Monster Apocalypse

Monster Apocalypse
Chapter 064 : Lantai Terakhir


__ADS_3

Kelompok Natan tiba di tempat yang sangat tandus dengan langit merah yang gelap, bau amis darah juga menyengat di udara yang kotor. Sepertinya bau amis ini berasal dari retakan kecil pada tanah, yang menghubungkan sungai darah di kedalaman tanah.


Natan tidak tahu apa yang harus dilakukan di sini, karena itulah ia mulai memasang Mammoth Castle lagi untuk tempat perlindungan.


[Berhasil Selamat dari Lantai 3 dan Membunuh Giant Crocodile]


[Reward : Permanent Mana Potion]


[Permanent Mana Potion]


[Meningkatkan Mana sebanyak 5000 Point, dengan regenerasi 2000 MP/m]


Walaupun mereka satu tim, tapi sepertinya untuk monster tertentu, hanya Player yang membunuh yang akan mendapatkan hadiahnya langsung. Jika memiliki Inventory, maka akan langsung diberikan.


Jika tidak ada, tapi ada Inventory Guild, maka hanya Player itu yang memiliki wewenang untuk mengambilnya, atau Guild Master.


Tanpa berlama-lama lagi, Natan mengambil Potion dari dalam Inventory, dan terlihat botol kimia yang di dalamnya ada cairan berwarna ungu. Yang artinya ini adalah Potion berkualitas. Natan membuka tutup botolnya dan meneguk isi di dalamnya, seketika itu juga ia merasakan aliran energi yang kuat memasuki hatinya.


Tubuhnya memancarkan sinar ungu redup, yang hanya bertahan untuk beberapa saat sebelum akhirnya menghilang dan ada penambahan pada regenerasi Mana.


Dengan penambahan 2000 Point, Natan bisa membangkitkan 40 Skeleton Squad lagi untuk menambah pasukannya.


Natan tersenyum cerah melihat perubahan statistik kekuatannya, kemudian mendongak melihat Mammoth Castle yang telah selesai dibangun. Kemudian ia menoleh sekitar mencari tahu apakah ada monster, karena meski sudah berada di sini, ia tidak mendapatkan pemberitahuan tentang tugasnya.


"Aku tidak tahu misi apa yang harus kita selesaikan, tapi untuk saat ini kita harus meningkatkan kewaspadaan." Natan melompat ke atas balkon depan, menyusul yang lain.


Tempat di mana mereka berada sekarang tidak ada pohon, tidak ada air dan tidak ada batu besar. Semuanya hanya tanah datar sejauh mata memandang, dan tidak ada monster dalam radius satu kilometer. Jika misinya adalah bertahan hidup, Natan bisa menyelesaikannya dengan mudah.


Karena tidak tahu misi apa yang harus dijalani, akhirnya Natan hanya membiarkan Mammoth Castle bergerak ke mana pun jalanan menuntunnya.


Natan membawa sofa panjang yang empuk dari dalam Inventory dan meletakkannya di balkon depan, kemudian duduk bersantai di sana. "Misi apa yang harus dilakukan di sini?"


"Kakak!" Ayumi berlari dari dalam ruangan dan melompat ke atas sofa, kemudian duduk di pangkuan Natan.


"Ada apa?" Natan mengusap lembut rambut Ayumi yang sedang berada di pangkuannya.


Ayumi menggeleng pelan, dan menjawabnya, "Tidak ada, hanya saja level Ayu dan Kak Natan berbeda satu level." Ia tersenyum bahagia.

__ADS_1


Natan tersenyum ringan dan mencubit kedua pipi Ayumi. Memang level mereka berdua hanya berbeda satu level, tapi dari Point Exp, pendapatan keduanya terpantau jauh. Perbedaan Point Exp Natan dan Ayumi adalah 398.761.190. Jika dihitung dari Lv.0, Ayumi akan Lv.0 dan Natan akan menjadi Lv.200 ke atas.


Tapi tidak mungkin level akan selalu memiliki perbedaan yang jauh, dan Natan merasa lambat laun level semua orang akan sama. Jadi, tidak ada yang salah atau aneh jika level mereka tidak memiliki perbedaan. Bahkan di dunia game juga sering terjadi, dan itu adalah hal yang biasa.


Natan sudah menanyakan tentang Voucher 25% Point Exp seperti sebelumnya pada NPC Shop, dan ia mendapatkan penolakan. Yang ia dapatkan pertama kali hanyalah hadiah khusus untuknya, dan tidak akan mendapatkan yang kedua kalinya. Bahkan item semacam itu juga tidak dijual untuk Player lain.


Akhirnya, Natan menerimanya dengan tenang, lagi pula sudah tidak ada hadiah penambahan stat untuk naik ke level 400.


***


Keesokan Harinya


Natan bangun pagi-pagi sekali setelah beristirahat semalaman dan tidak ada monster sama sekali yang menyerang, hanya saja suhu di sini naik secara signifikan bahkan menyentuh angka 50°C. Tapi tidak dengan Mammoth Castle, yang memiliki pendingin dan ada tambahan sihir es dari Skeleton Ice Mage dan Mammoth Tank itu sendiri.


Ia beranjak turun dari tempat tidur, berjalan menuju pintu keluar dan turun ke lantai satu untuk memasak mie instan. Walaupun di penyimpanan masih banyak makanan hangat, ia memilih memasak mie instan karena sudah lama tidak mencobanya.


Setelah selesai memasak, makan dan membersihkan dirinya. Natan kembali duduk bersantai di ruang depan dan menunggu, menunggu misi benar-benar datang, karena jika selalu menunggu seperti ini tanpa ada kejelasan, akan sangat membosankan.


[Lantai 4] [Berhasil Bertahan Hidup Selama 1 Hari dengan Suhu 50°C]


"Eh!?" Natan tidak mengetahui jika misi yang harus dilalui sangat mudah, dan mereka berhasil menyelesaikannya begitu saja tanpa ada usaha keras.


***


Lantai 5, Dungeon Vampire Castle


Kekhawatiran Natan benar-benar tidak terjadi, karena semuanya berhasil selamat dengan Mammoth Castle yang juga berpindah, tanpa ada kerusakan sama sekali. Sebelumnya ia takut jika tidak bersiap-siap, akan ada bencana seperti luka parah atau kematian.


Natan berdiri dan mengecek setiap kamar, melihat Ayumi serta Erina masih tertidur pulas. Untuk yang lain juga masih tertidur, tapi ruangannya dikunci, sehingga ia tidak tahu apakah mereka baik-baik saja.


Boom!


Natan terkejut saat mendengar ledakan yang terjadi secara tiba-tiba, dan pada saat itu juga semua orang dari dalam kamar yang berbeda mulai keluar dengan panik.


"Ada apa?!"


Natan berlari keluar diikuti oleh yang lain, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Bisa dilihat langit yang gelap seperti malam hari, tanah hitam retak namun sedikit lembab, ada pepohonan hitam kering dan nisan-nisan makam dengan pagar. Lalu pada bagian terdalam dari wilayah makam, ada kastil tinggi yang kemungkinan memiliki tiga lantai.


Kastil itu berwarna hitam dengan gaya pertengahan Eropa. Kastil hitam itu sepertinya adalah sumber ledakan, mengingat bangunannya masih bergetar dan keluar dari dalam tanah.


Tidak lama kemudian, getaran lain kembali terjadi di makam yang luasnya mungkin 15 hektar.


Dari dalam tanah mulai keluar monster-monster yang sebelumnya sudah pernah dilawan. Monster-monster itu adalah Zombie, Zombie Soldier, Skeleton, Undead dan lain sebagainya. Bahkan ada juga monster-monster seperti kelelawar, namun memiliki wajah singa yang terbang di langit.


Natan yang melihat ini benar-benar tidak habis pikir. Jumlah monster ini terlalu banyak untuk dihadapi, tapi ada kesenangan juga di dalam hatinya, dengan ini ia bisa mendapatkan berbagai macam monster.


"Semua Skeleton Squad. Bangkit!" Natan melompat turun dari Mammoth Castle. "Kuro, Kori. Bangun!"


Kuro masih memiliki tinggi lima meter, namun sudah berevolusi dan memakai jirah perak yang kuat. Berbeda dengan Kori yang sudah menjadi Young Dragon, tidak lagi Baby dan bisa terbang di langit, bahkan bentangan sayapnya saja mencapai 40 meter.


Ayumi, Erina dan yang lain juga mulai turun setelah bersiap-siap.


Jumlah monster jika dihitung secara kasarnya adalah 100.000 dan memiliki level antara 220 sampai 350. Ini adalah jumlah yang sangat besar sekali, tapi untungnya pihak lawan tidak memiliki Health yang tinggi, tapi serangan yang mengerikan.


Namun jika kelompok Natan melepaskan serangan area terlebih dahulu, kemenangan berada di pihaknya.


"Cure Barrier! Light of Battlefield! Hammer of Blessing!" Olivia mengaktifkan kemampuan untuk meningkatkan kekuatan anggota tim.


"Light Shield! Absolute Defense! Cataclysm!"


"Presence of Mind! Dia! Glare! Assize!" Vely juga tidak ingin kalah dari yang lainnya.


[Presence of Mind] [Mengurangi waktu cooldown sebesar 25% dan menambah damage sebanyak 20%]


[Repose] [Membuat musuh atau lawan yang ditargetkan tertidur untuk waktu 1 menit, tergantung seberapa rendah level musuh]


Natan tersenyum tipis dan mengambil tombak tajam dari Inventory, yang mata tombaknya seperti pedang. Ia ingin menyerang dari jarak dekat, bersama dengan Skeleton Commander dan Knight. Tapi alasan utamanya, ia ingin langsung membangkitkan Skeleton setelah membunuh monster.


"Sekarang, ayo serang."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2