
Hob-Goblin yang awalnya berada di dalam ledakan, tiba-tiba berusaha sekuat tenaga di dalam gelombang air yang menghantam sedemikian rupa, memberikan kehancuran yang signifikan dan membuat kesulitan bernapas.
Melihat ini, Natan tidak lagi bersemangat. Awalnya dia berpikir jika lawan yang dihadapi akan sangat sulit, tapi ternyata hanya butuh melakukan hal semacam ini, sudah banyak Hob-Goblin yang mati lemas.
Namun...
Byurr!
Ledakan air datang dari bawah, terlihat lonjakan air yang melesat naik ke langit membentuk sebuah pilar tinggi. Kemudian ketika turun, itu membentuk hujan deras dengan gelombang pasang.
Tapi bukan itu yang menjadi perhatian Natan, dia melihat King Hob-Goblin tengah berdiri di atas permukaan air. Dia tidak tahu bagaimana lawan melakukannya, tapi setelah mengamati, ada kemampuan untuk membuat perisai dengan Mana, dan itu diletakkan di bawah kaki.
"Memang pantas menjadi Raja, kemampuannya luar biasa."
Swoosh...
King Hob-Goblin melesat tajam ke arah Natan. Kecepatan larinya sampai mengangkat air di belakangnya, seolah menggunakan jet ski yang membelah lautan.
Natan menarik napas dalam-dalam, kemudian dia berlari ke arah yang berlawanan. Di bawah kakinya, permukaan air telah membeku, itu sangat tipis seperti kaca yang mengapung di atas permukaan air.
Ketika keduanya bertemu, terdengar suara ledakan keras dengan gelombang udara kencang yang membuat air menyebar.
Terlihat di tengah-tengah pusat ledakan, ada Natan yang mengulurkan tangannya ke depan untuk menahan pedang Hob-Goblin. Tentunya tidak menahannya dengan tangan kosong, melainkan dengan dinding tulang yang sudah bisa dimanipulasi dengan baik olehnya.
Natan mengangkat tangan kirinya, tiba-tiba ada martil sebesar mobil yang yang terbuat dari tulang di tangannya. Dia mengayunkannya secara vertikal ke bawah ke arah King Hob-Goblin.
Booom!
Air di depannya meledak, menimbulkan gelombang yang menyebar seperti saat genangan air terkena batu. Gelombang itu menghancurkan dinding es di bawah kakinya, tapi sebelum Natan jatuh ke dalam air, es itu kembali muncul sebagai pijakan.
King Hob-Goblin sedikit terguncang ketika ombak datang, bahkan dinding pelindung yang digunakan sebagai pijakannya pecah. Bagaimanapun, ia bukanlah penyihir, sehingga tidak terlalu mahir dalam menggunakan Mana.
Natan melihat King Hob-Goblin sudah tidak ada di depannya, tapi tiba-tiba dia melompat belasan meter dari permukaan air sambil melihat ke bawah. Dia melihat tangan hijau bersisik yang mencuat dari dalam air, kemudian terlihat King Hob-Goblin yang menggertakkan gigi seolah marah.
__ADS_1
Natan mengarahkan senapan dan melepaskan tembakan tanpa henti.
Hujan Peluru Mana melesat dengan kecepatan cahaya, menembus danau luas. Ketika peluru itu menembus air, gelombang tinggi naik bersamaan dengan suhu yang mulai meningkat. Gelembung air bermunculan dengan cahaya merah menembus air.
Booom! Booom! Booom!
Ledakan demi ledakan datang dari dalam air, menimbulkan gelombang yang tak henti-hentinya tercipta. Itu memporak-porandakan tebing, membuat air di dalamnya menyebar.
King Hob-Goblin terombang-ambing di dalam ledakan air. Kulitnya yang hijau mulai memerah karena suhu panas, tapi dia masih jauh dari kata sekarat.
Natan jatuh lagi setelah melepaskan tembakan. Dia melihat air yang terus surut dengan kecantikan yang bisa dilihat, dia tahu masih ada Hob-Goblin di dalamnya, tapi dia tidak ragu-ragu.
King Hob-Goblin berdiri perlahan di atas daratan tinggi setelah air benar-benar surut. Dia melihat sekeliling, melihat Hob-Goblin yang mati lemas, dan ada juga yang kehilangan anggota tubuh karena ledakan yang datang satu demi satu.
Mendongak, King Hob-Goblin melihat Natan yang turun. Ia mengangkat tangannya, tiba-tiba cakar tumbuh dan itu panjang seperti pedang. Ia meraung, mengibaskan tangannya untuk menyerang.
Natan berubah menjadi bayangan hitam. Muncul di depan King Hob-Goblin dengan sedikit membungkuk, kaki kanannya di depan, menekuk dan kaki kiri di belakang. Dia menarik pedang dari sarungnya, menebasnya secara vertikal ke atas.
Tebasan itu sangat cepat sampai membentuk bayangan, bahkan suara dari tebasan itu datang terlambat.
Percikan darah menyebar saat luka tebasan muncul di dada King Hob-Goblin, kemudian darah hijau kemerahan mengalir deras.
King Hob-Goblin meraung saat melihat Natan yang menyerang tiba-tiba. Dia mengayunkan cakarnya secara vertikal ke bawah untuk menyerang Natan.
Natan menggunakan kaki kanannya sebagai pijakan, dia berlari ke depan, melewati bagian bawah King Hob-Goblin untuk menghindari serangan. Tapi dia tidak tinggal diam dan menyerangnya balik.
Pedang itu melewati bagian bawah King Hob-Goblin, dan memotong senjatanya menjadi bercabang.
Merasakan sakit di pangkal paha, King Hob-Goblin meraung kesakitan. Dia berbalik ke kiri sembari mengayunkan tangan kirinya secara horizontal.
Kecepatan serangan ini lebih cepat dari sebelumnya, mungkin karena membawa kebencanaan yang tidak bisa didamaikan lagi.
Natan terlambat bereaksi, dia terkena serangan saat dia mengambil langkah mundur. Ketika dia mendarat, dia menggertakkan giginya, merasakan sakit di tangan kirinya yang terbuka, memperlihatkan tulang putihnya yang retak.
__ADS_1
"Sial, ini menyakitkan. Tanganku hampir putus."
Natan terus melompat mundur sampai ke dinding tebing, berlari di tebing dan berdiri di salah satu batu yang mencuat dari dinding. Dia mengeluarkan Health Potion, membuka tutup botol dan menenggaknya.
Segera, lukanya memancarkan cahaya hijau-emas, dan luka itu menutup dengan cepat.
"Manusia!" King Hob-Goblin meraung dengan suara serak yang menggelegar. "Kau membunuh semua rakyatku. Aku harus memastikan kau mati dengan rasa sakit yang mendalam—"
Sebelum King Hob-Goblin bisa mengakhiri perkataannya, tiba-tiba empat pedang kuning keemasan pucat jatuh di empat sudut sisinya. Pedang cahaya itu memancarkan kilatan biru yang terjalin seperti benang, kemudian kilatan itu membesar sampai seukuran rumah dengan suara sambaran petir yang datang darinya.
Petir yang datang dari empat sudut, menyerang King Hob-Goblin tanpa henti, tanpa memberikan kesempatan untuk melawan.
Annaya mengangkat tangan kanannya, melambaikannya lagi untuk memerintahkan semua orang melepaskan tembakan anak panah. Anak panah kali ini berbeda dari sebelumnya yang terbuat dari kayu, kali ini terbuat dari paduan logam tertentu yang mampu meningkatkan serangan petir.
Anak panah yang terbuat dari campuran logam tertentu itu tiba-tiba memancarkan cahaya biru ketika berdekatan dengan listrik, kemudian kilatan petir yang mengepung King Hob-Goblin, bergerak seperti ular yang menggigit anak panah.
Benang-benang petir terhubung satu demi satu ke setiap anak panah, kemudian hujan petir menghantam dengan kekuatan luar biasa.
Natan sudah berdiri di atas tebing, menunduk melihat King Hob-Goblin yang terus meraung dan meratap. Darah musuh terus berkurang dengan cepat, bahkan regenerasi darahnya tidak mampu menahan serangan yang datang.
"Bahkan jika serangannya tinggi, dan darahnya lebih rendah dari River Guard. Tapi kesulitannya berada di tingkatan yang berbeda. River Guard bisa diserang dari dalam, dan King Hob-Goblin hanya bisa diserang dari luar."
Natan mengangkat tangannya ke depan, membangkitkan Ice Golem.
Ice Golem berdiri di depan Natan, mengulurkan kedua tangan besar yang terbuat dari es. Kemudian mengeluarkan uap dingin yang bergabung dengan sambaran petir, itu menimbulkan ledakan berantai dan dampak dari sambaran bertambah, karena uap dingin itu menghantarkan arus listrik.
Natan mendongak, meski tidak bisa melihatnya dengan jelas karena adanya kabut dan sengatan listrik. Tapi dia masih bisa melihat Mana Ayumi dan Erina yang turun dengan cepat melalui Appraisal.
Keduanya harus mempertahankan Sword of Judgment dan Electric Shock.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...