah dilapisi dengan zabuton (bantal duduk).


Hidangan yang mudah dimakan dan dengan kematangan yang sesuai keinginan masing-masing.


Adrian duduk di kiri seberang meja makan dari Natan. "Natan, ke mana kita pergi? Bukankah kau bilang ingin kembali ke China? Tapi sepertinya, kita pergi ke arah lain."


Arahnya memang berbeda, harusnya ke arah timur, tapi sekarang pergi ke timur laut. Harusnya dari Jerman, pergi ke Ukraina, tapi sekarang mengarah ke Polandia.


Natan mengambil daging dengan sumpit, mengunyahnya dan menelannya, barulah ia mendongak ke kiri menatap Adrian. "Kita akan ke Amerika, ada dendam lama dengan Skull Guild yang harus diselesaikan."


"Dendam lama?" Adrian mengerutkan keningnya. "Skull Guild?"


"Skull Guild?" Addison mengulangi kembali pertanyaan Adrian, kemudian memejamkan matanya seperti mengingat sesuatu. Dia seperti tidak asing dengan Skull Guild setelah mengamati Forum Global. Ketika matanya terbuka, ada getaran yang tidak bisa dijelaskan di matanya.


Dengan bibir gemetar, Addison bertanya dengan getir, "Ka- Ka- Kau. Na- Natan, apakah kau adalah Spathi? Guildmaster dari Armonia Guild?"


Abraham, Huanran, Barnard, Glenda, Oliva, Adrian, Adaline, Beatrice, Amber dan Andrea tersentak. Mereka tersentak ketika mendengar pertanyaan Addison, kemudian menoleh menatap Natan untuk menunggu jawaban.


Natan mendongak kembali setelah menyantap daging, kemudian menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, aku adalah Ketua dari Armonia Guild. Lima orang yang aku bawa masuk dalam Top Ten, ada dua orang lagi yang masuk dan tinggal di markas, serta dua lagi adalah hewan peliharaan kami."


Sampai sekarang, Natan masih tidak tahu mengapa Kuro dan Kori bisa masuk ke dalam daftar Top 10. Padahal, mereka bukanlah manusia.


Addison sudah menduganya, tapi setelah mendengarnya langsung, itu benar-benar kejutan. Tangannya bergetar, kemudian garpu yang dipakainya untuk makan terjatuh.


Begitu pun dengan yang lain, mereka menjatuhkan alat makan mereka.


Natan, meliriknya sekilas, dan kembali makan dengan tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang spesial.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2