Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 138 : Giant Castle


__ADS_3

Selasa, 18 November 2025


Natan sudah berada di halaman depan dengan semua keluarga Alexander yang melihatnya dari belakang dengan penasaran, penasaran dengan apa yang akan dilakukannya di pagi hari seperti ini.


Bayangannya bergerak ke depan, lalu bangkit membentuk siluet hewan berwarna hitam. Ketika bayangannya menghilang, bentuk aslinya benar-benar terlihat, singa berwarna hitam yang tidak lain adalah Kuro.


Kuro mengaum, menerjang Natan dan memeluknya saat berdiri dengan kaki belakangnya. Tingginya sekitar dua kali tinggi singa pada umumnya, dan ini sangat berat.


"Baik, baik. Kucing besar, kau semakin berat." Natan menepuk-nepuk tubuh besar Kuro.


"Natan! Keluarkan kami dari sini!"


Natan bisa mendengar suara Calista yang berteriak, dan akhirnya meminta Kuro untuk mengeluarkan mereka semua. Tadi pagi, ia datang ke Longquan Mountain untuk menjemput mereka semua, dan seperti biasa, sudah bisa ditebak, ketiganya meminta dimanjakan, meski hanya satu jam saja.


Untuk Natan yang terbiasa melakukannya berjam-jam bahkan setengah hari, merasa aneh saat melakukannya secara singkat. Tapi, merasa bersyukur karena tidak terlalu lelah, dan ini bisa menjadi jalan baginya untuk tidak terlalu sering melakukannya.


Kelima wanita sudah keluar dari bayangan Kuro, dengan Jia Meiya dan Xia Feiya, mereka menunggu di Longquan Mountain untuk menjaga di sana. Bagaimanapun, mereka berdua termasuk yang terkuat setelah Vely, Calista dan Olivia.


Calista menerjang Natan dengan melompat.


Natan menangkap Calista dan memeluknya. Sungguh dramatis sekali, meski mereka baru bertemu tadi pagi.


Ayumi dan Erina datang, tapi tatapan mereka berdua tertuju pada Barnard, Glenda, Addison, Oliva, Adrian, Adaline; serta tiga orang lainnya: dua wanita dan satu pria, berusia sepantaran dengan Natan.


Natan berbalik melihat Glenda. "Nenek, ketiganya adalah istriku." Ia mengenalkan Vely, Calista dan Olivia, kemudian menunduk melihat Ayumi dan Erina yang berdiri di depannya. "Dan ini, adik-adik yang aku rawat saat aku kehilangan Ayah dan Ibu."


Istri? Semua orang tercengang.


Glenda membuka mulutnya hendak berbicara, tapi sebelum bisa berucap, Ayumi mendahuluinya dengan suara sedih.


"Enaknya... Kak Natan masih memiliki keluarga." Ayumi menundukkan kepalanya.


Erina merasakan hal yang sama, menundukkan kepalanya dengan sedih saat mencengkeram ujung bajunya.


Glenda menundukkan kepala, kemudian mendongak menatap Natan dengan rasa ingin tahu.


Natan merenung sejenak seraya menenangkan Ayumi dan Erina, kemudian berjalan mendekati Glenda—menjelaskan bagaimana Ayumi dan Erina hidup sampai sekarang, dari berkeliaran sendiri di awal Kehancuran Dunia, dibawa ke Pangkalan Militer dan mendapatkan perlakuan buruk; mengais makanan di tempat sampah, ditangkap oleh Guild Elang Hitam dan dijadikan budak pekerja.


Glenda adalah orang berhati lembut dan terbuka, mendengar bagaimana Natan menjelaskan, matanya memerah karena air mata dan marah secara bersamaan.


Glenda mengatur napas, kemudian sedikit membungkukkan badannya saat mengusap kepala Ayumi dan Erina. "Karena Natan adalah kakak kalian, kalian bisa memanggilku 'Nenek'," ucapnya.


Ayumi dan Erina terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya memeluk Glenda setelah mengusap air mata. "Nenek!"


Natan mengalihkan pandangannya pada Barnard. "Kakek, bagaimana makanan di sini?" Tadi malam, ia bergabung di meja makan, tapi semua yang dimakan berasal dari bahan-bahan yang dibawanya dari Longquan Mountain.


Barnard menghela napas berat saat menggelengkan kepalanya. "Tidak baik, semenjak Kehancuran Dunia, kami hanya bergantung pada makanan yang disimpan di gudang, dan terkadang membelinya dari NPC Shop ..."


"Untuk daging, kami memburunya dari monster-monster yang berkeliaran di luar." Yang dimaksud di luar adalah monster yang berada di luar wilayah Kediaman Alexander yang luasnya 250.000 meter persegi atau 25 hektar.


"Sebelum kau datang, kami hanya memakan roti keras dan daging kering untuk menghemat makanan. Kami juga sudah berusaha untuk bercocok tanam, tapi semuanya tidak membuahkan hasil.


Natan mengerutkan keningnya, kemudian berjongkok untuk menyentuh tanah. Walaupun tidak sebaik Ayumi dalam merasakan Mana, tapi ia tetaplah Necromancer yang termasuk dalam Penyihir. Ia merasakan aliran Mana di tanah ini mengalir ke pohon-pohon, mengambil nutrisi di tanah sehingga tidak cocok untuk menumbuhkan tanaman secara sengaja.

__ADS_1


"Aliran Mana di sini ... eh?" Bahkan sebelum sempat menyelesaikannya, Natan merasakan aliran Mana di sini terkuras dengan cepat.


Natan berdiri melihat sekitarnya, pepohonan mulai layu dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata. Ia tidak tahu apa yang terjadi, sehingga melompat ratusan meter dari permukaan tanah, kemudian berdiri di atas Ksatria Lebah yang muncul di bawahnya.


"Ayumi!"


Ayumi melepaskan pelukannya dari Glenda, kemudian menyalakan gelang di tangannya dan terbang perlahan. Ia berdiri di udara kosong di samping Natan. Apa yang dilakukannya sangat mengejutkan, bahkan Natan ternganga melihat Ayumi yang terbang.


"Kakak, sepertinya ada pohon besar yang tumbuh. Itu seperti Pohon Dunia, tapi juga bukan, Pohon Monster? Sepertinya iya!"


Natan terdiam tanpa kata. Pohon Monster? Itu terlalu berlebihan! Jika pohon tidak ditebang, bukankah itu berarti akan banyak monster yang tumbuh?


Tanpa berlama-lama, Natan mengeluarkan Giant Knight.


Booom!


Getaran hebat seperti gempa bumi saat Giant Knight mendarat di tanah, dan itu sangat mengejutkan Natan saat melihatnya.


"Seratus meter?!" Natan tidak menyangka jika Giant Knight akan tumbuh dua kali lipat dari tinggi awal saat terakhir kali melihatnya.


Kemudian, melihat Inventory, ada Giant Castle, dan saat melihat rincian yang tertulis. Ternyata dimensinya telah ditingkatkan menjadi 200 × 200 meter, sebelumnya ia tidak melihatnya dengan jelas, karena mengambil Giant Castle dari udara dan itu cukup tinggi.


"Apakah Hordon memperluas rumah yang aku minta?" tanya Natan.


Ayumi menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, apakah Kakak tidak melihatnya saat mengambilnya? Awalnya mereka sudah membangunnya selama lima hari, tapi tiba-tiba Giant Knight bertambah tinggi, dan saat itulah mereka memperluas dimensi Giant Castle."


"Karena peningkatan yang tiba-tiba saat hampir selesai, akhirnya mereka mengubahnya dan menambah seribu pekerja lagi."


Natan merenung memikirkannya, hingga akhirnya mengetahui alasan mengapa Giant Knight bertambah tinggi. Awalnya, ia meminta Hordon saat Giant Knight berlevel 492, tapi dengan meningkatnya level Natan, maka level Giant Knight juga meningkat.


[Upgrade Bracelet]


[Dapat meningkatkan jumlah pasukan yang dikendalikan, terbatas pada: zombie, mayat hidup, monster dan budak]


[+20 STR, +20 VIT, +20 DEX]


Item ini didapatnya setelah membunuh Player Zombie.


Natan dan Ayumi kembali turun dari langit, mendarat di depan orang-orang yang sudah berkumpul dalam keterkejutan saat melihat Giant Knight.


"Kakek! Kita harus meninggalkan tempat ini sekarang, tapi sebelum itu, kita harus membakar Pohon Monster yang sedang tumbuh," ucap Natan. Tatapannya sangat serius dan memancarkan keinginan untuk membunuh.


Barnard tersenyum pahit, mereka memang ingin pergi, tapi dengan jumlah besar manusia yang berada di Kediaman Alexander, akan sangat sulit untuk pergi bersama. Tapi saat hendak berbicara, ia tersentak ketika mengingat ucapan Natan sebelumnya. "Apakah itu alat transportasi yang kau sebutkan sebelumnya?" Ia menunjuk Giant Knight.


Natan menganggukkan kepalanya, tapi tidak menjawab melainkan tatapannya tertuju pada pria dan wanita tua yang datang di belakang Barnard, masing-masing membawa tongkat kayu untuk membantunya berjalan. Tapi, Natan bisa melihat melalui tongkat kayu, bahwa itu adalah pedang yang disamarkan.


Merasakan tatapan Natan, Barnard menoleh ke belakang. "Ayah, Ibu? Kalian keluar?"


Pria tua dengan setelan biasa menganggukkan kepalanya. "Di ruang bawah tanah terlalu panas, tidak mungkin aku bisa menikmati ketenangan." Suaranya serak, seperti pria tua pada umumnya.


Wanita tua yang memakai Cheongsam, struktur wajahnya seperti orang Asia. "Ibu ingin menggerakkan otot-otot, sudah lima bulan semenjak Ibu membunuh monster, sudah waktunya keluar."


Natan, bagaimanapun, dibiarkan terdiam. Kedua orang tua itu setidaknya berusia lebih dari 100 tahun, tapi bisa bergerak bebas membunuh monster?

__ADS_1


Seperti melihat melalui isi pikiran Natan, wanita bernama Huanran tersenyum. "Apakah kau Natan? Putra dari Cucuku?"


Natan menganggukkan kepalanya dengan mulut terbuka.


"Aku berasal dari keluarga bela diri di Tiongkok, keluargaku sudah pindah lama di sini. Kami memiliki resep-resep dan teknik keluarga yang dipercaya dapat meningkatkan usia." Huanran menambahkan.


Abraham Alexander, mengamati Giant Knight, kemudian mengalihkan pandangannya pada Natan. "Jika itu adalah alat transportasi, memang cukup untuk membawa kita, tapi terlalu sulit untuk naik ke atasnya. Namun, tidak ada salahnya mengeluarkan lebih banyak, dan tidak perlu merasa bersalah jika menghancurkan mansion."


Natan melihat ratusan orang di belakang Abraham dan Huanran, mereka membawa tas-tas besar yang sepertinya itu adalah sumber daya simpanan mereka, yang artinya mansion sudah dikosongkan.


Tanpa membuang waktu, Natan berbalik melihat hutan yang layu. Ia mengeluarkan tiga Giant Knight lainnya dan membariskan di empat sudut berbeda.


Kemudian, Natan mengeluarkan Giant Castle dengan dimensi 200 × 200 × 30 meter.


Brrtt...


Tanah bergetar sangat kuat seperti gempa bumi, bahkan mansion yang kokoh tidak mampu menahan getarannya dan akibatnya runtuh setengahnya.


"Ini ..." Abraham kehabisan kata-kata melihat tebing setinggi 30 meter yang muncul dari kekosongan.


Tebing yang terbuat dari besi, bukan batu.


Itu belum semua, 30 Ksatria Lebah muncul. Tujuh Ksatria Lebah terbang di setiap sisi dengan jarak masing-masing sekitar tiga puluhan meter. Kemudian banyak lagi Skeleton Knight yang datang, mereka melompat naik ke Giant Castle, mengambil tali sling yang terbuat dari Adamantine, dan mengikatnya pada Ksatria Lebah.


Kemudian, Ksatria Lebah terbang, menghasilkan suara keras saat seling mengencang.


Ksatria Lebah kesulitan untuk terbang karena beratnya Giant Castle.


Ayumi mengangkat tangannya mengarahkannya pada Giant Castle. "Earth Wall."


"Root Killer!" Erina menambahkan.


"Light of Battlefield!"


"Presence of Mind!"


Berbagai macam skill dilemparkan, dan pada saat itu juga Giant Castle akhirnya terangkat setelah mendapatkan bantuan dari tanaman merambat dan dinding tanah dari berbagai arah, termasuk membuatnya Ksatria Lebah sebanyak 120%.


Ketika sudah sampai di atas, Giant Castle ditopang oleh Giant Knight di kedua pundak, dan ada rantai yang mengikat bagian leher agar benar-benar aman. Kemudian, dari atas, ada empat seling yang jatuh dengan kecepatan tinggi seperti anak panah, menancap di tanah dan langsung mengencang, lalu perlahan terlihat ada kotak besi seperti lift, tapi bisa membawa 50 orang sekaligus.


Banyak yang berubah, tidak hanya satu lift, tapi ada lima lift.


Bagaimana Hordon melakukan banyak perubahan? Bukankah itu berarti, bisa menampung empat ratus rumah dengan luas masing-masing seratus meter persegi? Jika setiap rumah bertingkat, aku bisa membawa banyak orang. Artinya, ini adalah negara berjalan!


Abraham, Huanran dan ratusan orang dari keluarga Alexander tercengang tanpa bisa berkata-kata. Bahkan saat mereka sudah memasuki lift, mereka tetap diam.


Ketika sudah sampai di Giant Castle, mereka lebih tercengang. Ada mansion besar, tidak sebesar Mansion Alexander, tapi setidaknya lebih tinggi. Ada danau buatan, sungai yang mengalir, air terjun, pertanian, perkebunan, taman bunga, rel kereta bersama dengan keretanya sekali.


"Baiklah, selamat datang di Giant Castle. Lakukan apa pun yang kalian suka, kalian bisa memakan buah-buahan, atau membunuh sapi atau domba yang kami rawat. Tidak perlu khawatir, mereka tidak akan menghilang setelah dibunuh, karena itu adalah ternak."


Natan berjalan ke mansion di tengah-tengah. Ia lebih memilih berjalan kaki ketimbang menaiki kereta, karena ingin melihat bagaimana pekerjaan yang dilakukan Hordon.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2