Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 211 : Pergi ke Afrika


__ADS_3

—6 Bulan Kemudian—


Perkembangan Armonia Guild sangat mengesankan selama enam bulan terakhir, kota yang awalnya sepi sekarang mulai banyak manusia yang datang, tapi tetap saja Wilayah Armonia dan Wilayah Ras Elf adalah area terlarang.


Armonia Guild sudah menjalin hubungan kerja sama dengan Pemerintah Beijing, kerja sama dalam hal sumber daya dan penampungan, tapi Pemerintah Beijing tidak diperbolehkan untuk ikut campur dalam urusan di Wilayah Aliansi 4 Guild.


Manusia yang datang untuk berlindung dikenakan pajak dalam jumlah tertentu. Walaupun ada eselon atas yang tidak terima, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


Armonia Guild bukanlah guild yang lemah meski hanya ada sedikit anggota. Pemerintah Beijing mengancam akan menjatuhkan nuklir? Armonia Guild memiliki anti-rudal dengan EMP yang luar biasa, bisa menghancurkan rudal nuklir di udara dalam radius 1000 kilometer dari Armonia Guild.


Armonia Guild juga telah mengembangkan Bomb Mana Level 750! Menghancurkan Beijing bersama dengan kota bahan tanahnya sangatlah mudah.


Pemerintah Beijing mengembangkan banyak teknologi, Armonia Guild juga mengembangkan lebih banyak. Apalagi dengan adanya Brianna dan Ainsley, pembelian sumber daya dari NPC Shop mendapat banyak potongan.


Berbicara tentang Brianna, sampai hari ini belum datang, meski masih membersikan kabar lewat pesan, tapi tetap saja tidak sama seperti bertemu bertatap muka.


...***...


—Istana Armonia—


Natan duduk di tepi tempat tidur, dia sedang membersihkan semua senjatanya. "Aku masih Level 710. Ini adalah kemajuan yang cepat, tapi tetap saja masih sangat lambat jika ingin bertarung di garis depan."


Di belakangnya, ada Calista dan Vely yang berbaring, tidur siang karena lelah berjalan-jalan bersama pelayan di taman.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Nama : Natan Alexander]


[Ras : Manusia]


[Usia : 19 Tahun]


[Level : 710 (738.000.300/220 Miliar)]


[Job : Assassin/Necromancer/Marksman]


____________________________________________


[HP : [653.600/653.600] [67.458/m]


[MP : [210.975/210.975] [14.284/m]


____________________________________________


[STR : 3475 (+580+280+8513)]


[VIT : 1200 (+545+280+1680)]


[AGI : 600 (+570+70+420]


[INT : 1000 (+550+420+1400)]

__ADS_1


[DEX : 600 (+575+375+420)]


[LUCK : 250 (+531+70+175)]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aku masih lemah, kapan aku bisa membantu Ibu di garis depan? Aku mulai merindukannya, kemudian Ainsley, sudah lama tidak melihatnya tiba-tiba datang di belakangku seperti dulu."


Natan menghela napas, dia mendongak melihat pintu yang tertutup.


Tiba-tiba, pintu itu terbuka, memperlihatkan Olivia yang memegangi perut besarnya dengan tangan kanan dan tangan kirinya yang menekan pinggang.


Natan berdiri, berlari menghampiri Olivia dengan terburu-buru. "Olivia, bukankah aku sudah bilang jika ingin kembali ke sini harus melapor dulu? Bagaimana jika terjadi apa-apa padamu?"


Natan merangkul Olivia dan membawanya ke tempat tidur dengan hati-hati. "Duduk pelan-pelan."


Olivia menghela napas setelah duduk di tepi tempat tidur, dia memberi tanda dengan menunjuk kakinya sendiri.


Natan sangat mengerti, dia duduk bersila di lantai, membantu Olivia merasakan sepatu dan memijat kakinya. Dia sendiri sudah sering melakukan ini, memijat kaki istrinya, membantunya mandi, bahkan saat ke toilet untuk buang air kecil.


Dia berlutut di depan Olivia yang membuka kedua kaki. Natan mengusap perut yang besar, dan memberinya kecupan beberapa kali. "Tinggal sebentar lagi, anak kita akan terlahir di dunia ini."


Olivia tersenyum lembut saat mengusap kepala Natan. "Aku tahu mengapa Natan sangat bersemangat, karena setelah anak ini lahir, apa yang Natan tahan selama ini bisa dilepas."


Natan tidak mengatakan apa-apa, tapi memang benar itulah keinginannya.


Olivia tidak marah karena Natan tetap diam, dia tetap mengusap kepalanya dengan lembut dan kembali bertanya, "Apakah Natan akan keluar lagi hari ini?" Ia melihat pedang yang bersandar di samping meja.


Olivia mengusap kepala Natan, kemudian mengusap wajahnya dengan lembut. "Kami tahu beban yang Natan bawa sangat berat, lakukan apa yang seharusnya dilakukan. Lagi pula, kami yang harus berterima kasih, meski kami tidak pergi melawan monster, Natan tetap meninggalkan Skeleton Squad di sekitar untuk membantu kami meningkatkan level."


Natan tidak merasa baik, bahkan meski dia meninggalkan semua Skeleton Squad, dia tidak menyelesaikan tugasnya sebagai seorang suami.


"Sayang." Olivia mengangkat kepala Natan, kemudian mengecup bibirnya.


Natan tersentak, tapi kemudian menutup matanya perlahan, menikmati ciuman Olivia.


Olivia melepaskan ciumannya, dia menatap mata Natan. "Maukah?" Ia mengangkat dan menurunkan tangannya yang terkepal.


Natan menganggukkan kepalanya, lalu melepaskan semua pakaiannya dan duduk di samping Olivia.


Olivia melumuri tangannya dengan lotion dingin, kemudian menggenggam senjata Natan yang sudah lama tidak dia rasakan.


Natan menggenggam tangan Olivia. "Lebih cepat."


Olivia tersenyum, menuruti keinginan Natan. "Sayang, coba pikirkan tentang lamaran Liu Xinmei. Dia sangat mencintaimu."


Natan menghela napas dan menjawab, "Aku akan memikirkannya nanti."


Olivia mengangguk kecil dan tidak lagi berkata. Dia sudah membujuk Natan untuk menikah lagi, tapi jawaban yang diterima selalu sama. Alasan mengapa dia mendukung Liu Xinmei adalah karena dia tahu apa yang dirasakan, jika Calista tidak ingin berbagi, mungkin dia dan Vely akan berada di posisi yang sama seperti Liu Xinmei saat ini.


Adapun apakah Calista setuju ada tidak, Calista sudah menyetujuinya, asalkan Natan bertindak adil, dan selama ini, perhatian yang mereka dapatkan selalu sama.

__ADS_1


...***...


—Tiga Hari Kemudian—


Natan berada di taman belakang, berdiri di depan istri-istrinya. Dia masih tidak tega melihat istri-istrinya yang seperti ini dan harus meninggalkan mereka, tapi dia mengingat pesan ibunya sebelum pergi untuk pergi ke Afrika di mana banyak monster-monster kuat dengan Exp berlimpah.


"Kali ini berapa lama?"


Natan terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan Calista, kemudian ketika mendongak, dia menjawab, "Maaf, kali ini dua minggu."


Calista melangkah, menyentuh pipi Natan. "Baiklah, kami menunggumu di sini. Hati-hati."


Natan mengangguk kecil, lalu dia berlutut di depan Calista. Dia mendekatkan telinganya di perut Calista sembari mengusapnya dengan lembut, penuh kasih sayang. "Ayah berangkat dulu, dua minggu lagi Ayah akan kembali." Ia mengecup perut Calista, lalu melakukan hal yang sama dengan Vely dan Olivia.


Pakaian yang dikenakan mereka terbuka di bagian perutnya, dan mudah dilepas.


Natan mencium perut mereka beberapa kali, dan merasa enggan untuk pergi. Tapi dia tahu, tidak bisa hanya diam di sini.


Dia berdiri, melihat pelayan yang berdiri di samping. "Jaga mereka dengan baik, dan kalau ada masalah, cepat kirim pesan padaku."


"""Baik, Ketua.""" Ketiga orang yang menemani Calista, Vely dan Olivia menjawab sambil membungkuk.


Natan melihat istri-istrinya lagi, lalu memberikan kecupan hangat di dahi mereka. "Aku pergi dulu."


Setelah mengatakan itu, Natan berubah menjadi bayangan dan menghilang.


Ketiga pelayan diam sebentar, saling memandang, kemudian menghampiri Calista, Vely dan Olivia. Ketiganya membantu mereka bertiga untuk berjalan-jalan di taman bunga seperti biasanya.


...***...


—Afrika—


Afrika, daerah yang didatangi Natan sangatlah tandus, banyak tanah yang retak, dan tidak jarang akan ada badai pasir yang datang setiap harinya. Monster-monster di sini sangat aktif, tapi karena terlalu sedikit manusia, monster-monster ini saling membunuh untuk memperluas wilayah.


Natan muncul dari bayangan salah satu skeleton, dan saat dia baru tiba, dia merasakan angin membawa bau darah yang menyengat.


Melihat sekitar, banyak mayat monster yang tergeletak. Mayat-mayat di sini tidak menghilang dalam sekejap mata, setidaknya butuh satu jam untuk benar-benar menghilang dan menjatuhkan barang rampasan.


Kebanyakan monster-monster di sini adalah tikus tanah, dan terkadang ada kadal pasir yang mampu menggunakan sihir angin, tanah dan api.


Natan melihat skeleton yang dikirimnya sejak awal ke sini masih bertarung melawan monster yang terus datang dari dalam tanah.


Dia mendongak melihat langit biru dengan sinar matahari yang sangat panas, membuatnya menaikkan pelindung kepala dan menutupi semua kepalanya, dia juga memakai masker hitam untuk menghindari debu.


"Petualangan di tempat baru, aku tidak tahu bagaimana keadaan di sini. Sudah lama aku tidak bertemu manusia kecuali yang ada di Kota Aliansi."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2