
Ketiganya sudah kembali ke tempat semula, banyak mayat Hob-Goblin yang tidak lengkap tergeletak di tanah. Kepala yang bilang, bagian atas tubuh yang dimakan ataupun sebaliknya.
Daratan di samping sungai telah hancur, bahkan aliran air sungai mulai bergerak ke samping di mana lubang terbentuk dengan bentuk parit akibat tubuh ular.
Melihat keadaan tempat ini yang sangat berantakan, Natan sangat berhati-hati. Pertama-tama dia memberikan umpan dengan mengorbankan skeleton, tentunya bukan skeleton yang sudah dimilikinya, melainkan skeleton baru yang dibangkitkan dari mayat-mayat Hob-Goblin yang berserakan di depannya.
Natan dengan hati-hati mengendalikan skeleton itu melangkah lebih dekat dengan sungai “dangkal” untuk mengamati situasinya.
Sungai masih biasa-biasa saja tanpa ada riak di permukaannya. Jika tidak ada jejak yang tertinggal di sekitar, pastinya akan berpikir bahwa sungai ini tidak ada bahaya sama sekali.
Masih tidak ada riak meski sudah menunggu belasan menit, tapi Natan tidak menyerah, dia menambahkan beberapa umpan lagi dan bahkan membuat rakit untuk mengapung di atas air.
Rakit kecil yang mengapung di air itu menimbulkan riak di sekitarnya, kemudian ada sedikit gelombang di permukaan air.
Gelombang itu tidak terlalu besar, hanya seperti tangan yang dicelupkan ke dalam ember. Tapi detik berikutnya, ledakan datang dari kedalam air dengan bayangan hitam yang melonjak naik, menerkam rakit dari bawah.
Air dalam volume besar melonjak, dan sebelum air itu kembali jatuh, terdengar ledakan keras lainnya dengan nyala api yang besar.
Api itu langsung menguapkan air yang baru naik, dan menimbulkan asap tebal yang menghalangi pandangan.
Natan yang berada cukup jauh, bisa melihat adanya penurunan jumlah darah River Guard. Bahkan meski sisik River Guard sangat keras, tetap saja bagian dalamnya sangat lunak, dan ledakan dari skeleton itu berhasil melemahkan River Guard.
Suara mendesis lemah terdengar dari dalam kabut asap, itu terdengar menyakitkan dan penuh dengan amarah.
Ketika kabut asap telah menghilang, Natan melihat River Guard yang hendak bersembunyi di dalam sungai untuk memulihkan diri. Tentunya dia tidak akan memberikan kesempatan semacam itu, sudah sangat sulit memancing River Guard keluar dari sarangnya dan membuatnya terluka seperti ini.
Dia meminta Groot yang telah bersembunyi di dalam tanah untuk bertindak. Tulang-tulang yang membentuk seperti akar pohon keluar dari dalam tanah, melesat seperti ular yang mengejar River Guard. Itu menangkapnya, melilitnya dengan erat dan menahan River Guard agar tidak masuk ke dalam sungai.
River Guard tertahan, kemudian menggerak-gerakkan tubuhnya yang besar dengan liar untuk lepas dari ikatan Groot. Gerakannya yang liar membuat gelombang air yang tinggi di sungai, bahkan daratan di kiri-kanan sungai dihancurkan.
Natan yang melihat ini kembali mengambil tindakan, memanfaatkan mayat-mayat Hob-Goblin, dia membangkitkan mereka untuk digunakan sebagai pasukan bunuh diri.
Dia bahkan membangkitkan Fire Golem untuk memberikan dampak yang lebih besar bagi River Guard.
__ADS_1
Skeleton yang baru saja dibangkitkan, melompat memasuki mulut River Guard yang setengahnya telah hancur. Bahkan meski River Guard menutup mulutnya rapat-rapat, masih ada lubang besar di bagian kiri wajahnya.
Duarr! Duarr! Duarr!
Skeleton yang memasuki mulut River Guard, langsung meledak secara beruntun, menambah luka. Tapi itu semua belum cukup untuk membunuhnya, mengingat level River Guard dan pertahanannya.
Natan juga tidak tenang, dengan ledakan keras seperti ini, pastinya akan menarik perhatian dari kedua belah kubu. Dia sekarang berada di Camp Hob-Goblin, dan tentunya dia harus berhati-hati.
Melihat api yang masih menyala di kepala River Guard, Natan menciptakan Fire Golem baru. Meminta Fire Golem untuk masuk ke dalam tubuh River Guard.
River Guard memberontak lebih liar dari sebelumnya tanpa suara. Ia tidak bisa mengeluarkan suara karena mulutnya yang hancur, bahkan lidahnya pun tidak lagi ada.
Samar-samar ada cahaya yang merembes keluar dari celah-celah antara sisik River Guard, serta asap hitam yang mengelilingi tubuhnya.
Natan tersenyum tipis. Dia mengangkat tangannya ke arah River Guard dan berkata, "Meledak." Ia mengepalkan tangannya.
Cahaya di dalam tubuh River Guard terlihat lebih terang dengan suhu yang naik, bahkan sampai membuat air di sekitarnya mendidih. Kemudian, ada ledakan keras yang sedikit teredam berasal dari dalam tubuhnya.
Sisik-sisik hitam yang nampak keras pada awalnya, mulai lepas satu per satu karena ledakan dari dalam.
Ayumi yang berada di samping Natan, membelalakkan matanya melihat vitalitas River Guard yang sangat kuat. "Kita sudah sering menggunakan metode ini, dan semuanya berakhir dengan lancar. Hanya ini yang sulit dibunuh. Sisiknya keras, menyerang mata juga percuma, dan sekarang, menyerang dari dalam juga tidak membunuhnya?"
Erina menganggukkan, dan mengungkapkan keterkejutannya. "Ya, siapa yang tahu River Guard ini sangat gigih. Kita baru di Lantai 28, apa yang terjadi di lantai berikutnya? Setelah melihat ini, Erina ingin keluar dulu. Dungeon ini terlalu sulit, level monster terlalu tinggi, dan level kita terlalu rendah."
Ayumi menganggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang dikatakan Erina.
Natan diam-diam mengangguk. Alasannya selain karena level monster terlalu tinggi, dia juga harus mengadakan upacara pernikahan.
Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengirimkan lebih banyak Fire Golem dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya.
Fire Golem itu masuk satu per satu ke dalam tubuh River Guard. Kali ini tidak ada perlawanan seperti sebelumnya, tapi River Guard masih hidup karena darah yang dimiliki hanya berkurang setengahnya.
...
__ADS_1
Setelah perjuangan yang cukup lama, akhirnya River Guard benar-benar kehilangan vitalitas. Ia tergeletak di atas tanah, darah mengalir deras di aliran sungai, mengubahnya menjadi merah darah. Uap panas terlihat menguap di atas permukaan air, dan itu mengeluarkan aroma amis yang tidak sedap.
"Kakak, apakah sudah?" Ayumi sedikit khawatir saat melihat ke belakang. Dari waktu ke waktu, Hob-Goblin terus berdatangan, memang mereka semua sudah dibunuh oleh Skeleton Squad, tapi semakin lama, levelnya bertambah tinggi.
"Sudah." Natan mengangguk kecil, dia menangkap adik-adiknya dan berlari ke arah sungai.
Dia sudah mengecek keadaan sungai dan menemukan bahwa tidak ada lagi makhluk berbahaya seperti River Guard di dalamnya, sehingga dia bisa yakin untuk menyeberangi sungai.
Tapi meski demikian, untuk memaksimalkan keselamatannya, dia sudah mengirim skeleton ke seberang sungai, dan dia berteleportasi ke sana.
Setelah berhasil tiba di sisi lain, Natan melihat mayat River Guard. Dia mengambilnya, menyimpannya di Inventory.
"Barang berharga, tidak boleh disia-siakan, ini semua bahan makanan dan bisa dijual untuk mendapatkan uang. Kemudian darah, dikatakan bisa digunakan untuk obat."
Natan sendiri tidak tahu obat apa yang didapat, tapi dia tetap mengambilnya. Dia bisa menyerahkannya ke Departemen Potion dan Obat, dan membiarkan mereka mengembangkannya sesuka hati.
Adapun hasilnya, dia tidak terlalu peduli.
Erina melompat turun, menghirup udara di sekitar. "Tempat ini lebih segar."
Natan mengambil napas dalam-dalam saat mendengar Erina, dan menyadari bahwa kualitas udara di sini lebih baik. Dia tidak menyangka, hanya karena ada aliran sungai yang membatasi, kualitas udara di dua tempat bisa berbeda.
"Apakah mungkin karena sihir dari Ras Elf?"
Ayumi melihat sekeliling, dan mengangguk. "Kualitas Mana di sini murni, dan menurut pendapat, kita manusia di Bumi tidak lagi hanya peduli dengan udara, tapi juga kualitas Mana. Semakin baik Mana, semakin baik bagi keadaan tubuh."
Mendengar itu, Natan mengangguk setuju. Ada beberapa tempat yang memiliki Mana buruk, dan akan membuatnya merasa sesak dan ada perasaan tidak nyaman. Tapi di sini berbeda, dia merasa sangat tenang, ini seperti berada di halaman bunga di taman belakang, duduk paviliun dan menikmati terpaan angin.
"Baiklah, ayo berangkat."
Natan menggelengkan kepalanya, dan akhirnya kembali pada bisnis. Dia membawa adik-adiknya berjalan menuju Wilayah Ras Elf.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...