
Mata Natan berkedut ketika melihat Calista yang maju mundur saat duduk di atas pahanya, itu membuat ular yang awalnya tidur, mulai bangun perlahan. "Bisakah kau berhenti bergerak seperti itu?" Ia menahan pinggul Calista.
Calista terkekeh kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya. "Kau sudah bekerja keras, istirahatlah lebih lama. Yang lain juga butuh istirahat, tidak baik memaksakan diri untuk menyerang Skull Guild dalam waktu dekat."
Ayumi memiringkan kepalanya dan bertanya dengan polos, "Kakak Calista, apa Kakak tidak malu? Sudah besar tapi duduk di paha Kak Natan?"
Natan menoleh menatap wajah polos Ayumi. Dia tidak bisa menebaknya, terkadang Ayumi bersikap polos, dan terkadang dewasa, seperti saat tubuhnya penuh dengan bekas ciuman, tapi Ayumi langsung mengerti.
Calista terdiam sejenak, kemudian senyum yang tidak bisa dijelaskan terukir di bibir manisnya. Dia mengusap kepala Ayumi dan menjawab, "Ayumi akan mengetahui nanti setelah dewasa, bahkan mungkin saja Ayumi akan lebih suka duduk seperti ini."
Ayumi memiringkan kepalanya masih tidak mengerti.
Natan tersentak ketika mendengarnya, dan mendorong Calista perlahan untuk turun dari pangkuannya. Dia berdiri, berbalik melihat medan pertempuran yang rusak parah.
"Begitu lama?" Natan mengerutkan keningnya saat melihat sinar matahari yang mulai naik, dan tidak merasa bahwa sudah bertempur sampai pagi. Dia merasa hanya melawan zombie dalam waktu singkat, tapi tidak menyangka sudah lebih dari enam jam.
Xiang Yin An datang ke arah Natan. "Bagaimana dengan pembagian rampasan? Seperti biasa?"
Ada sedikit kekecewaan saat Xiang Yin An mengatakan itu, tapi apa boleh buat, Taiyang Guild tidak banyak membantu dalam penyerangan kali ini.
Natan menganggukkan kepalanya. "Sesuai kontribusi, Taiyang Guild sudah memberikan laporan mengenai zombie, sehingga kami bisa bersiap-siap. Dengan ini Taiyang Guild bisa menerima 10% rampasan."
"Mungkin terdengar sedikit, tapi kalian harus tahu, Armonia Guild menggelontorkan 1.750.000 Inti Sihir Level 400, 3.000.000 Inti Sihir Level 300, dan 10.000.000 Inti Sihir Level 200. Dengan jumlah monster yang menyerang, kami mendapat kerugian dalam jumlah besar."
Xiang Yin An tersenyum cerah meski hanya mendapatkan 10%, itu sudah sangat banyak. Adapun kerugian Armonia Guild, dia tidak terlalu peduli.
"Ketua. Semua anggota sudah pulih dan mereka ingin kembali lebih dulu." Yan Jing, Samurai Level 490 datang menghampiri Natan.
Yan Jing adalah ketua dari kelompok yang ditemui Natan saat menghancurkan Eternity Guild. Di sampingnya ada Liu Xinmei, Spearman Level 485 yang selalu menatap Natan dengan tatapan penuh gairah.
Kelompok mereka bergabung dengan Armonia Guild beberapa hari lalu, setelah tinggal berbulan-bulan di Istana Armonia.
Liu Xinmei menatap Natan seraya menggigit jari telunjuk dan sesekali menjilati bibirnya sendiri. Ia terlihat persis seperti Succubus.
"Ketua, bisakah Anda membiarkan saya memeluk Anda?" Liu Xinmei menerjang ke arah Natan.
Natan melihatnya sekilas dan mengalihkan pandangannya pada Yan Jing seraya mengulurkan tangan kirinya, menangkap kepala Liu Xinmei agar tidak mendekat. "Biarkan mereka kembali lebih dulu, kau juga bisa kembali. Aku masih harus turun untuk mengamatinya langsung."
Yan Jing membuka mulutnya ingin menawarkan bantuan, tapi setelah melihat bagaimana tingkah Liu Xinmei, dia mengurungkan niatnya dan menghela napas. "Baik, Ketua."
Yan Jing menangkap sabuk kulit yang dikenakan Liu Xinmei dan menariknya. "Ayo kembali."
__ADS_1
Liu Xinmei berteriak saat ditarik, "Tidak! Biarkan aku memeluk Ketua!"
Natan menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar takut dengan Liu Xinmei.
Natan menghela napas, lalu melompat turun dari tempatnya berdiri sekarang. Saat hampir menyentuh tanah, gelang yang dipakainya sedikit menyala, membuat tubuhnya melayang perlahan seperti kapas.
"Kehancuran di sini tidak sedikit, bahkan barisan gunung di depak sudah rusak. Jika Ayumi menggunakan Meteor, mungkin penghalang juga bisa terkena dampaknya."
Natan melangkah di tanah yang telah berubah tandus, uap panas masih bisa dirasakan, dengan lubang-lubang dalam di mana-mana.
Tidak ada pilar-pilar cahaya di atas mayat zombie, karena semua rampasan sudah diambil dan dibawa ke atas.
Natan turun ke bawah hanya penasaran dengan zombie-zombie yang menyerang, apakah zombie ini berevolusi sendiri atau ada bantuan dari luar. Meskipun, dia tidak tahu bagaimana cara membedakannya.
Dia melompat tinggi ke depan, dan mendarat di depan mayat zombie berevolusi yang masih utuh. Dia mengambil tombak, lalu menusuk-nusuk mayat zombie untuk mencari tahu isi di dalamnya.
Tidak ada yang aneh dengan mayat zombie. Tapi Natan tidak berhenti, dan terus menusuk mayat zombie yang lain.
Namun baru saja hendak menusuk mayat, dia melihat mayat zombie di depannya membengkak. Tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dia langsung berubah menjadi bayangan dan kembali naik ke atas tembok.
Duarr!
Itu reaksi berantai, mayat zombie yang lainnya juga membengkak dan meledak, tapi untungnya cukup jauh dari tembok meski tidak tahu apakah itu berbahaya atau tidak.
Natan melihatnya dengan saksama, bisa terlihat ada benda ungu yang menggeliat di tanah. Ketika mengamatinya lebih jelas, dia tahu bahwa itu adalah cacing berwarna ungu.
~Informasi~
[Nama : Tidak ada]
[Ras : Cacing]
[Jenis : Cacing Mutan]
[Title : Virus]
[Level : 10]
[HP : 100]
[MP : 10.000]
__ADS_1
Natan tercengang saat melihat informasi yang tertera, pikirannya langsung penuh dengan segala aspek kemungkinan tentang Cacing Mutan dan zombie. Dia menebak mayat-mayat zombie di luar sana dibiarkan, dan akhirnya cacing mulai memakan mayat zombie, yang membuatnya berevolusi menjadi Cacing Mutan.
Kemudian, Cacing Mutan ini memasuki tubuh zombie yang masih hidup, dan membuat zombie itu berevolusi. Tapi, setelah pemikiran lain, sepertinya harus ada pihak luar yang membantu Cacing Mutan untuk memasuki tubuh zombie dan mempercepat evolusi.
Apalagi saat memikirkan Nemesis yang membawa peluncur roket, pastinya ada pihak luar yang menyediakan peluncur roket itu.
Natan menggelengkan kepalanya, membuang masalah pikiran tentang Cacing Mutan. Dia melambaikan tangannya, memerintahkan Fire Dragon untuk membakar semua Cacing Mutan.
Ketika Cacing Mutan terkena api, tubuh mereka membengkak dan meledak, mengeluarkan kabut ungu.
Melihat itu, Natan memerintahkan semua orang untuk pergi menjauh dari tembok. Dia meminta semuanya untuk turun dari tembok ataupun baik ke Ksatria Lebah untuk pergi menjauh.
Walaupun dia tidak tahu kabut apa itu, tapi pastinya bukan hal yang baik jika menghirupnya. Bahkan mungkin akan terkena virus zombie dan mengubah manusia menjadi zombie.
"Kori! Bekukan kabut itu!"
Kori membuka mulutnya dan menjerit, kemudian terbang di langit seraya menyemburkan napas es. Seketika itu juga kabut ungu langsung membeku, membentuk bongkahan es besar seperti gunung kecil.
Natan menyimpan kabut yang sudah membeku, dia akan membuangnya nanti ke tempat yang aman. Dia juga memerintahkan Fire Dragon untuk mengeluarkan napas api ke tembok, membakar semuanya apabila ada Cacing Mutan yang memanjat tembok dan menyebarkan virus di dalam.
Calista berlari ke arah Natan dengan panik. "Kabut apa itu?"
Tanpa menoleh, Natan menjawabnya, "Aku tidak tahu pasti, tapi sepertinya itu adalah virus zombie. Jika kita menghirupnya, mungkin saja kita akan berubah menjadi zombie."
Calista terdiam sejenak, kemudian kembali bertanya, "Benarkah?"
Natan menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Kita bisa mencobanya dengan melemparkan monster ke kabut ungu. Tapi masih ada masalah yang lebih serius, sepertinya ada manusia lain yang menargetkan kita. Gelombang zombie ini mungkin saja kirimannya."
Calista menganggukkan kepalanya, lalu berbalik menaiki Kstaria Lebah.
Natan masih berada di tepi tembok untuk memastikan tidak ada lagi Cacing Mutan, barulah dia melompat ke atas Ksatria Lebah dan terbang menjauh.
Dia mengirimkan banyak skeleton untuk menyebar ke seluruh tembok, memastikan sekali lagi tidak ada Cacing Mutan yang masuk. Jika mereka masuk dan menginfeksi semua ternak maupun saluran air, maka semua manusia di dalamnya akan terkena virus zombie.
Jika Cacing Mutan masuk, maka semua usahanya selama ini untuk membangun tempat ini, akan sia-sia.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1