
Natan mencoba menenangkan dirinya dengan mengambil napas dalam-dalam dan mengembuskannya. "Tidak perlu menggunakan Living Corpse, pergerakan mereka lambat dan tidak bisa meraih lebah-lebah ini."
"Apakah mereka sama seperti lebah biasa?" Natan sudah mengeluarkan bom asap; bersiap-siap untuk melemparkannya agar mampu menganggu komunikasi lebah.
Natan melemparkan belasan bom asap, kemudian melepaskan tembakan yang mengarah pada bom. Bom bisa diaktifkan dengan menarik pengamannya, dan juga meledakkannya dengan cara menembak.
Booom! Booom! Booom!
Bom asap itu meledak, mengeluarkan asap abu-abu yang sangat tebal dan menghalangi pandangan.
Lebah-lebah yang berada di dalamnya berhenti untuk beberapa saat dan ada suara dengung yang sepertinya mencoba untuk berkomunikasi, namun tidak bisa menemukan rekan-rekan mereka.
Natan bisa melihatnya dengan jelas jika lebah-lebah mulai kehilangan arah dan bergerak ke arah yang berlawanan satu sama lain, bahkan ada yang saling bertabrakan karena tidak tahu ke mana mereka berjalan.
Whooooosh!
Natan memilih untuk menyerangnya langsung ketimbang melalui jarak jauh, karena mampu menimbulkan suara yang bisa memberitahukan tempatnya berada, dan itu malah merusak apa yang sudah ia lakukan setelah membuang banyak sumber daya.
Tap...
Natan berhasil mendarat di salah satu lebah dan langsung berbalik melihat salah satu kelemahannya. Kelemahan lebah berada di bagian belakang kepala atau leher yang tersembunyi, bagian bawah tubuh tempat jarum berada, dan bagian perut.
Tanpa membuang waktu lebih lama yang bisa membuat kerugian baginya, Natan menusuk tengkuk lebah menggunakan Lightning Spear.
"Khiaak!"
Natan mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan suara lebah seperti suara burung yang merasakan sakit.
Szzzt... Szzzt... Szzzt...
Ada sengatan listrik yang keluar dari tangan Natan, mengalir ke tombak yang menusuk tengkuk lebah dan membakarnya dari dalam; jeritan lebah semakin kencang, bahkan sayapnya juga bergerak lebih cepat sampai menimbulkan sayatan angin.
Natan melihat darah yang terus berkurang, hingga merasa ada yang terbang ke arahnya, ia melompat dan berubah menjadi bayangan.
Lebah yang terbunuh itu terjatuh cukup keras dan menghantam tanah sampai menimbulkan suara dentuman; getaran kuat juga tercipta dengan gelombang udara yang menghempaskan pepohonan sekitar.
Natan melemparkan bom asap dengan jumlah yang lebih banyak lagi dan meledakkannya. Kemudian ia kembali melompat ke arah lebah lain untuk menyerangnya dari dekat.
__ADS_1
Bang!
Dentuman keras berasal dari arah utara, yang mana itu terjadi karena lebah yang menghantam dinding pelindung Armonia Guild.
"Kori!"
"Kiyakk!" Kori melesat naik ratusan meter dan sudah berada di balik dinding pelindung Armonia Guild, menghalau lebah yang terus menyerang.
Kori sengaja Natan perintahkan untuk berjaga-jaga di dasar tembok, dan inilah saat yang tepat untuknya keluar.
Kori membuka mulutnya seraya menjerit, yang mampu menarik perhatian semua monster yang menyerang. Jumlah mereka terlalu banyak dan sangat berbahaya jika dibiarkan terlalu lama di sini, harus dibunuh dalam waktu singkat.
"Bahkan meski sudah memakai bom asap, jumlah lebih dari dua ribu sangat tidak masuk akal. Satu lebah ukuran normal yang menyengat saja sudah menyakitkan, apalagi ukuran seperti bus sekolah."
Natan mengangkat tangannya yang membawa tombak. "Pasukan yang jauh dariku, datanglah!"
Skeleton Squad yang berjaga-jaga di tembok Longquan Mountain mulai menghilang dan datang di bawah bayangan Natan, mereka berdiri di atas salah satu lebah yang bersamanya, membuat lebah tidak bisa mengendalikan tubuh karena sayapnya tidak bisa bergerak dan kehilangan kemampuan untuk terbang.
Setidaknya ada 5 Skeleton Commander, 150 Skeleton Knight, 120 Skeleton Magic Archer, 15 Skeleton Fire Dragon, 20 Skeleton Fire Mage, 20 Skeleton Ice Mage dan 20 Skeleton Earth Mage yang datang. Dan, 22 Mammoth Tank, 1 Giant Crocodile dan 2 Giant Knight tidak dipanggil z karena tubuhnya yang besar tidak mampu menyerang monster di langit.
Lebah-lebah yang sayapnya membeku itu tidak bisa terbang dan langsung jatuh secara bersamaan, menimbulkan suara keras maupun getaran kuat seperti gempa bumi.
Skeleton Magic Archer yang terbang di atas lebah di dalam sayap, mengarahkan busur panahnya ke bawah. Seketika itu juga terlihat ada 1.200 anak panah yang terbuat dari Mana yang melesat jatuh bagaikan hujan.
Booom! Booom! Booom!
Tembakan dari Magic Archer menghancurkan es yang membekukan tubuh lebah, yang saat itu juga langsung meledak karena panah api yang sangat panas.
Natan terus memerintahkan setiap pasukan tanpa kenal lelah dan takut itu untuk terus menyerang kelemahan lebah; terus berpindah-pindah tempat untuk menyerangnya dari atas.
Ternyata, jika memiliki kemampuan seperti mengalihkan perhatian dan mengetahui kelemahannya, akan sangat mudah untuk mengalahkannya.
Queen Bee yang berada di barisan belakang mulai bergerak, mengepakkan sayapnya cukup cepat sampai menimbulkan tiupan angin seperti badai; asap tebal yang sebelumnya menghalangi semua pandangan, kini menghilang tanpa meninggalkannya sedikit pun.
Natan berdiri di salah satu lebah, menatap tajam Queen Bee yang sepertinya sangat marah karena lebih dari setengah lebah sudah ia bunuh, dan dari hal ini levelnya sudah meningkat pesat. Level Natan sekarang sudah mencapai 525, yang artinya mampu membangkitkan 437 Skeleton Squad.
Natan mengangkat tangannya dengan telapak yang mengarah ke bawah. "Rise."
__ADS_1
Mayat-mayat lebah yang belum sepenuhnya menghilang mulai mengalami perubahan, kulit maupun dagingnya terlihat meleleh seperti mentega dan hanya meninggalkan kerangka tulang yang mengeluarkan aura hitam.
Hingga tak lama kemudian, ada api biru yang menyala di bagian mata lebah dan ada sayap yang tercipta dari Mana berwarna biru. Sayap itu mulai bergerak-gerak, lalu terbang ke langit dengan kecepatan tinggi.
Setidaknya ada 30 Skeleton Giant Bee yang Natan bangkitkan dan masih ada 32 slot lagi yang akan ia gunakan untuk keperluan lain.
Queen Bee terlihat bergerak mundur dengan posisi tubuh seperti berdiri, membuat lebah-lebah lain mulai bergerak liar untuk menjatuhkan semua pasukan Natan dari atas tubuhnya, kemudian terbang ke sampingnya.
Natan tidak membiarkan pasukannya jatuh dan saat itu juga akan meledak, ia memasukkan mereka semua ke dalam bayangan. Ia juga melompat ke atas Giant Bee dan kembali mengeluarkan pasukannya yang bersembunyi tadi.
Queen Bee tidak mengeluarkan suara sama sekali, tapi tiba-tiba jarum yang berada di bagian tubuhnya melesat sangat cepat seperti anak panah. Bukan hanya satu jarum yang kemudian mati, jarum itu kembali muncul dan langsung ditembakkan.
Panjang jarum itu setidaknya hampir setengah tubuhnya, dan pastinya mampu menghancurkan gedung dengan puluhan lantai.
Natan menembakkan Peluru Mana mengarah pada serangan Queen Bee dan dibantu oleh Magic Archer maupun Skeleton Mage.
Serangan dari dua kubu saling bertemu satu sama lain, yang kemudian meledak sangat keras; api menyala di langit dengan suhu yang cukup panas dan gelombang udara yang menyebar ke segala arah.
Natan mengangkat tangannya untuk melindungi matanya dari terpaan angin maupun api yang cukup panas, meski tidak semengerikan ledakan dari bom saat melawan Manta.
Natan melompat mundur dan mendarat di atas tembok batu; ia memilih untuk menyerangnya dari jarak jauh karena sudah begini. Kemudian ia mengeluarkan senjata jarak jauh untuk menyerangnya dari kejauhan.
Queen Bee membuka sayapnya selebar mungkin dan ia masih bisa melayang di langit meski sayapnya tidak bergerak-gerak. Dari balik sayapnya terlihat ada telur-telur yang sudah menunggu untuk menetas, dan lebah-lebah dalam ukuran normal juga terlihat melesat ke arah Natan.
"Aku tidak menyangka akan seperti ini. Awalnya terlihat sangat mudah, tapi ternyata dia bisa menciptakan lebah dengan jumlah lebih banyak."
Tapi lebah normal akan lebih mudah untuk menghadapinya, ia hanya perlu melepaskan serangan api, dan semua lebah akan habis terbakar. Sekarang, yang menjadi masalah adalah telur-telur yang dibawa Queen Bee.
Telur yang dibawa ukurannya sebesar bola basket dan jumlahnya sangat banyak, mungkin ribuan. Entah berapa banyak yang bisa menetas, apakah akan langsung bisa terbang dan melepaskan serangan.
Semoga saja tidak bisa melepaskan serangan agar semuanya bisa berakhir lebih cepat dan kembali ke Longquan Mountain untuk melakukan persiapan yang lain.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1