Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 228 : Menemukan Reruntuhan


__ADS_3

—3 Hari Kemudian—


Perjalanan terus berlanjut, dan mereka masih belum menemukan petunjuk tentang makan dari makhluk-makhluk mitologi Yunani. Tapi bukannya mereka tidak mendapatkan apa-apa, mereka tetap mendapatkan banyak hal meski tidak berguna dengan level saat ini, tapi mau bagaimanapun, level terendah tetaplah harta.


Terutama Natan sudah mendapatkan pengganti dari skeleton yang diledakkan untuk membunuh bos tersembunyi sebelumnya, tapi dia masih berusaha mencari monster lain, yaitu Giant Knight. Giant Knight sangat-sangat berguna dalam segi kekuatan maupun pertahanan, bahkan bisa digunakan sebagai fondasi bangunan di atas air.


Pada saat ini, Natan berada di atas atap rumah baru. Desainnya masih sama seperti rumah sebelumnya, tadi tidak lagi dengan dua lantai, melainkan tiga lantai dengan atap datar di atasnya.


Ukurannya pun meningkat, dari 20 × 12 meter menjadi 40 × 24 meter; lantai dua masih kamar, lantai tiga ruang latihan sederhana untuk melatih fisik, dan atap digunakan untuk bersantai ketika cuaca cerah.


Natan tidak mengenakan atasan dan berkeringat setelah berlatih di lantai tiga, dia naik ke atap untuk mendinginkan tubuhnya dengan terpaan angin lembut di cuaca yang tidak panas maupun mendung.


Natan duduk di pagar pembatas, mendongak melihat langit yang luas. "Ngomong-ngomong, di mana Ibu sekarang? Aku sudah memiliki istri keempat, aku tidak tahu bagaimana reaksi Ibu nanti, bahkan meski dia memberi izin, tapi tetap saja aneh. Membiarkan putranya tidak setia pada satu wanita, membiarkan putranya memiliki banyak istri. Jangan bilang, ini misi tersembunyi dan ada hadiahnya?"


Natan terdiam sejenak, kemudian dia tertawa kecil, menganggapnya sangat bodoh. Jika memang ada misi tersembunyi, pastinya sudah diambil Player lain yang memiliki belasan atau bahkan puluhan istri.


"Natan ..."


Natan menoleh ke belakang melihat Liu Xinmei yang baru naik. "Ada apa?" Ia melompat turun dari pagar pembatas.


"Waktunya makan siang." Liu Xinmei datang menghampiri, dan berhenti di depan Natan. Dia berjinjit, lalu mencium bibir Natan untuk waktu yang lama.


Ketika ciuman itu berakhir, bibir keduanya basah.


Liu Xinmei berbalik dan berkata saat dia menuruni tangga, "Pakai bajumu."


Natan menyentuh bibirnya sendiri, lalu mengambil baju baru yang disimpan di dalam Inventory. "Kami berdua selalu tidur di sofa dalam keadaan tanpa busana, dan posisinya selalu berpelukan. Tapi sampai sekarang, dia masih belum siap, entah sampai kapan harus menunggu, apakah benar-benar sesuai dengan apa yang aku katakan sebelumnya? Menunggu ketiga istriku melahirkan."


Dia menuruni tangga, dan melihat istri-istrinya yang sedang memakai pakaian olahraga sedang berlatih yoga untuk memudahkan dalam proses kelahiran nanti.


"Kalian masih senam? Sudah waktunya makan siang."


Vely, Calista dan Olivia yang duduk bersila di atas matras tipis, menggelengkan kepala.


"Kami baru makan bekal yang sudah disiapkan," ucap Calista.


Vely mengangguk dan menambahkan, "Ya, lagi pula makan siang hari ini tidak cocok untuk kami, terlalu banyak minyak dan lemak."


Natan menggaruk kepalanya, dia sendiri tidak mengerti. Menurut konsultan kehamilan di Taiyang Guild, makan makanan berlemak boleh-boleh saja, bahkan memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk persiapan melahirkan dan menyusui.

__ADS_1


"Tapi tadi pagi kalian makan ..."


"Kami tidak ingat." Olivia memotong ucapan Natan.


"Baiklah." Natan mengangguk, lalu menghampiri ketiganya untuk memberi kecupan hangat seraya mengusap kepala mereka dengan lembut. "Senam yoga baik, tapi jangan terlalu dipaksakan."


Ketiganya tersenyum manis seraya mengangguk.


Natan tidak butuh waktu lama untuk makan siang, bahkan meski ada hidangan kesukaannya di atas meja. Bagaimanapun, dia harus menemani istri-istri yang berada di lantai tiga.


Liu Xinmei juga membantu mengawasi, dan membantu berdiri maupun mengambil air.


Olivia sedang duduk dengan kaki di luruskan dan kedua tangan di belakang untuk menahan badannya, dia menoleh menatap Liu Xinmei di sampingnya. "Kau, apa kau menginginkan anak Natan?"


Liu Xinmei tertegun, kemudian mengangguk dan menjawab, "Tentu, tapi aku tidak ingin cepat-cepat, aku belum pernah melakukannya, dan tidak ingin langsung mengandung, setidaknya satu atau dua tahun, atau mungkin setelah aku siap."


"Oliv ..."


Olivia menoleh, dia melihat Natan yang membawa air mineral dalam botol serta ada sedotan di dalamnya, dia berusaha duduk untuk meminum air.


Natan menahan punggung Olivia dan mengecup pelipisnya. "Minum perlahan."


Natan menekan hidung Olivia dengan lembut. "Jangan menggodaku dengan tatapan seperti itu."


Olivia tertawa kecil, tapi tidak mengatakan apa-apa.


Natan melihat Liu Xinmei, dan memberikan minuman dengan cara yang sama. Bahkan meski baru lima hari tinggal bersama, dia harus tetap adil pada yang lama maupun baru.


"Ngomong-ngomong, apa masih belum ada jejak makam?" Vely sangat penasaran, dia ingin memastikan apakah makhluk mitologi benar-benar ada setelah Kehancuran Dunia.


Natan menghela napas, mengungkapkan ketidakberdayaan sambil menyandarkan kepalanya di dada Olivia. "Tidak ada, saat aku mendapat warisan, itu hanya kebetulan. Jika pendengaranku tidak meningkat, mungkin aku tidak tahu kalau ada ruang di bawah tanah."


Olivia mengusap kepala Natan dengan lembut dan mencium keningnya. "Tunggu saja, mungkin besok kita bisa menemukannya."


Natan mengangguk dan berkata, "Semoga."


Baru mengatakan itu, Natan tertegun, lalu mendongak menatap Olivia dan mulutnya sedikit terbuka.


Olivia tersenyum seraya memiringkan kepalanya dan bertanya, "Ada apa?" Ia mengusap kepala Natan.

__ADS_1


Natan mencium dalam bibir Olivia, lalu dia berdiri dan berkata, "Aku menemukannya, aku tidak tahu apa ini benar-benar makan mereka, tapi seharusnya mungkin!"


Natan berlari menaiki tangga dan tiba di atap, dia menyadari bahwa Mammoth Castle sudah berhenti, dan di depannya ada lubang luas yang sepertinya adalah danau yang mengering. Di tengah-tengah danau, ada puing-puing peninggalan kuno, dan ada banyak pedang maupun trisula yang menancap di pasir halus.


Senjata ini berkarat, dan ada banyak retakan. Walaupun hanya ini tidak bisa dikatakan sebagai tempat tinggal mahkluk mitologi Yunani, tapi dia melihat ada trisula aneh yang samar-samar tertutup oleh puing-puing, dan sepertinya itu adalah trisula peninggalan Poseidon.


Adapun mengapa Poseidon yang merupakan penguasa lautan bisa muncul di Kota Athena, dia tidak peduli. Bahkan meski ini mungkin hanya ulah orang iseng, tidak ada salahnya untuk memeriksa. Lagi pula, tidak ada ruginya.


Natan mengerahkan skeleton untuk pergi ke tengah-tengah danau kering.


Dia meminta mereka untuk menggali tanah, namun karena kecepatan yang lambat, dia memerintahkan Giant Knight untuk mengambil alih tugas.


"Apa benar-benar ada peninggalan mitologi Yunani di sini?"


Natan menoleh ke belakang, dia melihat Calista yang berjalan. Dia bergegas, membantunya untuk duduk di sofa, tapi Calista tidak ingin duduk selain di pangkuan Natan. "Aku tidak tahu, tapi tidak ada salahnya mencoba."


Calista memandangi Giant Knight yang sedang menggali saat dia duduk di pangkuan Natan. "Ya, tidak ada salahnya."


Natan hanya diam tapa mengatakan apa-apa, dia mengusap perut Calista dan membelai rambut panjangnya dari belakang.


Sampai satu jam kemudian di mana Giant Knight sudah menghilang lama, yang mana artinya sudah menggali cukup dalam.


Booom!


Tiba-tiba terdengar ledakan keras dari tanah berlubang di mana Giant Knight menggali, lalu ada aliran air berdiameter 30 meter yang melonjak naik ke langit, saat itu turun, itu membentuk aliran hujan deras yang menutupi danau.


Natan mengangkat tangan, menyentuh air hujan dan menjilat. "Ini asin, air laut."


Ketika dia melihat air dalam jumlah besar yang terus datang sampai menciptakan gelombang, dia mengeluarkan Ksatria Lebah untuk mengangkat Mammoth Castle. Kemudian mengeluarkan Giant Knight dan Giant Castle di atasnya, barulah mendaratkan rumah di sana.


Natan melihat aliran air deras yang menutupi Kota Athena, dan diperkirakan akan terus menyebar sampai menenggelamkan Yunani.


"Aku tidak tahu apakah ini musibah atau keberuntungan. Musibah karena menghilangkan daratan, keberuntungan karena menemukan tempat yang tepat."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2