
—Malam Hari—
Di kamarnya dengan para istri saat ini sudah ada lima orang dan itu sudah termasuk dengan dirinya sendiri, lima orang itu dengan adanya Liu Xinmei sebagai tambahan dan mengenakan pakaian yang sangat minim.
Alasan mengapa Liu Xinmei datang kemari karena janji yang sudah dibuat ketika Natan masih di Kota Surga, dan Olivia benar-benar mengatakannya pada Liu Xinmei kalau Natan ingin melakukannya berhari-hari tanpa beristirahat.
Dia agak menyesal karena mengatakan itu beberapa hari lalu, tapi saat melihat istri-istrinya, mereka tersenyum tanpa beban sama sekali, seolah Liu Xinmei sudah benar-benar bergabung dan menjadi istrinya.
Natan menghela napas, dia menatap Liu Xinmei yang berdiri di depannya mengenakan pakaian minim dan transparan. Dia bisa melihat lekuk tubuh, dada besar dengan ceri merah yang menggoda, bagian bawah bersih yang halus.
Dia menelan ludah, dan bagian bawahnya mulai berdiri tegak.
"Liu Xinmei, sebelum itu, aku tidak menyangka sikapmu akan berubah. Saat kita awal bertemu, kau menatapku dengan penuh nafsu, seperti pemangsa yang telah menemukan buruannya. Tapi lambat laun, terutama enam bulan terakhir, kau berubah dan selalu merawat istri-istriku dengan baik." Natan membungkukkan badannya. "Aku berterima kasih."
Liu Xinmei tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, tapi bagaimana kalau aku merawat mereka demi keuntunganku sendiri?"
Natan kembali berdiri dan menatap Liu Xinmei. "Maksudmu untuk bisa dekat denganku? Aku tidak peduli itu, aku hanya ingin berterima kasih karena telah membantu merawat istriku."
Liu Xinmei tersenyum, dia menundukkan kepalanya sebentar, dan saat mendongak, dia memperlihatkan ekspresi yang sama seperti saat pertama kali bertemu dengan Natan. "Ketua, jadi bisakah kita?" Ia menggigit jari telunjuknya sendiri, menatap Natan dengan ekspresi menggoda.
Natan menggelengkan kepalanya. "Tiga istriku sedang hamil, dan aku melakukannya dengan orang lain?"
"Jadi, kalau kami tidak mengandung, kau ingin melakukannya dengan orang lain?" Olivia menatap Natan dengan bibirnya yang melengkung membentur senyuman indah.
"Ti- Tidak, bukan itu."
Vely tertawa kecil. "Iya, iya, kami mengerti maksudmu."
"Jadi ..." Liu Xinmei terdiam tanpa bisa berkata-kata.
Natan berjalan menghampiri Liu Xinmei, dia menurunkan celananya sendiri, memperlihatkan miliknya yang tegang. "Tubuhmu membuatku berdiri, tapi apakah kau siap menerima ini?"
"I- Ini besar!" Liu Xinmei terkejut, dia mengulurkan tangannya yang gemetar dan menggenggam erat. Dia mencoba mengukurnya, lalu menyentuh perutnya sendiri. "Sepertinya, aku belum siap, ini terlalu panjang."
Calista dan Vely berdiri, mereka berdiri di samping Natan, menariknya untuk duduk di tepi sofa. Kemudian keduanya menahan tangan dan kaki Natan agar terbuka lebar-lebar.
Liu Xinmei mengerti, dia berjongkok di antara kedua kaki Natan, memainkannya dengan kedua tangan.
__ADS_1
...***...
—Keesokan Paginya—
Tadi malam tidak terjadi apa-apa selain Natan duduk di sofa dan menerima belaian dari empat wanita secara bersama, kemudian dia tertidur dengan empat berada di sisi kanan-kiri.
Natan membuka matanya, dia merasakan tangannya sakit, tapi tidak bisa bergerak sama sekali. Dia melihat di sebelah kanannya ada Calista dan Vely, lalu di sebelah kirinya ada Olivia dan Liu Xinmei.
Dia terdiam sejenak sembari menatap langit-langit ruangan. "Jadi, apakah aku memiliki empat istri mulai dari hari ini?"
Walaupun dia tidak melakukannya bersama Liu Xinmei, dia sudah menjelajahi setiap sudut tubuh Liu Xinmei. Tapi tidak mungkin hanya Liu Xinmei, dia juga memuaskan istri-istrinya yang sedang hamil meski dengan jari maupun jilatan.
Natan menghela napas. Dia melihat anggota satu timnya: Natan Alexander Level 710; Tanaka Ayumi dan Erina Adriani Level 689; Vely Anindya, Izora Calista dan Olivia Edrea Level 670. Kemudian dia melihat Liu Xinmei, Level 595.
"Setelah melahirkan, kami bisa bermain satu lawan dua. Tapi setelah anak-anak berusia tiga tahun, kami bisa melakukannya bersama-sama."
Membayangkan akan bermain dengan empat wanita bersama, miliknya yang sudah tegang, sedikit berkedut dan terlihat sangat kokoh.
Natan dengan hati-hati menarik tangannya, dia pergi ke cermin besar dan melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi.
Calista di tempat tidur, mengerang, lalu bangun.
Natan bangkit, dia menghampiri Calista dan membantunya untuk turun dari tempat tidur. "Hati-hati, Sayang." Ia membantu Calista pergi ke toilet.
Setiap pagi, ini adalah tugas yang dilakukan Natan setiap kali dia di rumah. Dia akan membantu istri-istri ke kamar mandi dan membasuhnya.
Natan membantu Calista duduk di toilet dan menutup pintu, tapi dia tidak keluar, melainkan menunggu di dalam. Setelah selesai, dia mengambil air sambil mengusapnya dengan tangan, barulah mengambil tisu.
Kemudian keduanya duduk di sofa, menikmati susu hangat setelah berpakaian.
"Tadi malam sudah minum susu, dan sekarang minum susu?"
"Itu berbeda, tadi malam susu dari sumbernya, dan ini susu olahan."
Calista memutar matanya ketika mendengar jawaban Natan, dia hanya diam dan melihat tiga wanita yang masih tertidur di atas tempat tidur.
Tidak lama kemudian, tiga wanita itu bangun, sehingga Natan berdiri dan membantu kedua istrinya untuk pergi ke toilet. Memperlakukan keduanya sama seperti Calista, barulah dia datang menghampiri Liu Xinmei, mengecup keningnya setelah diam membeku beberapa saat .
__ADS_1
Kelima orang itu duduk di balkon, menikmati pemandangan bunga yang mekar di taman.
Natan meletakkan cangkir di atas meja dan ekspresinya berubah. "Sudah lama kita tidak berbicara serius, sekarang aku akan mengatakan alasan mengapa kita pergi ke Eropa."
"Aku sudah memikirkan ini sejak lama. Amerika dan China adalah Negara Adidaya, memiliki banyak senjata api. Tidak sulit bagi mereka untuk membunuh monster, tapi mengapa aku yang terlambat bangun tidur, bisa menjadi Player pertama di dunia? Padahal ada yang membunuh monster lebih dulu dariku."
Olivia terdiam dan penasaran. Dia juga tidak mengerti, dia pernah membunuh monster, tapi anehnya tidak ada pemberitahuan membunuh. Baru pada tengah hari, dia mendapat pemberitahuan kalau dia sudah menjadi Player.
Natan menarik napas dalam-dalam kemudian melanjutkannya, "Aku merasa, Ainsley ada kaitannya. Sepertinya dia menunda semua ini dan sengaja membiarkanku menjadi Player pertama, kemudian tentang senjata berat seperti rudal, balistik dan nuklir, semua peralatan itu tidak bisa digunakan sesaat setelah monster muncul."
"Kemudian tentang Dungeon Tower, itu muncul dua atau tiga hari setelah monster datang. Tapi anehnya, hanya tempat di dekatku yang memiliki Dungeon, tempat atau negara lain tidak memilikinya."
Calista dan Olivia menganggukkan kepala, mereka tahu itu, saat itu ada pemberitahuan kalau Dungeon Tower berhasil dibersihkan dan World Boss berhasil dibunuh, tapi mereka menjelajahi semua tempat, namun tidak menemukan salah satunya.
"Jika tidak ada penundaan Player, maka manusia bisa memberikan perlawanan lebih banyak terhadap monster, dan tentunya manusia tidak akan terpukul seperti ini."
Natan menggelengkan kepalanya. "Maaf, kembali lagi tentang Eropa. Aku menemukan makam di bawah tanah saat pergi ke Afrika, dan aku merasa Piramida di Mesir menyimpan rahasia besar. Begitu pun makam-makam di Eropa, mungkin kita bisa menemukan makam Odin, makam Zeus."
Vely mengerutkan keningnya. "Kau ingin merampok makam?"
Natan mengangkat tangannya, menggerakkan jari telunjuk ke kiri dan kanan. "Tidak, tidak, tidak. Aku tidak merampok, aku hanya berkunjung ke sana dan membersikan makam mereka yang mungkin tidak terawat. Aku adalah orang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong, bagaimana mungkin aku merampok?"
Vely memutar matanya dan menghela napas. "Baiklah, baiklah. Natan tidak mungkin merampok makam, sebagai seorang Guru yang pernah mengajar Natan, Guru ini bisa menjaminnya."
Calista dan Olivia tertawa kecil ketika mendengarnya, tapi tidak dengan Liu Xinmei yang bingung. Liu Xinmei baru tahu kalau Vely adalah guru Natan saat masih sekolah, ini sangat mengejutkannya.
Natan melihat kecanggungan Liu Xinmei, dia mengulurkan tangannya di atas meja, mengusap tangan Liu Xinmei.
Liu Xinmei mendongak, dia mengangguk dan tersenyum tipis.
Setelah itu, Natan mengeluarkan peta yang sudah ditandai, peta ini didapat setelah skeleton menjelajahi Eropa selama tiga bulan terakhir dan selalu menghindari manusia yang selamat agar tidak menarik perhatian.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1